Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Kebencian


__ADS_3

..."Dan pada akhirnya aku menyerah, selama ini aku berusaha menutup mata dengan hal yang kamu perbuat di belakang ku, tapi karena ingin mu sendiri, akhirnya kita berpisah, meski aku tidak pernah menginginkannya,"...


Naera mengaplikasikan lipstik di bibir pucatnya, untuk pertama kalinya, naera keluar dari rumah, sudah hampir dua Minggu keadaannya tidak baik, naera jatuh sakit faktor banyaknya pikiran, juga ia sedang hamil


baru aja ia selesai sarapan, naera kembali merasakan perutnya di paksa untuk memuntahkan kembali semua isi perutnya,


kakinya melemas, setelah mengeluarkan isi perutnya, ini lah yang naera hadapi beberapa hari ini, hal biasa yang sering ibu hamil rasakan


naera menyeka bibirnya, membersihkan sisa cairan dari sana, mata indah itu terlihat sayu, cekungan terlihat jelas di kedua pipi naera, kantung mata yang menghitam tergambar jelas di wajahnya.


"Tunggu mamah kai, mamah akan jemput kamu"


"naera mengendarai mobilnya menuju sekolah kai, sudah tidak sabar ia ingin bertemu anaknya, di pinggir jalan ia melihat penjual permen kapas, naera tau kai begitu menyukai permen kapas, naera mampir membelikan kai permen kapas berbentuk kepala panda kesukaannya.


"lucu, kaya anak ku"


"makasih ya pak"


"iya neng "


sesampainya di sekolah, naera tidak di ijinkan masuk oleh penjaga, karena sebelumnya mereka semua yang ada di sana sudah mendapatkan pesan dari keren untuk tidak mengijinkan kai bertemu dengan ibunya.


"pak, saya mau ketemu kai, saya ibunya, bapak ga punya hak ngelarang saya"


"maaf Bu, tapi ini permintaan ibu keren kami ga berani ngebantah"


"saya ibunya pak, saya yang lahirin anak saya, kenapa saya yang tidak boleh bertemu dengannya "


"maaf Bu, ibu keren mengancam akan mencabut bantuan operasional sekolah ini, jika kami mengijinkan ibu bertemu kai


"pa saya mohon ijinin saya ketemu kai, saya ibunya pak"


"maaf Bu ga bisa"


naera tidak mampu jika harus bersaing uang dengan keluarga Vin, naera lebih memilih menunggu hingga kai keluar.


setelah lama menunggu kai akhirnya keluar


"mamaahhh" kai berlari menemui ibunya, guru guru yang menemani kai tidak dapat mengehentikan hal itu, sebenarnya mereka juga tidak tega melihat naera.


"anak mamahhh, mamah kangen nak"


naera memeluk erat kai, menciumi pipinya tanpa henti


"mamah Kemana aja, kai kangen mamah, mamah udah ga sayang kai lagi ya "


"nak Ko ngomong kaya gitu, mamah sayang kai , nak, kita pulang yaa,"


kai menggeleng membuat Naera kawatir


"loh kenapa sayang, kai ga kangen mamah "


"mamah udah ga sayang kai, mamah tinggalin kai sama papah, mamah jahat"


sakit hati naera mendengar ucapan kai


"siapa yang bilang nak, mamah sayang kai, sayang sekali, coba lihat mamah Belikan permen kapas kesukaan kai"

__ADS_1


"Tante Clara sama Nene yang bilang, mamah pergi sama laki laki lain, ninggalin papah, papah sedih, tiap malam papah bicara sama foto mamah, tapi mamah ga pernah pulang "


"sayaaang, mamah ga pergi nak"


"NAERAAA"


suara menggelar itu berasal dari keren yang datang menjemput kai bersama Clara


kai berlari menghampiri Clara yang sudah merentangkan tangannya


"KAIII"


"kai ga mau Sama mamah, mamah sudah buat papah nangis, mamah nakal"


"sayaaang dengerin mamah dulu yang nak" naera mencoba mendekat tapi Clara lebih dulu mendorong tubuhnya


"mending anda pergi deh, anda gamalu sudah di tolak anak sendiri


"anda yang harusnya malu, anda yang harusnya bercermin, anda yang sudah merusak hubungan rumah tangga wanita lain, di mana hati NURANI ANDA SEBAGAI PEREMPUAN "


"DIAAAAM, DIAM KAMU WANITA MURAHAN "


"kamu ga pernah pantas untuk bersanding dengan anak saya, derajat kamu berbeda dengan keluarga saya, kamu ga pantas dengan anak saya, sadar lah NAERAAA sadaaar"


"ANDA SELALU SAJA MENCAMPURI RUMAH TANGGA SAYA, APA salah saya pada anda, sekarang keinginan anda telah terpenuhi kami berpisah, kenapa sekarang anda membuat anak saya membenci ibunya, kenapaaaaa" naera tidak tahan lagi membendung air matanya


"karena kamu miskiiiin"


kai yang sudah ada di dalam mobil meronta ingin menemui ibunya, melihat darah yang kembali keluar dari hidung sang ibu membuat kai takut


"kai, diam"


"mamah sakit Tante, hidung mamah berdarah, mamah pasti kesakitan Tante, kesian mamah"


kai terus memberontak tapi Clara menahannya


naera menatap wajah mertuanya, dengan cairan kental yang tidak hentinya keluar, tangannya saling terpaut memohon pada ibu mertuanya untuk di ijinkan bertemu dengan kai


"saya mohon, ijinkan saya bicara dengan anak saya, saya mohon"


ada rasa iba di hati keren, keren juga terkejut melihat cairan merah keluar dari hidung naera, keren yang tadinya berniat membantu Naera tapi ia urungkan karena Clara yang sudah menahan pergelangan tangannya


"ayo Tante, kita pulang"


mereka pergi meninggalkan naera yang tidak berdaya, naera menjadi tontonan di sekolah kai, mereka iba tapi takut untuk membantu.


"kaiiiiii, jangan pergi nak"


"kaiiiiii, mamah kangen sayang"


"kaiiiiiiiii"


...


"apa wanita itu sakit?"


"ga usah dipikirin Tante"

__ADS_1


"tapi raa, wanita itu tidak terlihat baik baik aja"


"mungkin karma Tante"


"nene ayo pulang temui mamah, mamah pasti sedang kesakitan sendiri, ga ada papah ga ada kai yang nolongin "


"nene pulang, ayoooo"


kai mengguncang pergelangan tangan keren, tapi wanita tua itu hanya diam, pikirannya masih tertuju pada Naera yang bersimpuh di kakinya dengan wajah pucat, mata yang sayu, darah yang mengalir di hidungnya, keren juga sempat memperhatikan perut wanita itu yang sedikit buncit , bertolak belakang dengan tubuhnya yang kurus dan kecil


"apa dia hamil "


"siyapa yang hamil Tante "


"ahh, ga ada ga ada"


...


naera masih bersimpuh di jalan, satu guru yang tidak tahan melihat kondisi naera mencoba membantunya untuk berdiri, tapi Naera menolak, ia berusaha berdiri sendiri, masuk ke dalam mobilnya


naera memukul mukul setir mobil, hatinya begitu terluka mendengar anaknya begitu membencinya, semua sakit hatinya belum pulih tapi sekarang justru bertambah


naera memukul dadanya yang kian sesak, oksigen seakan menghilang dari udara


"kenapa harus begini kenapa "


" kenapa semua pergi, Vin orang yang paling aku percaya, justru merusak kepercayaan itu, kai , anak ku , kesayangan ku, sekarang begitu membenci ibunya sendiri, apa salah ku , apaaa"


di tengah tangisannya, naera bergumam sendiri


"akuu lelah, aku ingin menyerah"


"nak kamu ga akan ninggalin mamah kan nak, kamu akan terus Nemanin mamah kan nak, kamu ga akan pergi kan , kamu ga akan membenci mamah kan"


"jadilah penguat mamah nak, tidak ada lagi yang menginginkan kehadiran mamah , tidak dengan papahmu tidak dengan kakamu, mereka membenci mamah "


naera kembali melajukan mobilnya, kembali pulang, ia butuh sandaran sekarang, ia butuh ibunya, ia butuh penenang dari ibunya, naera butuh pelukan, cukup sudah ia menahan semuanya sendiri, hari ini ia akan ke Bandung menemui orang tuanya, tidak peduli hal apa yang akan di pikiran orang tuanya, setelah melihat keadaannya.


"Hallo yah, ayah sibuk nggak hari ini"


naera menyusun pakainya ke dalam koper


"enggak nak , Kenapa"


"nae mau ke Bandung bisa jemput nae nggak yah"


"kamu berdua sama kai, Vin mana nak"


"nae sendiri yah, kai sama Vin di rumah ibunya kai"


"loh ko kamu malah mau ke Bandung"


"pengen aja "


"ya udah nanti ayah jemput, ini langsung jalan, ayah tutup ya"


"iya ayah makasih"

__ADS_1


__ADS_2