
BRAK!!! pintu rumah Naera di buka dengan kasar
"brengsek Lo" Vin menarik lengan pria Yang sudah menindih istrinya itu, bertubi-tubi Vin melayangkan pukulan di wajah Dafa, sedangkan Dafa hanya bisa Pasrah dengan pukulan bertubi-tubi dari Vin, pria itu masih di bawah pengaruh minuman beralkohol, ia masih tidak sadar
"BAJINGAAAN LO"
"BERANINYA LOOO NYENTUH ISTRI GUE"
naera yang ketakutan berlalu masuk kedalam kamar, ia mengunci pintunya, penampilan nya membuat sang anak mundur ketakutan, naera juga tidak berusaha membujuk putranya, naera duduk di lantai dengan lutut terlipat di depan dada, wanita itu menangis sejadi jadinya, Trauma yang ia coba kubur dalam, kini di paksa untuk di ingat lagi.
"BRENGSEK LOO, BANGSAT, GUE GAK AKAN Mengampuni ORANG YANG BERANI NYAKITIN ORANG ORANG YANG GUE SAYANG "
"BRENGSEK LO DAF, BAJINGAAAN"
"teganya Lo lakuin ini ke naera, Lo ngaku sayang sama dia, tapi ini yang Lo lakuin ke dia, tega Banget Lo daf, DASAR BAJINGAAAN"
tidak henti Vin memberikan pukulan di sekujur tubuh Dafa, pria itu terkulai lemas dengan wajah yang tidak karuan.
"viin" sekertaris Vin yang mendengar teriakan bosnya itu bergegas masuk, dengan sekuat tenaga sekertaris itu menarik Vin untuk berhenti memukuli Dafa yang sudah terkulai tak berdaya
"lepasin gue, gue mau bunuh niyh orang"
"SADARR VIN, SADAR, LO LAKUIN ITU, MAKA LO AKAN KEHILANGAN KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI SEMUANYA DENGAN NAERA"
"AARGGH," vin melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju Daffa, matanya menyusuri ruangan itu tapi tidak ia temukan naera maupun putranya
"nae..." Vin berlari ke kamar, tapi sayang kamar itu sudah di kunci naera
"naera buka pintunya, sayang, ini aku , suami kamu"
di dalam kamar, naera menutup rapat telinga nya, kai anak yang pintar, ia berusaha membuka pintu dengan perasaan takut
"nae, ini aku buka pintunya, aku mohon"
"naeraa, kai , ini papah nak buka pintunya" kai melirik sekilas ibunya sebelum turun dari atas ranjang, ia buka pintu kamar itu, kai yang ketakutan langsung berhambur ke pelukan sang ayah, Vin menggendong kai masuk kedalam kamarnya
"kai tunggu di kamar sebentar ya nak, papah mau lihat mamah dulu" anak pintar itu mengangguk
__ADS_1
dengan tergesa Vin kembali ke kamar, hatinya hancur melihat keadaan naera, keadaan yang pernah ia lihat dulu, kini ia lihat kembali
Vin duduk di depan naera
"naee" Vin ingin meraih naera masuk kedalam pelukannya, tapi dengan cepat Naera menepis tangan Vin
"jangan menyentuh ku, aku mohon jangan sentuh akuu" lirih naera terdengar begitu pilu, air mata Vin turun , begitu sakit mendengar tangis naera
"nae, ini aku Vin, suami kamu, sayang"
"pergii, aku mohon jangan sentuh aku" naera menutup matanya, tidak berani menatap seseorang yang duduk di depannya
naera kembali menepis tangan Vin dari wajahnya,
"jangan sentuh aku, aku mohon jangan sentuh aku ka, jangan sentuh aku daf, jangan "
Vin menutup matanya sesaat mendengar ucapan sang istri, dua kali istrinya mendapatkan perlakuan seperti ini, hati suami mana yang bisa lapang melihat istrinya di sakiti secara berulang
"sayang ini aku" Vin memeluk Naera, meskipun wanita itu terus memberikan penolakan untuknya
"lepaskan akuu, kaa, lepas, aku Narea, istri adik kamu kaa"
"nae..." Vin mengeratkan pelukannya, mungkin kelelahan menangis, disertai amukan, naera akhirnya tenang di pelukan Vin, meskipun masih terdengar isakan di sana
"Lepaas"
Vin mengusap bagian kepala belakang sang istri memberikan ketenangan di sana.
Vin menguraikan pelukannya setelah tidak mendengar lagi suara dari sang istri
"nae.." Vin baru sadar istrinya itu kehilangan kesadaran, Vin menggendong tubuh naera berpindah ke atas ranjang.
pintu kamar ia tutup, dengan tangan bergetar Vin menyentuh pakaian Naera yang sudah acak acakan dengan bagian atas yang sobek
"bangsaat Lo daf,bangsaat, gue gak akan ngampunin Lo daf, Lo nyakitin orang yang s
gue sayang" Vin sekilas melihat leher sang istri, Semakin sakit melihat tanda kebiruan di sana, ada tanda pria bajingan di leher wanita yang begitu ia jaga selama ini.
__ADS_1
"
Vin menyentuh leher istrinya, satu tangan nya terkepal, urat uratnya terlihat jelas
"maafin aku nae, maaf, aku terlambat maaf"
..
Vin baru saja selesai mengganti pakaian Naera, Vin juga merapikan penampilan istrinya, sekarang Vin berada di kamar anaknya, kai baru saja tidur di pangkuan Vin, sedangkan Dafa di bawa ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti, dengan bukti rekaman cctv yang ada di rumah Naera.
Vin kembali kekamar setelah membenarkan posisi tidur anaknya, Vin memberikan ciuman di kening sang putra, tersisa lampu tidur di samping kai yang menyala
Vin tidak langsung ke kamar, ia merapikan ruang tamu naera yang berantakan, gelas yang masih penuh dengan isi itu, di buang Vin ke bak sampah, Vin tidak Sudi ada bekas dari pria itu tertinggal di rumah Naera.
Vin kembali ke kamarnya, dari ambang pintu Vin melihat istrinya yang masih menutup mata, Vin tidak sanggup menatap wajah sang istri, ia merasa gagal menjaga keluarga nya.
pria itu duduk di samping sang istri, menatap dalam wanita nya, Vin mengusap kepala Naera, tangan dingin naera ia raih.
"maafin aku yaa, maaf karena aku telat datang nya"
flashback on
Vin yang baru aja tiba di rumah nya , merasa ada sesuatu yang terjadi pada keluarga nya, hatinya tidak tenang entah firasat apa itu, hari itu juga Vin meminta sekertaris nya mengurus penerbangan kembali ke Singapura
Vin yang sudah merasakan sesuatu yang buruk segera menuju rumah naera, Vin semakin di buat takut melihat mobil terparkir di halaman rumah Naera, berulang Kali Vin mengetuk, memanggil tapi tidak ada sahutan, sampai ia mendengar teriakkan sang istri, dengan di bantu sekertaris nya Vin mendobrak pintu rumah Naera, Vin melihat dengan mata kepala, tubuh Dafa berada tepat di atas tubuh sang istri, ini kali kedua vin melihat kejadian serupa.
flashback on
di dalam tidurnya pun naera tetap merasa ada yang berusaha melecehkannya, Vin tertidur di samping Naera dengan tangan Naera terus ia genggam.
"l--lepas, aku mohon lepaas" naera di dalam tidurnya
"lepas kaa, aku mohon, jangan kaya gini daf" Vin ikut tersentak mendengar eluhan naera
"nae, tenang lah, ada aku di sini tenanglah "
"viin tolong, viin tolooong "
__ADS_1
"aku di sini nae, aku di sini" Vin membangunkan naera ,ia peluk sang istri meskipun naera masih meminta pertolongan di bawah alam sadarnya
"Tena lah nae, aku di sini , aku gak akan ninggalin kamu lagi "