
Entah lah naera sudah menahan sebisanya tapi tetep saja air mata itu turun lagi setelah sekian lama, naera berusaha mati Matian menahan perasaannya tapi Vin datang dengan semua kenangannya, mengingatkan naera atas Luka yang ia coba kubur sedalam mungkin.
"Naera hanya diam , menatap kosong ke arah jalan, Daffa jadi kawatir di buatnya, perasaan __ waktu daffa menjemputnya__ naera masih bisa ceria seperti biasanya , tapi kenapa sekarang Naera terlihat murung, ada apa dengan Naera
"nae kamu nggak papa" naera tidak menjawab, Daffa menyentuh tangannya berusaha menyadarkan Naera dari lamunannya
"nae"
naera mengalihkan tatapannya pada Daffa, naera yang merasakan tangan daffa menyentuh tangannya.
"nggak papa" naera menarik tangannya dari genggaman Daffa.
" mungkin karena agak kurang enak badan jadi kurang semangat aja" lanjut Naera kembali menatap ke depan
"Mau ke rumah sakit dulu"
"ah, nggak usah, aku mau pulang aja, kayanya kai juga udah mulai ngantuk"
"ya udah, kamu langsung istirahat yaa, jangan begadang, jangan lupa minum vitamin, cuaca memang agak kurang mendukung akhir akhir ini
naera mengangguk dan tersenyum kearah Daffa, jujur hati Daffa tidak kuat Jika sudah seperti ini, naera terlalu cantik saat tersenyum seperti tadi.
Daffa memang sudah lama menaruh hati untuk Naera, sejak Jehan mengenalkan naera padannya, Daffa mulai merasa nyaman dengan sifat sopan naera, wanita itu sangat berbeda dengan mantan istrinya, mereka yang bertemu hampir setiap hari membuat perasaan daffa berubah menjadi perasaan Suka lebih dari pasangan kerja, Daffa hanya menunggu momen yang pas untuk menyatakan semuanya, niatnya , Daffa ingin memulai saat makan malam tadi, tapi melihat keadaan naera yang seperti tidak baik baik saja mengurungkan niat Daffa.
"makasih ya dah" Daffa mengangguk tangannya terulur mengusap kepala kai yang sudah tidur di gendongan Naera
"aku pulang dulu nae"
"hati hati daf"
Dari kejauhan Vin memerhatikan mereka dari dalam mobil, Vin memang mengikuti naera, dan ini lah yang kembali ia lihat, Vin begitu penasaran apa hubungan naera dengan pria itu, Vin memukul setir mobilnya, meluapkan emosi yang semakin memuncak.
tapi Vin berusaha agar tidak bersikap gegabah, dan membuat Naera semakin menjauhinya
Vin Hanya perlu waktu untuk membuat Naera kembali percaya padanya.
...
Naera membersihkan wajahnya tapi panggilan masuk dari nomor baru mengentikan aktivitasnya.
"halo dengan siapa"
"nae ini aku"
__ADS_1
naera memutar matanya jengah, naera mematikan setelah tau panggilan itu dari Vin
Lagi lagi Vin menelponnya
"ada apa kai tidur, besok saja"
"kamu mau tidur yah"
"iyaaa"
"besok aku bisa ketemu sama kai , aku merindukan anak kita nae"
"besok ketemu di taman kota, aku akan ajak kai ke sana, sudah dulu aku mengantuk"
"se____" Belum selesai basa basi Vin, naera sudah memutus telponnya secara sepihak.
di kamarnya __ Vin terus memandangi foto naera bersama kai yang ia ambil diam diam saat mengikutinya.
"kamu makin cantik aja nae, sekarang kamu juga udah mului merias wajah mu, tanpa itu semua kamu udah cantik nae"
"kai papah kangen nak, kamu makin pintar aja, besok kita main yah"
Di tempat yang berbeda naera gelisah dengan apa yang akan terjadi ke depannya, besok kai akan bertemu dengan Vin setelah sekian lama. naera hanya takut kai tida ingin Vin pergi lagi, kai begitu merindukan ayahnya, entah lah naera pasrah saja, hidupnya yang tenang kembali di usik, tapi Naera juga tidak tega memisahkan Vin dengan kai, naera juga tidak bisa memberikan anaknya untuk di asuh oleh Vin.
"viiiiin" naera berteriak prustasi, pusing sendiri memikirkan jalan keluarnya.
...
"mah kita mau kemana" sejak tadi kai terus menanyakan Kemana naera akan membawanya, pagi pagi sekali naera membangunkan anaknya.
"kai kan ga sekolah hari ini mah"
"kita mau ketemu Paman Daffa yaa"
"kita mau ketemu papah"
"papah?" kai mengulangi ucapan ibunya , naera hanya mengangguk sambil Merapikan Baju anaknya
"papah udah pulang, sekarang kita bisa kumpul sama papah lagi, yeeey, kai mau ketemu papah, kai mau ketemu papah" kai terlalu riang mendengar bahwa hari ini ia akan kembali bertemu ayahnya, selama ini Naera selalu bilang kalo Vin sedang bekerja dan akan menyusul mereka untuk tinggal di Singapura setelah pekerjaannya selesai, naera tidak pernah menanamkan kebencian di hati kai untuk Vin, beda cerita waktu kai tinggal dengan Vin.
Di jalan, kai berjalan sambil melompat lompat kecil , ia tidak sabar ingin bertemu ayahnya, kai menggandeng tangan ibunya,
"mah cepat dong jalannya"
__ADS_1
"iyaa, sayang, Papah juga belum datang ko"
"Itu papah mah" kai berlari menghampiri Vin, Vin sudah duduk berjongkok mengulurkan tangannya.
"jangan lari nak"
"papaaah"
"kai" Vin memeluk erat tubuh kecil yang begitu ia rindukan, sudut mata Vin bahkan mengeluarkan air matanya, begitu bahagia rasanya bisa kembali memeluk anaknya, mendengar panggilan"papah" dari mulut mungil putra kesayangannya.
"papah kangen nak"
"kai juga kangen papah, papah kenapa lama sekali nyusul kai sama mamah"
"maaf nak" Vin tidak sanggup lagi mengucapkan apa apa , kerongkongan tercekat menahan sesak akan kerinduan yang teramat dalam pada anaknya.
naera hanya berdiri tidak jauh dari mereka, menyaksikan momen haru ayah dan anak itu.
"Mamah sini" naera mendekat, kai mengalungkan satu tangannya ke leher Naera, menarik naera untuk berpelukan dengannya, naera tidak bisa menolak, naera merasakan tangan Vin ikut merangkul pinggangnya.
naera duduk di kursi taman sambil memainkan ponselnya, sedangkan kai bermain bola dengan Vin, kai menendang bolanya terlalu kencang hingga bola itu berputar ke arah naera, Vin yang mengambil bola itu, sebelum kembali ia membisikkan sesuatu di telinga Naera
"kamu cantik" naera memutar matanya jengah, sedangkan Vin tersenyum dan kembali bermain bola dengan kai
waktu terasa singkat tanpa mereka sadari jam sudha menunjukkan pukul 11 siang, kai juga sudah merengek minta makan
"kai mainnya sudah nak, kita pulang dulu"
"ayo pah kita pulang" sesaat Vin saling tatap dengan Naera , sebenarnya Vin ingin mencari kesempatan agar bisa lebih dekat dengan naera tapi Karena hari ini dia ada rapat, Vin terpaksa tidak bisa menggunakan alasan kai agar bisa ikut pulang dengan mereka.
"kai pulang Sama mamah dulu ya nak, papah harus kerja"
"papah nanti pulang ke rumah kan" Vin mengangguk
"iyaa papah akan pulang" Vin berucap sambil menatap Naera, seakan mengisyaratkan bahwa naera harus membawanya pulang bersama mereka.
"Papah janji yaa"
"iyaa papah janji nak, nanti malam papah pulang, kamu ingatin mamah kamu ya nak, mamah bisa lupa soalnya" naera melongo tidak percaya, apa apa an ini, Vin memang pandai mencuri kesempatan dalam kesempitan, memanfaatkan keluguan kai dengan sempurna.
"kai akan tunggu papah sampai papah pulang, kai ga akan tidur kalo papah ga ada"
"kai ayoo nak kita pulang" naera harus cepat membawa anaknya pergi dari situ, kalo tida Vin akan terus melancarkan aksinya.
__ADS_1
kai melambaikan tangannya pada Vin.