
"Anak kita sudah sadar Vin"
Vin menganga sesaat masih mencerna ucapan Naera, pria itu bergegas bangun menghampiri putranya.
"kai, anak papah" Vin mencium kening putra nya
Keduanya menangis haru, setelah penantian panjang akhirnya anak mereka kembali bisa membuka matanya, mereka akhirnya bisa kembali mendengar panggilan mungil dari kai.
"Mamah, k--kai takut"
"jangan takut nak mamah sama papah ada untuk kai, jangan takut lagi yah sayang " naera memeluk erat tubuh putranya.
....
Mendengar kabar baik dari sang cucu para nenek dan kakeknya datang menjenguk, ruangan kai terlihat ramai akan kunjungan mereka, tawa bahagia kini kembali terdengar di penjuru ruangan.
semakin hari keadaan kai semakin membaik, hari ini kai sudah di ijinkan pulang, sekarang tinggal naera dan Vin saja yang ada di ruangan anaknya, orang tua mereka sudah pulang lebih dulu ke Indonesia.
"Papah"
"iya nak kenapa"
"papah jangan marah marah lagi ya sama mamah, kai takut" Vin beralih duduk di atas ranjang, memangku anaknya, Vin mengusap lembut pucuk kepala kai
"iyaa papah janji, maafin papah yah karena udah buat kak takut" kai mengangguk, sedangkan Naera sibuk merapikan barang-barang kai yang akan di bawa pulang.
"sayang" naera tidak menghiraukan ia terlalu sibuk dengan apa yang di lakukannya
"sayaaang, naeraa"
"Hem, kenapa sih Vin"
"sini sebentar--ikut duduk sama kita"
"aku sibuk Vin, beresin barang barang kai, kalian main aja dulu"
"mamah sebentar deh-- kesini dulu" kalo sudah kai yang membujuk, naera tidak dapat lagi menolak, di letakan nya tas yang sudah penuh dengan barang anaknya, ia kemudian ikut bergabung bersama suami juga anaknya
Vin tersenyum hangat melihat keadaan keluarganya sekarang, Vin memeluk erat tubuh mereka berdua dengan posisi kai berada di tengah, hal yang paling ia syukuri dan tidak akan pernah lagi ia berbuat salah untuk ke-dua kalinya, Vin tidak ingin kehilangan bahagianya lagi untuk yang kedua kali
cukup sudah Vin menderita karena kebodohannya sendiri.
"aku sayang banget sama kalian nae, makasih sudah mau ngasih aku kesempatan untuk merasakan hal ini lagi, makasih nae" Tanpa naera tau pria yang sedang memeluknya itu meneteskan air matanya.
"aku juga mau bilang makasih sama kamu Vin, makasih sudah membuktikan kalo kamu memang mau berubah dan berjuang untuk keluarga kita"
...
Vin menggendong anaknya masuk ke dalam kamar di ikuti naera di belakang, mereka belum ada rencana untuk kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, naera masih ingin tinggal di Singapura sampai anaknya benar benar sembuh, baik fisik maupun psikis nya.
Vin juga tidak memaksa akan keinginan Naera, mungkin mereka akan berpisah lagi untuk beberapa waktu, Vin tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.
"kai tidur Vin"
__ADS_1
"iya sayang, aku temani dia sebentar eh tiba-tiba sudah tidur aja" Vin memeluk Naera yang sibuk memasak dari belakang, Vin meletakkan kepalanya di celuk leher Naera, sesekali Vin menghirup aroma tubuh naera yang begitu candu untuk nya.
"masak apa sayang "
"masak masakan kesukaan kamu"
"waah gak sabar"
"makanya kamu lepas dulu pelukannya biar aku lebih cepat masaknya " Vin menggeleng dan semakin mempererat pelukannya.
"aku kangen banget momen kita kaya gini sama kamu nae, aku kangen banget--sumpah"
"masaa siyh"
"kamu gak percaya nae"
"emm, sedikit"
Vin membalik tubuh naera menghadapnya, di tatapnya dalam wajah sang istri.
"aku hampir gila setahun gak ketemu kalian, aku kehilangan arah nae, kamu bisa tanya sendiri ke mamah, mamah yang selalu datang buat masakin aku"
"iyaa-- iyaa aku percaya sayang, aku percaya"
Vin kembali memeluk Naera erat, seakan takut wanita di depannya itu pergi lagi
"Jangan pergi lagi yaaa"
Vin memejamkan matanya ia dapat merasakan luka yang istrinya itu rasakan
"maaf"
"paling nyakitin itu waktu kamu nuduh aku selingkuh Vin, kamu nuduh aku mengkhianati cinta kita, ayyh itu sumpah aku benar-benar sakit Vin, secara aku selalu aja nutup mata dengan hubungan kamu sama Clara tapi justru aku yang di tuduh secara gamblang, aku gak kuat lagi sampai akhirnya anak kita ikut menyerah, itu penyesalan terbesar aku, karena sudah kalah sama rasa cinta aku ke kamu, aku gak bisa sekuat yang aku mau, aku gak bisa pertahanin anak kita"
"Aku juga sakit waktu kamu bilang kalo aku gak pantas untuk kamu, aku wanita miskin yang gak pantas bersanding dengan kamu, aku bisa tahan hinaan dari orang tua kamu Vin, tapi sumpah-- aku gak bisa tahan kalo itu keluar dari mulut kamu "
Wanita itu menangis kala mengingat semua yang terjadi, di matikan nya kompor di depan, naera bahkan tidak sanggup berdiri lagi, ia bertumpu pada meja, Vin Membalik tubuh sang istri menghadap nya.
Di hapusnya air mata yang kembali turun di pipi naera.
"Maaf, aku memang jahat banget sama kamu, aku nyakitin perasaan kamu, aku memang pantas di tinggal, maaf---mulai sekarang aku gak akan biarin air mata kamu jatuh karena sikap aku, aku janji akan bahagia in kalian, aku cinta kamu nae cintaa"
naera tidak tahan lagi, ia memeluk Vin lebih dulu menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami, jujur hatinya lega setelah mengungkapkan apa yang selama ini ia tahan, naera juga merasa bebannya terangkat setelah memberikan kesempatan kembali untuk Vin memperbaiki semuanya, naera merasa ada satu harapan untuk mereka menjadi keluarga yang bahagia lagi.
"makasih ya Vin, makasih karena tidak pernah menyerah selama ini, makasih sudah mau membuktikan ketulusan kamu, makasih karena sudah buat aku percaya lagi dengan cinta kamu,aku sayang kamu Vin"
"aku juga nae"
...
"nae kenapa kalian gak ikut aja sih pulang langsung ke indo sama aku, Kenapa harus tinggal dulu di sini aku gak bisa jauh jauh dari kalian nae"
Vin yang tidur memeluk Naera dari belakang, naera menggenggam tangan kekar milik Vin
__ADS_1
"aku akan pulang, sayang, aku Sama kai pasti pulang ko, aku harus pastiin anak kita sehat, lagian masih banyak yang harus aku selesaikan di sini "
naera bisa mendengar helaan nafas prustasi dari Vin
"Tapi aku gak tenang ninggalin kalian di sini nae"
"kamu tenang aja, kan ada Hana sama jevan,Vin "
"iyaa, tapi--" Vin menggigit bibir bawahnya sebelum melanjutkan, menimang kembali sesuatu yang sudah sangat menggangu pikirannya
"tapi apa "
"aku cuman takut bos kamu itu dekatin kamu lagi , sayang, aku cemburu mampus liat kamu dekat dengannya, aku gak Suka dia ada di samping kamu"
naera tersenyum jahil, ia mengerti sekarang--Kenapa Vin memaksanya untuk pulang bersama
"kamu cemburu sama Daffa "
"emm"
"yaa emang pantas si, secara Daffa Baik, ganteng, kai juga sudah sayang banget sama daffa, semenjak kamu gak ada, Daffa seakan menggantikan posisi kamu Vin di hidup aku sama kai" naera menyunggingkan senyum setelah berucap,ia sengaja menggoda suaminya yang cemburuan itu.
Vin mengeratkan pelukannya.
"sayaaaaang" lirih Vin terdengar lucu juga menggemaskan di telinga Naera.
naera tertawa mendengar rengekan suaminya itu
"ya Ampun suami aku ini lucu banget sih, gemesin tau gak sih" naera mengusap punggung tangan suaminya.
"nakal kamu ya nae, udah mulai bisa ngejahilin aku"
"aku serius Vin dengan ucapan ku"
"naeraa, kamu mau aku buat kelelahan sampai pagi"..
bulu kuduk naera berdiri seketika, ia menggeleng yakin
"ma--maaf"
Naera berbalik dan memeluk suaminya.
"aku sayang kamu Vin"
"aku juga saya banget sama kamu nae"
"aku cuman Bercanda ko tadi, mau bagaimana pun kamu lukain aku dengan sikap kamu, gak ada niat sedikit pun untuk mencari pengganti kamu Vin, karena cuman ada kamu di hati aku, kamu paham kan Vin"
"iyaa sayang aku paham, aku juga bercanda ko, tapi kalo beneran juga gak papa" Vin membicarakan mengenai hukuman yang ingin ia berikan pada Naera, tapi Naera menggeleng
"gak, aku capek mau tidur'
"yaaahh"
__ADS_1