
Setelah makan, Vin langsung kembali ke kantor, sedangkan naera masih bersama Hana
"Waaahh, kue coklat kesukaan ku, makasih nae"
"Iya sama sama"
"Nae" Hana menjeda ucapan nya
"Vin pemarah yaa, tadi matanya menakutkan cuman gara gara permen kapas semarah itu"
"Enggak ko, dia cuman ga suka kalo aku ngasih makan kai sembarangan"
"Ayolah kita ga usah ngebahas Vin , kesian dia nanti cegukan di sana karena namanya di sebut terus" jevan mencairkan suasana
Naera dan Hana benar benar bersenang senang, menceritakan cerita keluarga mereka, rencana Hana setelah melahirkan katanya ingin pindah ke Singapura , nyatanya javen malah tiba tiba tiba mengajaknya pindah besok lusa , secara mendadak, javen di pindah tugas kan ke sana itu tandanya mereka akan sulit bertemu setelah ini
Javen asik bermain dengan kai, belajar jadi ayah katanya
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, terlalu asik naera sampai lupa waktu, 3 jam terlalu singkat untuk mereka yang biasa nya menghabiskan waktu seharian penuh untuk bersenang senang berdua, tapi sekarang keadaannya nya berbeda
Setelah berpamitan, naera melajukan mobilnya kembali kerumah.
Karena kelelahan kai tertidur di mobil, belum lagi selesai rasa was-was nya saat bertemu Vin di kafe , kini naera kembali was was takut kalo mertua nya tiba lebih dulu dari pada dia
Sudah bisa di pastikan naera akan mendapat ceramah dari mertuanya
...........
Matilah naera, mertuanya sudah ada di rumah, Vin juga sudah pulang karena memang ingin menyambut orangtuanya.
Naera menarik nafas dalam mengendong KAI yang ketiduran, naera mengigit bibir bawahnya jangan tanya seberang kencang jantungnya berdetak sekarang, gugup sudah pasti, takut? jangan tanya lagi
"assalamualaikum "
"Mamah sejak kapan" tanya naera basa basi
Tidak ada jawaban, mertuanya masih asik memotong bawang menjadi serpihan
"Mah nae ke atas dulu ya nidurin kai"
Masih tidak ada sahutan, naera seakan di Anggap angin lalu oleh mertuanya
Sabar nae, sabar
............
Kai terjaga di gendongan naera , kai memeluk erat leher naera,
"Anak mamah bangun ya" naera mendudukkan kai di atas ranjangnya
"Kita mandi ya, biar seger, mandi air panas mau"
Kai hanya mengangguk , perasaannya sedikit kacau karena sempat tertidur sebentar dan bangun karena terkejut
"Mamah maafin kai"
"Loh kenapa sayang"
__ADS_1
"Gara gara kai mamah di marahin papah, eyang juga ga mau bicara sama mamah, pasti gara gara kai ga nurut sama mamah"
"Hikks" pria kecil itu mulai terisak, naera memeluk tubuh kai yang mulai bergetar Karena tangisannya.
"Enggak ko papah ga marah ko sama mamah"
"Ta...hiks, tapi, papah tadi marah, mukanya seram kai takut"
"Papah ga marah sayang, cuman ngasih tau engga Baik kalo makan permen banyak "
Naera memeluk kembali anak nya memberikan usapan hangat ke punggung kai
Tanpa mereka sadari Vin sejak tadi memperhatikan mereka dari dengan pintu, melihat anaknya menangis Vin mendekat mengambil kai dari pelukan naera dan menggendong nya
Jelas naera terkejut dengan kedatangan tiba tiba Vin, Vin mengusap lembut kepala putra semata wayangnya itu , sedangkan naera memandangi suasana hangat antara ayah dan anak
"Pah, maafin kai , kai janji nurutin apa kata mamah" ucap kai di sela tangisannya
"Iyaa nak, papah cuma ga mau kalo kai nantinya sakit gigi kalo kebanyakan makan permen kapas, belum lagi kalo batuk"
Vin menatap naera seolah apa yang dia ucapkan itu di tunjukan untuk naera, naera menggigit bibir bawahnya dia paham maksut vin
"Vin, mamah sama papah dari tadi ya"
"Hem" jawab Vin singkat
"Bukanya kamu bilang jam 5 ya "
"Tadi mamah nelpon tiba tiba, katanya sudah di rumah"
"Kenapa ga ngabarin aku "
Naera terkejut, apa karena terlalu asik hingga tidak melihat ponsel nya berdering.
Vin membantu kai membuka bajuku, naera juga sudah selesai menyiapkan air untuk kai mandi
"Kamu turun aja, kai biar aku yang mandiin"
Sebenarnya naera kalo boleh memilih ingin menemani anaknya mandi aja, dari pada ikut masak dengan mertuanya, tadi aja mertuanya mengabaikan nya
Tidak ada pilihan naera turun sedangkan Vin memandikan kai
.......
"Mah masak apa" tanya naera di samping sang mertua.
"yang ini mau di buat apa mah " tanya naera melihat wartel yang sudah di potong kecil kecil.
"Kamu bisa ga sih jangan banyak tanya, liat sendiri kan saya lagi ngapain"
"istri ga becus, bisa bisanya masih keluyuran di luar, sedangkan suaminya kelelahan pulang kerja, kamu kalo ga bisa ngurus anak saya , ngomong, biar saya bilang ke Vin buat nyereiin kamu "
Menohok, hati naera seperti diberikan pedang yang dalam, perkataan mertuanya benar benar menyakiti hatinya,tapi naera masih tetap memperlihatkan senyuman manisnya, sudah biasa sebenarnya naera mendapat perlakuan kasar dari mertua, tapi entah kenapa hatinya masih saja sakit setiap mendengar ibu mertuanya meminta Vin menceraikan dirinya.
Naera mengambil pisau berniat membantu memotong bawang merah yang sudah terkupas, belum sempat naera memulai nya ibu mertuanya sudah merebut pisau dari tangan naera.
"Ga perlu, saya bisa sendiri, saya mau masakin khusus buat anak sama cucu saya"
__ADS_1
Buat anak dan cucunya berarti naera benar benar tidak di anggap dong, naera mencoba menahan rasa sesak di hatinya, berusaha tetap tegar di samping mertuanya
"Kenapa anak saya bisa menikah dengan wanita seperti kamu, padahal saya sudah mengatur perjodohan dengan wanita yang jauh lebih baik dari kamu,saya Kesian dengan anak saya,harus menikah dengan gadis tidak bertanggung jawab seperti kamu"
Naera bungkam, hanya mendengarkan ocehan mertuanya dengan kepala menunduk, meremas ujung baju, persis seperti anak sekolah yang sedang di hukum, naera mati Matian menahan bulir air mata yang siap keluar kapan saja
"Apa sih yang sudah kamu lakukan ke anak saya, sampai dia berani membantah perjodohannya yang sudah saya siapkan"
"Saya berharap suatu hari nanti Vin sadar dan menceraikan kamu"
Degg , kata cerai itu lagi,
Masih saja ibu mertuanya mengoceh seperti ibu burung, padahal tangan nya sibuk memotong bawang yang tadi ingin di potong naera
"Mah, naera keatas sebentar ya"
Sudah tidak tahan naera memilih keatas tidak kuat jika harus mendengar ucapan mertuanya lagi
Naera masuk ke dalam kamar, duduk di pinggir ranjang menatap kosong kedepan,ucapan ibu mertua nya selalu berputar di kepalanya
Tanpa seijin nya air mata, yang tadi mati Matian dia tahan jatuh juga
Naera meremas kuat seprei kasur,
Perkataan ibunya Vin benar benar melukai hatinya
"Viiiiin" di saat seperti ini naera ingin ada Vin di sampingnya, tapi sayang suaminya itu masih marah karena permen kapas
Naera merasa pusing , bukan cuma pusing tapi kepala nya seperti di tindih jutaan beban, naera menarik rambut nya untuk menyalurkan rasa sakit dari kepalanya.
Dara segar juga ikut mengalir dari hidung naera, wajah putih naera terlihat pucat, seakan darah berhenti mengalir di tubuhnya, benar benar pucat
"ya Allah sakit" gumam naera dalam hatinya
Sedangkan tangan nya masih meremas kuat kepalanya.
Sekuat tenaga naera Mendekati lemari pakaiannya mengambil obat dari sana
Naera mengambil obat dari dalam lemari nya , kemudian meminumnya , perlahan rasa sakit di kepala nya mereda, terlalu lemas, naera membaringkan badannya di atas kasur.
........
"Loh kamu ko malah tiduran , bukannya nemenin mamah di bawah"
Suara vin menyadarkan naera dari tidurnya, bukan tidur sebenarnya naera hanya berusaha merilekskan dirinya menahan rasa sakit kepalanya
Mendengar suara Vin naera merubah posisinya jadi duduk di tepi ranjang, menghadap Vin yang masih berdiri di ambang pintu
"Maaf Vin tadi aku mau mandi, tapi malah ketiduran"
"Aku tau pasti mamah ku mulai lagi dengan drama nya, tapi kamu juga harus menghormati dia dong, dia kan mamahku , mertua kamu nae, ini kamu malah ninggalin mamah di dapur sendiri"
"Engga gitu Vin"
"Udah lah nae, kita ga usah mendebatkan hal ini lagi, aku tunggu di bawah kita makan bareng"
Belum selesai ucapan Naera , Vin sudah pergi meninggalkan nya dengan rasa bersalah
__ADS_1
Sebelum keluar naera berendam , dengan berendam tubuhnya menjadi lebih rileks, harum sabun vanilla kesukaan vin tercium di seluruh kamar mandi, benar benar bisa membuat naera rileks.