
.........
Tepat pukul 11 siang mobil Vin telah sapai di halaman rumah orang tua naera.
Seperti rencana mereka hari ini sampai besok mereka akan menghabiskan waktu dirumah naera.
Mendengar suara mobil yang masuk ke halaman rumah, orang tua naera bergegas keluar menyambut anak menantu juga cucu yang sudah mereka tunggu sejak tadi.
Mereka berjalan beriringan, Kai di gendongan Vin sedangkan naera menenteng tas keperluan kai.
Sambutan Hangat mereka terima, naera berhambur kepelukan bundanya kemudian ayahnya, di ikuti dengan Vin juga kai
"Aduuh cucu kakek tambah ganteng aja, masuk yooo kita main robot robotan" Akhtar ayah naera menggandeng tangan kai masuk ke dalam rumah
"Masuk nak" ajak Dewi ibunya naera
"Nae , mamah sudah beresin kamar kamu di atas , kai malam ini biar tidur sama bunda yaa"
"Apa ga ngerepotin bunda kalo kai tidur bareng Kalian"
"Enggaa na, kapan lagi kan tidur bareng cucu, ya udah kalian istirahat dulu bunda siapkan makanan dulu"
Di kamar, Vin langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur meregangkan otot-otot nya yang lelah, padahal mereka hanya duduk-duduk di taman
"Ayyyh enaknya"
"Kamu kaya orang tua aja Vin"
"Pinggang ku rasanya mau lepas nae"
"Kenapa ko bisa mau lepas"
"Astaga, naee kamu mah gaa peka"
Naera terkekeh, duduk di samping Vin yang sekarang sudah merubah posisinya menjadi tengkurap.
"Yang ini sakit" naera memijit pelan punggu Vin yang katanya tadi hampir lepas
"Ke pinggiran dikit"
"Di sini" naera memposisikan tangan nya sesuai permintaan Vin
"Ke atas dikit"
"Di sini" naera mendengus kesal tangan yang tadi menempel pelan kini meremas kuat punggu Vin
"Aaakkkh, sakiit nae"
Vin meringis kesakitan, merubah kembali posisinya menjadi duduk di hadapan naera
__ADS_1
"Sakit tau, kamu mah"
"Kamu sih, katanya di sini, terus di sini terus di sini" sakit nya di mana pindah pindah" ujar naera dengan nada kesal dan tangan nya juga memegang bagian tubuhnya sendiri.
"Yaa, ampun lucu banget sihhh kalo lagi kesal kaya gini"
Vin meraih tubuh naera mendekapnya dalam pelukan hangat nya.
"Sayang"
"Emm"
"Nae"
"Apaaa, sihhh Vin"
Naera ingin melepaskan diri dari dekapan Vin, tapi Vin justru mendekap nya lebih erat
"Engga, papa, aku suka biarkan seperti ini dulu"
Naera membalas pelukan Vin , melingkar kan tangannya di pinggang Vin, tangannya meremas baju yang di gunakan Vin.
"Aku yakin sebentar lagi bunda bakal datang ngetok pintu dan nyuruh kita buat turun"
"Sebelum bunda datang biarkan seperti ini dulu"
Merasa lelah naera merubah posisinya jadi berbaring dan paha Vin menjadi bantal nya
"Gantian" ucap naera
Vin bersandar di dasbor ranjang, naera mengarahkan wajahnya hingga menempel ke perut Vin sedangkan tangannya melingkar pada pinggang Vin.
"Aku lelah Vin, aku ngantuk"
"Tidurlah dulu nanti aku bangunkan"
Naera hanya mengangguk mengiyakan.
Vin bisa merasakan nafas teratur naera, istrinya tertidur di pangkuan nya. Vin mengulas senyum tangan nya yang sedari tadi mengelus kepala naera , meraih ponselnya,
Vin membaca pesan dari nomor tidak dikenal, tapi Vin tau itu Siyapa, ya Clara, Vin sudah memblokir nomor nya tapi Clara masih saja menghubungi nya dan ini nomor ke 3 Clara.
"Vin datang lah aku merindukan mu"
Vin Hanya membaca pesan dari Clara kemudian menghapus nya.
Vin mendengar ketukan dari luar, itu suara ibunya naera yang meminta mereka untuk turun makan siang.
Vin bingung ingin turun tapi naera bisa terganggu, kalo pun Vin berteriak menyahuti panggilan Dewi naera bisa terkejut karena nya , dan pada akhirnya Vin memilih diam,
__ADS_1
Sampai akhirnya panggilan Dewi terhenti, mungkin Dewi paham kalo anak dan menantunya sedang beristirahat.
Vin tidak tega membangunkan naera yang terlihat begitu kelelahan dia membiarkan naera untuk tidur lebah lama, meskipun kakinya mulai merasa tidak nyaman karena tidak pernah merubah posisinya
Sampai akhirnya Vin juga tertidur dalam posisi duduk bersandar di dasbor ranjang.
Naera menggeliat dari tidur nya . Hampir 3 jam naera tertidur di pangkuan Vin, sadar kalo kepalanya masih di atas paha Vin naera bangun dengan cepat, naera merasa bersalah dengan Vin, bisa bisa nya dia tidur dengan nyenyak sedangkan suaminya pasti merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya di tambah naera menjadikan paha vin sebagai bantal
Naera menatap wajah tenang Vin yang masih tertidur. Tangannya terulur merapikan rambut yang menutupi wajah tampan suaminya itu
"Vin bangun kita makan dulu Yo"
Tidak butuh waktu lama kali ini Vin Langsung bangun mungkin karena posisi tidurnya yang kurang nyaman
Naera menatap lekat wajah lesu bangun tidur Vin
Vin meringis memegangi pahanya, naera paham keadaan Vin naera langsung mengarahkan tangannya ke paha Vin dan memijatnya
"Maaf ya Vin, pasti sakit yaa"
"Engga ko nae cuman kesemutan aja"
Naera Semakin merasa bersalah
"Kenapa ga bangunin aku"
"Mana tega aku bangunin kamu nae"
"Masih keram ga"
"Udah mendingan"
"Kamu mandi dulu deh baru kita turun, bunda pasti sudah nunggu kita dari tadi"
Vin mengangguk dan turun dari ranjang, naera langsung merapikan tempat tidur setelah Vin turun, kemudian menyiapkan baju ganti untuk Vin yang sudah mereka bawa dari rumah, baju kaos hitam oversize dipadukan dengan celana training.
Naera kemudian keluar dari kamar dan mendengar suara tawa dari kamar orang tuanya, Naera mendekat dan menemukan kai yang sedang bercanda riang dengan kake nenek nya , naera tersenyum hangat.
"Nae sudah bangun nak" Dewi menyadari kehadiran naera
"Iya mah baru aja,"
"Kalian pasti lapar, tunggu bunda siapkan dulu makanannya"
"Ga perlu mah naera aja"
"Ga papa nae, bunda aja Kapanlagi kan kalian datang"
Naera akhirnya pasrah dan membiarkan bundanya menyajikan makanan untuknya dan Vin, karena orang tuanya sudah makan lebih dulu bersama kai.
__ADS_1