
Ibunya Vin benar benar tidak menghargai privasi anak dan menantunya, dia membuka pintu kamar kai dan berdiri lama menatap anak dan menantunya yang saling berpelukan, yang tadinya Naera di peluk dari belakang kini beralih menghadap Vin dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami
Sebelumnya paru Bayah itu sudah mencari vin di dalam kamarnya dan berakhir menemukan mereka sedang tidur bertiga dengan suasana hangat
Padahal dia berharap pertengkaran yang dia saksikan tadi bertahan lama tapi malah sebaliknya , perasaan nya tidak sehangat dengan adegan yang dia lihat di atas ranjang
"Vin" ucap sang ibu memanggil putra nya dengan pelan takut membangun kan Cucunya , sesekali mengguncang tubuh Vin
Bukanya Vin yang terbangun justru Naera yang bangun, karena emang Vin Susah untuk di bangunkan.
Naera kaget melihat mertuanya yang berdiri di belakang Vin dengan memasang wajah masam , Nara melepas pelukan Vin dari pinggang nya, bangun dari tidurnya.
"Kenapa mah" tanya Naera pelan
Tidak ada sahutan, Paru Bayah itu masih berusaha membangunkan Vin
"Vin bangun" Naera juga ikut membangunkan Vin dengan memukul pelan wajahnya.
"Kenapa"tanya Vin dengan suara serak
"Mamah di belakang kamu ,mau bicara"
Mata vin membola, mamah ?, mencari nya? di jam segini, Vin merubah posisinya mengahadap sang ibu yang sudah berdiri sejak tadi di belakang nya
"Mah" tanya Vin heran
"Mamah sama papah harus pulang malam ini, kakamu tadi nelpon katanya istrinya masuk rumah sakit "
"Ka, Esra masuk rumah sakit"
"Iyaa, kakamu bilang, Esra jatuh kakinya terkilir, mamah kawatir"
"Kamu bisa mengantar kami pulang kan nak, kesian papahmu kalo di suruh bawa mobil malam "
Tidak ada Jawaban, Vin malah berbalik menatap Naera, seakan tau maksud Vin Naera menganguk
"Iya mah, sebentar yaa Vin ganti baju dulu"
"Mamah tunggu di luar"
Senyum sinis terukir di wajah wanita yang usianya sudah tidak muda lagi.
Sebenarnya dia hanya ingin berpamitan dengan anaknya tapi melihat hubungan Vin dan Naera yang sudah baik baik saja membuat niat jahat di benaknya, dengan alasan minta di antar pulang berhasil memisahkan Vin dan Naera walaupun hanya sesaat tapi ada rasa puas tersendiri di hatinya
..........
Vin yang sudah selesai dengan pakaian nya ikut duduk di samping Naera di pinggiran ranjang. Mengusap lembut surai panjang Naera
"Ga papa kan aku Tinggal sebentar"
"Iya Vin, aku juga sudah terbiasa ko"
"Mungkin aku bakalan nginap, besok aku jemput kita jenguk ka Ersa "
"Iyaa" Naera mengangguk
"Mau kebawah"
Naera mengangguk lagi
...........
Naera kembali ke kamar kai setelah kepergian suaminya.
Naera duduk di samping ranjang kai, menatap wajah kai yang tertidur pulas.
Naera menarik nafas kasar, menatap langit-langit kamar agar air mata tidak keluar lagi dari matanya
Mengingat kepulangan sang mertua demi melihat istri dari iparnya yang masuk rumah sakit hanya karena terkilir, membuat nya mengenang kejadian beberapa bulan lalu
Naera jatuh sakit, sedangkan Vin tidak ada di rumah sedang di luar kota memantau pembangunan proyek-proyek perusahaan nya
Ta pernah sekalipun mertuanya itu datang menjenguk, untungnya Naera masih punya orangtua yang begitu menyayanginya.
Pernah sekali Naera berpikir ingin mengajak Vin pindah keluar negeri, Naera tidak sanggup jika ibunya Vin terus menerus mencampuri rumah tangga nya atau parah nya meminta Vin menceraikan nya. Tapi tidak mungkin Naera tau posisi Vin sebagai direktur di perusahaan nya tanggung jawabnya besar sebagai pemimpin. andai dia bisa memilih dia ingin suaminya itu jadi pegawai kantor biyasa saja
Naera hanya ingin keluarga nya tentang tanpa campur tangan siapapun
.............
Dreet
Dreet
Dreet
Naera yang baru terlelap beberapa menit lalu kembali terjaga. Mendengar ponsel di atas nakas berdering
__ADS_1
"Vin?" Batin Naera bingung, Vin menelpon di pagi buta , apa sebegitu pentingnya Hingga Vin tidak menunggu besok
"Kenapa Vin"
^^^"Sudah tidur"^^^
"Baru mau tidur kenapa"
^^^"Engga cuman mau dengar suara istri aku"^^^
"Bisa aja kamu, gimana ka Ersa"
^^^"Ga papa ko cuman keseleo dikit"^^^
"Kenapa ga tidur"
^^^"Ga bisa tidur"^^^
"Kenapa"
^^^"Ga ada kamu di samping aku" goda Vin^^^
"Jangan mulai Vin, biyasanya kamu tidur ko kalo lagi keluar kota"
^^^"Gaa, aku gelisah kalo ga ada kamu"^^^
"Masa"
^^^"Iyaaa"^^^
^^^"Nae"^^^
"Iya kenapa Vin"
^^^"Maaf soal yang tadi,pasti aku sudah nyakitin perasaan kamu yaa"^^^
"Engga Vin"
^^^"Maaf kalo aku ga bisa ngertiin perasaan kamu"^^^
"Engga sayang, posisi kita emang lagi sulit,aku yang Harus minta maaf sudah membentuk kamu"
^^^"Aku tau pasti ini sulit buat kamu"^^^
Tidak ada Jawaban dari Naera, hening sesaat
"Iya Vin aku tau , mungkin karena emosi jadi omongan ku jadi kurang ajar maaf "
^^^"Jangan minta maaf lagi sayang"^^^
Di sebrang sana Naera tersenyum, andai Vin bisa melihat senyuman Naera, sudah pasti Vin tidak akan tahan melihat senyum indah itu
"Vin, kamu ga bakal ninggalin aku kan, kamu akan terus di samping aku kan"
^^^"Ko ngomong gitu sih, aku ga akan ninggalin kamu sayang"^^^
^^^"Omong Ngan mamah ga usah di ambil hati"^^^
"Vin"
^^^"Iya kenapa mamahnya kai, istrinya Vin"^^^
"Aku sayang kamu"
Vin sekarang yang tidak tahan untuk tidak tersentuh mendengar pengakuan naera, Naera tipe wanita yang sulit menyatakan rasa, walaupun dengan Vin sekalipun.
^^^"Aku juga sayaaaaang banget sama kamu"^^^
^^^"Vin tidur nak"^^^
^^^"Iya mah sebentar"^^^
^^^"Nae , aku tutup ya, besok aku jemput"^^^
"Iya, daaah"
^^^"Daaah"^^^
............
Vin terpaksa menginap di rumah orang tua nya, sebenarnya dia ingin pulang , apa lagi saat tau iparnya itu hanya terkilir, tapi ibunya memaksa nya untuk tidur dirumah karena sudah larut katanya. Sebenarnya itu akal akalan ibunya saja
Vin kembali tidur di kamar yang sudah lama di tinggalkan, mungkin 2 tahun lalu terakhir Vin menginap di rumah nya dengan istri dan anaknya.
Tapi semenjak kejadian tidak mengenakan Vin
Enggan mengajak keluarga nya menginap di rumahnya lagi.
__ADS_1
Kenangan menyakitkan untuk Vin, kenangan yang tidak akan pernah di lupakan Vin, bukan kenangan indah tapi sebaliknya, kenangan menyakitkan.
Kalo boleh di ulang Vin ingin kembali di hari itu , membatalkan panggilan orang tuanya untuk menginap di rumah mereka
Sudahlah semua sudah terjadi, sampai kapan pun kejadian itu akan selalu hadir menjadi kenangan terburuk dalam hidup Vin
untuk malam ini saja, Vin harus tidur di kamar yang pernah menjadi tempat ter favorit nya, sebelum menikah dengan Naera dan tempat terfavorit itu kini beralih di sisi Nara, ya tempat terfavorit itu kini berganti menjadi Naera , semua keluh kesahnya semua curahan nya, semua lelahnya, semua sukanya, semua dukanya akan dia bagi dengan Naera karena naera lah yang menjadi tempat berlabuh nya
Kamar dengan warna hitam elegan, wangi maskulin terpancar jelas saat pertama kali masuk kedalam kamar, benar benar menggambarkan seorang Kevin areksa .walaupun Vin sudah tidak pernah tidur di sana lagi, orangtuanya tetap merapikan kamar itu tetap merawat nya dengan baik.
...............
Pagi ini Naera terbangun sedikit siang karena Vin tidak ada di rumah seperti biasa Naera bisa tidur lebih lama selesai melaksanakan shalat subuh
Selesai membersihkan diri Naera menyiapkan sarapan untuk kai, juga Vin, karena Vin bilang dia ingin pulang pagi pagi, selesai sudah semuanya ,
Terakhir tinggal membangunkan pangeran kecilnya, yang masih bermanja dengan selimut tebalnya
Membangun kai bisa di bilangan pekerjaan terberat Naera, bukan karena kai susah bangun tapi Naera merasa tidak tega jika harus membangunkan putra nya yang masih tertidur lelap.
Biasalah perasaan halus seorang ibu untuk anaknya.
"Sayang bangun Yoo, sekolah nak"
"Kai bangun Yo sekolah"
Naera biyasanya menciumi pipi gembul putra nya agar terusik, kalo cuman dengan suara di jamin kai tidak akan mau bangun di pagi hari
"Eyhhh" eluhan kecil keluar dari bibir mungil kai
Naera menyunggingkan senyum melihat kelucuan putranya
Perlahan kai membuka matanya, menyesuaikan paparan sinar matahari yang menerpa wajahnya
Kai bangun dan langsung berhambur kepelukan Naera
"Aduh sayang nya mamah"
Naera mengangkat kai kedalam gendong nya, mengusap Surai kai Dengan jari lentiknya.
Merasa kai mulai mengisi energi nya Naera membawa kai untuk di mandikan
...........
"Mah, papah mana"
"Papah nginap di rumah eyang,Tanta Ersa sakit "
Naera menyuapi kai, sebelum ke rumah sakit Naera akan mengantar kai ke sekolah , sesuai janji nya, Vin akan datang menjemput di Jam 10 jadi Naera masih sempat mengantar kai kesekolah.
............
"Mau kemana Vin"
"Mau pulang jemput Naera"
"Ga perlu Mamah sudah minta Kaka kamu mampir buat ngejeput istri kamu"
Vin yang tadi masih sibuk menata rambutnya di depan kaca langsung berbalik menatap sang ibu
"Mamah minta tolong Ka jen buat jemput Naera"
"Iya, kamu ikut mamah ke rumah sakit "
"Apa apa an sih mah" Vin melempar asal pengering rambutnya, sontak hal itu membuat wanita paru Bayah yang duduk di tepi ranjangnya terkejut.
Vin berjalan dengan perasaan campur aduk, memasang jaket dan meraih kunci mobil di atas nakas
"Vin tunggu , kamu mau Kemana"
Vin menghempas kasar tangan ibunya hingga terlepas dari pergelangan tangan nya
"Aku ga suka yaa cara mamah memperlakukan Naera, aku masih bisa terima sikap kasar mamah, tapi kalo begini cara mamah aku ga bisa terima"
Nada Vin meninggi kekesalan terlihat jelas dari wajahnya, sorot mata tajam mengerikan
"Vin, kamu masih nyalahin kaka kamu sendiri"
"Istri kamu yang menggoda Jen , sadar Vin, istri kamu itu penggoda" tidak kalah tinggi nya
"Cukup mah, wanita yang mamah sebut penggoda itu istriku mah, ibu dari anak ku menantu mamah"
"Aku tau mamah membencinya ,tapi aku mohon mah jangan menyakiti nya dia wanita baik"
"Kamu berani membentuk mamah hanya demi wanita itu Vin"
Tidak menjawab lagi Vin lebih memilih meninggalkan sang ibu ,
__ADS_1