Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Tuduhan menyakitkan


__ADS_3

"Dari mana aja kamu"


"Vin, aku nelpon kamu ko ga di ang__"


Vin lebih dulu menarik kasar pergelangan tangan Naera, sebelum Naera menjelaskan semuanya, ada dua wanita yang tertawa melihat hal tersebut


"viin, sakiit, kamu kenapa sih"


naera mengusap pergelangan tangannya


"kamu dari mana" tanya Vin dingin juga menakutkan


"kamu yang Kemana Vin, kamu ninggalin aku, di hotel sendirian, tega banget kamu"


"AKU NANYA KAMU DARI MANA" naera sampai kaget di buatnya


"kamu bentak aku Vin"


"Aku nanya sekali lagi sama kamu naera, kamu dari mana " Vin melipat kedua tangannya, di depan dada.


bukan kah naera yang seharusnya marah, bukan kah Naera yang seharusnya bertanya, bukan kah naera yang sekarang membutuhkan penjelasan, kenapa jadi malah sebaliknya


naera mengepalkan kedua tangannya


"AKU TANYA KAMU DARI MANA"


naera tidak menjawab ia Melawati Vin begitu saja


"mana anak aku, aku mau pulang malam ini juga"


"kamu mau pulang, pulang sana sendiri, jangan ajak kai"


"sudah berapa lama kamu selingkuh di belakang aku nae" spontan naera melotot tidak percaya, pertanyaan konyol macam apa itu


"apa Vin, aku ga salah dengar ka___"


"BERAPA LAMA KAMU BERHUBUNGAN SAMA PRIA ITU"


" AKU YANG HARUSNYA NANYA KE KAMU VIN, SEBEGITU CINTANYA KAMU SAMA CLARA, SAMPAI GA BISA LUPAIN, PADAHAL AKU SELALU ADA BUAT KAMU"


"KENAPA KAMU MALAH BAWA BAWA ORANG LAIN NAERA"

__ADS_1


"IYAAAA, AKU TAU CLARA ITU BUKAN SEPUPU KAMU TAPI MANTAN TERINDAH KAMU, KAMU DI TINGGAL GITU AJA, KEMUDIAN KAMU JADIIN AKU PELARIAN, PUAS KAMU"


"IYAAAA, aku jadiin kamu pelarian, puas kamu, kenapa kamu? mau marah, marahhh, silahkan "


Vin melempar pas bunga yang ada di atas nakas, ke dinding, serpihannya mengenai punggung kaki naera, naera menutup telinganya mendengar bunyi pecahan yang saling bertaut


Vin mengacak rambutnya prustasi keluar dari kamar pilihan terbaik


,BRAKK!! , Suara pintu yang di banting vin


naera jatuh duduk bersimpuh di lantai, tangisannya pecah, rasa sakit di punggung kaki tidak lagi ia rasakan, terlalu sakit menahan semuanya, suaminya yang masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya , justru ia yang di tuduh bermain api di belakangnya, hancur sudah pertahanannya, naera merasakan keram di perutnya, perutnya seakan di remas, di putar di dalam sana


"akhhh, sakiit"


naera berusaha mengatur nafasnya, mungkin dengan begitu rasa nyeri di perutnya bisa sedikit berkurang.


naera menenggelamkan wajahnya di kedua kakinya yang terlipat, naera menangis kuat di dalam sana, sungguh sakit di tuduh berselingkuh tanpa ada alasan yang jelas, padahal ia sendiri mengetahui fakta jika suaminya lah yang berselingkuh, kenapa justru dirinya yang di tuduh , belum lagi sembuh luka perih karena Vin yang masih berhubungan dengan mantannya, luka itu semakin menganga saat Vin menuduhnya yang tidak tidak.


...


Flashback on


"Vin kamu kenapa sih, mondar mandir, mamah pusing liatnya"


"kamu kawatir sama wanita murahan itu Vin"


"MAH"


"keren memutar matanya jengah, ia menyodorkan ponselnya pada Vin, Vin mengerutkan keningnya, bingung dengan mamahnya


"liat istri kamu lagi ngapain "


Vin membola tidak percaya


"naeraa"


"iya siapa lagi, mamah sudah bilang Vin, istri kamu itu wanita murahan, dia ga pantas sama kamu nak, berpisah lah dengannya, kembali dengan Clara, Clara wanita baik, cantik, sepadan dengan keluarga kita, Clara juga begitu menyayangi kai"


Vin melengos pergi dengan kemarahan memuncak, melihat foto sang istri yang sedang menghabiskan waktu bersama pria lain, pria itu mengelus kepala Naera, walaupun di foto itu Vin tidak bisa melihat jelas wajah Naera, tapi Vin yakin itu naera, istrinya, baju, cara ia duduk begitu mirip dengan Naera.


"apa yang kamu lakukan selama aku ga ada naeee"

__ADS_1


"kamu menjalin hubungan dengan pria lain, aku mati Matian, menahan agar tidak kembali demi kamu nae, tapi ini balasan kamu ke aku naee"


"aggggh" Vin berteriak prustasi, mengusap wajahnya kasar, tidak habis pikir dengan kelakuan naera, apa kurangnya selama ini, sampai naera tega berselingkuh di belakangnya


flashback of


"Tante cowo yang bareng naera itu, dokter di rumah sakit ayah"


keren meletakkan gelasnya di meja, menatap lekat wajah Clara


"dia dokter, hebat juga Naera, bosen dengan anak saya, malah nyari dokter, dasar wanita licik, ular, berbisa"


Clara tersenyum licik, ia memeluk keren begitu senang dengan respon Vin ,


di dalam kamar, naera duduk bersandar menghadap luar, malam ini langit malam begitu cerah, banyak bintang yang menghiasinya, mata sembab naera begitu terlihat, bunyi pintu yang di buka tidak mengalihkan perhatiannya


Vin yang baru saja datang, duduk tidak jauh dari Naera, bedanya Vin di atas, naera di bawah


"jujur sama aku nae, siapa pria itu"


mendengar hal itu membuat Naera kembali meneteskan air matanya, tuduhan menyakitkan yang tiada hentinya, ia dapatkan dari orang yang ia kasihi, begitu menyakitkan, dari semua rasa sakit yang ia pernah terima selama ini


"naera, jangan diam aja, beri aku penjelasan, jika apa yang aku lihat itu salah"


Naera hanya diam, sekuat mungkin menahan isakan di dalam sana, matanya yang merah bisa menggambarkan betapa terlukanya perasaannya saat ini.


"kalo kamu hanya diam, berarti semua yang aku lihat benar adanya nae, kamu selingkuh di belakang ku"


naera meremas kuat perutnya yang keram, ia gigit bibir bawahnya menahan sakit, Vin yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari Naera memilih keluar, tanpa mau tau keadaan istrinya sekarang.


di luar Vin berpapasan dengan Clara, Vin menatap Clara, kemudian Vin menarik Clara ke dalam dekapannya, pria itu juga begitu rapuh, pria itu juga terluka, pria itu juga merasakan sakit yang sama, tidak ingin mempercayai apa yang ia lihat, tapi begitu jelas adanya


"aku butuh kamu malam ini raa"


Clara mengangguk, Clara melepaskan pelukan Vin, menggandeng tangan Vin untuk masuk ke dalam kamarnya, pintu itu tertutup rapat, meninggalkan seorang wanita yang juga berdiri di balik pintu yang lain, naera melihat semuanya, naera yang awalnya berniat meminta Vin membawanya ke rumah sakit karena keram di perutnya begitu sakit, justru hal yang begitu menyakitkan kembali ia rasakan, melihat suaminya memeluk, berbisik dan masuk ke dalam kamar wanita lain di depan matanya sendiri, air mata tidak lagi dapat keluar, mungkin sudah kering karena terkuras begitu dalam


naera seakan bingung sakit mana yang sekarang ia rasakan, apa rasa nyeri di kepala, Keram di perut, luka di kaki bahkan meninggalkan darah akibat pecahan kaca yang dilemparkan Vin padanya, atau luka di hatinya, yang bahkan sudah begitu menganga.


naera melihat cairan merah yang mengalir keluar dari kedua betisnya, dengan tertatih naera berusaha berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Vin,


naera berenda menetralkan rasa sakitnya, air yang awalnya jernih, berubah ke merahan setelah Naera masuk ke dalamnya

__ADS_1


"a__apa aku hamil, a___aku pendarahan"


...


__ADS_2