Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Kebenaran


__ADS_3

ayah naera menjelaskan semua kejadian di mana Vin jatuh sakit dan naera yang kawatir mendonorkan satu ginjalnya untuk vin tapi justru hal itu berakibat fatal untuk Naera sendiri, di mana satu ginjalnya mengalami kerusakan. Naera yang takut memberitahu Vin , takut jika mertuanya meminta Vin meninggalkannya karena sakit.


Akhirnya tenaga medis keluar dari ruangan naera, wajah mereka menggambarkan sesuatu yang tidak di inginkan, orang tua Naera begitu pula dengan Vin mendekat, ingin tahu keadaan naera


"Akibat benturan yang kuat, juga keadaan kandungannya yang begitu lemah, janin ibu naera tidak dapat di selamatkan"


"Mereka hanya bisa menangis, entah seperti apa keadaan naera setelah tau anaknya tidak bisa selamatkan, Vin yang juga mendengar ucapan dari dokter itu duduk di kursi tunggu, Vin diam tapi dari sudut matanya meneteskan air mata, penyesalan memang selalu datang terlambat karena yang datangnya duluan itu namanya tagihan.


andai ia mau mendengar penjelasan naera, andai ia tidak termakan api cemburu hanya karena foto yang tidak jelas, andai ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan Clara dan ibunya,mungkin keadaan akan berbeda, mungkin sekarang ia sedang di rumah bersama naera, melihat kai bermain didepan tv, sedangkan Naera tidur dengan posisi pahanya menjadi bantal naera, mereka berbagi cerita juga rencana untuk anak dikandung naera, tapi semuanya hanya angan semata, ia kehilangan anak yang bahkan belum sempat ia sapa.


Entah apa naera akan memaafkannya, dengan semua yang sudah ia lakukan selama ini, apa naera masih bisa menerimanya, selama ini Naera mencoba menutup mata dengan semua yang ia lakukan di belakang Naera, padahal naera bisa memakinya, meminta penjelasan, marah, tapi Naera tidak pernah me lakukan semua itu.naera lebih memilih diam, memendam semuanya sendiri, berpura pura tidak tau apapun, padahal jelas apa yang ia lakukan dengan Clara salah, tapi Naera bisa sesabar itu, sedangkan dirinya, hanya karena melihat foto naera dengan pria lain, menutup mata dengan kesalahannya sendiri, justru menyalahkan naera yang tidak tau apa apa, menceraikan naera yang sedang rapuh saat itu, menyalahkan naera atas semua hal yang terjadi di rumah tangga mereka, entah apa yang sudah membuat Vin tega memperlakukan Naera sebegitu tegangnya, apa karena kehadiran Clara, apa Vin juga masih berharap bisa kembali dengan Clara. , sekarang anak mereka pergi untuk selamanya,karena keegoisannya.


semuanya hanya akan menjadi penyesalan terdalam dalam hidup Vin, Vin menyeka air matanya , Vin ingin masuk menemui naera tapi orang tua Naera sudah terlanjur kecewa dengan sikap Vin pada putrinya, mereka tidak mengijinkan Vin masuk menemui naera, dari jendela , Vin bisa melihat naera yang masih menutup matanya, Vin ingin bersimpuh di bawah kaki naera, meminta maaf pada istrinya, Vin ingin memeluk memberi ketenangan pada Naera.


"Vin"


Vin yang mendengar suara clara mengangkat wajahnya menatap tajam pada Clara.


"Vin kenapa kamu di sini, kai nyariin kamu Vin"


Vin tidak mengatakan sepatah katapun ia memilih pergi.


"kenapa lagi sih"


...


MAMAAAAH


"MAMAAAAH"


"MAMAAAAH"


Vin yang baru saja datang membuka pintu depan cukup keras , berteriak mencari keberadaan keren, semua yang ada di sana ia abaikan termasuk kai yang sudah menangis ketakutan.

__ADS_1


"MAMAAAAH"


keren turun bersama aksara , dua paruh baya itu menatap heran pada Vin, anaknya itu terlihat begitu kacau, Vin juga datang dengan mata yang berkaca-kaca


"kenapa Vin"


"INI KAN YANG MAMAH MAU, INI KAN YANG MAMAH SELALU MINTA, KEHANCURAN KELUARGA VIN"


"MAMAH SUDAH NGANCURIN KEBAHAGIAAN VIN"


"MAMAH BERHASIL SEKARANG, MAMAH BISA BERPESTA SEKARANG"


"viin kamu kenapa, jangan buat mamah kawatir nak, katakan dengan jelas ada apaa"


"mamah masih bisa ber laga tidak tau, licik mah"


"VIIIN, jangan kurang ajar kamu" tegur araksa,Vin mengusap wajahnya prustasi, Vin menyibak rambut panjangnya ke belakang, Vin tidak tahan lagi ia menangis di hadapan orang tuanya, keren ingin mendekat tapi ucapan Vin mengentikan langkahnya


"Viiin"


"naera yang mendonorkan ginjalnya untuk vin, naera yang tanpa ragu mendonorkan ginjal untuk pria yang baru beberapa bulan sah menjadi suaminya"


keren hanya mampu menutup mulutnya, selama ini ia mencari siapa orang yang sudah menolong putranya, Siyapa orang yang sudah mendonorkan ginjal dan memberikan harapan untuk Vin, dan ternyata itu menantunya sendiri, naera, wanita yang tidak pernah ia anggap hadirnya, wanita yang selalu ia sakiti perasaannya, wanita yang bahkan telah ia maki maki tapi Naera tidak pernah meninggikan suara padanya.


"mamah, naera sakiit, naera takut cerita ke Vin, takut mamah minta vin ninggalin naera, naera takut Vin menceraikan naera , naera sakit gagal ginjal, naera selalu menahan sakitnya sendiri demi Vin mah, kalo Naera ga pernah ngasih Vin ginjalnya, naera ga akan pernah merasakan sakit yang selama ini ia rasakan mah,, tapi apa yang Vin lakukan, Vin melukai hatinya, Vin menyakiti perasaan wanita yang begitu menyayangi Vin, Vin menorehkan luka teramat dalam pada Naera mah"


"viiin" keren memberanikan diri memeluk putranya,


"maah, Vin kehilangan anak yang bahkan Vin Belum pernah tau kalo ia ada di perut Naera, naera keguguran karena sikap egois Vin"


"Vin menuduhnya selingkuh, VINN BUTAA, BUTAAA, MAH"


"viiin, tenang nak" keren menenangkan dengan suara bergetar

__ADS_1


"naera yang harusnya marah pada Vin, naera yang harusnya, meminta penjelasan pada Vin, karena Vin yang Sudah menjalin hubungan lagi DENGANNYA "


Vin menunjuk Clara yang ada di belakang mereka, Clara yang menyusul Vin .


"Apa yang kalian lakukan, belum cukup kah kalian membuat ku percaya jika istri yang begitu setia dengan ku, sudah bermain api dengan DOKTER YANG SUDAH MERAWAT NAERA"


Vin melepaskan pelukan keren, ia berdiri, dengan rasa marah juga kecewa menjadi satu


"Viiin, mafiin mamah nak, jangan kaya gini"


"KENAPA, KENAPA KALIAN TEGAAA, MENYAKITI WANITA SEBAIK NAERAA, , kenapaaaaa maah, kenapaaaa"


"Sekarang apa lagi yang Kalian inginkan katakan, apa lagi, kalian sudah berhasil memisahkan naera dengan pria bejat seperti aku, kalian sudah berhasil membuat Naera terbaring di ranjang rumah sakit, katakan APA LAGIIII SEKARAAAANG"


"Viiin, maaf nak, maaf, mamah yang salah, mamah yang minta Clara buat kembali lagi dengan kamu nak, mamah yang minta Clara selalu dekat dengan kamu, mamah yang selalu ingin memisahkan kamu dengan Naera, maafin mamah nak"


"IYAAA INI SEMUA MEMANG KESALAHAN MAMAHH"


PLAKK


satu tamparan dari areksa melayang mulus ke pipi Vin


"jangan kurang ajar kamu Vin, walau bagaimanapun dia tetap ibu kamu, kalo kamu memang cinta dan tulus sayang dengan Naera , mau seperti apapun mamah kamu mencoba memisahkan kalian, harusnya tidak bisa mempengaruhi hubungan kalian, mau sebesar apa godaan w


Clara datang mengganggu harusnya kamu bisa menahan emosi kamu sendiri"


Vin berbalik menghantam kaca lebar yang ada di belakangnya berulang kali, hingga cairan merah terlihat jelas di antara retakan kaca itu, keren Clara , dan semua wanita yang ada di sana hanya bisa menutup telinga, menjauh agar tidak terkena imbas kemarahan Vin


"BRENGSEK, BRENGSEK"


"VINNN HENTIKAN NAK, JANGAN MENYAKITI DIRI KAMU SENDIRI "


"keren berusaha menenangkan anaknya tapi percuma.

__ADS_1


__ADS_2