Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Pendarahan


__ADS_3

"papaaah" kai berlari ke pelukan papahnya, Vin bingung dengan kai yang menangis sesenggukan


"hei kenapa nak


"mamah pah"


Clara langsung memotong ucapan kai


"naera datang membuat keributan, naera mau bawa kabur kai, mamah kamu juga di caci maki sama naera, aku di dorong sana dia, sampai jatuh


"kai aja ga mau ketemu sama dia, masih aja di paksa"


"jangan aneh aneh kamu raa, naera ibunya kai, dia berhak atas kai, dan lima tahun kami hidup bersama, naera sama sekali tidak pernah meninggikan suaranya di hadapan Mamah "


"Vin dia pernah ngeluh sakit nggak Vin"


"maksut mamah"


"emm, enggak ko, mamah masuk dulu"


"pah , kai kangen mamah , kita lihat mamah yo pah, tadi kai tinggalin mamah, kai lihat hidung mamah berdarah lagi, pasti mamah kesakitan lagi"


...


Vin merasa kawatir dengan Naera, entah pirasat apa itu, dengan alasan mengambil surat cerai dari Naera, Vin bergegas menemui naera.


ia melihat naera yang sedang berdiri membelakanginya, tangan nya bertumpu pada meja rias,


"naera aku kemari mau ngambil surat perceraian itu, sudah kamu tanda tangani kan"


"CERAI , CERAI, CERAI, STOOOPPP , MENGUCAPAKAN KALIMAT SAMPAH ITU, STOOPPP"


"berhenti Vin berhenti, mengucapkan kalimat menakutkan itu, berhenti aku mohon, iya suratnya sudah aku tanda tangani, suratnya juga sudah aku serahkan kepengadilan Vin"


isak naera dengan suara bergetar


"nae"


Vin ingin mendekat tapi isyarat tangan Naera menghentikan langkahnya


"aku ga pernah selingkuh Vin, aku ga tau dari mana kamu bisa ngomong kaya gitu ke aku, sekalipun dalam hidupku tidka pernah mengenal pria selain kamu Vin, hidupku sempurna akan hadirmu, aku ga butuh apa apa lagi, aku ga perlu siapa siapa lagi ada kamu Vin, aku tulus depan mu Vin"


"aa__aa__aku ga pernah selingkuh Vin, percayalah, malam itu , mamah minta aku masuk kedalam hotel, mamah ga ijinin aku keluar dari kamar sebelum acara selesai, aku nurut, aku ga tau berapa lama aku pingsan di dalam sana, agggkh"


"nae"


"jangan kesini Vin jangan, aku pingsan dan kamu ga ada niat untuk nyari aku Vin, aku terpaksa pulang sendiri, dan kamu justru menuduh mu berselingkuh, tega banget kamu Vin, kalo kamu Emang mau balik sama Clara , aku ga akan larang kamu, jika memang itu bahagianya kamu, kita bisa pisah baik baik, jangan kaya gini, mereka buat anakku benci sama ibunya, mereka misahin aku dengan kai"


"kamu pikir aku ga tau selam ini , apa yang kamu lakukan di belakang aku Vin, 3 bulan kamu di Bandung, aku tau ada Clara di sana, ada Clara yang setia menemani mu, jangan tanya siapa yang ngasih tau aku, mamah kamu sendiri Vin, mamah kamu yang memang sangat ingin , memisahkan kita "


apa aku pernah langsung menuduh mu , apa aku pernah bilang ke kamu, kalo kamu itu selingkuh, ga pernah Vin, ga sama sekali, aku diam akan itu, aku percaya dengan kamu

__ADS_1


"sampai di mana kita bertengkar hebat, di mana kamu bahkan melempar ku dengan pajangan, hingga melukai punggung kaki ku, aku melihat dengan mata kepala ku apa yang kamu lakukan dengan Clara apa yang kamu minta dengan Clara, aku liat semua Vin"


"nae dengerin aku dulu"


"aku diam , aku ga langsung minta kamu ngejelasin semuanya, aku masih menunggu kepulangan mu, bahkan mungkin saat datangnya kamu tercium bau wanita lain di tubuh mu Vin, aku mencium bau Clara di tubuh mu, apa yang kamu lakukan di belakang ku Vin, apa kalian tidur bersama"


"apa aku pernah mencap mu selingkuh enggak Vin, enggak pernah sekalipun, aku tetap nunggu kamu pulang tapi apa yang aku dapat, semua gambar tentang perselingkuhan kamu dengan Clara, jangan tanya siapa yang ngirim, ibu kamu Vin"


naera melempar semua foto Vin di hadapannya, foto di mana Vin sedang bercumbu dengan Clara, foto di mana Vin menghabiskan waktunya dengan Clara.


"nae , ini ga seperti yang kamu kira nae"


naera juga melempar hasil USG dan tes kehamilannya


"aku turuti keinginan kamu Vin, meski nyawaku sebagai taruhannya, aku rela berkorban demi kamu Vin"


"ga perlu ada lagi yang harus di jelaskan Vin, pulang lah, aku sudah menyerahkan berkas perceraian kita , sebentar lagi pengadilan akan menentukan tanggal untuk sidang, setelah nya kalian bisa menikah"


"alkhhh"


naera meringis kesakitan, meremas kuat perutnya


"nae hidung kamu berdarah, kamu sakit nae"


"aku mengorbankan hidupku demi kehidupan mu Vin, tapi apa yang aku dapat, ketulusan ku kamu anggap sampah , kamu buang aku setelah masa lalu mu kembali"


"setiap hari aku selalu mendapat hinaan dari ibu mu, iyaa, aku bukan wanita berada seperti kalian, iya aku memang ga sebanding dengan kalian, tapi aku masih punya harga diri, masih punya urat malu"


naera semakin merasakan sakit di perutnya, keram yang teramat menyiksanya, belum lagi nyeri di kepala yang juga makin memburuk,


"sakiiitt"


"kenapa nak, Kenapaaaa"


"da__da__darah"


kali ini darah lebih banyak keluar , dress putih yang ia kenakan sudah berganti warna menjadi merah, naera berpikir dengan berendam bisa mengira rasa nyerinya, tapi tenaganya bahkan tidak mampu membuatnya berdiri.


"saaaakit, jangan nak, jangan kaya gini" mamah mohon bertahan lah"


naera melempar pajangan saat melihat Vin ingin mendekat


naera menggeleng


"jangan kemari Vin, pulang lah, aku akan koperatif dengan perceraian kita, aku juga ga akan maksa kai tinggal dengan ku, kai sudah membenci ku "


naera bingung sakit mana yang sekarang ia rasakan, seluruh tubuhnya sakit baik fisik maupun mentalnya


"naera kamu pendarahan sayang"


"kita ke rumah sakit yaa"

__ADS_1


"ayahh, bunda


"sang ayah berlari menggendong putrinya, semuanya sudah ia dengar, ternyata putrinya menderita "


"bahkan pria paruh baya itu mampu menggendong putrinya, sekecil dan seringan itu tubuh naera, Vin ingin mengambil naera dari gendongan ayah mertuanya, tapi Naera dengan cepat merangkul leher sang ayah, memalingkan wajahnya ke dada sang ayah


"yaah, cepat" bundanya yang juga Semakin kawatir


Vin bisa melihat keramik putih itu penuh dengan ceceran darah naera, tulang kakinya melemah Vin tidak sanggup walaupun sekedar ikut menyusul Naera


tatapannya kosong


"apa yang sudah aku lakukan"


...


naera segera di tangani, orang tuanya menunggu dengan cemas, tidak lama Vin datang, tapi ayah mertuanya memindahkan Vin untuk pergi


"yah, saya mohon ijinkan saya ketemu naera"


",PERGIIII"


"saya bilang pergi , yaa pergi"


"Tante naera Kenapa" Ken datang menemui naera , dengan menggendong anaknya, Vin mengepal tangannya, menahan emosi


"naera pendarahan Ken" bahkan orang tua Naera mengenal dekat sosok kai


"Ken sudah bilang, Ken sudah sering bilang, kehamilan bisa mengancam kesehatannya, tapi Naera kembali mengandung"


"maksut kalian apa, kenapa kehamilan bisa mengancam keselamatan naera"


"anda suaminya"


"iiyaa"


"dan anda tidak tau ke adaan istri anda selama ini"


"jangan bertele-tele, katakan Dengan benar istri saya kenapa "


"setelah mendonorkan satu ginjalnya naera mengidap gagal ginjal"


"donor ginjal?"


"IYAAA ANAK SAYA MENDONORKAN GINJAL UNTUK PRIA SEPERTI KAMU, SAMPAI IA SENDIRI Harus MENAHAN SAKIT DEMI ITU, NAERA MENGIDAP GAGAL GINJAL SETELAH MENDONORKAN GINJAL NYA, TAPI APA BALASAN KAMU VIN, KAMU SELINGKUH "


ayah naera menjelaskan semuanya, Vin hanya mampu menganga tidak percaya dengan semua pengorbanan naera


"kenapa naera ga pernah cerita "


"karna ibu kamu"

__ADS_1


__ADS_2