Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Amarah Ali


__ADS_3

"kandungannya sudah masuk usia 2 Minggu, bayinya sehat, ibunya juga sehat, tapi gizinya harus tetap di jaga yaa"


"makasih dok" dokter wanita itu mengangguk,.Vin membantu Naera berdiri, padahal naera bisa sendiri, sebegitu posesif nya Vin pada Naera yang sekarang sedang mengandung anak nya lagi


"jadi gimana kamu mau tetap di sini, atau pulang ke Indonesia"


"aku mau pulang, aku gak mau di sini lagi" jawab Naera tegas, Vin menyunggingkan senyum kemenangan, akhirnya ia bisa membawa istrinya dan anaknya pulang bersamanya


"ok besok kita langsung pulang, banyak kerjaan di kantor aku ga bisa tinggalin lagi, nanti berkas yang kamu kwartir kan akan ada yang mengurus nya" naera mengangguk, Vin meletakkan tangan nya di perut Naera yang masih rata


"anak papah sehat sehat di dalam sana ya, nak"


"iya papah" jawab Naera menggantikan anaknya, Vin mengusap wajah Naera lembut dan kembali fokus menyetir


...


Mereka sekarang sudah ada di Indonesia, naera menatap rumah nya, rumah yang berbeda dari sebelumnya, Vin bilang ingin memulai semuanya dari awal bersama keluarga nya, Vin ingin naera melupakan kenangan menyakitkan yang pernah naera derita, Vin berusaha membuat Naera bisa kembali seperti biasa, salah satunya dengan rumah dan suasana yang baru, Vin berharap Naera bisa lebih nyaman di sana.


"masuk, sayang, jangan berdiri aja ayok"


"iyaa" naera berjalan masuk dengan kai di Gendongannya


'viin, kamar kai di mana


"di atas nae, sini aku aja yang Gendong, kamu istirahat aja"


"gak usah Vin, aku aja"


"nanti kamu kecapean nae"


"Vin jangan berlebihan deh" naera melewati Vin yang sudah takut naera kelelahan, agak berlebihan Emang, tapi Vin tidak ingin terjadi sesuatu pada anak dan istrinya, sekali lagi Vin tidak ingin kejadian masa lalu terjadi lagi.


naera meletakkan tubuh anaknya di atas ranjang, ia kembali turun setelah memastikan tidur kak kembali nyaman.


"naee" Vin sedikit terkejut dengan Naera yang Tiba tiba memeluknya dari belakang,


"viin aku masih gak nyangka kita bisa kaya gini lagi, rasanya masih seperti mimpi liat kamu bantu bantu aku lagi ngurusin rumah, aku kira kita benar benar akan berakhir, viin"


Vin melepaskan tangan Naera yang melingkar di perutnya, ia berbalik, menangkup wajah Naera, menatap dalam wajah sang istri yang sedikit mendongak menatap suaminya


"sayang, kamu tau seberapa bagia aku sekarang?"


"Bahagia banget" jawab naera


"iyaa aku bahagia banget nae, aku yang merasa masih seperti mimpi nae, aku kira kamu dan kai gak akan pernah bisa aku temukan lagi, tapi nyatanya takdir berkata lain, kita berteman dan kamu memaafkan aku lagi, di tambah..." Vin meletakkan tangan nya di perut Naera yang masih rata


"ada adik kai di perut kamu, sayang" naera mengusap punggung tangan suaminya, dengan senyum tulus di wajahnya, tapi matanya mulai berair


"hey kamu menangis?" Vin jadi kawatir karena


"aku senang aja Vin, nyatanya memberi kamu kesempatan justru membuat aku setenang ini, beda cerita saat aku kekeh untuk berpisah dengan mu, hidup ku kacau, maafin aku yaa Vin, aku egoiss, aku pergi gitu aja tanpa menyelesaikan masalah kita, aku pisahkan kamu dengan kai, aku buat kamu kesusahan mencari kami berdua "


Vin memeluk Naera erat, S

__ADS_1


dagunya ia tumpukan di atas kepala Naera


"naee, jangan meminta maaf, minta maafnya kamu Semakin membuat ku merasa bersalah naee, aku yang salah di sini, aku lukain kamu, aku lukai perasaan kamu, aku yang gak bisa mengerti keadaan kamu nae, aku yang salah bukan kamu "


naera mempererat pelukannya


"kita mulai semua nya dari awal ?"


naera mengangguk di pelukan Vin


"aku sayang, aku cinta sama kamu, suami ku"


"aku juga, sayaaaaang banget sama kamu " naera tertawa kecil di sela rasa harunya


"udah yaa jangan nangis lagi"


"iyaaa, aku jadi cengeng yaa semenjak hamil, bawaan hamil kayanya "


....


"viin" ucap Naera dengan suara serak


"kamu bangun dari tadi Vin"


"Hem, em" Vin tidur menghadap naera dengan Terus menatap wajah sang istri


"jam berapa "


"jam 5 pagi sayang "


"aku masih gak percaya aja bisa natap kamu kaya gini"


"gak percaya gimana maksut kamu Vin, Perut Ku aja sudah kamu buat buncit lagi"


Vin terkekeh dan mencium kening naera penuh kasih


"iya iyaa"


...


"*tapi yah"


"kirim alamat baru kamu, ayah akan jemput kamu sama kai"


"ayaah, Jangan yah, kasih Vin kesempatan satu kali lagi"


"gak ada, ayah gak mau anak ayah di sakiti lagi, bukan hanya sama pria tidak bertanggung jawab itu, tapi dengan ibunya juga"


"ayaah" mata sendu itu mulai menganak sungai, orang tuanya belum bisa memanfaatkan sang suami, mereka belum bisa menerima maaf dari Vin, terlalu dalam luka yang mereka berikan pada putrinya, hati orang tua mana yang tidak terluka melihat anaknya di sakiti secara berulang, berkali kali direndah kan harga dirinya, berjuang sendiri, tidak di anggap kehadirannya


"bersiap lah nae, ayah sama ibu akan jemput kamu hari ini juga*"


Panggilan itu terputus secara sepihak, naera menutup wajahnya dengan kedua tangan

__ADS_1


"Sayang, kenapa" Vin kawatir bukan main melihat istrinya sudah menangis, naera tidak menjawab ia lebih memilih memeluk erat pinggang suaminya


"kenapa nae"


"sayang, kenapa"


"ayah mau datang jemput aku sama kai, Vin... mereka gak mau kita Sama sama lagi"


"tenang lah nae, aku akan urus semuanya, aku juga sudah mempersiapkan diri untuk menerima kemarahan ayah kamu"


"tapi Vin ---"


"USS udah gak papa, kita hadapi sama sama yaa" naera Mengangguk dan memeluk erat tubuh suaminya.


...


"Naeraaa" ketukan pintu terdengar begitu nyaring, Ali dengan emosi yang memuncak ingin segera membawa anaknya pergi dari sana, Ali dan farah tidak ingin anaknya di sakiti lagi, dengan takut Naera menggandeng lengan Vin yang ingin membukakan pintu untuk orang tuanya


"viiin"


"gak papa kita pasti bisaa, percaya dengan ku"


kilat amarah terlihat jelas dari sorot mata pria paruh bayah itu, tangan sang putri ia tarik paksa hingga terlepas dari genggaman Vin


"ayaah" pecah sudah air mata Naera,


"mana kai?" ucapan nya begitu tegas tanpa mau di bantah


"ayah, saya mohon kasih saya kesempatan untuk memperbaiki semuanya, saya janji yah "


" GAK AKAN PERNAH, CUKUP SUDAH KAMU DAN KELUARGA KAMU MENYAKITI PUTRI SAYA, KALIAN HANYA BISA MEMBUAT ANAK SAYA MENANGIS, BAHKAN NAERA SAMPAI KEHILANGAN ANAK NYA"


"ayaah "


"Bu, ambil cucu kita di kamar nya" Amarah Ali tidak bisa di kendalikan, Farah hanya bisa menurut, Vin merendahkan diri, menyentuh kaki mertuanya


"ayah, saya mohon beri saya kesempatan lagi, saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, saya mohon ayah"


"ibuu, saya mohon jangan bawa anak dan istrinya saya, saya mohon " sebenarnya Farah sudah membujuk suaminya, Farah bisa merasakan ketulusan hati dari Vin, tapi Ali juga tidak bisa ia bantah, Ali membawa naera secara paksa


"Ayaaah, nae mohon"


"ayaah jangan bawa anak dan istrinya saya, saya mohon" teriakan, panggilan dan pukulan Vin di kaca mobil tidak Ali hiraukan, kai yang melibatkan Papahnya mengejar meminta agar sang kakek menghentikan mobilnya tapi Ali acuh dan mengabaikan.


"NAERAAA, TUNGGU AKU, AKU AKAN DATANG MENJEMPUT KAMU SAMA ANAK KITAAA NAEE"


Vin tidak sanggup lagi mengejar mobil Ali yang sudah melaju pergi, sedangkan di dalam mobil, naera memeluk kai dengan air mata berderai


"kita ke Bandung sekarang"


"ayah suami nae sudah berubah yah, nae sudah memaafkan Vin"


"itu menurut kamu , bukan ayah, ayah akan urus perceraian kalian "

__ADS_1


"nae gak mau pisah "


"TAPI AYAH YANG INGIN MEMISAHKAN KALIAN, MENGERTI "


__ADS_2