
Flashback on
"nae aku pulang"
"sayaaang, kamu di kamar mandi yaa"
"iyaaa" teriak naera dari dalam kamar mandi
Vin menunggu di depan pintu kamar mandi, menunggu naera dengan bunga Daisy di tangannya, bunga itu adalah bunga kesukaan naera.
"ya ampun Vin, kamu bikin aku kaget aja, Kenapa berdiri di situ"
naera melepaskan dasi yang mencekat leher suaminya, Vin terus tersenyum dengan tangan yang masih menyembunyikan bunga Daisy untuk Naera
"kamu mau mandi dulu, apa mau makan dulu"
Vin tidak menjawab ia mencuri satu kecupan di pipi kiri naera, bibirnya terus menampakkan senyum menawan di sana
"kamu kenapa sih Vin, senyum senyum terus dari tadi"
"coba tebak aku bawa apa buat kamu"
"emm, bawaa" naera seolah berpikir tapi tangannya justru merebut bunga yang Vin sembunyikan
"yahh, kamu mah curang, kan aku bilang tebak dulu sayang"
Vin berdecak kesal ia duduk di pinggir ranjang, sedangkan Naera menghirup dalam bunga Daisy yang Vin bawakan.
"Kelamaan Vin, aku sudah penasaran " Vin menarik naera untuk lebih dekat dengannya, sekarang Naera sudah berada di hadapan Vin, Vin mengelus perut buncit naera,
"sayang coba lihat mamah kamu, nakal banget" naera mengelus rambut Vin,
"ngadu niyh ceritanya " Vin enggan menimpali, ia lebih memilih memeluk pinggang naera,
"nae anak kita menendang " Vin mengangkat wajahnya antusias, naera hanya mengangguk kemudian tersenyum
"anak papah, main bola yaa di dalam sana"
"enggak pah, Ade lagi nonton turnamen lah" naera menjawab dengan suara di buat buat, Vin bertubi tubi mendaratkan ciuman ke perut istrinya.
"makasih bunganya sayang "
__ADS_1
"iyaaa, kamu suka?"
"Sukaa banget, makasih yaa sayang"
" iyaaa, sini " Vin menepuk nepuk pahanya, meminta Naera duduk di atas pangkuannya, naera menurut
"Berat yaa" naera bertanya karena Vin sempat menganga saat Naera sudah ada di atas pangkuannya
"sedikit "
"iya lah,kan sudah ada ini, anak kamu " naera menunjuk perutnya, tidak terima Vin menyebutnya berat
"Iyaa sayang iyaa, aku bercanda aja kok
"kamu sayang aku nggak Vin" pertanyaan konyol tiba tiba naera ucapkan, Vin menaikan satu alisnya bingung
"loh ko nanya gitu , ya tentu aku sayang banget sama kamu nae "
"serius, kamu ga ada niat buat cari wanita di luar kan, karena sekarang aku lagi hamil "
Vin tertawa pelan, ia menyibak rambutnya, dan mencuri satu kecupan di bibir naera
"janji, ga ada yang lain "
"janji, dan ga akan pernah ada yang lain "
flashback off
Pada akhirnya Ali mengalah, ia membiarkan Vin masuk kedalam ruangan putrinya, Vin mengganti bunga yang mulai layu dengan bunga Daisy kesukaan naera. Vin kemudian duduk di samping Naera yang masih betah menutup matanya, satu tangan naera ia genggam,
"nae, lihat aku bawa bunga Daisy kesukaan kamu"
"kamu nggak mau lihat bunganya, bunganya kalah cantik sama kamu nae"
Vin mengusap kepala Naera, sudut matanya kembali mengeluarkan cairan, rasa bersalah kian menyelimuti relung hatinya, melihat keadaan naera yang tidak ada menunjukkan tanda kesembuhan
"maafin aku nae, maaf aku sudah ingkar dengan janji yang aku buat, maaf aku sudah melukai kamu nae, apa aku masih pantas mendapat maaf dari kamu, apa ku masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya"
"naee maaf, seharusnya sejak awal kita ga usah datang ke acara itu, seharusnya kita tetap di rumah dan aku tidak seharusnya meminta kamu untuk hadir ke acara itu"
"kamu sebegitu kecewanya dengan ku nae, sampai sekarang kamu enggan membuka mata, kamu ga kangen kai, kamu ga Kesian sama anak kita nae, setiap hari dia menangis merindukan pelukan ibunya, kamu boleh marah dengan ku nae, tapi jangan buat kai ikut merasakan kesalahan yang aku perbuat nae"
__ADS_1
Vin mengusap perut rata naera dengan mata yang tergenang.
"andai waktu dapat di ulang, aku akan membawa kamu dengan kai pergi jauh dari sini nae, kita akan hidup bahagia tanpa ada gangguan dari siapapun, tapi sayang semuanya sudah terjadi, anak kita bahkan enggan bertahan, ia lebih memilih pergi dari pada mempunyai orang tua seperti aku nae"
"cepat sadar sayang aku sungguh merindukanmu, aku rindu semua tentang kamu, aku ga akan pernah meminta penjelasan Kenapa kamu lebih memilih diam dari pada menjelaskan semuanya, aku sadar akan luka yang teramat dalam yang aku berikan untuk kamu"
"kamu mau ke Korea kan, kamu mau nonton konser kan es?, aku janji aku akan bawa kamu ke Korea, aku janji "
Vin kembali mencium pucuk kepala Naera.
....
Hari hari terus berlalu tapi Naera tidak juga sadar dari tidur panjangnya, setiap hari Vin selalu datang mengganti bunga Daisy yang terpajang di ruangan naera, tepat satu bulan lamanya naera terbaring di ranjang rumah sakit.
sepulang dari kantor Vin menjemput anaknya, mereka sama sama kerumah sakit menemui naera, sesampainya di ruangan naera, Vin membantu kai mengganti bunga Daisy naera.
Keadaan naera masih sama seperti hari hari yang lalu, kai duduk di pangkuan Vin, anak kecil itu tidak tahan menahan tangisnya, kai menangis melihat kondisi ibunya, mendengar suara tangisan kai , membuat Vin juga meneteskan air matanya.
"jangan nangis sayang, doa'in mamah biar cepat sembuh, mamah ga suka kalo kai nangis kaya gini"
"papah, Kai mau di gendong mamah, kai kangen mamah, kai mau MAMAHH pah"
"iya nak , iyaa, kita doa'in mamah yah biar cepat sembuh"
"naera wanita yang baik, aku sudah menganggapnya seperti adik ku sendiri" Ken yang bari tiba duduk di hadapan Vin
"Naera sangat ingin sembuh, setiap bulan naera melakukan cuci darah, ginjalnya mengalami kerusakan, yang ia perlukan ginjal yang cocok untuknya, naera sangat ingin sembuh, naera Takut pergi meninggalkan kalian, naera ingin hidup lebih lama bersama kalian, ia ingin melihat kai tumbuh menjadi pria dewasa, ia ingin selalu ada untuk anda"
Ken menatap langit langit ruangan, menahan agar air matanya tidak keluar
"Naera begitu menyayangi keluarganya, entah apa yang membuat anda berpikir jika naera mempermainkan hubungan kalian, naera begitu mencintai anda, dia yang datang memohon pada saya agar bisa mendonorkan ginjalnya untuk anda saat itu, setiap malam naera berdoa, ia menangis meminta kesembuhan anda, begitu sayangnya naera pada anda, naera wanita yang tulus, saya bisa merasakan ketulusannya pada anda"
Vin bungkam, ia mendengarkan semua yang dokter itu katakan, setiap kalimat dari Ken , mampu menyayat hatinya, biar lah saat ini ia di anggap pria cengeng, karena air matanya terus terusan mengalir, biarlah saat ini ia dianggap pria lemah, karena pundaknya yang tidak lagi bisa Tegap.
"Naera selalu bilang dengan saya, ia ingin sembuh, ia tidak ingin meninggalkan orang orang yang begitu ia kasihi, ia tidak ingin melukai hati mereka dengan kepergiannya, sampai beberapa bulan terakhir, naera jarang menemui saya untuk berobat, entah apa yang terjadi dengannya, saya tidak menanyakan alasan saat ia kembali datang menemui saya, matanya sayu, tidak ada ketegaran yang biasa saya lihat, kondisinya semakin menurun, ia hanya bilang, kalo akhir akhir ini iya begitu merindukan anda "
***sambil nunggu cerita ini up kalian bisa mampir baca cerita ku yang lain judulnya (" IBU PENGGANTI" DAN BUKAN KAMU YANG AKU INGINKAN")
bukan aku yang aku inginkan " sudah tamat ya gess
kalo " ibu pengganti " masih jalan***
__ADS_1