Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Bercerai


__ADS_3

flashback on


Vin yang sudah pusing karena masalah nya dengan Naera semakin di buat pusing dengan masalah nya di kantor.


tidak lama Clara datang menemui Vin, memeluk lehernya dari belakang, Vin melepaskan tangan Clara dari lehernya tapi justru Clara semakin gencar, ia malah duduk di atas pangkuan Vin, mengusap wajah Vin sevara seksual.


Vin membiarkan hal itu, Vin memijat pelipisnya yang berdenyut


"Aku lagi banyak kerjaan raa, mending kamu pulang atau ke rumah sakit sana"


"kamu ngusir aku Vin"


"sini aku pijat kepalanya, kamu banyak pikiran yaa"


Clara memijat kepala Vin, dengan posisi masih duduk di pangkuan Vin


"Vin, gimana, kamu masih mau bertahan dengan wanita itu, jelas jelas dia sudah main api di belakang kamu"


"bisa ga sih kamu jangan bahas dia, aku pusing raa"


"ISS, maaf, aku cuman mau ngasih liat kamu ini, coba lihat"


Vin melempar ponsel Clara setelah melihat foto sang istri yang sedang berjalan mesra dengan pria lain


Clara turun dan duduk di meja Vin


"sudah aku bilang Vin, wanita itu wanita murahan, ga pantas sama kamu, wanita kaya gitu cuman mau harta kamu aja Vin"


"DIAAAAAAM" bentak Vin berhasil membungkam clara, Vin bahkan membungkam mulut Clara dengan ciumannya, Vin meluapkan semua emosinya dengan mencium Clara, Clara nampak ta bisa bernafas di buatnya, ciuman itu semakin panas, Vin bahkan membuka satu persatu kancing baju Clara , Vin menggendong Clara menuju kursi yang cukup lebar.


hal itu terus berlanjut hingga ketukan pintu membuyarkan hawa nafsu keduanya, Vin mendorong tubuh Clara dan pergi begitu saja.


....


"Naera yang duduk di kursi seperti biasanya, menunggu sang suami pulang hingga larut malam, tapi tidak ada tanda Vin pulang, Vin bahkan tidak ada menghubunginya, tidak juga ingin menjelaskan semuanya, naera bergegas ketika pintu rumahnya di ketuk, ia baru sadar Jika itu Vin, Vin tidak perlu mengetuk, ia bisa langsung masuk karena memiliki akses nya, tapi siapa yang datang selarut ini

__ADS_1


"mamah"


"jangan panggil saya mamah, saya tidak sudih punya menantu kaya kamu, sebentar lagi Kalian pisah, saya hanya ingin memberikan ini"


keren menyerahkan amplop coklat pada Naera setelah nya ia pergi.


naera kembali masuk dan duduk kembali di kursinya


naera tidka tahan membendung air matanya, melihat potret intim suaminya dengan Clara, 10 potret dengan waktu yang berbeda, tangannya gemetar, kakinya melemas, tidak ada lagi yang perlu di jelaskan, hubungan nya dengan Vin sungguh akan berakhir, tidak ada lagi yang perlu di pertahankan.


berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bulan, naera lewati sendiri, naera mengusap gambar putranya di bingkai foto, naera duduk di atas kasur milik kai, naera begitu merindukan kai, naera memeluk bingkai foto anaknya, Vin sungguh tega memisahkannya dengan putranya.


"kai , mamah kangen nakk"


"kai sehat kan, maafin mamah yah nak, mamah belum bisa jemput kai, mamah sakit nak, kesian juga adek kamu kalo di paksa, nanti yaa kalo mamah sudah sehat , mamah jemput kai, kita pergi sejauh mungkin sampai tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan kai dengan mamah"


usia kandungan naera sudah menginjak 6 Minggu.


Naera masih menunggu surat perceraian dari Vin yang tak kunjung datang, naera bingung harus seperti apa ia menjelaskan pada orang tuanya, jika ia di ceraikan, sesedih apa orang tuanya Jika tau Putri semata wayangnya di sakiti seperti ini.


...


" Vin gimana perceraian kamu"


"Vin ga mau bahas itu mah, Vin capek baru pulang dari kantor"


"Vin sampai kapan kamu mau kaya gini, urus segera Vin, kasih Clara kepastian jangan kamu gantung kaya gini"


Vin melonggarkan dasi yang mencekat lehernya.


"besok Vin temui naera , besok Vin kasih surat perceraian itu"


Vin melenggang pergi menemui anaknya di dalam kamar.


di dalam kamar Vin memandangi wajah istri yang begitu ia rindukan, bohong jika Vin tidak merindukan istrinya, Vin mengusap wajah Naera yang tersenyum, foto itu ia ambil diam diam, saat Naera duduk bersantai di halaman rumah, senyum manis naera begitu ia rindukan.

__ADS_1


"kenapa kamu ga ada usaha buat jelasin semuanya nae, harusnya kamu bantah semuanya, harusnya kamu jangan diam aja, dengan diamnya kamu, aku anggap semua yang kamu lakukan benar nae"


"nae aku kangen, kamu ga kangen aku , kamu ga mau aku peluk nae"


"papah, mamah mana, kai mau mamah"


Vin mengusap air matanya dengan punggung tangan, menggendong anaknya yang menangis sesenggukan


"kai mimpi buruk nak"


"kai mau mamah"


"kai mau pulang papah"


"nanti ya sayang"


...


Vin membuka pintu depan, kata sandi yang masih sama, tidak ada aktifitas seperti biasanya, sesuai janjinya pada sang mamah, Vin siang ini akan memberikan surat perceraian yang sudah ia simpan cukup Lama, tidak ada tanda tanda kehadiran naera, tapi mobil Naera terparkir di garasi rumah


Vin masuk ke dalam kamar yang sudah hampir 2 bulan ia tinggalkan, hampir 2 bulan tidak ia tempati, Vin menemukan naera yang berbaring dengan selimut menutup tubuhnya hingga pinggang, ada rasa getaran di hati Vin, ia ingin memeluk wanita itu, ia ingin penjelasan pada Naera, bukan perpisahan yang ia inginkan, bukan ini yang ia harapkan, tapi Naera memilih bungkam


"aku datang membawa surat perceraian kita"


naera membuka matanya yang sudah memerah, ia sadar dengan kehadiran Vin, tapi ia tidak sanggup jika harus menatap wajah Vin, naera tidak berharap kedatangan Vin untuk menyelesaikan masalah keluarga mereka, tidak sama sekali, naera sudah siap dengan semua nya, tidak ada lagi yang harus di pertahankan, kapal yang mereka tumpangi telah karam.


naera meremas hasil USG yang ia pegang, foto kai juga ada di sampingnya.


"aku harap kamu koperatif, agar perceraian" sungguh Vin tidak sanggup meneruskan kalimatnya


"perceraian kita berjalan lancar, kamu tenang aja rumah ini , akan tetap menjadi milikmu,tapi kai akan ikut dengan ku, semoga kamu paham kalo semua ini karena kamu, jadi kamu ga ada hak atas hak asuh kai"


Vin ingin mendekat, ia ingin memastikan naera mendengarnya tapi lagi lagi egonya lebih mendominasi, Vin pergi meninggalkan naera


"kamu ga akan bisa misahin aku dengan kai, aku akan rebut anak ku Vin, aku ga rela anakku di besarkan oleh ibu seperti Clara, aku akan merebut anakku" gumam Naera dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2