
Aku hanya takut jika semua mimpi buruk ku menjadi nyata.
Sekuat apapun aku menggenggam tangan mu, jika kamu sendiri yang ingin melepaskan aku bisa apa
Naera masih duduk mematung di depan cermin riasnya, tangan nya menyisir helai demi helai rambut hitam panjang nya.
Tangan nya fokus dengan rambut nya tapi tatapan nya menatap kosong kedepan.
Bahkan bunyi decitan pintu tidak membuat naera Sadar dari lamunannya.
Sampai tangan yang sejak tadi terus menyisir rambutnya terhenti karena di genggam erat tangan yang lebih kekar
Siyapa lagi kalo bukan Vin
Vin mengambil sisir dari tangan naera, meletakkan sisirnya di depan kaca, Vin kemudian mengambil karet gelang yang biasa Naera gunakan untuk mengikat rambutnya
Vin merapikan anakan rambut naera, memastikan tidak ada rambut yang lolos dari genggaman nya
Dengan pelan , Vin mengikat rambut panjang naera.
"Cantik"
Vin memegang kedua bahu naera, Vin juga menatap pantulan wajah naera dari cermin
"Apa aku cantik Vin"
"Sangat, kau sangat cantik"
"Benarkah"
"Iyaa, hanya istriku wanita tercantik di dunia ini"
Naera tidak bisa menahan senyum mendengar ucapan Vin.
Kursi yang diduduki naera cukup lebar , kursi berbentuk persegi tanpa punggu di sisinya, membuat Vin mudah ikut duduk di belakang naera
Vin , memeluk naera dari belakang , tangan kekar nya melingkar sempurna di pinggang ramping naera, Vin menenggelamkan kepalanya di celuk leher naera, mencari kehangatan di sana
Tangan naera terangkat mengelus kepala Vin.
"Vin"
"Hem"
"Kau ingat waktu pertama kita ketemu"
"Ingat , kenapa"
"Tidak papa, aku cuman mau bilang waktu pertama kali aku liat kamu , aku langsung kagum dengan mu"
"Benarkah"
Vin mengangkat kepalanya , menatap wajah naera dari samping
"Iyaa, kau sangat tampan, wajah tegas, hidung mancung, rambut bergelombang, benar benar sempurna"
Naera terkekeh sendiri mendeskripsikan kesan pertama kali dia bertemu Vin
"Tapi aku tidak melihat senyum dari wajahmu hari itu, apa kamu sedang ada masalah"
"Nae,kamu kenapa"
"Kenapa apanya Vin"
"Sikap mu aneh sayang"
"Aneh?"
Naera mengerutkan keningnya, kenapa aneh
"Aneh, apanya Vin"
"Kamu tidak seperti biasanya, aku sering liat kamu bengong, dan tiba tiba kamu cerita tentang pertemuan pertama kita, ini bukan kamu nae"
"Vin, kau tau, aku tidak pernah menjalin hubungan sebelum menikah dengan mu Vin, kamu yang pertama dan akan menjadi pria terakhir di hidupku"
Naera berkata jujur, naera tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun sebelum menikah dengan Vin, mungkin karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya
Vin orang pertama yang berhasil merebut hatinya, banyak pria di luar sana yang berusaha mendekat , tapi naera enggan membuka hati untuk siapapun itu
__ADS_1
Tapi setelah bertemu dengan Vin naera merasakan getaran dalam hatinya, getaran yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya
Apa ini namanya cinta
Seakan tuli dengan ucapan Vin, naera justru melanjutkan ceritanya.
Sesekali naera terkekeh sendiri, Vin semakin di buat heran dengan sikap naera.
Naera memutar sedikit kepalanya agar mudah menatap Vin yang sejak tadi hanya diam mendengar ucapannya
Naera memiringkan kepalanya menatap setiap inci wajah Vin di hadapannya.
"Kenapa vin"
Tanya naera heran , melihat Vin hanya diam sejak tadi
Vin merangkul tubuh naera, mengelus punggung naera lembut
"Kamu kenapa nae, jangan buat aku kawatir"
Air mata mulai turun membasahi pipi tirus naera , tapi dengan cepat naera menghapusnya menggunakan punggung tangan nya
....
"Viiiiin"
Vin yang mendengar teriakkan Naera, langsung terbangun dan duduk di samping naera
Naera dengan Nafas memburu memeluk erat tubuh Vin
"Tentang sayang tenang, kamu hanya mimpi buruk"
Terdengar isakan dari naera, Vin melepas pelukannya, menghapus air mata naera
"Kamu mimpi buruk, Hem"
"Jangan tinggalin aku Vin, aku mohon, aku takut Vin, takut kamu pergi"
Vin kembali memeluk tubuh naera, berusaha menenangkan istrinya dari mimpi buruk yang mengganggu tidurnya
"Itu cuman mimpi sayang, aku tidak akan meninggalkan Kamu"
"Sudah tenang"
"Kita tidur lagi yaa"
Naera Menurut, mengikuti Vin yang menuntun tubuhnya untuk kembali tidur
Vin kembali mendekap tubuh naera erat,
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sayang"
"Itu hanya mimpi buruk"
Vin menghapus keringat yang bercucuran di kening naera, padahal cuaca sedang dingin, tapi Naera berkeringat begitu banyak akibat mimpi buruk,Vin juga merapikan rambut naera ke belakang telinga nya
Menatap lekat mata naera, Vin bisa melihat sorot mata naera yang begitu ketakutan.
Rasa bersalah kini menghantui vin, selama 3 bulan Vin menghabiskan waktunya dengan wanita lain, apa yang akan terjadi jika naera tau Vin berhubungan lagi dengan mantan kekasihnya di belakang naera.
Mimpi buruk naera seakan menjadi teguran untuk dirinya. Menginginkan jahatnya dia menjadi suami , memeluk wanita lain, menghapus air mata wanita lain, menggenggam tangan wanita lain, sebegitu jahatnya Vin.
Vin mengecup kelopak mata naera secara bergantian.
"Jangan takut lagi yaa, aku di sini"
Semoga itu Hanya mimpi buruk, semoga itu hanya bunga tidur , semoga dan semoga
"Viin"
"Hem kenapa"
"Aku ngantuk"
Vin menyunggingkan senyum , mempererat pelukannya hingga keduanya sama sama terlelap kembali
Naera terbangun di pagi harinya dalam dekapan Vin, semalaman Vin tidur dengan posisi memeluknya.
Naera melepaskan tangan Vin dari pinggang nya, masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Selesai mandi naera duduk di tepian kasur, mengoyang goyangan tubuh Vin untuk bangun,
"Vin, bangun"
"Kamu harus ke kantor Vin, bangun"
Tidak butuh waktu lama seperti sebelumnya, Vin menggelinjang dari tidur nya, mengerjap ngerap kan matanya.
"Jam berapa "
Suara khas bangun tidur mengapa pendengaran naera
" Jam 7 , bangun mandi, aku kebawah dulu siapin sarapan"
"Nae"
"Apaa"
"Morning kiss"
Naera mendekati Vin yang sudah duduk bersandar di dasbor ranjang
Mengecup singkat bibir Vin dan mengelus kepala Vin
"Manis" ucap Vin menggoda dengan senyum di wajahnya
"Bangun jangan cengengesan terus, akun tunggu di bawah"
"Iyaaaa, sayang"
Ponsel milik Vin berdering ada 3 panggilan tidak terjawab di sana, setelah di liat itu dari Clara
Selang beberapa detik ponsel berdering lagi, Vin lebih memilih menggeser tombol merah pada layar ponselnya
Meletakkan ponselnya kedalam saku celananya dan turun menemui keluarga nya
Melihat rasa takut naera akibat mimpi buruk tadi malam, membuat Vin sadar akan kesalahannya beberapa bulan lalu.
Vin berjanji dengan dirinya sendiri untuk melupakan Clara wanita yang pernah mengisi hari harinya, wanita yang pernah menjadi dunia nya tapi pergi dan membuat Vin hampir gila karena nya
Sekarang keluarga kecilnya lah dunianya, ada istri yang selalu ada untuk nya ada anak yang menjadi penyemangat nya.
Semoga Vin benar benar mampu melupakan sosok Clara.
Vin duduk di meja makan sambil memangku kai di atas pahanya, hari ini kai manja dengan papahnya, minta di gendong terus.
Karena kesusahan untuk sarapan naera bergantian menyuapi Vin dan kai.
Suasana meja makan terasa hangat, suasana makan pun tidak hening, penuh dengan gelak tawa , kai dengan lucunya terus bercerita tentang sekolah nya
Terlihat gemas di mata orang tua nya
"Mau jalan-jalan ga akhir pekan nanti"
"Mau pah" kai mengangguk antusias, jarang jarang papahnya mengajaknya jalan jalan karena terlalu sibuk dengan urusan kantor nya
"Jangan menjanjikan sesuatu yang sulit Vin"
Yaa emang itu sesuai yang sulit untuk Vin, kesibukannya membuat nya jarang mengajak keluarga nya jalan jalan, kalaupun Vin berjanji pasti ada aja alasan untuk membatalkan janjinya.
Vin tau betul maksut dari ucapan naera
"Kali ini aku janji ga bakalan ngecewain kalian"
"Sungguh " tanya naera lagi
"Iyaa sayang, aku janji, gimana akhir pekan mau kemana"
"Kemana aja pah, asalkan sama papah sama mamah"
Naera kembali menyuapi kai setelah kai menyelesaikan ucapannya, Kemudian satu suap juga untuk Vin.
"Vin kita nginap di rumah bunda Yoo ,udah lama juga kan kita ga kesana, aku kangen mereka"
"Boleh, hari Sabtu kita jalan, hari Minggu kita nginap gimana"
Naera terseyu. hangat.
...
__ADS_1