Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
menikahi Clara


__ADS_3

Naera menggeliat dari tidurnya


Matanya mengerjap, sinar matahari masuk melalui celah gorden yang masih tertutup rapat,


Berusaha mengumpulkan nyawanya, entah jam berapa tadi malam mereka tidur, yang pasti pagi ini naera merasa tubuhnya sakit, lelah , bergerak pun susah.


Sudah hampir jam 9 pagi, untungnya hari ini akhir pekan, jika tidak kai akan terlambat ke sekolah karena naera kesiangan, begitu juga dengan Vin


Vin juga masih tidur dengan posisi membelakangi naera. Enak sekali dia tidur dengan nyenyak, sedangkan naera harus merasakan sakit terutama di pusat tubuh nya


Walaupun bukan yang pertama mereka melakukan nya , tapi sudah di bilang sejak awal kalo mereka jarang melakukan hubungan suami-istri


Alhasil pasti sakit nya akan sangat terasa, jujur Vin tidak melakukan kekerasan saat melakukan nya, justru Vin melakukan nya dengan lembut, hati hati


Apa karena tubuh Naera yang memang sudah tidak sesehat dulu makanya sekarang tubuhnya seperti remuk entah lah


Perlahan naera bangun dari tidurnya , duduk dengan hanya selimut yang menutupi tubuhnya.


Naera berusaha meraih kaos oversize yang tadi malam di lempar Vin ke sembarang arah , memasang lagi kaosnya ,tidak mungkin kan naera berjalan tanpa sehelai benang.


Saat ingin beranjak dari ranjang tiba tiba vin memeluk pinggang rampingnya dari belakang.


Menggesek gesekkan wajahnya di punggung naera


"Vin, minggir dulu aku mau mandi"


"Ini akhir pekan nae, kau tidak lelah tidur aja dulu"


"Aku harus buat sarapan vin"


"Nanti aja yaaa"


Naera pasrah sekarang, berdebat dengan Vin tidak akan ada akhirnya. Naera kembali berbaring di samping Vin


Posisi tidur naera sekarang lebih tinggi dari vin, naera dengan mudah menyisir rambut hitam Vin menggunakan jari lentiknya.


Sedangkan Vin membenamkan kepalanya di dada naera.


"Vin , rambut kamu sudah mulai panjang,potong gih"


"Emmm"


"Nae"


"Iya,kenapa"


"Kamu ga sakit kan, selama aku pergi"


"Engga , emang kenapa"


"Badan kamu lebih kecil dari terakhir kali aku lihat"


Naera menarik nafas panjang, benar ucapan Vin naera terlihat lebih kecil dari 3 bulan lalu. berat badan Naera Hanya 40 kg, bahan bisa 38 kg, sangat tidak ideal untuk tinggi badannya 155.


Naera sudah berusaha untuk menaikkan berat badannya tapi susah, nafsu makan tidak stabil.


Apa lagi waktu sakit sebelum Vin pulang, naera bahkan hanya makan 1 kali sehari itu pun dengan terpaksa.


" Masa sih Vin"


"Emm"


"Kalo aku cerita tentang sakit ku apa kamu masih mau hidup dengan ku, apa ibu mu tidak akan meminta mu meninggalkan ku , wanita berpenyakit ini Vin" batin Naera


"Kamu tidak lapar, mau makan apa biara aku masakan untuk mu"


"Apa aja , apapun yang kamu masak aku suka"


Naera tersenyum mendengar pengakuan Vin,


Naera tersentak dengan kelakuan Vin yang tiba tiba, menarik tubuhnya agar sejajar dengannya


"Yak, Kevin areksa kamu membuat ku terkejut"


Vin terkekeh, mendengar naera menyebutkan nama lengkap, itu tandanya naera kesal dengan tindakan nya yang, tiba tiba tapi wajah kesal naera justru terlihat lucu di mata Vin

__ADS_1


"Kamu lucu sayang" Vin memainkan hidung mancung naera gemes


"Minggir aku mau mandi"


Naera yang kesal menyingkirkan tangan Vin dari wajahnya


"Mandi bareng"


"Lupakan untuk mandi bereng"


............


"Vin, tolong bukakan pintu Vin, kayaknya ada orang deh"


"Ini, aku taruh di mana nae"


"Taruh situ aja entar aku yang beresin"


Vin mencuci terlebih dahulu tangannya Karena tadi dia membantu naera memotong bawang, sebelum membuka pintu rumah


Sempat sempat nya Vin menjahili naera dengan mencipratkan air ke wajah naera yang sibuk dengan masakan di depannya.


"Yaa, Kevin"


Vin tertawa, dan dengan cepat pergi meninggalkan naera, takut jika naera akan menerkamnya jika vin terus mengganggu di sana


Vin membuka pintu rumah nya, matanya membulat , terkejut melihat Siyapa yang bertamu ke rumahnya.


Orang yang benar benar tidak di harapkan kehadiran nya


"Mamah"


Bukan ibunya yang pasti , tapi sosok wanita yang berdiri di samping sang ibu


"Tidak papakan vin mamah ngajak Clara"


Vin bingung harus memberikan respon seperti apa, Clara wanita yang menemaninya selama 3 bulan saat di Lombok sekarang ada di depan matanya.


Wanita yang ingin Vin singkirkan dari pikiran nya,


"Vin , Siyapa"


Suara Naera yang datang dari belakang, Vin sadar dari lamunannya , membalik tubuhnya, melihat naera mulai mendekat, Vin semakin tidak karuan apa yang harus ia lakukan sekarang


Kenapa Vin seperti sedang tertangkap basah sekarang.


"Mamah, dokter Clara"


"Masuk mah, masuk dok" pinta naera tanpa tau Siyapa yang ia ajak masuk ke dalam rumah nya


"Vin kamu temanin mamah ya , aku bikin minum dulu"


Naera hanya berbisik , ingin basa basi dulu sebenarnya , seperti, silahkan duduk, tapi 2 wanita yang berbeda generasi itu sudah lebih dulu duduk tanpa di minta , tidak masalah sih kan itu ibunya Vin.


Tinggal lah mereka bertiga di ruang tamu, atmosfer ruangan itu sedikit berbeda dari biyasanya , Vin dan Clara hanya saling menatap, tidak juga ingin memulai percakapan.


"Vin,kenapa kamu liatin clara kaya gitu"


Ucap keren ibunya Vin.


"Ga usah canggung Vin, mamah tau apa yang kalian lakukan selama di Lombok"


"Mahh, stop" Vin menekan nada suara nya tapi Vin masih berusaha bersuara sekecil mungkin, ada rasa marah juga takut jika naera mendengar ucapan ibunya tadi


Karen hanya tersenyum sinis, menggenggam tangan Clara dengan dua tangan nya


"Ayoolah Vin jangan munafik, mamah tau kamu belum bisa melupakan Clara kan, udah lah jujur Vin"


"Mamah, Vin mohon , jangan membahas masalah ini dulu, Vin mohon mah"


Vin benar benar memohon pada Karen ,memohon agar Karen menghentikan pembahasan mengenai hubungannya dengan Clara


Selang beberapa menit, naera keluar dengan membawa nampan berisi minuman, setelah menyajikan minuman yang ia bawa untuk Clara ,juga keren,naera duduk di samping Vin


Tatapan Clara tidak lepas dari keduanya, terutama naera,

__ADS_1


"Diminum mah, dok silahkan"


Dengan sopannya naera meminta mereka untuk minum,


"Vin,aku ke kamar kai dulu ya"


Tidak ada Jawaban dari Vin, tapi naera tetap melangkahkan kakinya meninggalkan mereka ber 3 dengan suasana super canggung


"Mah,kalo ga ada yang mau di bicarakan lagi mamah bisa pulang"


"Kami ngusir mamah Vin"


"Bukan gitu mah,ta.."


Ucapan Vin terpotong karena keren tiba tiba berdiri.


"Mamah mau liat cucu mamah, kamu temani Clara dulu"


Oh tuhan apa lagi ini, apa sebenarnya yang diinginkan keren , meninggalkan Vin berdua dengan Clara, apa sebenarnya maksut keren


"Mah"


"Vin" panggilan Clara membuat Vin menatap nya


"Kenapa kemari" tanya Vin


"Aku merindukan mu Vin"


Clara yang tadi duduk di sebrang kini beralih duduk di samping Vin, merangkul lengan Vin dan menyandarkan kepalanya di bahu Vin


Jelas Vin langsung melepaskan tangan Clara dari lengannya, bisa habis Vin jika naera melihat kedekatan mereka


"Clara , lepaskan"


"Kenapa Vin , kamu takut istri kamu liat, tenang Vin,mamah tidak akan membiarkan istri mu turun mengganggu kita"


"Clara, stop, jaga sikap kamu"


Terpaksa Vin bertindak sedikit kasar, mendorong Clara agar menjauh, kemudian Vin berdiri dari duduknya


Clara menatap Vin dengan tatapan penuh amarah.


"Kenapa kamu jadi kasar begini Vin"


"Apa, apa yang kamu mau Clara, katakan"


Nada Vin penuh penekanan di setiap ucapannya


"Aku hanya ingin kamu Vin, apa kurang jelas, apa perlu aku berteriak sekarang"


Berdoalah Vin agar naera tidka mendengarnya, Clara tidka main main dengan ucapannya.


Vin kembali duduk di samping Clara, mengusap wajahnya dengan kasar, menatap Clara yang juga menatap nya dengan tatapan marah


"Ok, katakan apa yang kau inginkan dari ku"


"Nikahi aku"


"Kamu gila Clara"


"Kamu sudah janji Vin,kita akan kembali seperti dulu"


Kali ini nada suara Clara terdengar lirih, biyasanya Vin akan langsung memeluk wanita itu jika Clara sudah mengeluarkan suara lirihnya .


"Aku sudah menikah Clara , kau tau itu, aku mencintai istriku lebih dari apapun "


"Lalu aku , kamu anggap aku apa Vin"


"Kamu hanyalah wanita yang pergi meninggalkan ku dan lebih memilih mengejar karir mu"


"Aku sudah minta maaf , apa itu kurang, apa aku perlu menyerahkan Harga diriku untuk mu Vin"


Enggan menjawab lagi Vin lebih memilih diam, menyandarkan tubuhnya di punggung sofa, tangannya memijat kepalanya yang terasa pening


Baru aja tadi dia merasa tenang dengan naera sekarang Clara datang lagi dengan sejuta gangguan nya

__ADS_1


......


__ADS_2