Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Baikan


__ADS_3

Naera tidur membelakangi vin, kedua nya sama sama masih berperang dengan isi kepala sendiri.


Ada rasa bahagia dalam diri naera Vin mau jujur dengan nya, tapi kenapa vin begitu sulit mengakui pernikahan mereka hanyalah pelarian semata.


Terdengar decatan kasur , Vin mendekati naera, memeluk naera dari belakang, kakinya mengunci pergerakan naera, tidak ada penolakan naera pasrah aja , menolak atau keluar dan tidur ke kamar kai bukan lah sikap dewasa untuk menyelesaikan masalah


"Belum tidur kan" suara Vin terdengar jelas di telinga naera, naera bahkan bisa merasakan nafas hangat Vin menerpa lehernya


"Emm" jawab naera singkat


"Maaf , tadi aku tidak bermaksut"


"Aku juga minta maaf Vin, kalo pertamanya ku menyinggung perasaan mu"


"Kita tidak usah membahas ini lagi yaa, dia hanya masa lalu, kamu masa depan ku, kalian dunia ku sekarang, semesta ku, hidupku, tidak ada urusan dengan masalalu ku, kamu tau kan nae"


"Dia memang pernah menemani ku nae, itu hanya masa lalu, kau segalanya untuk ku sekarang, terlepas dari seperti apa pernikahan kita , tidak akan pernah mengurangi rasa sayang ku , rasa cintaku untuk mu nae, untuk kalian. Kamu dan kai , duniaku"


Naera terharu mendengar pengakuan vin, tanpa permisi setitik air mata turun membasahi pipi naera


Ada rasa bersalah di hati naera yang tega meragukan ketulusan vin, naera hanya takut Vin kembali dengan Clara, naera takut Vin meninggalkan nya, atau lebih parahnya Vin akan memisahkan nya dengan anaknya.


Naera membalik tubuhnya menghadap vin, menenggelamkan wajahnya di dada bidang vin, Vin tau naera terisak di sana, mungkin baju kaos Vin sudah basah karena air matanya.

__ADS_1


Vin mengusap pelan punggungng naera lembut memberi ketenangan di sana.


"Baju ku basah nae"


Naera memberontak kesal karena ucapan vin, berusaha lepas dari Kungkungan vin, Tapin Vin malah mengeratkan pelukannya, Vin tertawa senang sudah membuat naera kesal


"Lepas viin" ucap naera kesal sambil memukul mukul dada bidang vin


"Maaf, maaf"


Setiap rumah tangga pasti ada aja permasalahan nya tergantung dari masing-masing pihak ingin menyelesaikan seperti apa.


Bersikap lah dewasa jangan kekanak-kanakan, jika satunya kekanakan maka satunya harus lebih bisa bersikap dewasa.


Vin merenggangkan pelukannya, menatap wajah Naera yang menahan kesal.


"lucu banget istri aku, kalo lagi ngambek kaya gini"


"lucu, lucu , apaan lucu"


"maaf ya tadi aku ga maksud buat Ngebentak kamu nae"


"emm"

__ADS_1


"Vin, kalo aku enggak bisa terus ada di samping kalian gimana "


Vin mengerutkan keningnya, matanya yang tadi tertutup kembali terbuka


"kamu ngomong apa sih nae, kamu mau ninggalin aku sama kai"


"enggak gitu maksudnya Vin, kalo misalnya aku pergi duluan dari kamu gimana, kita kan ga tau takdir "


Vin membungkam bibir naera dengan ciumannya, bibir mereka hanya saling menempel tidak lebih.


"jangan di teruskan, jangan ngomong yang macam-macam, aku ga suka, biar takdir yang memutuskan, kita berdua jalani aja seperlunya"


"satu yang kamu harus tau, aku ga bisa hidup tanpa kamu, jangan pernah ninggalin aku nae, jangan "


"aku ga bakalan ninggalin kamu Vin, kecuali kematian yang memisahkan"


"huss, jangan ngomong kaya gitu aku ga suka"


"iyaaa "


"i love you "


"love you to "

__ADS_1


...Cerita ini di tulis dari tangan yang belum pernah mejalin hubungan rumah tangga...


__ADS_2