
"kai jangan lari nak, nanti jatuh"
"Cepat mah, paman sudah menunggu"
"Iyaa nak"
"Kai itu paman Daffa "
"Pamaaan" kai berlari menemui pria bernama Daffa yang duduk di meja tepat menghadap jendela. Di ikuti naera dengan membawa beberapa berkas
"Maaf daf tadi mampir beli permen kapas, buat kai"
"Nggak papa nae, aku juga baru aja datang"
"Kai duduk di bawah aja nak, kesian paman Daffa"
"nggak papa nae, kai juga ga berat "
Naera ikut mendudukkan bokongnya di samping Daffa, ia membuka lembar demi lembar berkas yang tadi ia bawa
"ini daf, berkas untuk presentasi besok"
"ok nae"
Naera bekerja di perusahaan yang di pimpin daffa, naera bekerja sebagai sekertaris pribadi Daffa, Jehan yang mengurus semuanya.
benar__naera sekarang tinggal di Singapura bersama Hana, awalnya naera tinggal bersebelahan dengan hana, tapi mendengar kabar bahwa Vin mencarinya sampai ke Singapura naera lebih memilih pindah dan mencari apartemen jauh dari hana, menurutnya itu lebih baik dari pada harus bertemu dengan Vin lagi, naera juga tau jika ia masih lah istri sah dari Vin, mereka belum bercerai, naera tidak ingin pusing memikirkan tentang Vin, juga pernikahan mereka, ia hanya ingin hidup tenang bersama kai, jika Vin tidak ingin bercerai itu terserah dirinya saja, naera juga tidak ada niat untuk menikah lagi, jika memang ia telah berpisah dengan Vin, Naera masih Trauma dengan pengkhianatan yang Vin lakukan padanya. Ia Takut di kecewakan lagi, Baik dengan pria yang sama atau pria yang berbeda
masalah Vin , itu terserah dia , naera tidak akan mencampuri urusannya , jika memang Vin ingin menikah lagi, baik itu dengan Clara atau wanita lain.
Naera juga sudah sembuh dari Sakitnya, ia berhasil mendapatkan donor ginjal 5 bulan lalu,
Sekarang , Naera hanya ingin hidup berdua dengan kai tanpa ada masa lalu yang mengganggunya .
Penampilan naera juga sedikit Berbeda dari Naera satu tahun lalu. kalo dulu naera hanya menggunakan pemerah bibir dan bedak tabur tapi Sekarang naera suka merias wajahnya mungkin karena menyesuaikan diri dengan pekerjaannya.
Kai yang merindukan sosok Vin menjadi lebih dekat dengan Daffa, mungkin karena naera sering membawanya saat bertemu dengan Daffa, seperti sekarang anak kecil itu duduk di pangkuan Daffa, Daffa tidak merasa keberatan dengan hal itu, hampir satu tahun mereka kenal dan Daffa sudah menganggap kai seperti anaknya sendiri.
Daffa pria tampan pemimpin perusahaan yang bergerak-gerak di bidang properti sama seperti perusahaan milik Vin, pria itu pernah menikah tapi mereka bercerai dua tahun lalu, Daffa memiliki anak yang seumuran dengan kai, tapi anaknya di bawa mantan istrinya, itu lah kenapa , Daffa menganggap Kai seperti anaknya sendiri, setiap kali ia melihat kai , mengingatkan Daffa pada putranya.
"Daf, Besok aku ga bisa ikut rapat ga papa kan"
__ADS_1
"enggak papa nae, nanti aku minta Devi yang gantiin kamu , tapi kenapa nae, kamu sakit"
"kayanya aku kurang enak badan daf, aku takut ga bisa fokus pas rapat nanti "
"ya udah kamu istirahat aja dulu beberapa hari ga papa, jangan di paksa"
"makasih ya daf"
semuanya hanya alasan naera saja, ia hanya tidak ingin bertemu Vin, benar __ naera membaca laporan yang akan di presentasikan, terkejutnya naera saat tau perusahaan Vin lah yang akan bekerja sama dengan perusahaan Daffa, naera jadi kalang kabut sendiri, untungnya Daffa sudah sangat mempercayai dirinya, naera tidak kesusahan saat meminta ijin.
"nae kamu ada acara nggak malam ini"
"enggak ada daf, kenapa?"
"kalo kamu mau aku mau ngajak kalian makan malam"
naera sedikit berpikir, ia sering menolak tawaran bosnya, untuk kali ini naera tidak ada alasan untuk menolak tawaran Daffa, di tambah kai juga begitu antusias mendengarnya
"kai mau ikut makan malam Sama Paman Daffa" tanya Naera basa basi
"mauu mah, kai mauu" naera mengusap pucuk kepala anaknya.
"nanti malam aku jemput jam delapan yaa"
....
"Bu, saya pergi dulu, bunga yang ada di kamar saya jangan lupa di ganti ya Bu, ibu ambil aja uangnya di laci , saya sudah siapkan pasti cukup Sampai saya kembali "
"iya tuan "
sebelum berangkat Vin menyempatkan waktu bertemu Clara, wanita itu yang sudah meminta untuk bertemu, sejak naera pergi, Vin tidak pernah lagi berhubungan dengan Clara, meski hanya sekedar saling sapa, naera berulang kali mencoba menggoda Vin tapi tidak berhasil, sampai Vin mengira Clara menyerah karena sudah beberapa bulan terakhir, Clara tidak pernah lagi mengganggu hidupnya,
dan ini pertama kalinya Clara kembali menghubungi Vin, Clara memohon agar Vin bisa menyempatkan sedikit waktunya untuk bertemu, alasannya ada yang ingin Clara bicarakan, Vin akhirnya setuju dengan syarat mereka tidak berdua saja, jadi Vin mengajak sekertaris nya.
Di sinilah vin dan Clara , duduk sambil menyeruput kopi panas yang mereka pesan
"Cepatlah aku harus berangkat"
"gimana kabar Naera Vin"
"seperti yang kamu tau , naera belum kembali"
__ADS_1
"Vin"
"emm"
"maaf"
"untuk"
"semuanya, semua yang aku perbuat pada kalian, aku sadar kamu bukanlah milik ku lagi, aku seharusnya ga pernah datang mengganggu hubungan kalian, andai aku ga datang pasti keadaannya Berbeda"
"aku sadar kita tidak perlu bisa bersatu lagi, takdir kita Berbeda, kamu miliki naera, bukan lagi milikku"
Vin membuang nafas kasar, ia kembali menyeruput kopi nya yang mulai mendingin
"jangan minta maaf dengan ku, aku juga salah di sini, minta maaf lah dengan Naera, di sini naera lah korbannya"
"iyaa Vin aku janji aku akan meminta maaf saat Naera kembali "
"Kalo gitu aku berangkat sekarang yaa, aku yakin kamu akan temukan bahagia lain nantinya meski tidak bersama ku" Clara mengangguk dan ikut berdiri
"iya Vin, aku juga mau minta maaf 6 tahun lalu aku pergi gitu aja "
"ga masalah itu tandanya kita bukanlah jodoh, dengan kamu pergi tanpa pamit, aku akhirnya bertemu dengan Naera , dan sekarang kami telah memiliki putra, itu kah takdir hidup yang harus kita jalani, meski kedepannya aku ga tau apa masih di beri kesempatan untuk memperbaiki semuanya "
Clara mengangguk, tangannya saling bertaut, Vin pergi setelahnya, Clara kembali duduk memandangi punggung Vin yang mulai menghilang.
...
"Mah cepat"
"iyaa sayang sebentar"
naera berjalan di belakang sedangkan kai di depan, anak kecil itu terlalu bersemangat sampai tidak mau di pegang naera.
Di bawah Daffa sudah menunggu mereka, Daffa terdiri memandangi naera yang berjalan mendekat kearahnya, naera terlihat anggun dengan gaun hitam di bawah lutut yang ia kenakan, riasan tipis di wajahnya begitu terlihat sempurna.
"Dari tadi ya daf" Daffa tidak menjawab
"daf" barulah Daffa tersadar dari lamunannya, ia menggeleng dan menggendong kai
'dari tadi ?"
__ADS_1
"baru aja nae, ayoo Kiya berangkat"