
Akan ku tahan semampuku, akan ku jaga sebisaku, dan akan ku pertahankan apa yang menjadi hak ku
Seperti janjinya, Vin mengajak istri dan anaknya untuk jalan jalan di akhir pekan.
Mereka tidak pergi jauh hanya ke taman kota yang yang dekat dari rumah mereka,
Naera sibuk membuat bekal untuk mereka, segala jenis buah, apal, semangka, anggur, jeruk, sudah tertata rapi di dalam kota bekal
Makanan ringan, untuk kali ini Vin mengijinkan mereka makan makanan tidak sehat seperti itu, bolu gulung yang tadi malam di buat naera dengan susah payah, juga beberapa kimbab makanan yang berasal dari negri ginseng, tidak lupa sandwich kesuksesan kedua pria kesayangan nya,
Sementara naera sibuk di dapur , Vin membangunkan kai, memandikan anaknya itu, juga memakaikan baju, mereka berbagi tugas dengan baik
Selesai Vin memakaikan kai baju, Vin juga merapikan kamar terutama tempat tidur kai, setelah nya Vin menggendong tubuh kecil kai untuk turun menemui naera di bawah.
Vin menghampiri naera yang sedang menggulung beberapa nasi yang sudah di isi toping di dalamnya.
Vin mendudukkan kai di kursi meja makan, dan kemudian berjalan mendekati naera.
"Perlu aku bantu"
"Ga usah Vin , ini sudah gulungan terakhir"
Vin menyusun kotak bekal yang sudah penuh dengan makanan yang akan mereka bawa , Vin juga memakan satu potong apel dan memasukkan satu potong juga ke mulut naera.
Selesai sudah, bekal yang mereka siapakan sudah siap semua, sekarang tinggal naera yang harus merapikan sedikit penampilannya.
"Selesai"
"Kamu masukin semuanya kemobil ya Vin, aku mau siap siap dulu"
"Ok sayang"
"Kai bantu papah bawa karpet itu nak"
"Iya pah" sedikit susah kai turun dari kursi meraih karpet yang diberikan Vin.
............
Naera mengoleskan pemerah bibir natural dan selesai. Tiba tiba Vin datang dan membuka ikat rambut naera , naera yang heran lekas membalik tubuhnya tapi di tahan Vin,
"Vin, kenapa di lepas" naera kesal dengan Vin yang tiba tiba melepas ikat rambutnya.
Vin merikan rambut naera menggunakan tangannya, mengambil sedikit rambut bagian atas naera dan mengikatnya , sementara bagian bawah , Vin biarkan tergerai lurus ke bawah
"Nahh, seperti ini lebih cantik"
"Tapi aku gerah Vin, kalo rambu ku tergerai seperti ini"
"Tapi aku suka nae , suka dengan rambut kamu yang tergerai,kanu cantik dengan tatanan rambut seperti ini"
"Benarkah"
"Iyaaa"
"Berarti kalo aku mengikat nya ke atas aku terlihat jelek"
"Bu,,,Bu,,, bukan seperti itu nae" Vin terbata Mendengar ucapan naera
"Bilang aja aku jelek Vin"
"Engga sayang kamu cantik, dengan gaya apapun, tapi aku lebih suka dengan gaya rambut seperti ini"
Naera melipat tangannya di dada, berdiri meninggalkan Vin,
Belum sempat naera membuka pintu , Vin mencekal tangannya, membalik tubuh wanita itu agar menghadapnya.
Vin memposisikan naera agar bersandar di tembok, Vin meletakan tangannya di sisi sebelah kanan dan kiri untuk mengurung naera.
"Jangan marah dong, nanti cantiknya hilang Lo"
Naera tidak memperdulikannya , matanya berputar jengah, tidak , naera tidak marah hanya ingin menggoda Vin.
"Ayoo Vin kai sudah menunggu"
"Tidak akan ku lepaskan sampai kamu mengerti maksud ku"
"Aku mengerti sayang , aku mengerti betul maksutmu, kamu kan dari dulu memang suka melihat rambut ku tergerai, kata kamu kalo rambutku di angkat orang orang akan melihat leher ku dan kamu tidak suka itu"
Vin tersenyum, memang itu alasan kenapa Vin lebih suka naera tidak mengikat rambutnya.
"Emm, jadi kamu sengaja yaa, membuat ku mengejar mu hemm"
Naera mengangguk
Tanpa aba aba Vin menarik pinggang naera agar menempel padanya, tatapan mereka bertemu, naera yang lebih pendek harus menengadah ke atas.
Vin menyatukan bibir mereka, cukup lama penyatuan bibir itu sampai Vin menurunkan bibirnya ke leher jenjang sang istri,
__ADS_1
"Vin" suara lenguhan terdengar dari mulut naera akibat ulah Vin
Ceklek
Bunyi pintu membuat aktivitas keduanya terhenti, kai datang di waktu yang tepat, jika tidak entah apa yang terjadi seterusnya, bisa bisa mereka melupakan rencana untuk menghabiskan waktu di taman kota
Naera yang mendengar bunyi pintu mendorong tubuh Vin agar menjauh,
Keduanya salah tingkah , seperti kedapatan mencuri keduanya bingung harus bersikap seperti apa
Mereka berharap kai tidak melihat apa yang baru saja mereka lakukan
"Kenapa sayang" naera menggendong Kai yang sudah terlihat sangat kesal, tau sebenarnya naera alasan kekesalan kai,
"Kenapa lama sekali, kai menunggu mamah sama papah di bawah" kesal kai
"Ok, ok, maafin mamah sama papah ya nak"
Naera mencium kedua pipi gembul kai secara bergantian, Vin Mendekat merangkul kan tangannya di pinggang ramping naera
"Kita pergi sekarang" ucap Vin
"Ayooo" teriak kai antusias.
"Seharusnya tadi aku mengunci pintu"
Bisik Vin di telinga naera, dan di Balas cubitan di lengan, Vin terkekeh senang melihat tingkah naera
.........
"Di bawah pohon Sana aja Vin, lebih teduh"
Mereka sama sama berjalan ke pohon yang di maksud naera
Vin menyusui perbekalan mereka di atas karpet, beserta mainan yang di bawa kai
Setelah selesai mereka duduk di atasnya, karena hari libur taman kota terlihat ramai, banyak orang menghabiskan waktu mereka di sana, ada ya dengan keluarga, ada yang dengan pasangan, ada juga yang sendiri.
Anak anak bermain, berlarian kesana kemari, kai juga ikut bermain, tinggal lah mereka bedua yang dari jarah sekitar 3 meter memperhatikan anak nya.
"Mau makan sandwich?"
"Boleh"
Karena belum sarapan Vin sampai menghabiskan 2 potong sandwich sendiri.
Kai duduk di atas pangkuan Vin, naera menyuapi bubur kaya vitamin yang ia buat sendiri.
"Anak mamah sampai berkeringat"
Naera mengelap keringat yang bercucuran di wajah kai,
Keluarga itu terlihat sangat bahagia harmonis, seakan tidak ada masalah yang pernah menghampiri kehidupan mereka, semoga
Setelah makan kai kembali ikut bergabung dengan anak yang lain, Vin tiduran dengan paha naera sebagai bantalnya, naera juga membawa buku .
Sedangkan Vin sibuk dengan ponselnya, walaupun hari libur Vin tetap aja harus mengurus kerjaannya ,ada aja laporan laporan yang masuk dari karyawan nya atau sekertaris nya
Hal itu yang membuat mereka sulit untuk liburan.
"Kamu baca apa sih nae"
"Buku Vin "
"Iyaaa sayang aku tau kamu baca buku, tapi buku apaa sayang ku, novel, sejarah, panduan memasak atau apa"
"Novel"
"Judulnya apa"
"Isss, suamiku ini kenapa kepo sekali"
Naera mencubit hidung mancung Vin
"Aku mau tau aja sayang, soalnya kamu terlihat serius sekali kalo sedang membaca buku"
"Hati yang terbagi"
"Hati yang terbagi?" Vin mengulang kembali ucapan naera takut salah dengar
"Iyaa, jadi ceritanya mereka menikah,terus suaminya selingkuh , aku suka melihat kesabaran dari peran si cewe padahal dia sudah tau suaminya selingkuh masih aja mau bertahan dan pura pura tidak tau kalo selama ini suaminya merusak kepercayaan rumah tangga mereka"
Jelas naera, sambil mengusap usap rambut Vin ,
Vin tertegun mendengar ucapan naera, kenapa ucapan naera seakan mengarah pada dirinya.
"Aku ingin belajar dari karakter si cewe, menjadi wanita dewasa dalam menyikapinya segala hal yang menyangkut masalah rumah tangga"
__ADS_1
"Vin"
"Hem"
"Kenapa melamun"
"Hemm , engga ko "
Vin yang tadi dalam posisi telentang, mengubah posisinya jadi menghadap naera , wajahnya menempel tepat di perut naera, tangannya melingkar di pinggang ramping naera, tangan naera tidak henti hentinya mengusap rambut hitam Vin yang sudah menjadi kesukaan sejak awal pertemuan mereka.
"Vin kamu tau, aku sangat-sangat menyayangimu"
"Ku letakkan segala kepercayaan ku padamu"
"Aku ingin keluarga kita bisa terus seperti ini, bahagia, tertawa, menangis bersama, melihat anak kita tumbuh bersama"
"Dan aku ingin suatu hari nanti aku bisa mendapat restu dari orang tua mu Vin"
"Jika itu terwujud, sepertinya aku tidak membutuhkan apa apa lagi , hidup ku sempurna karena kalian, dan aku bisa pergi tanpa penyesalan nantinya"
"Vin, kamu tidak tidur kan"
Vin merubah posisinya jadi duduk di depan naera, Vin merapikan rambut naera ke belakang telinga, memberi kecupan di kening naera
"Iyaa sayang, aku dengar semua yang kamu katakan"
Vin meraih tangan naera untuk digenggam
"Aku juga sangat sangat menyayangi mu nae, aku yakin suatu hari nanti Mamah akan menerima pernikahan kita"
Lama terdiam keduanya hanya saling menatap, hingga naera memecahkan keheningannya di antara mereka
"Habis ini kita langsung kerumah bunda aja yaa Vin, aku sudah ngabarin bunda kalo kita mau nginap jadi bunda sudah nyiapin makan siang"
"Iyaaa"
Vin kembali merebahkan tubuhnya meletakkan kepalanya di atas pangkuan Naera mencari posisi ternyaman di sana
"Vin kamu liat deh anak anak cewe di sana kayanya dari tadi liatin kamu terus"
Vin langsung mencari anak anak yang naera maksud.
Tidak jau dari mereka duduk ada beberapa gadis sesuai SMA yang memang sejak tadi terus saja memperhatikan mereka, lebih tepat nya memperhatikan Vin
Vin dengan pakaian Santai nya terlihat seperti pria usia 20 an awal , nyatanya usianya sudah hampir 30 tahun, siyapa yang bisa menolak ketampanan seorang Kevin areksa.
Bentuk wajah yang sempurna berhasil membuat wanita terpana melihat nya, begitu juga yang terjadi dengan anak anak di dekat mereka
"Aku kan ganteng nae, makanya ngelirik aku terus"
Naera berdecak sebal , matanya memutar kesal
"Kenapa, kamu cemburu yaaa"
"Idihhh geer"
"Jujur aja deh, apa kamu mau aku nyamperin mereka"
"Jangan coba coba ya Vin, "
"Istri ku kalo cemburu kaya gini lucu banget deh"
Vin tersenyum geli, naera malah menutup wajahnya dengan buku novel nya
"Nae"
"Apa"
"Liat sini dong" Vin menurunkan buku yang menutupi wajah cantik naera
"Senyum"
Naera menarik nafas panjang dan tersenyum manis
"Nah gitu kan cantik"
"Jangan cemburu lagi yaa sayang, aku ga bisa buat mereka berhenti mengagumi ketampanan ku ini , aku bisa apa, wajahku memang tampan, siyapa coba yang tidak terpesona dengan ketampanan ku ini, kamu aja terpesona saat pertama kali kita bertemu"
"Terlalu percaya diri itu ga baik lo Vin"
"Kan menyatakan nya emang iyaa"
"Terserah kamu aja"
Naera mengelus pelan wajah Vin, senyum manis tidak pernah luntur dari wajah cantiknya.
..........
__ADS_1