
"rasanya aku hampir gila karena merindukan kalian nae, setiap malam aku menatap langit malam, berharap kamu juga menatap langit yang sama"
"mau memulai semuanya dari awal" Vin mendongak menatap Naera, wajah Naera begitu cantik di matanya, naera tersenyum menatap Vin, Vin tidak menyangka dengan apa yang Naera ucapkan.
Vin hanya diam tertegun, mencoba mencerna ucapan Naera
"gimana, kamu nggak mau ya?"
"hah_a__aku mau nae mau " Vin kembali memeluk erat tubuh Naera , tanpa ia minta, air mata karena terharu mendengar ucapan Naera kembali jatuh membasahi pundak naera.
"makasih nae, makasih udah mau menerima aku lagi, makasih udah mau memulai semuanya dari awal lagi, makasih nae, aku mencintai kamu nae, aku menyayangi kalian"
"aku juga Vin, aku mencintai kamu, maaf karena aku juga melukai hati kamu, maaf karena membuat mu menunggu terlalu lama, kita mulai semuanya dari awal demi kai, demi anak kita Vin" Vin mengangguk di pelukan naera.
"iya nae, iyaa" Vin mengurai pelukannya, ia memegang kedua bahu naera, tangan Vin berpindah menyentuh perpotongan leher Naera, Vin mengikis jarak wajah mereka, menempelkan bibirnya dengan bibir naera , awalnya hanya menempel, kemudian Vin berbuat lebih sampai naera membalas apa yang Vin lakukan
mereka terlalu asik sampai tidak mendengar lagi orang yang masuk ke dalam ruangan anaknya
"nae__" naera dengan cepat mendorong tubuh Vin , sampai Vin terduduk di lantai, naera juga merapikan penampilannya
"aduh punggung ku" Vin memegangi pinggang nya yang sakit
Hana dan Jehan yang baru datang hanya bisa memberikan tatapan heran dengan dua orang tadi.
"kenapa nggak ngetok Pintu dulu sih" kesal Naera pada sahabatnya itu
"heh, sudah yaa, gw sudah ketok, kalian aja yang budek, lagian ciuman nggak ingat tempat, ingat woyy rumah sakit niyh, siyapa aja bisa masuk , bukan kamar pribadi kalian" Hana berucap kesal kemudian duduk di samping Naera, di ikuti Jehan dam Vin yang duduk di samping istrinya masing-masing
suasana sedikit canggung bagi Vin dan Naera, mereka begitu malu karena kedapatan bercumbu di hadapan Hana dan jehan
"santai aja kali, nggak usah tegang, gw nggak bakalan laporin kalian karena kedapatan kaya tadi, kalian bukan pasangan mesum apa lagi pasangan di bawah umur , jadi santai aja" kali ini Jehan yang berucap.
"m__mau apa kalian ke sini" sebenarnya naera hanya mencoba mengalihkan pembicaraan, jadilah pertanyaan konyol itu muncul, sudah pasti Hana dan jehan datang untuk menjenguk anak mereka.
"kami ke sini mau numpang tidur nae" sarkas Hana kesal bukan main dengan pertanyaan sahabatnya
"yaaa, mau jenguk anak Lo lah, masa mau jenguk Ema bapanya yang ___" Hana menatap Naera dan Vin dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan hanya menggerakkan matanya saja.
"ISS apaan sih" naera beralih menatap dipan anaknya
"jadi kalian sudah baikan niyh ceritanya" Jehan bertanya lagi
"I__iya" jawab Vin dan Naera bersamaan.
"ooh, bagus lah kalo begitu"
"kai nggak perlu sakit lagi karena alasan orang tuanya yang ke kanan Kanakan " lanjut Jehan
"Lo ke sini mau jenguk anak gw, atau mau ceramah sih" Vin meraih paper bag yang Jehan bawa, isinya martabak manis
__ADS_1
"em , enak , kamu mau nae" Vin mengarahkan tangannya ke mulut naera, naera sebenarnya ragu tapi ia terima tawaran Vin
"ya iya lah enak, harganya selangit" Jehan memang suka membuat Vin kesal.
"kenapa nggak sekalian minumannya sih"
"belagu Lo" naera dan Hana hanya bisa tersenyum pasrah melihat interaksi suami mereka.
..
Hana dan jehan cukup lama di sana, banyak yang mereka bicarakan, dari masalah kerjaannya hingga rencana kedepannya.
Hana dan jehan pulang kira-kira pukul 4 sore, sekarang mereka di tinggal berdua lagi, naera duduk di samping ranjang anaknya, sedangkan Vin duduk di sofa.
"Vin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ada sesuatu yang ia ingin sampaikan pada Naera, tapi terlalu canggung karena masalah tadi pagi dengan Jehan juga Hana .
"nae" akhirnya Vin memberanikan diri, dan hanya di jawab deheman oleh naera
"nae" panggil Vin lagi
"iyaa__kenapa Vin"
"a__anu" lagi lagi Vin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"apa?"
'jangan bahas yang tadi , aku malu setengah mati sama mereka"
"i__iya nae aku juga malu"
"tapi bukan yang itu nae"
"terus apa"naera mengerutkan keningnya, Vin terlalu berbelit-belit
"terus apa dong"
"sini dulu deh" Vin meminta Naera berpindah duduk ke samping nya, naera menurut ia mengusap sebentar kepala putranya sebelum duduk di samping Vin
"apa" tanya Naera lagi
"yang itu"
"ISS, apa sih Vin, jangan bertele-tele deh"
"iya iya" Vin menghentikan naera yang sudah kesal ingin pergi
"kamu sungguh mau kita memulai nya lagi dari awal"
naera kembali berdecak kesal
__ADS_1
"sekali lagi kamu nanya itu, aku akan berubah pikiran"
"i__iya, iyaa, jangan "
"makasih yah nae, makasih sudah ngasih aku kesempatan lagi, makasih sudah mau menerima aku lagi"
"iyaa, sudah aku bilang kan kita mulai dari awal demi kai, demi putra Kita "
Vin mengangguk dan kembali memeluk istrinya
"makasih nae, makasih "
..
Vin membangunkan naera yang tertidur dengan posisi kepala di letakkan di atas kasur Kai sedangkan tangan nya sebagai bantal
"nae"
"nae, jangan tidur di sini, badan kamu bisa sakit nae "
"ehmm"
"pindah ke sofa gih"
"emm" Vin membantu Naera pindah ke sofa, Vin juga memasangkan selimut ke tubuh istrinya, Vin menggantikan naera duduk di samping ranjang kai
"anak papah, jagoan papah, kesayangan papah, cepat sembuh nak, papah sama mamah kangen main bareng kamu"
"kapan kai mau membuka mata, kai kecewa banget yah sana papah, karena papah udah bikin mamah kai nangis"
"hemm, iyaa, kai marah sama papah"
Vin menggenggam tangan putranya, ia cium tangan mungil itu berkali-kali.
"kai boleh marah sama papah, tapi jangan sama mamah nak, kesian mamah, kai nggak kesian sama mamah"
"papah janji kalo kai sadar papah akan Belikan permen kapas kesukaan kai , seterah kai mau beli berapa, asalkan habis makan gosok Gigi yaa"
"selamat malam anak papah, i love you "
"Vin membenarkan posisi selimut anaknya, ia ikut bergabung tidur di sofa bersama naera, Vin duduk di bawah memandangi naera yang sudah terlelap

"aku janji nae, aku akan bahagia kan kalian, aku nggak akan bikin kamu sedih lagi, aku akan jadi suami juga orang tua yang lebih baik lagi, aku nggak akan menyia yiakan kesempatan yang kamu kasih"
Vin mencium kening naera, merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan
"makasih nae, makasih, sudah percaya dengan ku"
__ADS_1