Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
di usir


__ADS_3

"Mau aku bawain makan siang"


Naera memasang kan sabuk pengaman kai, merapikan rambut kai yang sedikit berantakan.


"Ga ngerepotin kamu"


"Engga lah, aku kan istri kamu Vin"


"Kalo kamu kecapean ga usah yah istirahat aja"


"Iyaa"


Naera menutup pintu mobil setelah mengecup kening kai, berjalan ke arah Vin.


"Daaah, hati hati"


"Kamu jugaa di rumah hati hati, aku berangkat dulu"


"Daaah mamah"


Naera melambai ke arah mobil Vin yang mulai melaju.


Naera kembali di sibukkan dengan urusan rumah, menyapu, mengepel, mencuci baju, merawat tanaman,. membersihkan kamar nya juga kamar anaknya semua nya naera lakukan hingga pukul 10 pagi.


Setelah pekerjaan rumah nya selesai, naera bingung sendiri harus melakukan apa lagi,


Naera duduk sendiri di depan tv yang tidak menyala mengingat kembali ucapan ibu mertua beberapa hari lalu.


Flashback on


Naera yang duduk dengan menggendong Kai yang kembali tertidur di dalam pangkuannya, terkejut dengan kedatangan keren yang tiba tiba


Keren duduk di kursi kayu di samping ranjang kai, sedangkan naera di atas ranjang dengan kai


Karen meletakkan tas mahalnya di atas ranjang, tangan nya terlipat di depan dada


"Mamah" tanya naera heran


"Kamu, tau siapa dokter Clara"


Pertanyaan macam apa itu


"Dokter yang menemani kai waktu di rumah sakit"


Naera bingung sendiri harus menjawab apa


"Clara bukan sembarang dokter, Clara putri pemilik rumah sakit tempat anakmu di rawat"


Terus apa hubungannya dengan naera, kenapa keren menceritakan tentang Clara


Tidak menjawab, naera hanya menatap keren


"Clara wanita yang pernah mengisi hati anak saya"


Deg, seakan di tikam benda tajam, hati naera terasa nyeri bukan main, mendengar ucapan keren, jika kenyataannya Clara adalah wanita yang pernah dekat dengan suaminya.


Tapi naera tidak ingin berpikir yang tidak tidak, dia masi percaya jika wanita yang sekarang sedang berduaan dengan suaminya di bawah , hanya lah masalalu Vin


"Kau tau betapa anak saya mencintai Clara?, sangat besar, Clara bisa dibilang hidupnya Vin, bahkan Vin hampir gila karena kepergian Clara"


"Mereka pacaran bertahun tahun, tapi sayang, Clara pergi begitu saja setelah Vin melamarnya"


"Saya sangat merestui hubungan mereka, karena status kami yang sepadan, dia anak pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta, dia cantik, berpendidikan, seorang dokter pula"


Keren menyunggingkan senyum saat menatap naera,


Naera berusaha mati mati menahan agar Tetesan bening tidak keluar dari kelopak matanya


Naera hanya diam mendengar ibu mertuanya menceritakan sosok Clara tanpa celah di matanya

__ADS_1


Sosok Clara yang sempurna bak putri dari kerajaan dongeng.


"Entah apa yang membuat Clara pergi saat Vin mengajaknya menikah, sejak hari itu Vin seperti kehilangan separuh nyawanya"


"Berbulan-bulan Vin meratapi kepergian Clara, sampai saya dan papahnya mengatur perjodohan dengan wanita yang sepadan dengan Clara"


"Tapi semuanya hancur, impian ingin melihat Vin menikah dengan wanita terpandang, hancur seketika setelah Vin memutuskan untuk menikah dengan wanita biasa seperti mu, entah di mana Vin memungut wanita seperti mu"


Tatapan remeh di berikan keren pada Naera yang sejak tadi hanya diam mendengar keluh kesahnya


"Kamu menghancurkan segala harapan saya, kamu merebut segala nya, saya tidak suka Vin menikah dengan wanita yang tidak sepadan dengan keluarga kami, entah apa yang sudah kamu lakukan pada Vin hingga dia mau menikah dengan wanita miskin seperti dirimu"


"Tapi saya bersyukur sekarang dunia Vin telah kembali, Clara kembali, dan saya yakin Vin akan segera meninggalkan mu"


"Kamu tenang aja jika anak saya menceraikan mu, cucu saya akan ikut dengan Vin, jadi hidupnya akan tetap terjamin, saya ragu jika kai ikut dengan mu cucu saya akan bahagia"


"Dan kau tau naera, 3 bulan Vin di Lombok, Clara lah yang menemani hari harinya"


Itu kalimat terakhir yang di ucapkan keren, sebelum keren meraih kembali tas nya dan melenggang meninggalkan naera yang sejak tadi hanya mematung di atas ranjang


Nafas naera memburu, air mata kini lolos dari matanya, naera memeluk erat tubuh kai yang berada dalam dekapan nya


Menahan isakan yang terdengar sangat pilu di pendengaran,


Setelah hari itu, ucapan keren selalu memenuhi pikiran naera, menghantui isi kepalanya,


Tentang sosok dokter cantik yang menjadi masalalu suaminya.


Apa yang harus naera lakukan sekarang , rasa takut nya bertambah


Yang awalnya hanya takut meninggalkan sekarang dia takut di tinggal kan


Takut jika Vin akan lebih memilih dokter Clara dari pada dia apalagi setelah Vin tau kalo naera sedang sakit parah, naera takut benar benar takut.


Naera tidak mau di pisahkan dari anak dan suami nya, boleh kah naera egois.


Naera tidak mau dunia nya di rebut.


Flashback of


Air mata kembali menetes dari kelompok mata naera, entah berapa kali naera menangis jika mengingat perkataan dari keren, naera benci menjadi cengeng seperti ini, ini bukan naera, naera adalah wanita kuat , dewasa , bukan wanita lemah yang gampang mengeluarkan air mata


Tapi sekarang naera begitu lemah, bukan hanya hatinya yang lemah tapi fisiknya juga kian melemah


Sebisa mungkin naera menyingkirkan segala kemungkinan terburuk terjadi di dalam keluarga nya, naera masih berusaha percaya Vin tidak akan pernah mengecewakan ketulusan nya Vin tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan nya.


....


Setelah menyelesaikan masakannya, naera kembali ke kamar untuk bersiap-siap, sebentar lagi jam makan siang di kantor Vin


Naera tidak ingin terlambat mengantar makanan untuk Vin.


Makeup natural seperti biasanya sudah cukup untuk mempercantik seorang naera faeza yang memang sudah cantik tanpa make apapun


Rok sebatas mata kaki di padukan dengan kemeja oversize menjadi pilihan naera hari ini, tidak lupa sepatu sneaker yang membuat ootd naera terlihat seperti gadis remaja yang di sibukkan dengan tugas kuliahnya.


Mana ada yang percaya jika melihat tampilan naera jika naera. Ibu dengan satu anak.


...........


Naera jarang kekantor Vin , entah kapan terakhir kali naera kesana mungkin sebelum kai lahir , yang pasti sudah sangat lama, itupun naera bersama Vin, tidak seperti sekarang datang sendiri ke kantor Vin.


Walaupun bukan yang pertama kali datang ke kantor Vin, naera sudah lupa di mana letak kantor Vin, naera juga tidak mau asal asalan masuk dan mencari sendiri takutnya Vin sedang ada di luar atau ada rapat.


Naera berjalan menuju meja resepsionis menanyakan keberadaan Vin


"Emm, permisi, Vin ehhh maksut saya bapa Kevin areksa nya ada"


Tidak ada yang tau nama panggilan Vin di kantor nya karena nama itu hanya untuk keluarga terdekat nya makanya naera menanyakan dengan nama panjang Vin

__ADS_1


"Ada perlu apa ya sebelum nya, atau anda sudah membuat janji"


Jawab resepsionis itu sopan


Naera tidak tersinggung sama sekali dengan ucapan wanita di depan nya itu,tidak heran dia tidak mengenali Naera sebagai istri Vin , yaa karena naera jarang berlalu lalang di kantor Vin


"Emm saya mau ngasih makan siang, saya istrinya mba"


Istri?


Setau karyawan Vin , bosnya itu dekat dengan Clara anak pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta, mereka juga pamiliar dengan wajah Clara, karena sering datang bersama Vin


Jangan heran jika karyawan di sana banyak yang tidak mengenali Naera , pernikahan nya di adakan sangat tertutup hanya di hadiri keluarga terdekat dengan beberapa orang terdekat


Mereka tau Vin menikah, tapi yang mereka tau Vin dekat dengan Clara yang pasti Vin menikah dengan nya


Resepsionis itu menatap naera lekat, tidak percaya dengan ucapan naera


"Maaf mba, saya tidak bisa sembarangan mengijinkan seseorang bertemu bapa Kevin"


"Mbaaa, saya kan sudah bilang saya istri nya"


Naera mulai emosi tapi naera masih berusaha menarik amarahnya


Kenapa sangat susah ingin bertemu suaminya sendiri


"Maaf mba , mba bisa buat janji dulu sebelum bertemu"


Naera yang kesal mengambil ponselnya, dan menelponnya Vin tapi tidak ada Jawaban, naera menyerah dan menitipkan makan siang Vin di meja resepsionis


Sebelum beranjak pergi langka naera terhenti mendengar suara Vin memanggilnya


"Naera"


Naera berbalik dan tersenyum melihat Vin


"Kamu dari tadi sayang"


Ucap Vin sambil mengelus bagian belakang kepala naera dengan lembut


"Baru aja"


Baru aja mau pergi , maksudnya


"kenapa ga langsung naik aja,kamu lupa ruangan ku ya"


"iyaaa" naera tertawa kecil


"Ayoo ruangan ku di atas"


Vin menyatukan jari jemarinya dengan naera, dan melangkah pergi, tapi naera menahan lengannya


"Tunggu Vin"


Naera mengambil kembali tas bekal yang ia titipkan di meja resepsionis


Resepsionis itu menatap penuh takut pada naera, takut jika naera mengadu macam macam pada Vin, pekerjaan nya yang akan menjadi taruhan


Vin yang Mengerti dengan situasi yang baru saja isterinya alami. berjalan mendekati resepsionis yang sudah ketakutan.


Vin berdiri menghadapi resepsionis yang sejak tadi sudah gugup setengah mati


"Dia istri saya, jangan mempersulit nya jika ingin bertemu dengan saya"


"Maaf pa" resepsionis itu tertunduk takut , melihat tatapan tajam Vin


"Aku yang salah Vin, mereka cuman ngejalanin tugas"


"kalo bukan karena istri saya, saya sudah memecat kalian sekarang dari kantor saya "

__ADS_1


"Ga usah di perpanjang" tambah naera lagi


Vin melanjutkan langkahnya dengan tangan yang tidak pernah lepas dari tangan naera


__ADS_2