Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Clara


__ADS_3

"Vin bangun kamu harus ke bandara kan"


"Vin, bangun"


Siapapun tolong beritahu Naera cara membangunkan Vin.


Sudah setengah jam Naera mengusik tidur Vin tapi Vin enggan juga bangun dari tidurnya. Vin sebenarnya sudah bangun tapi enggan saja beranjak dari tempat tidur.


"Vin, kamu nanti ketinggalan pesawat Lo"


"Jam berapa " suara serak khas bangun tidur , mata yang tidak terbuka sempurna, Vin berusaha bangun dari posisi tidurnya , duduk menghadap Naera yang duduk di pinggiran ranjang.


"Jam 9 , makanya bangun"


Vin menganguk, sebelum kekamar mandi untuk membersihkan diri, Vin seperti biasa memberikan kecupan singkat di dahi Naera


"Aku tunggu di bawah"


"Iyaaa, sayang"


..........


Karena masih dalam tahap pemulihan kai istirahat beberapa hari di rumah, Naera takut kesehatan anaknya terganggu lagi kalo di paksakan kesekolah.


Vin turun dengan jaket hitam celana jeans dengan rambut yang belum kering sempurna. Ikut bergabung dengan keluarga kecil nya di meja makan


Hari ini Naera memasak menu kesukaan Vin, ayam asam manis.


Sebelum menikah Naera bukanlah gadis yang jago dalam urusan dapur, hidupnya hanya di sibukkan dengan pekerjaan setelah kuliah, Naera juga bukan tipe gadis rumahan, dia suka bepergian bersama teman temannya terutama Hana.


Tapi itu dulu setelah menikah Naera belajar bayak hal, Nara Berubah 100 derajat , Naera sekarang wanita yang dewasa, dengan segala kepribadiannya.


Menjadi ibu yang siap siaga untuk putranya menjadi istri yang selalu ada untuk suaminya. Semua Naera lakukan tanpa terkecuali.


"Anak papah makan yang banyak yah biar cepat sehat,biar bisa sekolah lagi,biar bisa jagain mamah kalo papah lagi kerja"


Vin tersenyum , menatap Naera yang juga tersenyum tapi bedanya senyum Naera sedikit di paksakan, bukan karena apa, Naera cuman merasa sedih karena vin akan keluar kota dalam waktu lama.


"Iya ,pah"


"Kai, mau papah bawain apa kalo pulang"


"Apa aja pah"

__ADS_1


..........


Naera biyasanya jarang ikut mengantar Vin ke Bandara tapi kenapa hari ini Naera sangat ingin ikut mengantar Vin.


Bukan berarti Naera ada pirasat buruk yaa,cuman ingin mengantar saja.


1 jam lebih menunggu, akhirnya Vin harus berpisah dengan keluarga nya, Vin harus segera naik pesawat. Di tinggal seperti ini bukan hal baru untuk naera tapi entah kenapa kepergian Vin kali ini berasa berat untuk nya.


Diam diam Vin mengabadikan potret istri dan anaknya, terlihat lucu ibu dan anak itu menggunakan pakaian senada , dengan rambut terurai wajah Naera tidak terlihat hanya hidung mancungnya yang sedikit nampak, kai yang berada di gendongan Naera duduk dengan handphone di tangannya, wajahnya benar benar mirip dengan Vin, rambut sedikit bergelombang, wajah tegas senyum kotak benar benar kopian papahnya, tapi dibagiin matanya mirip dengan Naera.


Vin menyunggingkan senyum melihat hasil jepretan nya. Dua orang kesayangan nya yang akan dia tinggal untuk waktu yang lama.


...


Keberangkatan 10 menit lagi Vin harus masuk kedalam pesawat, berpisah dengan orang terdekat  bukan lah hal yang mudah.


Tapi meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi kewajiban juga Tidak bisa di lakukan.


Vin mengangkat tubuh kai dari gendongannya, memeluk erat tubuh mungil itu , begitupula dengan kai , seakan tau papahnya akan pergi dalam waktu lama, kai mengeratkan pelukannya di leher Sang papah, menenggelamkan wajahnya di celuk leher Vin


"Jangan nakal yaah , nurut apa kata mamah" Vin merasakan anggukan dari kai.


"Jangan nakal, ok, "


Vin tersenyum mendengar ucapan kai, matanya kini mengarah pada Naera yang juga tersenyum melihat ayah dan anak itu


Vin membuka satu tangan nya mengisaratkan Naera untuk bergabung dengan mereka dalam pelukannya.


Hingga pemberitahuan bahwa semua penumpang harus segera masuk kedalam pesawat dan membuat pelukan mereka terlepas.


Vin menurunkan kai, sekali lagi merengkuh naera dalam pelukannya, naera mengeratkan pelukannya di pinggang Vin.


"Jangan lupa makan , jaga kesehatan, kabari aku terus "


"Iyaa, sayang, kamu juga hati hati di rumah"


Seakan enggan di lepaskan naera kembali mengeratkan lagi pelukannya yang sempat ia longgarkan. Vin terkekeh melihat tingkah istrinya. Tangan nya terulur menyentuh kedua tangan naera melepaskan tangan itu dari pinggang nya.


Vin menyentuh dagu naera mengangkat wajah istrinya yang sejak tadi hanya tertunduk lesu.


"Jangan sedih, aku usahakan cepat pulang"


Tidak ada respon naera lebih memilih  merapikan pakaian yang di kenakan Vin yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Sekertaris nya memberitahu Vin kalo mereka harus segera berangkat, Vin menunduk sekali lagi mengecup pipi gembul kai, kemudian kening naera dan melenggang pergi.


.............


Terhitung sudah 1 Minggu semenjak kepergian Vin ke Lombok, kai juga sudah kembali ke sekolah. Rumah yang tadinya sepi semakin sepi bak tiada kehidupan , biyasa nya naera mendengar tawa dari ruang keluarga, tawa dari ayah dan anak yang asik bercanda.


Tidak ada yang nae lakukan setelah kai sekolah hanya buku yang menjadi satu-satunya hiburan untuk nae.


Naera tidak punya teman dekat selain Hana, andai Hana masih di Indonesia naera tidak akan sebosan ini. Mungkin sesekali naera bisa mengatur jadwal untuk bertemu hana. Tapi sayang Hana dan jevan sudah pindah ke Singapura.


Naera meraih ponsel berniat menelpon Vin yang belum pernah menghubungi nya sama sekali, sesibuk itu kah vin hingga tidak ada waktu hanya untuk sekedar menelpon.


Sudah 3 kali panggilan Vin tidak juga mengangkat ponsel, naera menyerah.


Mungkin Vin memang sedang banyak pekerjaan sekarang, sudah hampir jam 2 siang naera lebih memilih ke sekolah kai lebih Cepat, dari pada terus berdiam diri di rumah layaknya orang bodoh yang cuman bolak balik karena kebosanan


.......


Sementara di tempat lain Vin masih sibuk dengan tumpukan kertas yang ada di mejanya. Matanya serius membaca kertas demi kertas.


Hinga atensinya teralihkan dengan suara ketukan dari pintu kantor nya.


"Iyaa, silahkan masuk" teriak Vin,. Dan kembali fokus dengan pekerjaan nya.


Orang yang tadi sudah masuk dan mendekat ke arah Vin, bukanya duduk sosok yang tadi masuk ternyata seorang wanita.


Wanita itu lebih memilih menuju berdiri di samping Vin memijat lengan pria itu.


"Vin, ayo kita makan aku lapar"


"Sebentar ra  , aku harus selesaikan ini dulu"


Bukanya mendengar Clara lebih memilih duduk di pangkuan Vin , tangan nya tidak tinggal diam, meraba setiap jengkal wajah Vin


"Clara, kau menyusahkan ku kalo seperti ini kita bisa semakin lama"


"Tapi aku menyukainya Vin"


Vin menyudahi pekerjaan nya, menyusun kembali berkas nya melepas kacamata kerjanya.


"Ayo makan"


"Kerjanya sudah"

__ADS_1


"Hemm, lapar Kan ayoo"


__ADS_2