Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Tidur bersama


__ADS_3

Seperti di jadwal hari ini, Vin akan melakukan rapat di jam 2 siang, Vin sudah siap tinggal menunggu pemimpin perusahaan yang akan menjadi partner nya, tidak lama sosok pria yang pernah ia lihat bersama keluarganya datang menyalaminya


"tidak salah lagi, ini sungguh pria yang bersama naera tadi malam" Vin membatin


"kita mulai saja rapatnya" rapat akhirnya di mulai, tapi Vin justru fokus memperhatikan pria di depannya, benaknya bertanya tanya apa hubungan naera dengan pria di depannya ini, Vin bahkan melongo bingung saat pendapatnya di minta.


sampai rapat selesai Vin hanya memfokuskan dirinya pada Daffa, mereka mengakhiri pertemuan dengan makan bersama.


"Senang bekerja sama dengan anda" sapa Daffa ramah pada Vin


"saya juga, semoga semuanya berjalan lancar seperti yang kita harapkan" Daffa hanya mengangguk, mengantar Vin ke pintu depan


"kalo gitu saya permisi dulu"


lagi lagi Daffa hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan Vin.


"wajahnya seperti tidak asing, di mana aku pernah melihatnya?" batin Daffa


"Apa kita pernah bekerja sama sebelumnya dengan perusahaan areksa ?" tanya Daffa pada asistennya


"Emm, sepertinya belum pernah pak, Kenapa?'


"tidak papa"


..


Vin mampir membelikan mainan untuk kai, sudah lama juga ia tidak membelikan sesuatu untuk anaknya, biasanya vin selalu membawa sesuatu untuk Vin , ketika pulang bekerja, kebahagiaan tersendiri bagi orang tua saat melihat anaknya menyambut nya dengan riang setelah seharian lelah bekerja.


Vin langsung menghubungi naera saat sampai di hotelnya, sekedar basa basi untuk menanyakan alamat rumah Naera, padahal Vin sudah tau di mana naera tinggal, 3 kali panggilan tidak ada jawaban dari Naera. sampai panggilan ke 4


"Jangan macam-macam Vin, aku tidak mau kau datang ke rumah ku malam ini, besok saja aku akan antarkan kai ke tempat mu " belum juga Vin mengucapkan salam, naera sudah marah di sebrang sana


"nae aku ingin bertemu kai malam ini, kami berpisah cukup lama, dan aku hanya sebulan di sini, apa salah aku ingin bersama dengan anak ku setiap hari, apa salah aku ingin bertemu dengannya, bermain dengannya, aku merindukan kai nae, biarkan aku bertemu dengannya kapan pun di mana pun"


terdengar helaan nafas dari Naera, hening sesaat keduanya sama sama diam. tidak lama satu pesan dari nomor naera masuk

__ADS_1


"itu alamat rumah ku, datanglah kai sudah menunggu mu sejak tadi"


"makasih nae" kali ini Vin yang memutuskan panggilannya secara sepihak.


dengan pakaian santai Vin berangkat dengan bahagia menemui anak dan istrinya.


...


"hai" sapa Vin setelah Naera membukakan pintu untuknya, naera mempersilahkan vin masuk tanpa sepatah katapun. Vin langsung di sambut tawa riang dari anaknya, sedangkan Naera lebih memilih masuk ke dalam kamarnya.


"buat kai?"


"buat anak kesayangan papah"


"makasih papah I love you papah"


"love you to nak"


...


Vin menemani anaknya menyelesaikan tugas menggambar dari sekolah, tema gambarannya sosok pahlawan di rumah,


"ini papah sama mamah"


"iyaa, ibu guru meminta kai membuat pahlawan di rumah, jadi kai menggambar papah Sama mamah, yang sudah menjadi pahlawan di hidup kai"


Vin terharu akan perbuatan kecil anaknya, kai masih begitu menyayanginya padahal mereka tinggal berpisah selama setahun, naera sama sekali tidak berusaha membuat kai lupa akan Vin atau lebih parahnya membuat kai membenci dirinya, Vin jadi ingat di mana naera menangis karena kai menolak bertemu dengannya, padahal kai baru di tinggal beberapa bulan oleh naera tapi kai sudah sangat membencinya, Vin benar benar merasa sudah menyia-nyiakan wanita sebaik naera, wanita yang tulus padanya, Vin memeluk erat tubuh mungil kai menyalurkan rasa sayangnya pada kai.


tidak lama Naera keluar dari kamarnya, naera menuju dapur dan membuatkan minum untuk Vin, naera tidak sejahat itu mengabaikan Vin yang datang sebagai tamu di rumahnya


naera duduk di kursi yang sama dengan Vin, meletakkan teh hijau kesukaan Vin,


"kamu masih mengingat minuman kesukaan aku nae"


"aku juga menyukainya jadi wajar aku memilikinya"

__ADS_1


"kau bisa sediakan minuman yang berbeda kan"


"minum aja Vin jangan banyak ngomong, aku akan menidurkan kai, setelahnya kau bisa pulang"


"kamu ngusir aku nae"


"aku hanya mengingatkan"


"sayang kita tidur yaah, sudah larut nak, besok kai kan sekolah"


kai merapikan kembali buku bukunya yang berserakan


"papah nggak kemana mana lagi kan"


"iyaa papah akan tetap di sini"


kai sudah sangat mengantuk ia berjalan lebih dulu menuju kamarnya di susul naera, sekarang tinggal lah Vin sendiri, Vin menyeruput habis teh yang di sajikan naera, Vin juga sangat merindukan minuman yang naera berikan setiap hari untuknya.


Vin yang memang tidak ada niat untuk pulang malah ketiduran di kursi naera , naera yang baru saja selesai menidurkan kai , berniat meminta Vin untuk pulang tapi Vin justru sudah lelap, naera juga tidak tega membangunkan Vin dan akhirnya Naera membiarkan Vin bermalam di rumahnya.


naera kembali dari kamarnya membawakan selimut untuk Vin, udara begitu dingin saat malam hari, di tambah sedang turun hujan lebat, naera juga mematikan Lampu ruang tengah yang di tempati Vin, karena naera tau Vin lebih Suka tidur dengan keadaan gelap.


naera kembali ke kamar, malam semakin larut tapi naera belum juga bisa tidur, entahlah pikiran berkecamuk, Vin benar benar mengusik hidupnya, naera itu bukan wanita yang tega an , dia kembali keluar memastikan Vin tidak menjatuhkan selimutnya, itu lah kebiasaan Vin yang masih di ingat naera, Vin tidak Suka mengenakan selimut padahal cuaca begitu dingin, naera keluar .dan benar saja Vin melepaskan selimutnya tapi di meringkuk kedinginan, itu yang sampai sekarang Naera Belum pahami setelah sekian lama menikah dengan Vin


naera membenarkan selimut Vin Hingga menutupi seluruh tubuhnya


"kebiasaan, sudah tau kedinginan kenapa selimutnya di lepas" naera menggerutu, tangan Naera di cekal saat ingin kembali ke kamarnya kemudian di tarik Vin hingga tubuh naera tepat jatuh menimpa tubuh Vin, jelas naera kaget, sofa yang di tiduri Vin cukup luas ia dengan mudah meletakkan tubuh mungil naera ke sisi sebelah kanannya, memeluk tubuh itu ke dalam dekapannya dengan posisi Wajah naera tepat berada menghadap dada bidang Vin.


"apa yang kamu lakukan Vin"


"kenapa nae kita sering melakukan hal ini kan, kita juga masih sah Sumi istri, aku hanya mengingatkan jika kau lupa"


"lepaskan aku Vin, kamu keterlaluan"


Vin tidak peduli dan Semakin mempererat pelukannya

__ADS_1


"lepaskan atau aku teriak"


"teriak lah nae, orang orang ga akan percaya jika kamu bilang aku mencoba memperkosa mu, kita ini masih suami istri nae" Vin dengan sudut bibir tersenyum kemenangan


__ADS_2