Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
rencana jahat


__ADS_3

"Sudah lama mah"


"Mamah hampir ketiduran nunggu kamu Vin, untung ada Clara nemenin mamah"


Vin sekilas menatap Clara yang duduk di samping Vin, Clara yang menatapnya dengan tatapan sinis, sedangkan Naera harus kembali ke kamar setelah mendengar tangisan kai.


"Harusnya wanita itu tau kalo kamu kerja Vin, tanda biru di leher kamu itu bisa menggangu pekerjaan"


Vin lekas menyentuh lehernya, memanfaatkan ponsel sebagai cermin , Vin tertawa kikuk. Sedangkan Clara wanita itu semakin kesal dengan tangan terkepal di bawah meja, Clara berpindah duduk di samping Vin bergelantungan di lengan Vin, Vin panik dengan sikap Clara, jika naera melihat apa yang Clara lakukan tamatlah riwayatnya.


"Claraa, lepas"


Vin mendorong Clara dengan kasar


"Vin kamu ko kasar banget, Clara itu perempuan, jangan kurang ajar kamu Vin"

__ADS_1


"Mahh, mamah kenapa sih, mamah sengaja yah, selalu aja bawa Clara ke rumah Vin, mamah tau kan, Vin sudah menikah, Vin ada Naera,apa kata naera kalo liat tingkah Clara kaya tadi mah" Vin berusaha mengecilkan Suara, tapi terdapat tekanan di setiap kalimatnya.


"Memang itu yang mamah inginkan, mamah ingin wanita ga tau diri itu sadar posisinya, sadar di mana seharusnya ia berada, harusnya wanita itu jadi pembantu di rumah kamu Vin, bukan jadi istri kamu " Vin hanya berharap Naera masih di kamar kai, keren sengaja mengencang kan suaranya.


"MAMAH"  naera istri Vin, sampai kapan pun itu, Vin ga akan pernah terima ada orang yang merendahkan istri Vin"


"kamu berani Ngebentak mamah Vin, demi wanita itu"


"Sebaiknya kalian pulang, Vin harus kantor " Vin berdiri menuju arah pintu, enggan berdebat lebih lama lagi.


Vin kembali mendapatkan ketenangannya setelah melihat suasana hangat di dalam kamar kai, naera memakaikan kai baju , mereka tertawa entah apa yang lucu, tapi melihat hal itu membuat hati Vin menghangat.


Vin bergabung duduk di atas ranjang kai, memeluk Naera , berekting seperti sedang melakukan penculikan, kai juga ikut berekting sebagai penyelamat untuk Ibunya,berusaha melepaskan naera dari pelukan Vin, drama itu berakhir dengan gelak tawa keluarga kecil itu


"Udah ah, mamah cape" naera ngos-ngosan karena tertawa

__ADS_1


Vin menyibak rambutnya ke belakang, Vin juga masih berusaha mengatur nafasnya sama seperti naera.


"Kamu ga ke kantor Vin"


"Enggak ah dah siang, nanti sore kita juga harus ke rumah mamah, kai juga ga usah sekolah hari ini, biar aku yang minta ijin ke gurunya"


Kai berteriak antusias, akhirnya ia libur di hari masuk sekolah.


Sementara di tempat lain, keren masih berusaha menenangkan Clara yang menangis sejak tadi, wanita itu memang pandai memainkan peran, keren semakin membenci menantunya, keren beranggapan naera lah yang sudah merubah anaknya menjadi pembangkang juga kasar.


"Tanteeee, calra harus apa lagi, biar Vin mau Nerima Clara lagi"


"Kamu tenang aja sayang, Tante sudah punya rencana, kamu tinggal duduk manis aja biar Tante yang lakuin semuanya" keren tersenyum licik


"Tante janji yah, bikin Vin kembali dengan Clara"

__ADS_1


"Iya Tante janji" keren memeluk Clara, mengusap punggung wanita itu, seakan Clara lah wanita yang paling terluka di sini.


__ADS_2