Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Ending


__ADS_3

Naera berdiri di depan cermin riasnya, pakaian nya agak sedikit berbeda, naera yang biasanya suka mengenakan dress atau celana longgar dengan atasan berwarna kalem, sekarang ia mencoba belajar menggunakan hijab, bukan juga hijab yang sedang ngetren sekarang, naera ingin Istiqomah seperti sang bunda yang menggunakan pakaian syar'i sesuai syariat agama, dengan hijab instan menutup dada. ini adalah hari pertama naera mengenakannya jadi tidak heran Vin yang berdiri di ambang pintu sedikit kaget dengan sosok wanita di depannya.



"na--naera" Vin sedikit terbata, naera menoleh dengan senyuman sedikit kaku.


"Vin" Vin berjalan mendekat, jujur ia begitu terpesona dengan penampilan baru istrinya.


"kamu cantik banget, nae"


"sudah lama sebenarnya aku ingin mengenakan pakaian seperti ini Vin, tapi kenapa aku selalu di kalahkan dengan rasa belum pantas, padahal menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap muslim, wajib bagi wanita muslim menggunakan penutup kepala agar tidak terlihat seseorang yang tidak halal juga mahram untuk nya" mata Naera mulai berkaca-kaca, ia sadar kesalahan nya selama ini, Farah selalu saja meminta anaknya untuk menutupi aurat dengan benar, tapi Naera selalu saja menolak dengan alasan ia belum pantas, ia belum sebaik orang orang yang mengerti syariat, padahal menutup aurat adalah kewajiban semua muslim dan muslimah, tidak harus menunggu ia baik dulu, atau sering di ucapan beberapa orang yang menganggap lebih baik memberi hijab dulu untuk hati, baru memberi hijab di kepala, logikanya... Jika seseorang itu memberi hijab hatinya, lantas dengan cara apa hidayah itu akan masuk, jangan menunggu baik baru berhijab, setelah berhijab insyaallah hati akan menuntun kita, secara logika hati dan akal saling berpikir, perbuatan itu... apa pantas di lakukan jika memang apa yang ai lakukan tidaklah benar dan tidak sesuai syari'at.


Jangan pernah juga pedulikan omongan orang yang mencibir setelah melihat perubahan drastis penampilan kita yang berbeda, biarkan saja mereka mengoceh tidak jelas yang pasti kita sudah niatkan untuk berubah menjadi yang lebih baik.


"viin, selama ini aku sadar apa yang menimpa kita teguran dari Allah, kita lalai sebagai hamba viiin, bahkan sholat pun bisa di hitung jari, apalagi membaca Alquran, Kita lalai menjadi orang tua yang baik untuk kai, Vin,kita tidak pernah mengajarkan tentang akhirat untuk Vin, Bahakan sampai sekarang kita belum mengajarkan mengaji untuk anak kita Vin" bergetar hati Vin mendengar ucapan sang istri, benar apa yang di katakan oleh sang istri, mereka sudah teramat jauh dari tuhan, Allah memberikan kekayaan yang berlimpah untuk nya tapi , tapi ia tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat. keduanya saling tatap, air mata penyesalan penuh dosa tidak bisa lagi mereka sembunyikan, apalagi Vin, Vin yang sebagai kepala keluarga bertanggung jawab penuh dengan masa depan anak dan istrinya baik di Dunia maupun di akhirat. tapi apa yang ia lakukan, Vin bahkan tidak pernah mengimani anak dan istrinya.


"Mau berubah menjadi baik bersama, nae" naera mengangguk, ia berhambur ke pelukan suaminya.


"kita jemput hidayah itu bersama, kita raih ridho Allah bersama, kita ke surga dan bertemu dengannya bersama"


naera mengangguk, lisannya kelu.


...


Mereka benar-benar melakukan niatnya, Vin dan naera ikut bergabung sebagai murid di salah satu tempat belajar Alquran, dengan laki laki-laki dan perempuan yang terpisah, mereka bisa mebaca Al-Qur'an, hanya saja itu sekedar membaca , mereka ingin memperdalam semuanya, mereka juga sepakat akan memasukkan kai ke pesantren agar mendapatkan pendidikan agama yang terbaik.


hari hari mereka jalani dengan terus memperbaiki diri, menambah keimanan, bahkan mereka telah berencana akan ketanah suci setelah naera melahirkan anak kedua mereka .


untuk sekarang mereka sedang menjalani hubungan jarak jauh, Vin sedang ada di Singapura mengurus perusahaannya di sana, mungkin ia akan kembali satu bulan lagi saat usia kandungan naera 9 bulan.




__ADS_1




....


"Viin" dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, naera bergumam Setelah merasakan tangan nya di genggam erat seseorang, dan ternyata itu suami Nya


Vin mengangkat kepalanya, wajah pucat naera berhasil membuat Vin semakin merasa bersalah.


"maaf" lirih Vin dan memeluk istrinya.


"kenapa harus meminta maaf Vin, kamu nggak salah, aku aja yang ngeyel" Vin menggeleng, aku yang salah harusnya aku nggak usah ke Singapura biar bisa selalu jagain kamu dan anak kita


"udah ah, Jangan menyalahkan diri kamu terus Vin, aku nggak suka, mungkin memang sudah waktunya anak kita lahir"


setelah pulang dari Jakarta menghadiri kajian, naera merasa sakit luar biasa di perutnya, ia semua mengira itu kontraksi palsu, karena hpl nya masih dua Minggu lagi, tapi rasa sakitnya tidak juga mereda dan mulai ada bercak darah juga, akhirnya orang tua naera membawa nya ke rumah sakit, dan ternyata saat itu Naera sudah pembukaan 4, waktu kelahirannya lebih cepat dari pada perkiraan awal, mendengar kabar sang istri yang masuk rumah sakit, detik itu juga Vin mengambil penerbangan, membatalkan semua jadwal yang sudah tersusun, Vin sama sekali tidak peduli, yang ada di kepala Hanya ada anak dan istrinya, Vin tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi. Bukan hanya Vin, tapi orang tua nya juga langsung menuju rumah sakit tempat naera di larikan.


hubungan Antara orang tua Naera dan Vin kian membaik, Farah dan Ali mulai membuka hati mereka lagi, melanjutkan silaturahmi yang sempat terputus .


....







...


tepat usia qia menginjak 5 bulan, Vin memboyong keluarganya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh bersama, tidak ada hal yang paling membahagiakan setelah berhasil sampai ke sana.

__ADS_1


tangis haru setiap hamba pecah tak kala kaki yang penuh dosa, mata yang selalu melihat ke jelekan, tangan yang sulit terulur memberi bantuan, hati yang tak pernah puas, berhasil melangkah ke sana.


begitu hina diri ini di hadapan sang pencipta, begitu angkuh diri ini yang lalai menjalankan kewajiban sebagai hamba


Apa pantas manusia seperti kita yang tak luput dari dosa meminta agar di surga kelak bisa melihat pemandangan terindah, pemandangan yang tidak akan bisa di gambarkan secara lisan, suatu hari nanti semua mata akan terkagum-kagum pada sosok nya, apa pantas kita bisa menjadi salah satunya, menjadi hamba yang berdiri di saat hijab antara sang pencipta dan hamba di buka.


Berusaha memantaskan, memperbaiki diri, menjemput hidayah agar bisa bersama sama bertemu dengan nya di surga kelak, Aamiin.


Naera dan Vin melaksanakan ibadah dengan khusyu, meskipun ia mengajak serta kedua anaknya yang masih kecil.


Keadaan yang ramai tidak membuat kai dan qia rewel, ia justru ikut berbahagia, walaupun anak anak itu belum mengerti apa yang sedang mereka kerjakan.


"Mamah, kai ingin menjadi penghafal Alquran, seperti itu" kai menunjuk seorang anak laki-laki sepantaran dengan nya yang sedang mencoba mengingat ingat setiap ayat yang telah ia hafalkan


"insyaallah yaa, nak. meskipun mamah sama papah nggak bisa memberikan itu secara langsung untuk kai, tapi mamah sama papah akan berusaha agar kelak kai bisa menjadi penghafal Alquran, bukan cuman menghafal tulisannya saja tapi juga memahami dan mengamalkan setiap isinya"


"kai sayang mamah sayang papah, sayang Dede qia karena Allah" kai mengalungkan kedua lengan kecilnya di leher orang tuanya.


"papah mamah juga sayang kai dan Dede qia karena Allah"ucap Naera dan Vin bersamaan.


"Jadilah penyejuk, di hati mamah dan papah , anak anak kebanggaan papah"


"jadi lah anak yang Sholeh dan Soleha, dan menjadi permata dan penerang untuk mamah papah "


Sekiranya apa yang menimpa kita sebagai seorang hamba bisa menjadi teguran, ujian atau bahkan hukuman akan kelalaian kita sebagai seorang hamba. Dengan adanya itu semua di harapkan agar kita sebagai insan, sebagai manusia, sebagai hamba bisa menyadari apa sebenarnya tujuan kita di lahirkan, apa sebenarnya tujuan kita di ciptakan, untuk beribadah ke pada tuhan dan akan kembali ke padanya suatu hari nanti.


pada dasarnya kita di dunia ini hanyalah perantau yang akan kembali pulang kampung halaman... surga namanya, surga yang telah di janjikan oleh Allah kepada setiap hamba yang di berikan rahmat-Nya , balasan akan semua hasil penghambaan yang telah ia lakukan, segala bentuk perbuatan yang baik akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu juga sebaliknya, setiap perbuatan yang buruk akan mendapatkan pembalasan yang setimpal juga.


semoga sedikit dari tulisan ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua khususnya para pembaca cerita ku yang beragam muslim, saudara saudari seiman ku.


makasih juga semua yang sudah membaca cerita yang seadanya ini, jelas masih banyak kekurangannya dan saya sendiri juga masih butuh banyak belajar dalam penulisan, mungkin ada ke samaan Nama tokoh, tempat, mungkin hanya kebetulan saja, semua yang ada di dalam tulisan ini adalah murni hasil buah pikiran saya sendiri.


sekian terimakasih semoga kita selalu sehat dan terus dalam lindungan Allah, ,Amiin... love sekebon


SELESAI......

__ADS_1


__ADS_2