
"jangan lari kai"
Naera menutup kembali pagar rumah nya, sedangkan kai berlari lebih dulu tidak sabar ingin segera bermain.
"Mah, cepat"
Kai melambaikan tangan nya pada naera , berharap ibunya itu bisa lebih cepat
Kleeek
Suara pintu yang di buka dari dalam, kai yang berdiri membelakangi pintu berbalik , memastikan siyapa yang ada di rumah nya.
Mata bulat kai membola sempurna, robot yang tadi di genggam erat kini terjatuh karena secara otomatis kai mengangkat kedua tangan nya
"Papah"
"Kesayangan papah"
Ucap Vin, langsung membungkuk menggendong Kai, kai memeluk erat leher Vin, sebegitu rindunya kai dengan papahnya, kurang lebih 3 bulan mereka tidak bertemu,
Waktu terlama Vin, meninggalkan kai dengan naera
Naera juga mempercepat jalannya setelah melihat Vin keluar dari rumah.
"Vin"
Vin membuka satu tangan nya mengisaratkan naera untuk bergabung dengan mereka, tidak butuh waktu lama , sama seperti mereka berpisah beberapa bulan lalu
........
Karena keasikan bermain kai sampai ketiduran di atas pangkuan Vin, sesekali Vin menepuk nepuk bokong kai yang terlelap.
"Vin gendong aja kai masuk"
"Entar dulu nae,kesian nanti kai terjaga lagi"
Naera merapikan mainan kai , menyusun nya kembali kedalam lemari mainan.
"Kakinya ga keram"
Naera kawatir kaki Vin keram kelamaan di tekuk karena kai tidur di atas pangkuannya.
"Engga ko nae" jawab Vin sembari menggelengkan kepalanya
Hening, tidak ada lagi yang memulai obrolan, lebih takut jika kai terganggu mendengar suara mereka.
Sampai akhirnya suara Vin membuat tatapan mereka bertemu
"Nae"
Keduanya hanya saling menatap, keduanya sibuk bertarung dengan isi kepala mereka masing-masing.
Vin menempuk Sisi yang kosong di dekatnya, meminta Naera duduk lebih dekat.
Naera akhirnya duduk lebih dekat, bukan di samping Vin masih duduk di depan Vin tapi jaraknya lebih dekat sehingga Vin dengan mudah meraih tangan naera dan menggenggamnya.
"Nae, kenapa"
"Kenapa?"
"Kamu sakit"
__ADS_1
"Engga aku sehat"
"Terus kenapa , kayanya dari tadi aku lihat kamu banyak diem, Mama marahin kamu lagi ya"
"Engga Vin, aku cuman sedih aja ga bisa jemput kamu di bandara"
Apa benar seperti itu, mungkin.
Atau itu hanya alasan naera saja.
Banyak pertanyaan di dalam kepala nya , tapi kenapa naera sulit sekali mengungkapkan apa yang menjadi beban pikirannya beberapa hari ini.
"Kan , aku sudah bilang mau kasih kejutan"
"Vin, kayanya kai kurang nyaman tidurnya kamu angkat gih kesian kalo kelamaan tidur di lantai"
Naera mencoba mengalihkan topik, masalah pikirannya yang kacau tidak perlu di bahas sekarang.
Sudah bisa di tebak kai langsung terjaga dari tidurnya, baru saja Vin meletakkan tubuh mungilnya di atas kasar.
Dengan cepat naera mencoba menidurkan kai lagi dengan mengelus elus kepala kai.
Tidak butuh waktu lama kai akhirnya tertidur, setelah membenarkan selimut kai ,naera mengecup dahi kai, keluar dari kamar kai dan masuk ke kamarnya menyusul Vin yang sudah lebih dulu kembali ke kamar.
Lampu kamar sudah padam, hanya tersisa lampu tidur di atas nakas, seperti biasa Vin tidak menggunakan selimut nya dengan benar, padahal cuaca malam cukup dingin.
Naera membenarkan selimut kai, mengusap lembut Surai hitam suaminya yang terlihat mulai memanjang.
"Selalu saja seperti ini apa kau tidak kedinginan hah"
Naera bergumam sendiri
Naera ikut bergabung tidur di samping Vin dengan posisi membelakangi Vin.
Sudah berapa kali naera mencoba menutup matanya tapi nihil naera juga enggan masuk ke alam mimpi
Naera berbalik menatap Vin yang tidur di sampingnya
Wajah Vin saat tidur benar benar telihat tenang dan damai, nafasnya teratur naera memperhatikan setiap inci wajah Vin.
Tangannya terulur menyentuh wajah Vin, mendekatkan tubuhnya untuk lebih dekat dengan Vin
"Kamu ga akan ninggalin aku kan Vin"
"Kamu tulus kan Vin"
"Kamu bakalan setia kan Vin"
"Hanya aku kan, tidak ada yang lain kan"
"Dengan Siyapa kamu di sana selama 3 bulan Hem"
"Apa ada seseorang yang menemani mu Vin"
"Kenapa aku merasa ada orang lain bersama mu"
"Kenapa aku rasa ada yang kamu tutupin dari aku Vin"
"Apa maksut perkataan mamah kamu Vin"
"Aku harap itu Hanya prasangka saja "
__ADS_1
"Aku sangat mempercayainya ketulusan mu Vin jangan pernah buat kepercayaan itu rusak aku mohon"
Semua kata kata itu hanya ada di dalam pikiran naera, ingin sekali rasanya naera mengeluarkan semua dari pikirannya, ingin sekali rasanya naera menanyakan semuanya pada Vin.
Tapi semuanya hanya tertahan untuk dirinya sendiri.
Baru beberapa menit naera terlelap, tapi terbangun lagi karena merasa geli di bagian perutnya.
Matanya terbuka dan menatap ke arah perut nya, tangan kekar Vin sudah melingkar di perutnya
Masalahnya bukan hanya melingkar, Vin memasukkan tangannya kedalam baju kaos yang dikenakan naera
Meraba perut nya dengan gerakan abstrak
"Akhh, Vin geli"
Pekik naera setelah merasakan tangan Vin meraba daerah sensitifnya
Naera memegang tangan kekar itu, Berniat mengeluarkannya dari dalam bajunya.
Tapi vin justru mempererat pelukannya.
"Vin, kenapa"
"Aku merindukan mu nae"
Bisik Vin dengan suara serak tepat di telinga naera, yang membuat bulu kuduk naera meremang
"Aku menginginkan mu malam ini, boleh kan sayang"
Naera bukan wanita lugu , yang tidak mengerti apa maksud dari ucapan Vin, suara Vin juga berubah, dari nada bicaranya naera bisa tau sesuatu yang di inginkan Vin, di tambah tangannya yang sudah sejak tadi bermain di dalam baju naera
Tubuh Naera meremang, seperti ada sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya, setelah Vin menghirup pundaknya dengan kuat.
"Nae"
"Hem"
"Kau wangi aku suka" suaranya terdengar serak
"Kan aku memang selalu wangi"
Vin membalik tubuh naera agar mengahadap nya, wajah mereka sejajar sekarang.
Naera tidak munafik dia juga sangat merindukan Vin, merindukan sentuhan Vin, entah kapan terakhir kali mereka melakukan nya
Yang jelas sudah cukup lama, mereka bukan Sepasang suami istri yang sering melakukan aktivitas ranjang.
Vin terlalu lelah jika harus melakukan nya setelah bergelut seharian full dengan pekerjaan nya
Jika pun Vin mulai melakukan sentuhan sentuhan yang membuat naera merasakan perasaan aneh
Dengan cepat naera menghentikannya aksinya, seperti sebelum Vin berangkat 3 bukan lalu,
Bukan nya tidak ingin melayani suaminya, hanya saja ada alasan tersendiri naera tidak ingin melakukan nya
Tapi untuk malam ini, tidak ada respon penolakan seperti biasanya, naera membiarkan Vin melakukan apapun yang ia inginkan.
Untuk malam ini biarkan mereka melepas rindu, mengenyampingkan apapun itu yang ada di dalam kepala mereka.
Biarkan malam ini menjadi momen untuk mereka, menghabiskan malam Dengan cara yang berbeda
__ADS_1
Olah raga malam mungkin !!
.........