Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Rumah sakit


__ADS_3

Keren mengobati luka di tangan putranya dengan mata yang terus menerus mengeluarkan air mata, Vin hanya diam, pikirannya sedang terbagi,naera yang terbaring lemas di rumah sakit juga dengan status pernikahannya yang di ambang kehancuran dengan Naera


"naera di mana nak" tanya keren


"kenapa, mamah mau maki dia lagi, jangan sekarang mah, naera lagi sakit"


"viin,mamah mau jenguk naera, mamah mau minta maaf, mamah menyesal nak"


"ga guna mah, semua sudah terlambat"


"Vin mamah mohon nak"


"naera di rawat di rumah sakit*******, mamah ga bakalan bisa temuin dia , ayah naera ga akan ngasih ijin"


Vin melengos pergi begitu aja tanpa menghiraukan panggilan ibunya.


"papah" Vin berjalan mendekati anaknya yang berada di gendongan pelayan, ia mengambil kai dari gendongan pelayan tersebut, Vin mengusap air mata di wajah sang putra, ia tau anaknya itu ketakutan, kai memeluk erat leher ayahnya


"kai mau ketemu mamah nak" kai mengangguk


"tapi janji jangan bikin mamah sedih ya, kai harus sayang mamah ya, Mamah sangat menyayangi kai, ok , janji?"


"iyaa pah kai janji, kai mau ketemu mamah"


"Vin mamah ikut nak"


Vin melengos pergi begitu saja mengabaikan ibunya


...


Di rumah sakit, Naera belum sadar juga, kedua orangtuanya setia menemani.


"Bun, ayah keluar bentar yaa, cari makan buat kita"


"iya yah, ayah hati hati yaa"


...


"Mamah" tangis anak itu pecah melihat ibunya terbaring tidak berdaya.


"Keluar dari ruangan anak saya"


"saya mohon ijinkan saya bertemu naera" keren memohon dengan mengatup kedua tangannya di depan dada


"Apa lagi sekarang, kalian belum puas dengan Naera yang terbaring lemah seperti ini, Kalian masih mau nyakitin anak saya"

__ADS_1


keren menggeleng ia mendekati Farah, menyentuh tangannya, matanya menunjukkan ketulusan di sana


"saya mohon"


Farah juga tidak sampai hati melihat permohonan keren, ia melepas tangan keren, membiarkan mereka bertemu naera, Farah lebih memilih menunggu di luar.


"Vin, dan ibunya berdiri di samping Naera , kai terus saja menangis memanggil ibunya,


"nae, aku datang, ini ada kai kamu nggak kangen kai, maaf aku pisahin kalian, maaf udah buat kamu menderita maaf nae" Vin mencium kening naera dengan kai yang terus di gendongannya.


"nae, mafin mamah nak, mamah dah jahat sama kamu, mamah selalu berusaha misahin kamu dengan Vin, maaf"


"KELUAR DARI RUANGAN PUTRI SAYAA, KELUUARRR" Farah sudah berusaha menahan suaminya, ia ingin memberi Vin waktu, tapi begitu besar rasa kecewa seorang ayah, putrinya yang ia rawat penuh cinta sejak kecil justru mendapatkan begitu banyak Luka di rumah barunya


"Vin kita pulang nak" mereka tidak ingin memperpanjang masalah dan memilih keluar, kai memberontak di Gendongan ayahnya,


"kai mau sama mamah aja, kai ga mau pulang" Ali merebut kai dari gendongan Vin, tidak ada perlawanan, Vin tidak akan memaksa atau memisahkan kai lagi dengan Naera


"saya permisi yah"


sebelum pergi Vin menciumi kembali kening naera,


"aku pulang dulu, nanti aku datang lagi bawain bunga kesukaan kamu, cepat sembuh sayangnya aku, mamahnya kai"


...


Vin yang menghabiskan waktu 3 bulannya bersama Clara, bersenang senang, melupakan istri juga anak yang menunggu kabarnya, Vin yang dengan sadar memeluk Clara saat wanita itu merasa sedih tanpa ia tau wanita lain yang jauh lebih rapuh, Vin yang pergi menemui Clara saat bertengkar hebat dengan Naera, andai saja malam itu dering ponsel di atas nakas tidak mengacaukannya, mungkin Vin akan terbangun besok harinya di ranjang milik Clara, sebegitu banyak luka yang ia beri untuk Naera , tapi justru ia menyalakan juga menuduh istrinya yang memberikan luka


Vin memukul setir mobil berkali kali, keren yang kawatir mencoba menghentikan tapi Vin justru menepis tangannya


"Aggggggh" teriakan akan rasa bersalah dari Vin, melihat wanita yang begitu ia kasihi terbaring lemas tidak berdaya, dengan menutup mata karena terbakar api cemburu, Vin mengabaikan kondisi naera.


"Vin tenang nak"


"Gimana Vin mau tenang, mamah lihat sendiri keadaan naera kan?"


"iyaa Vin , mamah tau, tapi kamu jangan kaya gini kamu juga harus merhatiin diri kamu nak, ada kai yang perlu perhatian kamu, jangan sampai kai melihat kedua orang tuanya terbaring lemah


Vin memeluk keren, menumpahkan semua air matanya di pundak sang ibu.


...


Vin tidak langsung pulang ia kembali ke rumah nya, rumah yang ia tinggalkan beberapa bulan terakhir ini,


Vin masuk ke dalam kamarnya, bercak darah naera masih ada di sana, Vin memungut tes kehamilan juga hasil USG yang naera lempar waktu itu.

__ADS_1


air mata kembali tumpah, pria itu begitu rapuh, pundak yang biasanya tegap, kini hanya bisa menunduk lesu.


diusapnya hasil USG naera, ada janin di perut istrinya, janin yang begitu ia dambakan hadirnya, tapi ia juga yang menjadi penyebab kepergiannya.


"maafin papah nak, Maaf, papah ga bisa jaga kamu sama mamah, maaf nak"


"Papah bahkan ga tau kamu ada di perut mamah, papah emang ga becus jagain kalian "


Vin membersihkan kamarnya yang berantakan akibat kemarahan naera, selama hidup dengan Naera Vin belum pernah melihat naera semarah dan sekecewa itu , karena memang apa yang Vin lakukan kelewat batas kesabaran naera.


Vin juga merapikan meja tempat naera biasanya membaca buku jika tidak di atas kasur, Vin menemukan kertas yang terselip diantara tumpukan buku.


Vin menyeka air matanya dengan punggung tangan setelah membaca tulisan tangan Naera.


...


Seperti janjinya Vin datang kembali menemui naera dengan membawa bunga kesukaan naera, bunga Daisy, bukan hal mudah menemui naera , ali sudah siaga di depan pintu menghadang Vin untuk masuk


"pulang"


"yah saya mohon"


"pulang Vin, pulang, jangan buat saya membuat keributan lagi di rumah sakit"


"apa saya harus berlutut di hadapan ayah, agar ayah mau memberi ijin, iyaa?"


"kemana aja kamu , Kemana aja saat anak saya membutuhkan kamu, kemana aja kamu, kamu tinggalin naera begitu saja tanpa mau mendengar penjelasannya dulu, gara gara kamu juga anak saya kehilangan janinnya "


"saya minta maaf yah, saya mengaku salah, saya ingin perbaiki semuanya"


"ga ada yang perlu di perbaiki, sekarang kamu pulang, jangan tunjukkan wajah mu lagi di hadapan Keluarga saya"


Vin berlutut memohon di hadapan orang tua Naera, entah dengan cara apa lagi ia meminta maaf ,


Farah yang iba berusaha membuat suaminya mengerti,


"yah, biarlah Vin menjenguk naera, beri dia waktu bersama naera, setelah Naera sadar semua keputusan kita serahkan pada Naera"


"ga bisa Bun, anak ini sudah menyakiti naera, ayah ga bisa biarin dia nyakitin naera lagi"


"iya yah, bunda tau, tapi sekarang bukan waktunya untuk saling menyalahkan, kita harus saling kuat demi kesembuhan naera, bukannya saling bertengkar melempar emosi seperti ini"


"ayah paham kan maksud bunda"


Ali mengangguk, Farah memberikan isyarat pada Vin untuk masuk menemui naera.

__ADS_1


__ADS_2