Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Kai yang menjadi korban


__ADS_3

Vin terus mendekap naera dalam pelukannya, ia juga terus mengusap kepala Naera, sesekali Vin juga mencium pucuk kepala Naera, naera hanya bisa pasrah dengan apa yang Vin lakukan, naera bisa merasakan air mata vin jatuh membasahi wajahnya, iya__ pria itu menangis dalam diamnya, naera jadi tidak tega kalo sudah seperti ini, naera akhirnya membalas pelukan Vin, mengusap punggung lelaki itu yang terlihat begitu rapuh, hanya sekedar sebagai sahabat yang berusaha menenangkan sahabatnya.


"nae, kamu sungguh sudah melupakan aku nae"


"emm" jawab Naera seadanya


"Semua tentang kita"


"Iyaa semua tentang kita, kini hanya tinggal rasa sakit yang tidak akan pernah bisa aku lupakan, rasa sakit yang keluarga mu berikan juga rasa sakit yang kau torehkan, semuanya akan terus tersimpan rapi di dalam sana"


"Maafkan aku nae, maaf atas semua rasa sakit yang aku berikan, jika memang ini akhir dari kita __" vin tercekat begitu sulit melanjutkan apa yang ingin ia ucapkan


" Jika memang aku tidak ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Beri aku waktu satu bulan terakhir bersama kalian, menghabiskan waktu bersama kalian, setelahnya aku ga akan mengganggu kamu lagi, aku juga akan segera mengurus perpisahan kita"


"yaa , memeng itu yang terbaik untuk kita"


Vin mengangkat wajah Naera , menyatukan bibir mereka, awalnya hanya menempel, kemudian Vin menjauh kan lagi bibirnya, melihat tidak ada respon marah dari Naera Vin kembali menyatukan kembali bibir mereka.entahlah mungkin terbawa suasana naera ikut terbuai dengan tindakan Vin, bukan hanya sekedar saling menyatu mereka melakukan hal yang lebih, merasa tempat nya terlalu sempit,Vin mengangkat tubuh naera ala bridal style ke kamar tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Vin mengunci kamar naera seperti biasa takut jika kai Tiba tiba terbangun dan masuk melihat apa yang tidak seharusnya ia lihat.


keduanya saling menyatu kembali setelah sekian lama berpisah, toh hal itu bukan lah hal yang terlarang, mereka masih sah sebagai sepasang suami istri yang sah, hanya saja terpisah dalam waktu yang lama. biarlah mereka membuat kenangan sebelum memulai hidup yang baru, dalam satu bulan mereka akan berakting di depan kai layaknya keluarga yang bahagia.


Vin terkulai lemas di atas tubuh naera begitu pula dengan Naera, , ia berpindah ke samping naera menutup tubuh mereka dengan selimut, Vin juga mencium kening naera seperti yang biasa ia lakukan setelah melakukan pergulatan panjang.


naera sudah tertidur pulas di samping Vin ia tidak sadar lagi dengan Vin yang terus mendekapnya tanpa ada niat melepas pelukannya sedikit pun,


pagi harinya naera bangun lebih dulu, badannya terasa kaku, entah kapan naera memasang baju kaos milik Vin , di samping __ Vin tidur membelakanginya dengan keadaan tanpa sehelai benang pun.


naera mengikat asal rambutnya, turun dari tempat tidur , naera langsung masuk ke dalam kamar mandi meski badannya terasa berat meninggalkan tempat tidur karena ulah Vin tadi malam, naera harus ke kantor.


naera menatap dirinya di depan cermin, memandangi lehernya yang terdapat tanda kebiruan di sana


"aku sudah katakan padanya jangan sampai meninggalkan bekas, tapi apaa?, pria itu benar-benar keterlaluan, apa kata orang jika melihat tanda ini, bisa bisa aku jadi bahan gosip" naera menggerutu kesal .


selesai bersiap naera membangunkan Vin yang masih tidur di ranjangnya, naera memutar matanya jengah,


"Vin bangunlah, kau harus ke kantor, aku juga harus bekerja, Vin bangunlah "


naera memberikan pukulan di lengan Vin, jelas hal itu pertama kali Vin dapatkan dari Naera, biasanya naera akan duduk dan mengelus kepalanya, sampai Vin terusik dari tidurnya, tapi sekarang naeranya berubah, naera tega mengejutkan Vin dari tidurnya.

__ADS_1


Vin dapat melihat emosi dari Naera


"jam berapa "


"jam 8, bangunlah"


"kamu mau kemana pagi pagi gini sudah rapi"


"aku kerja Vin"


"dimana"


"please deh Vin jangan banyak nanya bangunlah, aku harus ngantar kai sekolah habis itu kerja"


"berangkat kerja bareng aku aja"


"gaa, aku berangkat sendiri"


Vin turun dari ranjang bukannya langsung mandi, Vin malah sempat sempatnya memberikan morning kiss untuk Naera, naera hanya bisa melongo melihat tingkah Vin.


"kamu cantik"


..


kai yang duduk di pangkuan Vin membuat Vin kesulitan memakan sarapannya, terpaksa naera secara bergantian menyuapi Vin dan kai.


" mah hari ini kai di antar papah yaa"


"enggak yaa nak, hari ini sama mamah dulu, papah kerja"


"enggak ko nae, aku bisa ko nganter kalian, sekalian ke kantor"


"enggak usah Vin ___"


"iyaa mah, kita berangkat sama papah yaa, kai mau ngenalin papah ke teman teman kai di sekolah, kalo kai juga punya papah, mereka sering ngejek kai, katanya kai ga punya papah, kai ga pernah di antar jemput papah ke sekolah, sekarang kai bisa bilang ke mereka kalo kai juga punya papah sama kaya mereka"


terenyuh hati kedua orang tua itu mendengar ucapan anaknya, naera tidak pernah tau kalo selama ini anaknya merasa terasingkan di sekolah Hanya karena tidak pernah di antar jemput sang papah.

__ADS_1


naera mengusap kepala anaknya, Dan akhirnya Naera tidak memilki alasan untuk menolak tawaran Vin.


"iyaa kita berangkat sama papah" Vin tersenyum bahagia melihat anak dan istrinya, walaupun hal ini akan menjadi kenangan terakhir untuk mereka, tapi tidak masalah setidaknya mereka bisa mengukir kisah indah sebagai keluarga sebelum akhirnya berpisah.


selesai makan mereka langsung mengantarkan kai ke sekolah, kai dengan bangga menggandeng tangan Vin dan Naera, kai juga memperkenalkan Vin kepada teman-temannya yang sering mengejeknya


"ini papah kamu kai"


"iyaa, ini papah ku"


"wah papah kamu tampan sekali kai" ucap anak lain


"ya iya lah" kai melenggang sedikit menyombongkan diri di hadapan teman-temannya


Mereka mengantar kai hingga depan pintu kelas kai,


keduanya hanya diam setelah mengantarkan kai ke kelasnya, apa yang kai ucapkan tadi membuat keduanya saling berpikir , perpisahan yang mereka lakukan sangat berdampak besar bagi putranya, tapi keputusan naera sudah bulat, bulan ini akan menjadi bulan terakhir bagi keluarga kecil mereka, Menjadi orang tua yang tinggal di satu atap yang sama, naera yakin meski nanti mereka telah berpisah kai tidak akan kekurangan kasih sayang orang tua yang lengkap.


"Ayo nae"


"kamu jalan aja , aku bisa naik taksi"


"kenapa biar sekalian"


"please Vin aku ingin berangkat sendiri, jangan terus memaksa apa yang kau ingin tapi justru mengabaikan keinginan ku"


"Maaf nae, aku ga maksud buat maksa kamu, yaudah aku berangkat kamu hati hati yaa" naera hanya mengangguk mengiyakan.


..


"obat**** , satu ya mbak"


"ini Mbak"


"makasih"


naera mampir ke apotik untuk membeli obat anti hamil, ia tidak ingin apa yang mereka lakukan tadi malam membuahkan hasil yang tidak ia inginkan, bukannya naera menolak, hanya saja keadaannya sekarang berbeda, kapal mereka hampir karam, tidak mungkin Naera menambah penumpang lain di atas kapalnya,

__ADS_1


naera beli juga untuk berjaga-jaga, apa lagi mereka akan tinggal satu atap selama sebulan, naera tidak tau apa yang akan mereka lakukan selama bersama di satu atap yang sama, bisa saja apa yang terjadi tadi malam terjadi lagi.


..


__ADS_2