Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Makan malam


__ADS_3

Keadaan kai semakin membaik setiap hari, hanya saja anak itu masih enggan membuka matanya.


Hari ini bertepatan dengan hari pernikahan naera dan Vin yang ke tujuh tahun, Vin mengajak Naera untuk makan malam di luar, sebenarnya naera tidak mau meninggalkan anaknya walaupun hanya sedetik dari rumah sakit, tapi dengan segala bujuk rayu Vin , naera akhirnya mau di ajak keluar sebentar.


Vin sudah meminta bantuan Jehan dan Hana untuk menjaga anaknya selagi ia dan Naera menghabiskan waktu di luar, karena naera tidak ingin anaknya di tinggal tanpa ada yang mengawasi anaknya.


dengan gaun hitam sangat cocok di kulit putih naera , Vin begitu terpana dengan penampilan naera malam ini,gaun itu pun Vin yang membelikan nya.


Vin mengajak Naera ke salah satu restoran ternama di negara itu.


makan malam romantis sudah di persiapkan Vin untuk Naera, Vin berlutut di hadapan Naera meraih tangan sang istri, satu tangannya merogoh saku jasnya, dari sana Vin mengambil satu kotak cincin.


"itu cincin aku ya Vin"


Vin mengangguk dan memasangkan kembali cincinnya di jari manis naera, Cincin itu naera lepas saat mereka bertengkar hebat tempo hari, sampai naera harus kehilangan janinnya.


"mulai sekarang __jangan pernah di lepas lagi ya nae cincin nya"


"iyaa Vin" Vin kembali duduk di kursinya, mereka menikmati makan malam dengan suasana romantis


"kamu nyiapin ini sendiri Vin"


"iyaa"


"Makasih ya nae, makasih sudah mau menerima aku kembali, makasih sudah mau memberi aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya"


"iyaa Vin, makasih juga Vin, makasih sudah membuktikan pada ku, kalo kamu bersungguh sungguh, makasih dengan semua cinta yang kamu kasih ke aku dan anak kita"


"sekarang berjanjilah Vin, nggak akan ada lagi rahasia di antara keluarga kita, kita harus saling terbuka, dan jangan biarkan masalah kecil kembali membuat hubungan kita rusak"


"iya nae aku berjanji"


"selamat hari pernikahan yang ke tujuh tahun suami ku terkasih"


"selamat hari jadi pernikahan yang ke tujuh tahun juga istri ku yang paling aku cintai , nggak berasa banget ya nae, kita sudah sampai ke tahun ke tujuh, rasanya baru aja kemarin kita kenal, terus aku ngelamar kamu, kita nikah, kamu hamil, terus anak kita kai lahir"


"iyaa Vin semuanya berjalan begitu cepat, kita sudah lewati banyak hal di kehidupan rumah tangga kita"


Tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua untuk seseorang yang sudah memberi luka pada kita, tidak masalah mencoba memperbaiki semuanya lagi dari awal, mungkin saja rasa sakit yang mereka berikan adalah__ujian bagi rumah tangga mereka, ujian kesabaran bagi mereka, bukan untuk menjadi alasan untuk saling benci.


Vin tidak langsung membawa naera pulang ke rumah sakit, Vin mengajak naera menginap di hotel malam ini.


lagi lagi Vin harus mengeluarkan semua rayuan mautnya agar Naera setuju , tidak mudah membujuk naera menginap di hotel,Vin hanya ingin menghabiskan waktu yang sepesial bersama naera malam ini, Vin ingin melupakan sebentar semua masalah yang terjadi di rumah tangga mereka.


"Vin kita pulang aja Yoo"


"kepalang tanggung nae, kita sudah di sini, kamu tadi kan denger sendiri, Hana sana Jehan juga sudah tidur, takut aja kalo kita pulang, mereka akan terganggu, kan keSian mereka nae"


naera melepas jas Vin yang beberapa waktu lalu Vin pasangkan untuk nya, kini Vin kembali bisa melihat punggung mulus sang istri, apalagi naera sudah menggulung ke atas rambutnya.


"nae"

__ADS_1


Vin mendekat ia mencium pundak naera yang terekspos di depan nya , Vin memeluk pinggang naera dan menenggelamkan wajahnya di celuk leher Naera.


"Hem kenapa Vin"


"kamu ko cantik banget sih nae" naera menyunggingkan senyum


"kamu baru sadar yah Vin"


"enggak ko aku sudah sadar sejak awal pertemuan kita, kamu waktu itu duduk di samping Hana tanpa mau menatap wajah ku, kamu cuman sibuk dengan dunia mu, sambil menyeruput kopi , aku sudah ngajak ngobrol berkali-kali tapi jawabannya kalo nggak 'iya sama nganggukin kepala aja"


naera tertawa kecil baru kali ini Vin menceritakan kekesalannya saat pertama kali mereka bertemu.


"idih ketawa apa yang lucu sih"


"kamu"


keduanya tertawa singkat, kemudian sama sama diam , memandangi langit malam yang begitu indah.


"nae"


"kenapa viin"


"aku menginginkan kamu malam ini nae, apa boleh "


naera tersenyum singkat kemudian mengangguk.


malam ini akan kembali menjadi malam yang panjang untuk mereka, mungkin besok mereka akan kesiangan kembali ke rumah sakit karena malam ini mereka akan begadang entah sampai jam berapa.


besok paginya.


tangan Vin masih berada di pinggangnya, naera menyingkirkan tangan Vin dari sana , badannya sangat lengket__ naera ingin segera mandi


selesai mandi , naera duduk di samping Vin, mengusap rambut hitam legam suaminya, sudah lama Naera tidak melakukan hal itu.


"Vin bangun __kita harus segera ke rumah sakit"


"viin" naera mengguncang pundak suaminya tapi Vin tidak juga mau bangun dari tidurnya, naera akhirnya


punya cara yang lebih ampuh untuk membangunkan Vin,naera memberikan satu kecupan di bibir sang suami, benar saja Vin menyunggingkan senyum setelah Naera menciumnya


"banguun Vin, kita harus kerumah sakit"


"sudah jam berapa nae" suara khas bangun tidur


"jam 10, ayoo cepat"


"emmm"


..


Selesai makan pagi sekalian makan siang mereka langsung ke rumah sakit, Hana dan jehan masih ada di ruangan anaknya, naera jadi tidak nyaman karena sudah membuat sahabatnya kerepotan.

__ADS_1


"Hana, maaf yaa sudah ngerepotin, Vin gak bolehin balik tadi malam"


"santai aja kali nae"


"kalian sudah makan"


"iyaa kami tadi baru aja selesai sarapan"


naera meletakkan tasnya di atas nakas, naera duduk seperti biasa di samping sang anak, di tatapnya mata yang tidak pernah ia lihat terbuka itu, bulir bening kembali jatuh melihat kondisi sang anak yang belum juga membuka matanya.


Jehan dan Vin lebih memilih keluar takut terbawa perasaan melihat seorang ibu yang begitu merindukan anaknya, sedangkan Hana yang sama.sama seorang ibu duduk di samping Naera, Hana memeluk sahabatnya erat memberikan ketenangan pada sang sahabat.


"kai pasti akan sembuh nae "


"tapi kapan Han, sudah hampir satu bulan anak ku tidak juga mau menyapa Ibunya "


Hana melepaskan pelukannya, ia tatap wajah sang sahabat.


"kamu percaya takdir nggak "


naera mengangguk, dan menatap anaknya sekilas


"iya Han aku percaya"


"berarti kamu juga harus percaya akan ketetapan Tuhan, semua sudah di atur, mungkin sakitnya kai sengaja tuhan berikan agar kalian__orang tua kai bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu"


"dan nanti__jika saat nya nanti , kai pasti akan sadar, ia pasti akan kembali memanggil mu, meminta mu untuk di bacakan dongeng "


naera meraih tangan putranya, ia cium telapak tangan mungil itu berulang kali, Hana bisa merasakan kesedihan seorang ibu, Hana mengusap punggung sahabatnya.


"kai mama kangen kamu nak, cepat bangun yah, mamah rindu"


....


Hana dan jehan sudah pulang, karena mereka juga memiliki bayi mungil yang mereka titipkan di penitipan anak kemarin malam.


tinggal lah naera dan Vin, naera duduk di samping kai, ia hanya beranjak dari sana jika ingin ke kamar mandi atau ada petugas medis yang ingin memeriksa keadaan anaknya, selebihnya naera duduk di samping sang anak


sedangkan Vin ketiduran di kursi yang ada di ruangan kai.


"mamah" naera yang melipat kepala di atas ranjang anaknya, dengan cepat ia mengangkat kepalanya setelah mendengar suara itu, suara yang begitu ia rindukan.


"K__kai, aa__anak mamah" naera terbata menyadarkan diri apa ia sedang tidak bermimpi, putranya sadar, naera kembali bisa mendengar panggilan itu


"Mamah nggak mimpi kan, anak mamah sudah sadar" dengan langkah cepat, naera membangunkan suaminya.


"Vin bangun"


"Viin" naera mengguncang tubuh suaminya dengan mata yang berderai air mata, jelas Vin kawatir melihatnya keadaan sang istri


"nae, kenapa sayang"

__ADS_1


"k__kai Vin, kai"


"kai Kenapa"


__ADS_2