
Daniel tak berniat untuk menjawab pertanyaan Sera ia terus melangkah mendekat sehingga refleks Sera memundurkan langkahnya, ia terus mundur dan akhirnya terpojok karean kakinya terbentur oleh ranjang.
“Daniel berhenti,” teriak Sera cukup keras tapi sepertinya ia sudah menulikan pendengarannya, ia terus melangkah dan berhenti ketika jaraknya dengan Sera tinggal beberapa senti saja.
“A-apa yang kau inginkan,” tanya Sera begitu gugup ia meyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Daniel hanya menyeringai menatap wajah Sera intens menikmati kegugupan yang sedang melanda gadis itu.
Jantung Sera berdetak sangat kencang mengingat posisinya yang begitu dekat dengan Daniel walaupun dihatinya diliputi ketakutan tapi di satu sisi pria itu adalah lelaki yang disukainya berduaan di kamar seperti ini membuatnya semakin bertambah gugup.
“Apakah kau sengaja memancing kemarahanku karena datang bersama dengan seorang pria, kau sengaja
mengabaikan peringatanku ha... aku sudah melarangmu datang bersama pasangan tapi kau sengaja melangkarnya bukan.”
Daniel yang berbicara tepat di depan wajahnya sehingga ia dapat merasak hembusan panas napas Daniel di wajahnya sehingga membuat Sera semakin gugup dan panas dingin.
“Samuel adikku, dan jika pun aku pergi bersama lelaki lain kau tidak punya hak untuk melarangku pergi dengan siapa, karena kau bukan siapa-siapaku Daniel,” balas Sera memberanikan diri melawan Daniel walaupn kedua kakinya sudah mulai terasa lemas.
Mata Sera membulat sempurna karena terkejut tiba-tiba Daniel manarik pinggangnya sehingga tubuh mereka menempal dengan sempurna, Sera menahan tangannya di dada Daniel untuk memberikan sedikit jarak, Sera menatap Daniel sangat gugup ia menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi kegugupan yang sedang menyerangnnya saat.
“Apakah semuanya harus dikatakan agar kau paham,” balas Daniel. Ia mengusap bibir Sera dengan ibu jarinya sorot matanya jelas menaruh minta melihat bibir merah Sera , ia menolehkan wajahnya tapi Daniel menahannya dengan menahan dagunya, ia bahkan menarik dagu Sera hingga wajahnya saling berhadapan dengan posisi yang begitu intim.
Daniel pun tidak menahan dirinya lagi ia mengecup bibir itu dengan lembut, Sera yang kaget mendapatkan ciuman dari Daniel terdiam seperti patung dengan tubuh menegang, kecupana itu perlahan menjadi ******* lembut, Daniel semakin memperdalam ciumannya merasakan bibir Sera yang begitu manis membuatnya mabuk dan tak ingin berhenti, Sera yang mulai terhanyut ingin mencoba membalasnya tapi ia tidak tau bagaimana melakukannya ia hanya mengikuti aluan yang dibuat oleh Daniel. Sera tidak munafik ia menikmati ciuman itu ciuman pertamanya yang membuatnya gugup dan berdebar ketika merasakan untuk pertama kalinya.
Ketika ciuman itu mulai panas dan liar perlahan Sera menjauhkan wajahnya sehingga tautan bibir mereka terlepas, Sera tertunduk tak berani menatap wajah Daniel, wajahnya terasa panas pasti sekarang wajahnya sudah memerah seprti udang rebus menahan rasa malu, dan juga ada rasa takut karena ia tidak ingin dianggap wanita murahan oleh Daniel yang mau berciuman dengan lelaki yang jelas bukanlah kekasihnya.
Daniel tersenyum menempelkan keningnya ke kening Sera ia dapat merasakan bahwa wanita yang sekarang berada dalam pelukannya itu sangat malu bahkan ia tidak berani untuk menatapanya, “apakah ini ciuman pertamamu,” Tanya Daniel prontal tak malu sedikit pun dengan yang baru saja ia lakukan. Tak ada jawaban dari bibir Sera ia tetap menunduk membuat Daniel gemas ia menarik dagunya agar wajahnya menghadap padanya. Kedua mata itu saling tatap dalam diam, Daniel mengusap pipi Sera yang merona dengan lembut.
“Aku tidak akan meminta maaf karena aku pikir apa yang baru aku lakukan bukanlah suatu kesalahan.”
“Aku ingin pulang,” ucap Sera pelan, ia tidak ingin mengaharapkan hal yang lebih dari Daniel setelah apa yang baru saja ia lakuakan, ciuman itu mungkin tidak artinya bagi seorang Daniel. Ia merasa dirinya seperti wanita murahan yang mudah saja memberikan ciuman pada seorang lelaki, walaupun ia menyukai Daniel tapi tidak dengan pria itu, mungkin saja ia sering melakukan hal itu dengan wanita lain diluar sana.
“Kenapa kau menangis,” Tanya Daniel menautkan kedua alisnya saat melihat cairan bening mengalir dari
__ADS_1
mata indah Sera.
Sera menggelengakn kepalanya,” aku hanya ingin pulang.” Ia susah payah menahan isaknya idak ingin terlihat lemah di depan Daniel.
"Kau marah karena aku telah mencuri ciumanmu,” tanyanya lagi menghapus air mata Sera dengan jari-jarinya. “ Come honey aku tidak suka melihatmu seperti ini.” Daniel menarik Sera kedalam pelukannya tapi Sera menahan tubuh Daniel dengan kedua tangannya membuat Daniel mengernyitkan keningnya heran.
“Seharusnya aku tidak membiarkanmu melakukan itu.”
“Kau tidak menyukainya, kau marah karena itu.”
Sera menggelengkan kepalanya,” kau pasti berpikir aku seorang wanita murahan dengan mudah menerima ciuman dari seorang pria, kau tidak memikirkan bagaimana pera..
Daniel meletakan telunjuknya didepan bibir Sera sehingga menghentikan ucapannya, Daniel menangngkup kedua pipi Sera dan menatap sangat intens,” kau pikir aku juga seorang pria yang dengan mudah mengobral ciuman, aku hanya menciuman wanita yang aku sukai.”
“Da-daniel.”
“Sera, apakah aku harus dijelaskan agar kau mengerti kalau aku itu…aku itu menyukaiamu, aku tidak suka melihat kau bersama pria lain karena itu membuatku sangat marah, itu hukuman untukmu karena sudah berani datang bersama seorang pria sekalipun dia adikmu karena kau pergi tanpa ijinku.”
“Hai…kau kenapa menangis lagi, kau tidak menyukaiku, pakah kau sudah memiliki seorang pria diluar sana.”
Tangis Sera semakin kuat ia menghambur kedalam pelukan Daniel dan ia pun dengan senang hati menyambutnya mendekap tubuh itu erat,” a-aku....hanya itu yang keluar dari bibir Sera membuat Daniel terkekeh melihat wanita itu yang masih sangat gugup.
“Aku kenapa sayang,” bisiknya mesra di telingan Sera. Sera melepaskan pelukannya dan menatap wajah pria didepannya itu a-ku…a-ku juga…
“I love you to,” potong Daniel cepat membuat wajah Sera yang masih basah oleh air mata bersemu merah.
Ia memukul dada pria itu pelan kemuadian membenamkan kepalanya didada Daniel,” aku mencintaimu dokter Daniel.”
Daniel kembali menarik
wajah itu mereka kembali berciuman dengan mesra, Sera yang tak memiliki pengalaman mencoba membalas ciuman itu, keduanya melepaskan tautannya ketika paru-paru mereka mulai kekurangan oksigen, kening mereka menyatuh saling memberikan senyum termanis yang mereka punya.
__ADS_1
“Ternyata kau cepat belajar,” bisik Daniel mesra yang berhasil membuat Sera kembali merona.” Bagaiman bisa diusia dewasa seprti itu kau belum pernah berciuman, bagaimana cara kekasihmu dapat menahan diri untuk tidak mengecup bibir yang begitu menggoda ini.”
“Aku bukan dirimu yang dikelilingi oleh wanita, aku menghabiskan waktu untuk belajar dan bekerja jadi
aku tidak punya waktu untuk memikirkan seorang kekasih,”balas Sera melepaskan pelukan Daniel.
“Oh sayang, jangan bilang kalau kau tidak pernah memiliki seorang kekasih.”
“Jangan meledekku sekarang aku ingin pulang.” Sera melangkah menjauh dai Daniel entah kenapa ia begitu kesal mengingat sifat playboy Daniel yang membuatnya terbakar cemburu membayangkan Daniel bermesraan dengan wanita lain.
“Sayang kenapa marah, aku akan mengantarkanmu pulang.” Daniel menarik tangan Sera menautkan jari mereka dengan erat lalu melangkah keluar dari kamar hotel.
“Kenapa kita tidak menghabiskan malam ini di kamar ini saja,” goda Daniel yang dibalas cubitan dilenganya sehingga membuatnya meringis menahan sakit.
"Sayang kau jahat sekali, tega sekali kau mencubit pacarmu yang tampan ini."
"Biarkan, siapa suruh genit," balas Sera membuat Daniel tersenyum lebar, ia menarik Sera merangkul pinggang sesekali mengcup bahu Sera yang terbuka.
.
.
.
.
.
Bersambung
Selamat membaca 🙏
__ADS_1