
Penjelasan yang baru saja mereka dengar dari sudah menguatkan apa yang mereka lihat, Neal telah beralih hati, sekarang Anara bukanlah wanita yang diinginkannya lagi. Siapa yang harus disalahkan dalam posisi ini, pernikahan ini terjadi karena mereka yang memaksakan Neal untuk melakukannya, apakah salah bila ia harus jatuh hati pada wanita yang selama beberapa bulan ini selalu berada disisinya.
“Sayang, kau yakin dengan apa yang telah kau ucapkan?” tanya Maria untuk mencoba meyakinkan dirinya lagi.
“Mom…aku belum pernah seyakin ini, aku mencintai Ara dengan sepenuh hatiku, itu keputusanku dan kalian tak akan bisa mengubahnya lagi, dulu kalian yang memaksaku untuk menikah dengannya, tapi sekarang aku tak akan
pernah melepaskan istriku, setelah Anara bangun aku yang akan menjelaskan semua padanya,” tegas Neal lagi.
“Neal…tak ada yang salah denganmu dan dengan siapa kau akan jatuh cinta, dulu kau mungkin memang sangat mencintai Anara, tapi setelah hidup bersama dengan Arabella membuat hatimu berubah, jika ada yang disalahkan
itu mungkin kami, walaupun kami tak menduga ini sebelumnya semua ini akan terjadi, Arabella memang wanita yang menarik, wanita yang lembut , sopan dan penyayang, Aku juga tidak memungkiri betapa aku dan istriku juga sangat menyukainya,” tutur Ivander pelan.
“Terakhir kali kau mengajak Arabella berkunjung ke rumah aku sudah menduga hal ini akan terjadi, mereka wajah yang sama tapi dengan pribadi yang berbeda, dan kau jatuh hati pada Arabella karena kepribadiannya itu bukan?”
“Kadang cinta datang tanpa alasan, tapi pada dirinya banyak hal yang membuat aku jatuh cinta, dia selalu mengisi kekosongan dalam diriku, kehdirannya seakan penyempurnah bagi semua kelemahanku.” Neal berkata sambil membayangkan saat kebersamaan mereka seulas senyum menghias bibirnya tapi senyuman itu kembali bias saat mengingat kondisi istrinya saat ini.
“Baiklah…kami sudah mendengar semua langsung dari bibirmu, apa pun itu kami akan selalu mendudungmu demi kebahagianmu, tapi banyak hal yang harus kamu selesaikan karena ini tidak selesai begitu saja, kau sudah paham dengan ucapan Daay jadilah biar yang selalu bertanggung jawab dengan apa yang telah kau putuskan." Dimitri berbicara sambil bangun dari duduknya lalu beralih duduk disamping Neal, ia menepuk lembut pundak putranya itu dan melanjutkan kembali ucapannya, terlihat gurat keraguan saat dia akan mulai membuka mulutnya.
“Kami sebenarnay sangat berat untuk menyampaikan ini padamu,” lanjut Dimitri sambil melirik pada istrinya dan Ivander, terlihat dari wajah mereka memberi dukungan pada Dimitri untuk melanjutkan ucapannya, sedangkan Neal mengernyitkan keningnya heran melihat sikap orang tuannya yang mendadak sedikit aneh.
“Ada apa Dad?” tanya Neal penasaran sambil menatap wajah Daddy-nya lekat.
“Kau harus sabar dan kuat." Terlihat Dimitri menghentikan bicaranya sejenak," Dokter sudah berusah keras tapi mereka tidak dapat menyelamatkan bayi dalam kandungan istrimu, Ara keguguran” ucap Dimitri pelan masih dapat didengar oleh semua yang ada diruangan itu. Tapi tidak bagi Neal ucapan Daddy-nya seperti suara petir yang
sedang menyambar di depan wajahnya.
“Ke-keguguran,” ulang Neal pelan dengan bibir bergetar, ia merasakan seluruh tubuhnya lemas seperti tidak bertulang. Menyesali dirinya yang begitu bodoh tidak mengetahui kehamilan istrinya, dan sekarang ia sudah kehilangan calon bayinya. Apakah hal itu yang membuat istrinya bersikap sedikit aneh. Aneh? bukan...! itu bukan sikap aneh tapi istrinya sangat manja karena ia sedang mengandung anaknya, ia yang tidak bisa tidur kalau ia tidak memeluknya, tapi apa yang telah dilakukannya, ia malah membentak istrinya saat tidak mau ia tinggalkan, air mata Neal kembali jatuh, Maria dengan cepat menghampiri putranya dan memeluknya dengan erat, Neal menumpahkan kesedihannya dalam pelukan ibunya. Maria ikut menangis ia belum pernah melihat sikap rapuh putranya yang begitu terpukul saat mendengar kehilangan calon anaknya, anak yang baru tumbuh dalam rahim istrinya.
__ADS_1
****
Dengan langkah getir Neal berjalan mendekati tempat tidur istrinya ada, langkahnya terhenti saat tidak ada lagi celah antara dirinya dengan tempat istrinya terbaring sekarang, wajah Neal terlihat begitu kuyuh dan sedih, penampilannya begitu berantakan tak terurus, ia sudah melepaskan jas yang dipakainya dan menaruh asal di sofa yag ada dikamar itu, menyisahkan kemeja yang terlihat mulai kusut. Ia menyisir rambutnya kasar saat menatap wajah istrinya yang terlelap.
Dengan lembut Neal membelai pipi istrinya lalu memberikan banyak ciuman di wajah itu, pandangan Neal beralih pada perut Ara yabg tertutup oleh selimut, perlahan Neal mengangkat tangannya ke perut datar Ara dan mengusapnya dengan lembut, tangan itu terlihat bergetar.
“Sayang, maafkan Daddy tidak menyadari kehadiranmu disini Nak,” bisik Nel lirih kemudian mencium perut istrinya dan menenggelamkan wajahnya disana.Cukup lama Neal melakukannya. Seakan tersadar takut perbuatannya menyakiti istrinya Neal mengangkat wajahnya. Ia menarik sebuah bangku yang ada disisi ranjang untuk lebih merapat ke sisi tempat tidur Ara kemudian mendudukan tubuhnya disana, meraih tangan Ara dalam genggamannya.
“Sayang…mengapa kau menyembunyikan kabar bahagia ini dariku, maafkan aku…maafkan semua sikapku selama ini yang membuat banyak luka di hatimu, aku berjanji tidak akan perna melakukannya lagi bangunlah sayang aku sangat merindukannya, aku tak akan pernah melepaskanmu apa pun yan terjadi ke depannya kau satu-satunya wanita yang akan menemaniku seumur hidupku,” lirih Neal sambil mengusapkan telapak tangan istrinya ke
wajahnya sesekali ia memberikan kecupan disana.
“I love you Arabella, walaupun sekarang kau belum mencintaiku, aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku.” Neal memeluk tubuh istrinya erat tapi tidak menyakiti tubuh lemah istrinya.
Neal menagangkat wajahnnya begitu mendengar ketukan pintu dari luar kamar, Neal dengan malas bangkit dari duduknya dan beranjak memutar hendel pintu, ia melihat Nathalie berdiri disini.
Walaupun disambut dingin oleh Neal, Nathalie tetap melangkah masuk ia maklum kemarahan Neal padanya bagaimana pun dia orang yang juga patut disalahkan karena dialah Ara seperti ini. Neal hampir saja kehilangan istrinya, wajar jika Neal marah padanya. Nathalie menatap Ara yang masih menutup matanya ia tak tau apakah Ara masih pingsan atau tertidur karena pengaruh bius atau obat yang diberikan kepadanya.
Kondisi Ara memnag jauh terbalik dengan keadaanya ia hanya menderita luka ringan, semetara Ara masih berjuang untuk dapat bertahan anatar hidup dan mati. Nathalie menatap Neal yang berdiri di sebrang lain tempat tidur, sedikit pun ia tak melirik pada Nathalie menganggap seperti wanita itu tak ada disana, perlahan Nathalie menyentuh tangan Ara yang terpasang infus.
“Maafkan aku, semua salahku kalau saja aku tak memaksanya untuk pergi kesana mungkin sekarang Ara akan baik-baik saja.” Nathalie berkata sambil terisak.
“Maafkan aku Neal karena telah membuat istrimu terluka.”
“Penyesalanmu tak akan bisa mengembalikan semuanya, kalau kau sudah selesai silahkan keluar aku ingin istrirahat.” Neal akhirnya buka suara walaupun ucapannya secara tak langsung mencoba mengusir Nathalie dari
sana, ia bahkan bicara tanpa melihat sedikit pun pada Nathalie.
__ADS_1
“Iya aku mengerti, terima kasih sudah mengijinkan aku untuk menjenguk Ara, selamat malam aku akan kembali ke kamarku.” Nathalie pun keluar dari kamar perawatan Ara sambil menghapus air matanya. Sebelum menutup pintu ia kembali menatap pada Neal dan Ara.
“Jangan di tutup,” perintah Mark yang mengejukkan Nathalie mungkin karena melamun ia tidak menyadari kehadiran Mark disana.
“Maaf,” sahut Nathalie pelan, ia menunudukan sedikit kepalanya lalu berlalu dari sana. Mark pun melangkah masuk.
“Selamat malam Tuan, semenjak tiba Tuan belum beristirahat pasti anda sangat capek Tuan, pergilah istrirahat biar saya saja yang menjaga Nona,” tawar Mark begitu berdiri tak jauh dari Neal.
“Saya juga membawa baju ganti untuk anda.”
“Terima kasih Mark, aku baik-baik saja, aku akan menunggui istriku sampai ia terbangun, aku ingin orang yang pertama yang ia lihat saat ia membuka matanya.”
.
.
.
.
Bersambung
Tinggalkan jejak dengan jempol 👍👍👍
jangan lupa komennya juga y😅😅
terimakasih 🙏
__ADS_1