Arabella Secret

Arabella Secret
Minta dukungan


__ADS_3

Natasya turun dari mobil wajah cantiknya terlihat cemberut, ia langsung masuk ke dalam Mansion karena pintu yang terbuka, Arabella dan Jessy yang sedang mengobrol di ruang keluarga terkejut dengan kedatangan Natasya, Jessy berlari mengejar sepupunya itu dan memeluknya sambil menggoyang-goyangkan tubuh keduanya, Ara menghampiri keduanya sambiil tersenyum melihat tingkah konyol kedua gadis yang masih seperti anak kecil saja, setelah melepaskan pelukan Jessy ia memeluk tubuh Ara dengan hangat, ia ikut bahagia melihat Ara sudah bersama mereka lagi, ia sempat melihat kesedihan Neal saat di tinggal pergi oleh Ara, sungguh ia tidak ingin melihat kakaknya sepupunya terpuruk seperti itu lagi, keduanya pun melepaskan pelukannya lalu kembali duduk di sofa berdampingan dengan posisi Ara diantara mereka.


“Kamu kenapa cemberut begitu, jelek tau gak,” goda Jessy sambil mencubit pipi Natasay gemas.


“Aku lagi kesal,” ucap Natasya mengerucutkan bibirnya.


“Kesal kenapa,” tanya Jessy penasaran ia memutar tubuhnya menghadap pada Ara dan Natasya.


“Iya  kamu kesal kenapa,” tanya Ara sambil membelai rambut panjang Natasya dengan lembut.


Natasya memeluk Ara dan menyandarkan pipinya ke bahu Ara,” Kak, aku sangat kesal sama Mark, kenapa ia tidak bisa menyukaiku,” rengek Natasya dengan suara manjanya.


“Ternyata kau belum juga mendapatkan hatinya.” Tanya Ara menatap lekat wajah Natasya, ia pun menggelengkan kepalanya.


“Bahkan ia tidak merindukan aku sedikit pun padahal kami sudah lebih empat bulan tidak bertemu, aku cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku di Paris agar dapat kembali dengan cepat.”


“Kasihan sekali kamu Nat,” sahut Jessy. “ Lagian kamu ngapaiin jatuh cinta sama beruang kutup sih.” goda Jessy terkekeh.


“Dari pada kamu tidak pernah jatuh cinta,” ledek Natasya menarik rambut panjang Jessy sehingga membuat gadis itu meringis kesakitan, tak terima dengan perlakuan sepupunya itu Jessy membalas menarik rambut panjang Natasya, perperangan tidak bisa lagi dielakan dari keduanya, Ara yang berada diantara mereka mencoba melerai tapi keduanya yang sama-sama keras kepala membuat Ara ikutan jadi korban ketika mereka saling membalas.


“Kalau kalian tidak mau berhenti aku ke kamar sekarang,” ancam Ara berkacak pinggang, sehingga membuat


keduanya yang saling melempar bantal menghentikan kegiatannya mereka sama-sama memalingkan wajahnya pada Ara, Jessy meletakan kembali bantalnya begitu pun dengan Natasya.


“Sorry,” ucap keduanya berbarengan merasa takut dengan ancaman Ara. Mereka kembali mendudukan tubuhnya di sofa  yang saat ini sedang berdiri di atas sofa. Ara pun menurunkan kedua tangannya dari pinggang dan kembali duduk diantara mereka, keduanya langsung memeluk Ara dengan memohon maaf dengan wajah dan suara manjanya yang membuat Ara tak berdaya mengahadapi keduanya.


“Berhentilah bersikap seperti anak kecil kalian itu sudah dewasa dan sudah pantas untuk menikah.” Keduanya pun menurut sambil menganggukan kepalanya, keduanya berpeluk dengan tubuh Ara ditengannya membuat posisi Ara terjepit diantara mereka sehingga membuatnya menjadi sesak.


“Kalian lepaskan aku, apa kalian ingin membunuhku.”


Keduanya pun melepaskan pelukannya mereka tertawa keras karena memang berniat menjahili kakak iparnya itu.


“Kak Neal akan membunuh kami kalau sampai menyakiti istri kesayangannya ini,” ucap Natasya terkekeh, perkataan Natasya membuat rona merah di wajah Ara.


“Kapan kau kembali dari Paris.”tanya Ara mengalihkan pembicaraan.


“Aku baru sampai tadi pagi, dan aku langsung ke kantor kakak ingin melepaskan rinduku pada Mark, eehh… dia malah mengusirku, sungguh menyebalkan.”

__ADS_1


“Akhirnya aku memberikan tantangan padanya.”


“Tantangan?” Ara dan Jessy berucap serentak sambil menatap Natasya dengan sorot mata penasaran.


“Iya, aku akan membuatnya jatuh cinta kepadaku dalam waktu  empat bulan, tapi kalau aku tidak berhasil maka aku


berjanji tidak akan mengganggunya lagi,” Natasya berkata dengan wajah memelas.


“Kau gila Nat, bertahun-tahun saja kau mengerjarnya tidak berhasil apalagi ini cuma dalam waktu empat bulan saja,” ucap Jessy tidak yakin sambil mengangkat empat  jari tangannya.


“Tapi aku mengajukan syarat padanya, aku akan tinggal bersamanya selama empat bulan itu.”


“What…..


“Sepupuku benar-benar sudah hilang akal gara-gara siberuang kutup,” seru Jessy sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ara yang hanya diam menyimak pembicaraan mereka akhirnya buka suara, ia mengusap punggung Natsaya yang tengan menyandarkan kepalanya di pundaknya.


“Kau benar-benar menyukai Mark? Tanyanya lembut, Natasya pun menganggukan kepalanya pelan dengan wajah putus asa akan cintanya.


“Kak apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat kak Mark jatuh cinta kepadaku, kakak bisa membuat Kak Neal jatuh cinta begitu besar pada kakak,sudah seperti orang gila saja saat kakak pergi, berilah aku tips untuk membuat pria-pria dingin seperti itu bisa menyukaiku juga,” rengek Natasya menatap lekat wajah cantik kakak iparnya itu.


“Tapi apa Kak,” tanya Natasya sambil memperbaiki posisi duduknya, Jessy yang diam ikut menyimak pembicaraan keduanya.


“Aku tau kau sangat mencintai Mark, cobalah kau tidak terlalu untuk menunjukannya, sesekali bersikaplah cuek padanya, jangan menempel terus seperti perangko,” kekeh Ara.


“Kalau kau memang akan tinggal bersamanya jangan bersikap murahan sampai melemparkan dirimu di atas ranjangnya, itu akan semakin membuat ia tidak menyukaimu, lebih bersabar menghadapinya, selama kau tinggal disana berperanlah sebagai calon  istri yang baik, kau taukan tugas seorang istri, setiap pagi siapakan sarapan untuknya walaupun nanti ia mungkin tidak akan meliriknya jangan menyerah dulu,” ucap Ara sambil mentap wajah gadis di depannya yang terlihat begitu serius.


Ara pun memberikan penjelasan panjang lebar pada Natasaya yang hanya mangut-mangut, Jessy pun ikut menyimak seperti sedang ikut tantangan juga, sebenarnya Ara juga tidak punya pengalam soal laki-laki tapi melihat pribadi suaminya yang tidak terlalu jauh berbeda dengan Mark, yang jelas keduanya sama beruang kutup seperti apa yang dikatakan Jessy tadi.


“Terima kasih Kak, doakan adikmu yang cantik ini berhasil ya,” celoteh Natasya sambil bergelayut manja pada Ara.


“Aku juga mendoakanmu semoga Siberuang kutup tunduk dikakimu,” kekeh Jessy mencubit gemas pipi Natasya.


“Tapi jangan lupa doankan aku juga biar dapat kekasih, aku juga pengen menikah seperti kakak Ara, tapi aku tidak ingin mencari kekasih seperti beruang kutup bikin pusing kepala saja.”ketiganya pun tertawa dengan keras.


“Aduh aku sampai lupa tujuanku kesini,” Natasya menepuk keningnya menatap Ara dan Jessy yang menatapnya kebingungan.

__ADS_1


“Aku itu kesini untuk merancang baju pengantin untuk kakak, Kak Neal yang memintahnya sendiri padaku, karena kakak akan mengucapkan sumpah pernikahan lagi dengan istri tercintanya ini , aku tidak sabar merancangkan baju pengantin terbaik untuk kakak,” ucap Natsaya bangkit dari duduknya.


“Ayo kita ke butikku aku harus mengukur tubuh Kakak, aku tak ingin dimarahi oleh Kak Neal.” Natasya dan Jessy menarik tangan Ara keduanya begitu riang kakaknya akan menikahi Arabella tanpa embel-embel nama Anara lagi, Ara pun menurut mengikuti langkah kedua adik iparnya itu.


***


Neal baru saja bersiap keluar untuk makan siang ketika sekeretarisnya masuk kedalam ruangannya, Neal yang baru saja melangkah meninggalkan mejanya, seketika ia menghentikan langkahnya dan menatap wajah sekeretarisnya yang terlihat sedikit gugup.


“Maaf Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda.”


“Kau tau kalau aku tak menerima tamu ketika jam makan siang.”


“Aku sudah menjelaskannya Tuan, tapi ia bersikeras dan memaksa untuk masuk, katanya ada yang penting yang ingin ia bicarakan pada anda Tuan,”Jelas Mary dengan wajah gusar, karena takut di marahi oleh bosnya itu.


“Apa kau mengenalnnya?”


“Dia sahabat mendiang istri anda Tuan.”


“Istriku belum mati, jaga mulutmu kalau bicara Mary,” protes Neal menatap tajam sekretarisnya itu, seketika membuat nyali Mary menciut.


Tuan apakah kejiwaan anda terganggu gara-gara kematian istri anda, aku menghadiri acara pemakamannya bagaimana mungkin anda mengatakan dia belum mati Tuan.


“Maafkan saya Tu..


“Selamat siang Neal, maaf kalau kedatangan saya mengganggumu.”


Kalimat Mary terpotong  ketika tiba-tiba sebuah suara memotong pembicaraan mereka, sehingga membuat mereka mengalihkan wajahnya pada sumber suara yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Neal.


“Bisa kita bicara sebentar saja Neal,” terdengar nada memohon dari suara Nathalie sambil melanjutkan langkahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2