Arabella Secret

Arabella Secret
Mengunjungi Ibu


__ADS_3

Ara menatap keluar jendela mobil  menikmati perjalanan dari bandara menuju Hotel, beberapa bulan meninggalkan kota ini membuat Ara begitu rindu dengan suasannya. Di kota ini Arabela menghabiskan masa kecil sampai ia dewasa, begitu banyak cerita  yang tersimpan yang akan mudah Ara lupakan. Mobil mereka berhanti disalah satu Hotel bintang lima yang ada disana, Neal dan Ara segera turun menuju kamar yang telah mereka pesan sebelumnya.


Ara terperangah saat masuk ke kamar Hotel yang akan mereka pakai selama di Tyumen, Ara masuk sambil memperhatikan sekeliling kamar yang dirasa terlalu luas untuk ditepati oleh  mereka berdua. Ara berpikir ini bukan seperti berada di kamar hotel karena dengan semua fasilitas mewah yang sangat menyenangkan penghuninya. ”Sungguh orang kaya punya banyak cara untuk menghabiskan uang mereka", guman Ara pelan.


“Aku akan keluar untuk pertemuan, kau akan menunggu disini," tanya Neal yang memecah lamunan Ara.


“Eemmhh... aku ingin mengunjungi ibuku. Apakah boleh?"Tanya Ara sedikit ragu tapi ia berharap Neal memberinya ijin.


“Tentu saja, nanti sopir akan mengantarkanmu," sahut Neal sambil mengambil ponselnya dari saku jasnya.memang tujuannya untuk mengajak Ara ikut dengannya agar Ara bisa bertemu dengan ibunya.


“Neal aku pergi naik kendaraan umum saja," mohon Ara dengan wajah memelas.


Neal terdiam sejenak sambil menatap wajah Ara tajam, namun akhirnya ia mengaggukkan kepalanya yang membuat Ara berteriak senang, dan tak lupa mengucapakan terima kasih pada Neal.


 


 


 


****


 


 


Arabela terpaku terdiam sambil menahan tangis saat berdidri di depan rumahnya, rumah yang begitu sederhana tapi sungguh memberinya kehangatan. Perlahan ia melangkah mendekati pintu dan mulai mengetuk perlahan, setelah menunggu sesaat daun pintu pun terbuka, seorang wanita separuh baya berdiri disana. Mata wanita itu membulat sempurna melihat siapa yang berdiri didepan pintu, tanpa bicara ia pun membawa Ara kedalam pelukannya, keduanya saling berpelukan cukup lama, tangis haru tak dapat di lerai dari keduanya,


kerinduan antara ibu dan anak yang tak pernah terpisah. Ara mendapat begitu banyak ciuman dari ibunya dan membuat Ara tersenyum, ibu Corry pun segera menggiring tubuh Ara untuk masuk ke rumah.


“Bagaimana kabar ibu?" Tanya Ara sambil berjalan beriringan.


“Sangat baik sayang," sahut corry tanpa melepaskan rangkulan tangannya di pinggang Ara. Sungguh ia sangat merindukan putrinya ini,"Mengapa tidak memberi kabar kalau kau akan datang?"


"Aku ingin memberikan kejutan pada ibu," sahut Ara sambil mencium ibunya.


“Terima kasih sayang untuk semuanya.”


“Ibu tidak perlu berterima kasih, apa pun akan Ara lakukan karena Ara sangat menyayangi ibu, karena hanya ibu satu-satunya keluarga yang Ara miliki," imbuh Ara sambil memeluk ibunya kembali.

__ADS_1


“Sayang kau terlihat semakin cantik, ibu senang melihatmu baik -baik saja, setiap malam ibu selalu kepikiran dirimu, ibu takut kau sampai salah jalan karena demi ingin mengobati ibu nak," ucap Corry dengan mata berkaca – kaca.


“Tapi melihatmu seperti ini sungguh membuat ibu sangat bahagia," imbuhnya lagi, Ara pun tersenyum mendengar perkataan ibunya itu.


Ibu dan anak itu pun saling bercengrama begitu banyak cerita yang mereka bagi seakan tidak pernah habis. Kebahagian menyelimuti keduanya, perpisahan beberapa bulan ini sungguh semakin membuat hubungan keduanya semakin dekat. Betapa sangat besar cinta  di antara mereka, seperti sekarang keduanya terlihat sibuk memasak makan siang untuk mereka berdua, sesekali Ara mencuri pandang pada ibunya yeng terlihat begitu sibuk. Ia bersusah payah untuk menahan air matanya, melihat ibunya yang begitu sehat membuatnya sangat bahagia, ini hanya bengorbanan kecil yang ia lakukan untuk ibunya karena ia tau bagaiman perjuangan ibunya saat membesarkannya, setelah ayahnya meninggal ibunya sendirian yang berjuang untuk membesarkannya.


 


 


 


 


*****


 


 


Mereka baru saja mendudukan tubuhnya di meja makan, ketika mendengar ketukan pintu.  Corry pun segera beranjak bangun tapi Ara dengan cepat menahannya, ia pun segera menyusul ke depan pintu melihat siapa yang seedang berkunjung, Ara diam mematung melihat siapa yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya.


“Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ara tetap membiarkan Neal berdiri di depan pintu.


“Tentu saja aku ingin menggunjungi mertuaku," bisik Neal ke telinga Ara sambil mengangkat sudut bibirnya, tentu saja ucapan Neal seakan membuat jantung Ara berhenti berdetak,


"Neal kau jangan macam-macam, ibuku tidak tahu apa pun tentang hubungan kita," ucap Ara pelan tapi penuh penekanan dengan mata menatap Neal tajam, tapi sedikit pun tidak membuat takut diwajah Neal.


“Siapa Nak?" Tanya Corry sambil melangkah menyusul Ara karena ia merasa Ara terlalu lama, sungguh ia sangat terkejut melihat seorang pria berdiri didepan pintu rumahnya dengan memakai jas lengkap , ia masih sangat muda dan dari penampilannya Corry tau ia bukan orang kecil sepertinya,


“Selamat  siang bibi," sapa Neal tersenyum ramah.


“Selamat siang Tuan, ada keperluan apa datang kesini?" Tanya Corry heran.


“Saya…


“Dia bos Ara ibu," sahut Ara cepat memotong ucapan Neal, sehingga membuat Neal melirik Ara dengan sudut matanya,


“Maaf Tuan, Ara kau sungguh tidak sopan Nak membiarkan bosmu berdiri didepan pintu. Ayo Tuan silahkan masuk. maaf jika rumah kami membuat Tuan tidak nyaman.

__ADS_1


“Terima kasih bibi," sahut Neal melangkah masuk. Ara pun mengikuti langkah Neal di belakang setengah ketakutan.


“Kami sedang makan siang, kalau Tuan berkenan boleh bergabung dengan kami," ajak Corry ramah. Semenata Ara berdoa Neal untuk menolaknya dan segera pergi dari sana,


“Tentu saja bibi... kebetulan saya juga belum makan siang," ucap Neal santai dan jawabanh itu melahirkan wajah pias  Ara. Mereka bertiga pun segera berjalan ke meja makan, dan mendudukan tubuhnya disana, Ara duduk


bersebelahan dengan Neal sedangkan Corry duduk  tepat di depan Ara.


“Hanya makanan sederhana ini yang ada Tuan," ucap Corry lembut,


“Tidak ada makan yang sederhana, makanan yang dimasakan dengan cinta akan menjadi makan yang luar biasa," sahut Neal tersenyum sambil sekilas melirik Ara yang juga sedang meliriknya dengan wajah kesal,


“ Nama ku Neal bi, jadi bibi bisa memanggil namaku saja," imbuh Neal. Corry pun mengiyakan  ketiganya pun segera memulai makan siangnya.


Selesai makan siang mereka pun mengobrol sebentar, setelah itu Neal pun pamit karena ia masih ada pekerjaan yang sedang menunggu, Ara pun mengantarkan Neal ke mobil yang sedang menungguhnya.


“Kenapa kau datang tidak memberitahuku," sungut Ara kesal. Neal hanya tersenyum melihat Ara dengan eksperi seperti itu yang menurutnya sangat menggemaskan.


“Aku ingin memberikan kejutan padamu," ucap Neal pelan sambil mengusap puncak kepala Ara lembut.


“Maaf jika membuatmu tidak nyaman dengan rumahku," ucap Ara sambil menundukkan wajahnya. Neal pun mengangkat dagu Ara, sehingga pandangan mereka bertemu.” Jangan mencemaskan apa pun... tempat ini penuh dengan cinta dan kasih sayang sehinga terasa begitu nyaman, segeralah kembali ke Hotel setelah selesai," ucap Neal lalu mengecup kening Ara lembut, Ara pun mengiyakan.


Ara memandangi mobil yang membawa Neal sampai menghilang dari pandangannya, perlahan ia memegang keningnya bekas ciuman Neal yang membuat Ara tersenyum senang, lalu melangkah kembali ke rumahnya. Dibalik jendela sepesang mata Corry menatap mereka dengan diam.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa jempolnya ya😄😄

__ADS_1


__ADS_2