Arabella Secret

Arabella Secret
Pesta kecil


__ADS_3

Begitu acara pernikahan selesai mereka segera menuju hotel yang tak jauh dari sana, dimana Neal telah memesan Ballroom hotel untuk mengadakan pesta kecil dalam merayakannya pernikahannya  bersama


keluarga besarnya. Ballroom sudah didekor begitu indah dengan hiasan bunga-bunga  yang berwarna warni mewakili perasan mereka saat ini, alunan musik yang begitu romantic terdengar dari sana, membuat beberapa pasangan turun di lantai dansa, begitu pun dengan sang pengantin yang juga ikut hadir  disana. Keduanya berdansa sangat mesra membuat iri pasangan yang masih belum memiliki pasangan, senyum tak lepas dari bibir keduanya, sesekali terlihat keduanya berciuman begitu mesra.


"Kau menyukai kejutannya sayang, " bisik Neal mesra pada istrinya.


"Tadi aku ingin marah padamu, bagaimana bisa kau menyembunyikan ini dari ku dan aku dengan bodohnya tidak menyadarinya. " Ara berkata dengan bersungut-sungut memasang wajah kesal.


"Sayang... tetaplah disisiku walaupun apapun yang terjadi ke depannya. Hidup tak akan lepas dari masalah aku Hanya berharap kau selalu mempercayaiku. "


"Kau satu-satunya wanita yang aku cintai seumur hidupku, bahkan setelah kematian kau tetap menjadi wanita memilik hatiku. "


Kata-kata Neal yang begitu manis membuat Ara tak dapat menyembunyikan keharuannya, ia dapat melihat ketulusan dari setiap kata-kata yang keluar dari bibir suaminya.


"Kau lelaki yang pertama singgah dihatiku dan selamanya akan tetap sama, jika aku terlahir kembali, aku akan berdoa pada Tuhan agar kembali menjodohkan denganmu. "


"Aku sangat mencintaimu Neal dengan segenap jiwaku. "


"Aku juga sangat mencintaimu honey. " Kedua saling berpelukan seakan ingin menyampaikan rasa yang membuncah dihati keduanya, perasaan yang tak bisa mereka sampaikan lewat kata-kata tapi dapat mereka rasakan lewat sentuhan.


****


Jessy mencoba mencari David di antara anggota keluarganya, ia tadi melihat David ikut mengiring musik saat acara pernikahan kakaknya, dan benar apa yang dikatakan Ara, ia terlihat semakin tampan saat memaikan piano, ia tidak menyangkah kalau David ikut dalam daftar undangan kakaknya dan  sungguh sangat disayangkan jika  ia tidak mempergunakan kesempatan ini untuk menyapanya, Ketika matanya sibuk mencari melirik kesana sini tak sengaja ia menabrak orang didepannya sehinnga gaunnya ditumpahi oleh minuman yang sedang dipegangnya.


"Maafkan  saya Nona, sungguh saya tidak sengaja,”ucapnya dengan suara penuh penyesalan.


“Tidak Apa-ap…


Mata Jessy membulat dengan sempurna ternyata pria yang sedari tadi dicarinya sedang berdiri di depannya.


“Tu-tuan David,” sapa Jessy gugup. Jessy mengutuk dirinya kenapa ia sellau gugup seperti ini saat bertemu dengan David. Dan jantungnya itu seakan  sedang berpacu lari didalam sana.


“Hai...Nona Jessy, senang bertemu dengan anda lagi,” ucap David mengulurkan tangannya.


“Iya, saya juga sangat senang dapat bertemu kembali dengan anda Tuan David,” balas Jessy sambil menyambut uluran tangan David. David menahan senyumnya saat melihat kegugupan dan kegelisaan wanita didepannya itu, ia dapat merasakan tangannya yang sedingin es. Jessy yang gugup mencoba menutupi dengan membersihkan gaunya dengan tisue yang ada di tangannya.


“Maafkan aku, gaunmu jadi basah seperti ini," ulang David lagi tak enak hati sambil memperhatikan Jessy.


“Tidak masalah ini akan nanti juga akan kering sendiri,” sahut Jessy cepat mengulum senyum manis pada David.


“Saya akan mengambilkan  minuman yang baru untuk  anda,” ucap David sambil  mengambil gelas di tangan Jessy dan ia pergi mengambil gelas yang berisi minuman di atas meja tak jauh dari posisi mereka berdiri, Jessy tak sedikit pun mengalihkan pandanganya dari David.


"Ini minuman anda Nona Jessy,” ucap David menyodorkan gelas ke depannya. Tapi Jessy hanya diam sambil terus menatap padanya. David menipiskan senyum dibibirnya lalu menyentuh lengan Jessy sehinnga membuat gadis itu tersadar, David pun menggoyangakan gelas ditangannya  didepan wajah Jessy.


“Ma-maaf...,” ucap Jessy gugup lalu segera menyaut gelas itu dari tangan David, wajahnya terasa panas menahan malu seperti maling yang baru saja tertangkap tangan. Ia pun meneguk minuman itu untuk menghilangakn kegugupannya.


"Anda cantik sekali malam ini Nona Jessy."

__ADS_1


"Terima kasih atas pujiannya Tuan David," sahut Jessy salah tingkah sambil menggaruk pipinya pelipisnya yang tidak gatal, David semakin melebarkan senyumnya melihat  Jessy yang merona membuatnya semakin terlihat cantik. Tentu saja David sedikit pun tak berbohong dengan ucapannya karena Jessy memang sangat cantik.


"David, panggil namaku saja biar terkesan lebih akrab."


"Kalua begitu anda juga panggil namaku saja." Jessy berkata sambil menatap David yang ternyata juga sedang menatapnya, Jessy menundukan wajahnya tak bisa lama-lama menatap wajahnya karena itu akan semangkin memperburuk keadaan jantungnya. Ia saling mengaitkan jarinya untuk mengurangi kegugupannya.


"Kamu sudah bekerja atau masih kuliah  Jessy,” tanya David mencoba mencoba untuk menghilangkan kegugupan Jessy.


“Aku baru saja menyelesaikan kuliahku."


David pun menganggukan kepalanya lalu menenguk minumannya hingga habis, David mengelus-elus dagunya sambil mengedarkan pandangannya ke sekitarnya.


“Eemhh, apakah anda sudah makan David,” tanya Jessy terlihat sedikit ragu-ragu.


“Belum,” sahut  David sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku juga belum bagaimana kalau kita makan dulu,” ajak Jessy penuh harap David mau menerima ajakannya.


“Baiklah, sepertinya  aku juga sudah lapar.” Sahut David sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal matanya tak lepas mengamati Jessy. Hati Jessy melonjak senang saat David menyetujuinya keduanya pun segera berjalan beriringan menuju meja yang sudah menyediakan bermacam menu makanan disana.


****


Sementara di sisi lain ballroom itu Natasya sibuk mencari keberadaan Mark yang setelah selesai pemberkatan pernikahan Neal menghilang begitu saja, sebenarnya memang Mark sengaja ia tidak mau Natasya menempel padanya seperti parasit apalagi semua anggota keluarga besarnya hadir disini, tapi bukan Natasya namanya jika akan mudah menyerah dan akhirnya ia berhasil juga menemukan Mark sedang duduk pada sebuah bangku di bagian ujung ballroom dan juga tempatnya sedikit tersembunyi.


“Apa yang Kakak lakukan disini,” tanya Natasya berjalan lebih mendekat pada Mark. Melihat Natasya yang berhasil menemukannya membuat Mark menarik napas panjang lalu  membuangnya dengan kasar.


“Tentu saja jadi urusanku, kakak kan calon suamiku, ayo kita makan, pasti kakak belum makan apa pun dari tadi,” lanjut Natasya tidak peduli dengan tatapan kesal Mark padanya.


“Aku masih kenyang.”Mark berkata sambil membuang wajahnya


“Ayolah aku yakin kakak pasti sudah kelaparan jangan berbohong padaku,” ajak Natasya lagi sambil bergelayut dilengan Mark dengan manja.


“Lepaskan tanganmu, disini banyak keluargamu jadi tolong jaga sikapmu,” ucap Mark menvoba menjauhkan tangannya tapi Natasya semakin mempererat pegangannya.


“Biarkan saja kenapa kau memikirkan itu, kalau mereka tau itu semakin bagus,”papar Natasya menyengir senang.


“Ayo.” Natasya pun menarik tangan Mark tapi sedikit pun tidak menggeser posisisnya. Natasya pun memutar bola matanya sambil menarik napas kesal, melepaskan pegangan tangannya pada Mark lalu duduk di pangkuannya, tangannya  memeluk leher Mark dengan erat dan menatap wajah Mark lekat, ia tidak merasa takut sedikit pun dengan tatapan dingin dan tajamnya.


“Kau tidak mau menikah denganku apakah karena kau takut dengan keluargaku?” tanya Natasya mencoba menerka-nerkah tentang sikap dingin Mark padanya. Melihat Mark yang diam Natasya pun melanjutkan bicaranya.


“Keluargaku memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih pasangannya masing-masing, yang penting mereka saling mencintai, aku mencintaimu jadi tak ada alasan untukmu menjauh dariku karena…


“Tapi aku tidak mencintaimu,” potong Mark cepat.


“Tak maslah karena aku akan membuatmu mencintaiku,” ucap Natasya semakin mendekatkan wajahnya pada Mark.


“Aku masih ada waktu  112 hari lagi untuk membuatmu jatuh cinta padaku," bisik Natasya ditelinga Mark dengan penuh penekanan. Mark menarik tengkuk Natasya hingga wajahnya tengada saat menatap Mark yang mengelurakan seringai mesum pada Natasya.

__ADS_1


“Kau yakin akan mampu tinggal bersamaku selama batas waktu yang kau beri, tidur satu ranjang denganku tiap malam, kau tidak takut kalau aku bisa berbuat lebih dari sekedar tidur manis saja disampingmu,” seringai Mark sambil mengusap bibir Natasya dengan ibu jarinya.


“Aku yakin kau tak akan berani melakukannya,” tantang Natasya mencoba menyembunyikan keterkejutannya.


Melihat ekspresi Mark setelah bicara ia pun menelan ludahnya kasar sementara Mark terkekeh saat mendengar jawaban dari Natasya.


Mark mendorong tubuh Natasya hingga sebagian tubuhnya tertindih  oleh tubuhnya, Natasya yang terkejut menempelkan kedua telapak tangannya ke dada Mark, menatap Mark yang juga sedang menatapnya, Mark semakin mendekatkan wajahnya pada Natasya sehingga hidung mereka hampir bersinggungan Mark semakin menatap Natasya  dengan  tatapan siap menerkamnya.


“Apa yang kakak lakukan,” ucap Natasya mencoba mendorong dada Mark menjauh darinya. Ia merasa begitu gugup jantungnya bergemuruh mungkin Mark saat ini dapat merasakan detak jantungnya yang sedang berpacu dengan cepat.


“Kita mulai dari mana,” bisik Mark tepat didepan bibirnya.


“Mungkin dari sini, karena ia begitu sering menciumku tanpa seijinku,” ucap Mark mengusap bibir Natasya lembut. Sehingga membuatnya semakin kepanasan. Tapi ia tidak akan mau terlihat lemah didepan Mark.


“Kakak juga boleh menciumku jika itu alasan Kakak marah padaku, hanya ciuman bukan masalah,” sahut Natsya berusaha bersikap santai.


“Kau pikir aku hanya sekedar melakukan itu , bagaimana kalau aku melakukan lebih dari sekedar sebuah ciuman. Kenapa... kau takut,” tanya Mark sambil menaikan satu alisnya.


“Takut? Tentu saja tidak. Aku sudah tak sabar menantinya,” bisik Natasya dengan suara menggoda.


“Apa yang kalian lakukan tidak bisakan kalian menunggu sampai tiba rumah.” Tiba-tiba teriakan yang cukup keras membuat mereka serentak mengalihkan pandangannya.


.


.


.


.


Bersambung.


Sekarang lama ya Thor 😁😁😁.


InsyaAllah nanti kita bisa Up tiap hari lagi, tapi kalau gak sempat jangan jadiin dosa untuk Thor karena g tepati janji 😆😆.


N : Sekarang judul nya di ganti ya Thor? 🤔🤔


T : Itulah yang mau aku jelaskan. Kemarin habis makan paracetamol satu bakul, pas sadar tau-taunya judul nya udah di ganti.


N : Serius Thor 😲😲😲


T : Gak 😆😆


N : 😡😡😡


Iya aku memang sengaja ganti judulnya, tapi jangan tanya alasannya ya, ribet soalnya 😄😄

__ADS_1


Selamat membaca semoga Reader menyukai nya.


__ADS_2