
Hampir dua minggu ini Karen bekerja dengan Ara, hubungan keduanya bertambah dekat, hubungan yang terjalin lebih kepertemanan dari pada hubungan antara majikan dan asistennya, walaupun Karen selalu menjaga sikapnya untuk selalu menghormati Ara. Karen sekarang juga tinggal di Mansion sesuai dengan permintaan Ara, dan setelah mendapat persetujuan Neal, akhirnya Karen pun pindah.
Seperti sore ini keduanya tampak asyik bermain di taman bunga di samping Mansion, mereka turut membantu tukang kebun menyirami tanaman itu, sesekali terdengar tawa keduanya saat Karen membuat lelucon yang membuat Ara tak henti tertawa,Ara sangat senang dapat berkenalan dengan Karen karena sifat periang gadis berwajah oriental mewarisi keturunan ayahnya karena Ayah Karen adalah orang China dan ibunya Rusia, wajahnya manis dan imut tapi jangan terkecoh dengan wajah itu karena ia mengusai ilmu bela diri dengan memegang sabuk hitam, jadi jangan cari masalah dengannya kalau tidak ingin babak belur.
Obrolan mereka terhenti ketika Sarah datang menghampiri, ia memberi tahu Ara kalau ada tamu yang sedang mencarinya, Ara mencoba menanyakan siapa tamu yang datang tapi Sarah tidak mengenalinya karena ia baru pertama kali melihatnya berkunjung, rasa penasran membuat Ara menghentikan kegiatannya, hatinya mencoba menerka-nerka. Ia pun melangkahkan kakinya keruang tamu yang di ikuti oleh Karen di belakangnya.
Ara melihat seorang wanita sedang berdiri membelakanginya karena ia sedang menatap foto pernikahan Ara yang terpajang di dinding.
“Selamat sore,” sapa Ara begitu berdiri tidak jauh dari wanita itu, dan seketika ia membalikkan tubuhnya.
“Surprise.....!” Teriak Nathalia sambil berlari memeluk Ara.
‘Nathalie… kau mengagetkanku,” seru Ara sambil mencibut pelan lengan sahabatnya yang melingkar tangannya ke tubuhnya.
“Kenapa tidak mengabariku kalau kau ingin datang.” Ara berkata sambil keduanya melepaskan pelukannya.
“Itu bukan kejutan Namanya,”imbuh Nathalie terkekeh. Ara mengajak sahabatnya itu untuk duduk untuk mengobrol, ia menyuruh Karen untuk memintah Sarah mengantarkan minum untuk Nathalie. Karen pun mengiyakan dan berlalu dari sana, setelah menghampiri Sarah untuk membuatkan minuman, ia pun kembali ke tempat Ara, tapi ia memilih tempat yang agak sedikit berjauhan, tapi ia masih dapat mendengar percakan keduanya. Karen tidak mengenali Nathalie walaupun Ara terlihat akrab dengannya, tapi ia tetap harus tetap waspada dengan orang-orang yang ada disekeliling Nonanya itu, itu tugasnnya untuk menjaga Ara agar baik-baik saja.
Nathalie pulang hampir menjelang malam, Ara pun mengantarkan sahabatnya itu sampai ke depan, setelah mobil Nathalie menghilang dari pandangannya ia pun beranjak masuk, tapi ia keget melihat Karen yang berdiri didepan pintu.
“Karen.” Ara berkata sambil memgang dadanya karena kaget dengan kehadiran Karen disana.
“Maaf Nona…aku tidak bermaksud untuk mengejutkanmu,” imbuh Karen merasah bersalah.
‘Sudahlah tak apa, ayo kita masuk,” ajak Ara berjalan mendahului Karen, tapi dengan cepat Karen menyusulny dan menyejajarkan langkahnya dengan Ara.
“Nona, wanita tadi siapa?”
“Dia itu Nathalie sahabat Anara,” sahut Ara cepat. “ Maksudku ia sahabatku,” ralat Ara cepat begitu menyadari ia baru saja salah bicara. Karen hanya mengangguk pelan, membuat Ara bernapas lega untung saja Karen tidak mencurigai ucapannya barusan.
“Lalu kenapa Nona memintah aku untuk jadi teman Nona, kan sudah ada Nona Nathalie.”
__ADS_1
“Dulu ia tinggal di Amerika, ia seorang model tapi sekarang ia memutuskan untuk menetap disini,” jelas Ara sambil melirik Karen yang berjalan disampingnya.
"Tapi walaupun sekarang ia sudah menetap disini kau tetap akan menjadi temanku,”imbuh Ara sambil memegang lenang Karen sehingga senyuman langsung menghiasi wajah cantik gadis itu.
“Terima kasih Nona.”
“Iya, aku ke kamar dulu mau mandi, nanti suamiku keburuh pulang sahut Ara sambil melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Karen pun mengiyakan ia pun segera ke kamarnya karena ia juga belum mandi sore.
****
Neal meregangkan tubuhnya beberapa kali sambil melirik kesampinganya, ia melihat istrinya yang masih tertidur, ia pun mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, Ara terlihat tertidur dengan pulas, tidak biasanya istrinya bangun kesiangan seperti ini, tapi ia juga tidak tega untuk mengusik tidur Ara, ia turun dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur istrinya.Ia pun segera melangkah ke kamar mandi .
Neal sudah memakai jas lengkap melangkag kel;uar dari walk in closet, matanya langsung tertujuh pada tempat tidur, ia melihat istrinya yang juga sedang menatapnya ia pun tersenyum dan berjalan menghampiri istrinya, Ara pun mencoba bangun sambil memegang kepalanya.
“Kau sakit?” Neal bertanya sambil membantu istrinya duduk. Ara menggelengkan kepalanya pelan. Neal meletakkan punggung tangannya ke kening Ara, memang tidak terasa panas.ia pun menurunkan tangannya kembali.
“Sudah aku bilang aku tidak sakit, hanya kepalaku sedikit pusing dan badanku pun rasanya lemas,”sahut Ara pelan sambil menatap Neal yang menududkan tubuhnya di depannya.
“Aku panggil Dokter ya.” Tawar Neal kwatir dengan keadaan istrinya.
“Neal… aku baik-baik saja, aku mungkin kelelahan saja, istirahat satu atau dua hari akan membuatku pulih lagi,”tolak Ara lembut sambil memegang tangan Neal yang masih menempel di wajahnya.
“Ya sudah, tapi kalau besok kau masih seperti ini kita ke dokter ya,” ucap Neal lembut sambil mengusap puncak kepala Ara. Ara pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum .
‘Sekarang istirahatlah, tidak usah turun untuk sarapan, nanti Karen akan mengantarkan sarapan untukmu. Aku berangkat kerja dulu, kalau ada apa-apa hubungi aku,” ucap Neal lalu mengecup kening Ara lembut. Neal segera keluar dari kamar, Ara hanya menatap kepergian Neal lalu kembali membaringkan tubuhnya.
****
Karen masuk ke kamar Ara dengan nampan ditangannya, perlahan ia meletakannya di nakas disamping ranjang, Karen membungkukkan badannya tangannya memegang lengan Ara dan mengoyangnya pelan sambil memangil Ara. Ara pun membuka matanya, beberapa kali ia mengerjapkan matanya karena pandangan yang masih buram,ia juga menggosok kedua matanya pelan.
“Selamat pagi Nona, aku membawakan sarapan untuk Nona,”sapa Karen menatap Ara tersenyum.
__ADS_1
“Terima kasih Karen.” Ara pun segera bangun dan mendudukan tubuhnya disisi ranjang, perlahan ia bangkit dari ranjang, tapi dngan cepat Karen menahannya.
“Nona mau kemana?’ tegusr Karen sambil menyentuh tangan Ara.
"Aku ingin ke kamar mandi untuk mencuci muka,” jelas Ara.
“Biar saya bantu Nona,” tawar Karen cepat.
‘Tidak…aku bisa sendiri,” tolak Ara pelan, lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertahan. Karen tetap mengukiti langkah Ara dibelakangnya karena ia takut Ara terjatuh karean ia terlihat begitu lemas. ia memperhatikan Ara yang masuk ke kamar mandi, dan ia memutuska untuk menungguinya di depan pintu kamar mandi.
“Kau lagi apa berdiri disini,”sapa Ara saat keluar dari kamar mandi, ia heran melihat Karen berdiri disana.
“Aku harus memastikan Nona baik-baik saja,” sahut Karen cepat.
Ara tersenyum mendengar ucapan Karen.” Aku ini tidak lagi sekatat Karen, jadi jangan berlebihan seperti ini.” Ara berkata sambil melangkah ke tempat tidur dan mendudukan tubuhnya disana. Ia pun segera menjangkau makanan di atas nakas, perlahan ia mulai menyuapinya.
“Nona maafkan aku, tapi aku harus bekerja dengan baik kalau tidak ingin di marahi oleh tuan,” tutur Karen berjalan mendekat dan berdiri di depan Ara.
“Tadi tuan juga berpesan kalau Nona sudah bangun tolong hubungi beliau,”lanjut Karen lagi.
.
.
.
.
Bersambung
Kalau Up dua... dapat likenya sama banyak gak ya😂😂
__ADS_1
kwkwkwk......