
“Sayang, ayo kita kembali pulang.” Neal menatap sendu wajah Ara yang juga sedang menatapanya, tatapan sedih dan terluka`
“Maaf Tuan, saya harus melayani pembeli yang lain,” jawab Ara singkat sambil mengalihkan pandangannya.
Neal menolehkan wajahnya menatap antrian yang mulai panjang dibelakangnya.
“Baiklah…aku akan menunggumu diluar saja,”ucap Neal pelan, tak ada jawaban dari Ara, ia pun beranjak pergi dari meja kasir sambil membawa kantong belanjaannya, saat di depan pintu ia melirik lagi pada Ara yang kembali melayani pembeli yang lain. Ia menerobos hujan salju dan kembali ke mobilnya, membuka pintu mobil melemparkan begitu saja tentengan belanjaannya, diikuti oleh tubuhnya kemudian.
****
Neal menatap Ara yang baru saja keluar dari pintu mini market, dengan cepat ia membuka pintu mobil untuk mengejarnya, tapi langkah Neal kalah cepat seorang pria menghampiri Ara, Neal berdecak kesal saat melihat pria yang sama saat istrinya menunggu bus di halte, dengan langkah besar ia berjalan menghampiri Ara.
“Sayang…” panggil Neal saat jarak mereka tak begitu jauh. Keduanya serentak menolekan wajahnya, Ara terkejut menatap Neal yang sedang berjalan ke arahnya, ia benar-benar tidak menyangkah ternyata Neal menunggunya. Thomas menatap Neal dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Melihat penampilannya saat ini Thomas yakin pria di depannya bukanlah orang sembarangan, apalagi saat melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan Neal, ia pasti salah satu orang kaya dinegara ini.
“Anda siapa?” Tanyanya menatap Neal dengan tatapan menyelidik.
“Saya suami wanita yang saat ini berdiri disamping anda,” sahut Neal menatap Thomas tajam,tentu saja ia sangat terkejut dengan pengakuan Neal, ia pun melirik Ara disampingnya untuk meyakinkan kebenarannya, karena setahunya semenjak mengenal Ara ia tidak perna melihatnya memiliki hubungan dengan seorang pria pun. Di tatapan seperti itu membuat Ara tidak enak hati. ia juga bingung bagaimana cara menjelaskannya.
“Benarkah apa yang diucapkan oleh pria ini?” tanya Thomas menatap Ara yang tak bersuara.
Ara memilih untuk diam sambil menundukan kepalanya, melihat Ara yang diam sudah memberikan jawaban yang cukup jelas padanya kalau lelaki di depannya benar suaminya, tapi mengapa Ara tinggal disini seorang diri, ia juga tinggal di apartemen sederhana. Padahal suaminya pasti orang kaya kalau dilihat dari penampilannya.
“Jadi benar dia suamimu, baiklah kalau begitu aku duluan.” Usai bicara Thomas beranjak pergi.
“Dia benar suamiku, tapi itu dulu sekarang kami tidak punya hubungan apa-apa lagi.” Ara akhirnya membuka suara. Thomas menahan langkahnya, tubuhnya terasa hangat begitu mendengar ucapan Ara. Berbanding terbalik dengan Neal yang menatapnya dengan tatapan kecewa tapi itu bukanlah masalah untuk itu ia datang kesini meluruskan kebenarannya pada Arabella.
“ Sayang, sampai sekarang aku masih suamimu, sedikit pun tidak ada yang berubah,” tegas Neal menatap wajah Ara yang tak mau menatapnya.
“Kau salah paham Sayang, semua tidak seprti yang ada dalam pikir……
“Neal...aku mohon biarkan aku memulai hidupku yang baru, jangan datang mengusik hidupku lagi, apa surat yang aku tulis tidak cukup jelas bagimu,” potong Ara menatap Neal berurai airmata. Cairan yang sudah sejak tadi berusaha ia tahan karena tidak ingin terlihat lemah dihadapan Neal, ia tidak berharap belas kasihan darinya. Neal
__ADS_1
melangkah lebih dekat pada Ara tangannya mencoba menghapus air mata yang meleleh di pipinya, tapi Ara memundurkan tubuhnya seakan tidak ingin di sentuh, Thomas hanya menatap dua orang didepannya bingung.
“Tidak sayang, jangan menangis lagi kau pernah berjanji padaku kalau kau menangis akan mencariku, apakah kau lupa dengan janji itu.” Neal berkata mencoba kembali menyentuh Ara, tapi dengan cepat Ara menepisnya.
“Tentu saja aku ingat, tapi sekarang janji itu sudah tidak berlaku lagi, tugasku sudah selesai saat ia sudah terbangun,” ucap Ara dalam isaknya.
“Sayang tidak ada yang berubah…percayalah padaku. Kalau memang semua seperti apa yang ada dalam pikiranmu untuk apa aku kesini mencarimu, sayang…aku mohon kembalilah bersamaku lagi, aku sudah seperti orang gila mencari keberadaanmu, jangan tinggalkan aku lagi, sungguh aku tidak bisa hidup tanpamu.” Neal mencoba menyentuh tangan istrinya kembali, tangannya begitu dingin seperti membeku, Neal menggenggam dengan erat, menatap wajah wanita yang sangat dirindukannya yang juga sedang menatapnya dengan wajah yang masih dipenuhi air mata. Ara menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
“Jangan mengasihani aku lagi Neal.”
“Aku tidak pernah mengasihani kamu Ara, berapa kali harus aku katakan, karena a-aku mencintaimu,” ucap Neal dengan suara bergetar. Tangis Ara semakin keras sangat mendengar pengakuan cinta dari Neal.
“Aku mencintaimu Ara.”ulang Neal tanpa melepaskan tatapan dari mata Ara indah istrinya. "Percayalah padaku, aku sangat mencintaimu."
Ara menghambur dalam pelukan Neal membenamkan wajahnya di dada bidangnya, menumpahkan semua air matanya, tangis kesedihan dan kebahagiannya bercampur menjadi satu, lengan kokoh Neal merangkul hangat tubuh yang sudah lama ia rindukan, memberikan begitu banyak ciuman di puncak kepala istrinya, ia juga tidak adapat menahan air matanya. Beban berat yang menghimpit dadanya seakan menguap begitu saja, kesedihannya selama berbulan-bulan ini seakan terbayarkan. Neal semakin mempererat pelukannya pada istrinya.
“Sayang… jangan menangis lagi,” ucap Neal pelan sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
“A-aku takut ini hanya mimpi Neal, saat aku melepaskanmu kau akan menghilang,” ucap Ara manja dalam isaknya.
“Kau sedang tidak bermimpi sayang, aku disini mencarimu, membawamu pulang ke rumah kita, terlalu lama kau membiarkan aku tidur sendiri,” goda Neal menatap wajah istrinya yang semakin merona.
“Sebaiknya aku pergi sepertinya kalian butuh waktu untuk berdua,” sela Thomas yang seperti obat nyamuk saja keberadaannya, ia kemudian beranjak pergi sebelum Ara sempat menyahut, ia hanya memandangi punggung Thomas yang semakin menjauh dari mereka. Kemudian ia teringat akan Anara seketika rasa kebahagain di wajah Ara hilang, Neal memperhatikan raut perubahan wajah istrinya.
“Ada apa sayang?”
“Neal bagaimana dengan Anara, apakah…
“Aku tidak menyembunyikan apapun pada siapun tentang perasaanku padamu, kau yang wanita aku pilih untuk menghabiskan sisa hidupku, karena kau wanita yang memiliki hatiku sepenuhnya, I love you Arabella.”Neal mengeratkan pelukannya kembali sambil memejamkan matanya, tiada pernah ia saat sebahagia ini.
“I love you too Neal.”
__ADS_1
Senyum senang menghias bibir Neal saat mendengar pernyataan cinta istrinya, keduanya saling tatap,” bisahkah kau mengulangnnya lebih keras lagi sayang,” goda Neal kembali mengguratkan rona merah di wajah istrinya, dengan wajah malu-malunya Ara mengulanginya lagi.
“I love you Ne….
Arabella tak dapat meneruskan ucapannya lagi karena mulutnya sudah disumpal oleh bibir hangat suaminya, Ara berjinjit menggelayutkan kedua tangannya dileher suaminya, mencoba membalas ciuman itu, tangan Neal melingkar memeluk pingang Ara, keduanya tidak peduli dengan tatapan beberapa orang berlalu lalang disana, Mark hanya mengelengklan kepala melihat pemandangan itu dari kejauhan, ia mengambil ponselnya mencoba mengambil beberapa gambar dan Video.
“Tuan… tahanlah dirimu ini jalanan, sebaiknya kau bawah istrimu ke hotel sebelum kau hilang kendali.”
Neal berlutut di depan Ara mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dari saku mantelnya, Ara menatap Neal dengan keheranan, ia menunjukan kotak kecil itu didepan Ara dan membukanya sambil memandangi Ara yang juga sedang menatapnya dengan kedua tanganya menutup mulutnya.
“Neal…apa yang kau lakukan,”
“Arabella…maukah kau menikah denganku sekali lagi, bukan sebagai penganti penggantiku lagi, sebagai
Arabella wanita yang aku cintai dengan sepenuh hatiku, maukah kau menyempurnakan hidupku, maukan kau menghabiskan sisa umurmu bersamaku, jadilah istriku, ibu dari anak-anakku,” Ucap Neal dengan mata berkaca-kaca.
Ara kembali menangis tentu saja kali ini hanya tangis bahagia karena Neal sedang melamarnya, ia menganggukan kepalanya,”Tentu saja aku mau, hidup tanpamu beberapa bulan ini sungguh sangat berat bagiku karena kau satu-satunya lelaki yang aku inginkan menemaniku sampai aku menutup mata, aku akan sangat bahagia menjadi istri dan ibu untuk anak-anakmu sayang.”
Neal mencabut cincin berlapis mas putih dihiasi oleh berlian putih diatasnya dari kotaknya meraih jemari Ara perlahan menyorongkan cincin itu di jari manis istrinya kemudian mengecupnya, ia perlahan bangkit kembali meraih tubuh Ara kedalam pelukannya.
“Terima kasih sayang,” lirih Neal sambil mengecup kening istrinya.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Terima kasih 🙏 atas semua do'a nya.
Terus dukung novel aku ini ❤