Arabella Secret

Arabella Secret
Pernikahan kedua


__ADS_3

Jantung Ara kembali berdebar ini untuk kedua kalinya ia akan melakukanya pernikahan dengan pria yang sama, ia sedang berdiri di depan altar wajah tampannya terhias senyum dengan tatapan penuh cinta sedang menatapnya. Sungguh berbanding terbalik dengan apa yang pernah mereka lakukan beberapa bulan yang lalu, Ketika mereka mengikat janji suci pernikahan tak ada cinta diantara mereka tapi hanya sebuah keterpaksaan. Sekarang mereka akan mengulang lagi janji itu dengan segenap cinta diantara keduanya.


“Nak, ayo kita lakukan,” bisik Dimitri sambil tangannya membentuk setengah lingkaran memintah Ara untuk melingkarkan tangannya disana. Ara menatap Dimitri dengan sedih karena kelebat bayangan Ivander melintas dipikirannya, dulu  lelaki itu yang mengantarnya menuju altar. Ara tak bisa menutupi kalau ia merindukan Ivander dan Helena ia dapat merasakan kalau mereka mencintainya dengan tulus.


Ara pun mengangguk pelan lalu mengaitkan tangannya di lengan Dimitri, sebelum melangkah Dimitri mengelus punggung tangan Ara dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.


“Ayo kita lakukan sekali


lagi, lihatlah betapa Neal begitu mencintaimu sorot matanya dapat mengambarkan perasaan hatinya, ia sudah tak sabar saat Daddy mengantarkan kau ke sisinya, semoga kebahagian selalu menyelimutimu, Nak.”


“Terima kasih Daddy."


Mereka pun mulai melangkah perlahan diiringi semua tatapan mata dari keluarga besar Neal yang berkumpul disana,


Maria tidak dapat menahan tangis harunya. Tak ada yang bisa menebak takdir. Putranya jatuh cinta pada wanita yang ia carikan hanya sebagaia pengantin  pengantinya, namun semuanya  berbalik  Arah Ketika ia malah jatuh cinta begitu dalam pada istri pengantinya, Dan sekarang mereka kembali mengikat janji itu dalam ikatan cinta yang begitu besar diantara keduanya.


Neal tak dapat mengalihkan tatapannya dari wajah istrinya yang terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantinya dengan tudung tipis yang menutupi wajahnya, ini bukan yang pertama sebelumnya mereka pernah melakukannya, melakukan ikatan pernikahan sebagai sosok asing yang tidak saling mengenal melakukannya karena keterpaksaan saja.


Ara tak dapat menahan haru saat melihat Neal berdiri didepan Altar sekarang ia benar-benar akan menjadi istrinya bukan sebagai istri pengganti,  begitu banyak rintangan yang mereka lewati hingga sampai ke titik ini.


Akhirnya langkah itu terhenti ketika sudah sampai di depan altar, Neal yang tidak dapat mehanan keharuannya langsung memeluk tubuh istrinya erat, tangis Ara yang sedari ia tahan akhirnya pecah lagi.


“Kau jahat sekali kenapa tidak memberi tahuku,” ucap Ara diselah isaknya sambil memukul-mukul dada Neal pelan.


Neal melepaskan rangkulannya, mengangkupkan kedua tangannya di pipi Ara keduanya pun saling tatap dengan haru.


“Aku ingin memberikan kejutan padamu sayang, kita pernah melakukannya tapi itu terlihat begitu buruk, mari sekarang kita ulang lagi Arabella istriku,” ucap Neal pelan. Ara tak bisa berkata-kata hanya air matanya tak henti mengalir, Natasya mengulurkan sehelai tissue pada Neal untuk menghapus air mata Ara, lalu mengusapnya dengan lembut takut merusak dandanan istrinya.


Kedua beriringan menuju altar saling bergandengan dimana pendeta telah menunggu mereka disana.


Keduanya kembali mengucapkan janji itu dengan sorotan mata penuh cinta dari keduanya, setelah selesai keduanya pun bertukar cincin bertulisakn nama mereka dibelakangnya. Neal pun membuka kain penutup kepala Ara pelan dan melabuhkan kecupan lembut dibibir istrinya dan diringi oleh tepuk tangan oleh semua anggota keluarga yang hadir. Keduanya segera turun dari altar disongsong oleh para anggota keluarga yang ingin mengucapkan selamat kepada sang pengantin, saling bergantian


memberikan doa untuk keduanya.


Jessy, Natasya, dan Maxim bersorak senang bergantian memeluk dan mengucapkan selamat pada kakak mereka, tak ketinggalan Karen ia ikut mengucapkan selamat pada Ara dan tak dapat menyembunyikan keharuannya.

__ADS_1


Daniel yang ikut hadir pun mengantri diantara anggota keluarga yang lain, ia sangat bahagia mendengar kabar kalau Ara sudah kembali, ia tahu kalau Neal sebenarnya sudah jatuh cinta


pada Ara tapi lelaki itu terlalu egois untuk mengakuinya, kenapa ia selalu menyudutkan Neal karena ia hanya tak ingin Neal terlambat mengetahui perasaanya dan setelah Ara pergi baru ia merasakan kehilangan dan apa yang ia takutkan akhirnya pun terjadi, tapi beruntung Tuhan masih menjodohkan mereka berdua dan memberi kesempatan untuk memulai dari awal lagi.


"Selamat untuk pernikahan kalian, kalian sudah melakukannya dua kali sedangkan aku sekalipun belum pernah,” ucap Daniel tersenyum menatap Neal dan Ara bergantian, Neal menarik Daniel dalam merangkulnya.


“Jaga istrimu dengannyawamu kalau tidak aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi,” bisik Daniel menepuk Pundak Neal pelan.


“Tentu, cukup sekali aku melakuakan kesalahan,” balas Neal sambil melepaskan rangkulannya.


“Semoga kau cepat menyusul,  salah satu dokter wanita di rumah sakitmu menarik juga, sangat sayang kalau kau melewatkannya,” goda Neal terkekeh.


“Maksudmu Sera,” tanya Daniel mengernyitkan keningnya.


“Bro, aku tidak menyebutkan namanya, jadi namanya Sera. Sebaiknya kau bertindak cepat sebelum didahului  dokter  yang lain,” goda Neal.


“Sialan kau Neal,” ucap Daniel meresa terjebak oleh jawabannya sendiri. Ia pun melirik Ara yang berdiri disisi Neal.


“Kau masih marah padaku, aku harap tidak,” goda Daniel tersenyum lebar pada Ara, Ara pun ikut tersenyum.


“Kalau begitu bolehkan aku memelukmu sebelum sepupuku ini berubah pikiran dengan sifat posesif berlebihannya, kau tau dulu aku memandangmu saja sepertinya ia mau mencongkel kedua matanku,” ucap Daniel tertawa dan Ara pun ikut tertawa saat mendengarnya.


“Tentu saja sekarang kita juga saudara,” ucap Ara lalu melebarkan kedua tanagnnya dan Daniel pun memeluk Ara sambil menepuk punggung Ara pelan.


“Dari awal aku sudah tau kau sudah jatuh cinta pada sepupuku ini, wajah tampan sialananya itu selalu berhasil membuat wanita tidak bisa menolak pesonanya. Aku sebenarnya hanya ingin mencega kau tidak jatuh cinta padanya tapi sayangnya aku terlambat,” jelas Daniel sambil melepaskan rangkualnnya.


“Terima kasih Daniel, maafkan akan sikap burukku padamu,” ucap Ara tak enak hati.


"Sekarang lupakan karena ia sudah jadi suamimu.”Ucap Daniel tersenyum lebar. Neal ikut tersenyum sambil memperhatikan keduanya.


Tiba-tiba suara tak asing bagi Neal dan Ara menyapa keduanya sehingga dengan serentak mereka menolehkan wajahnya.


“David, kau datang juga,” tanya Ara menatap David tak percaya lalu berpindah pada suaminya yang menipiskan senyum dibibirnya.


“kau tanyakn saja pada suamimu ini,” sahut David tertawa.

__ADS_1


“Mana mungkin aku lupa mengundang guru pianomu sayang, aku memintahnya secara khusus untuk mengiringi musik untuk acara pernikahan kita, " jelas Neal sambil menggenggam erat tangan istrinya


“Terima kasih David sudah melakukan dengan sangat baik,” puji Neal mengalihkan tatapannya pada David.


“Ini bukan apa-apa, aku turut bahagia melihat kalian berdua, selamat atas pernikahan kalian,” ucap David mngulurkan tangannya. Neal menepiskan tangan itu lalu memeluk David sambil menepuk pundaknya.


“Terima kasih atas semuanya David. "


“Iya, semoga kebahagian selalu menyertai kalian.”


Keduanya pun melepaskan rangkulannya, David berpindah pada Ara yang menatapnya dengan mataberkaca-kaca, lalu memeluk David sambil menangis,” terima kasih David, aku tidak akakn pernah melupakan semua kebaikan yang telah kau lakukan padaku,”


bisik Ara dalam isaknya. Neal menatapnya istrinya lalu mengusap punggung istrinya pelan, ia tau apa yang dirasakan oleh istrinya saat ini. David adalah malaikat penolongnya disaat ia terpuruk.


David pun melepaskan pelukannya menatap Ara yang masih menangis,” berjanjilah padaku jangan pernah kabur seperti itu lagi, jika kau ada masalah sebaiknya dibicarakan bukan lari


dari masalah,  kau hampir saja kehilangan


cinta begitu besar dari seorang pria.” Ara tak mampu bicara ia hanya menganggukan kepalanya pelan.


.


.


Bersambung.


Lama banget up nya Thor nanti lupa alurnya 😎


Maafkan daku sungguh tiada niatku seperti itu ( lebay😁😁😁)


Ada alasan mengapa Thor g up beberapa hari ini, tapi g mungkin Thor cerita disini juga.


Terima kasih cinta yang sudah menunggu 🙏


Minta do'anya aja🙏

__ADS_1


__ADS_2