Arabella Secret

Arabella Secret
Antara marah dan cemburu


__ADS_3

Sera menatap makan siangnya yang baru saja sampai yang ia pesan delivery, sudah seminggu ini ia malas untuk makan di kantin rumah sakit karena memuat telinga sedikit panas mendengar gossip tentang dirinya. Sejak kejadian di pesta perkawinan kakaknya Deniel dan hubunganan yang terjalin antara mereka berdua ada beberapa orang sepertinya tidak menyukainya. Sera tau mereka terhasut oleh salah seorang


pegawai yang bekerja di rumah sakit yang sepertinya memang menyukai Daniel sejak lama karena Sera sempat melihat beberapa kali ia mengantarkan makan siang untuk Daniel tapi Daniel yang sudah paham dengan maksudnya selalu menolaknya.


Sera baru saja membuka kotak makannya ketika pintu rauanganya terbuka tanpa diketuk, Sera sudah hapal siapa yang selalu datang seperti itu ke ruangannya. Dengan mengulum senyum dibibirnya Daniel berjalan menuju wanita penguasa hatinya itu dan mendudukan tubuhnya disebelahnya.


“Kenapa wajahnya Honey,eehm,” Tanya Daniel setelah mendaratkan kecupan singkat dipipi Sera.


“Aku baik-baik saja.” sahut Sera singkat tapi Daniel tidak begitu saja percaya dengan ucapan Sera karena


wajah murungnya menunjukan dia menyimpan sesuatau dan Daniel tidak suka jika Sera menyembunyikan sesuatu darinya.


“Sudah beberapa hari ini aku perhatikan wajahmu sering terlihat murung, apa yang kau sembunyikan dariku sayang.”


Sera menatap sendu lelaki yang sangat dicintainya itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu Daniel,” apa mereka tidak punya berita lain selain membicarakan aku setiap hari.” Sera berguman pelan dengan memanyunkan bibirnya.


Daniel menarik dagu Sera sehingga  wajah mereka saling berhadapan Daniel menatap bola mata Sera bergantian dan Sera pun membalas tatapan itu dan menarik senyum tipis dibibirnya.


“Memang apa yang mereka katakan,” Tanya Daniel.“Dan itu alasan kenapa kau sekarang lebih memilih menghabiskan waktu makan siangmu diruangan ini, ayolah sayang jangan seperti ini….”


“Hatiku selalu panas billa mendengarnya, dan aku tak ingin ribut dengan orang lain karena itu bukan sifatku.”


“Memang apa yang mereka bicarakan sayang,” ulang Daniel lagi karena tak kunjug menadapt jawaban dari


mulut kekasihnya itu.


“A-aku akan bernasip sama seprti mantan-mantanmu sebelumnya karena…Sera tidak melanjutkan ucapannya sehingga membuat Daniel mengernyitkan keningnya,” kenapa tidak dilanjutkan,” tanyanya penasaran.


Sera menarik dirinya sehingga memberikan sedikit jarak antara dirinya dengan Daniel, ia sedikit malu untuk melanjutkan ucapannya tapi melihat Daniel yang terus menatapnya dan masih menunggu lanjutan ucapannya dan akhirnya Sera pun berucap dengan suara sengaja dibuat sepelan mungkin,” mereka mengatakan kalau aku menggodamu dengan tubuhku dan kau akan membuangku kalau kau sudah bosan karena kau….Lagi-lagi Sera


menghentkan ucapannya.


“Aku kenapa sayang.” Daniel semakin penasaran melihat Sera yang penuh teka–teki seprti ini, tangannya melingkar dibahu Sera dan mengusap lembut lengan Sera sehingga membuat gadis itu menolehkan wajahnya. Ia tidak tau kenapa bila menadapat sentuhan dari Daniel ia merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya sehingga


membuat dirinya sedikit gelisah, ia pun kembali memberi sedkit jarak lagi dari Daniel dan membuat pria itu sedikit kesal dan menatap  Sera tajam.


“Kenapa diam Sera, aku kenapa.” Daniel kembali mengulang pertanyaan lagi tanpa sedikit pun mengalihkan


tatapannya dari Sera yang diam tertunduk didepannya. Ia menautkan jari-jarinya dan meremasnya kuta sehingga buku-buku jarinya memutih dan itu tak lepas dari pengawasan Daniel.


“Kau pria yang hobi berganti-ganti pacar dan kau akan membuangnya  kalau kau sudah merasa bosan, dan kau pasti juga akan melakukan hal yang sama  kepadaku.” Ucapan itu akhirnya lolos keluar dari bibir Sera walaupun sedikit gugup.

__ADS_1


“Dan kau percaya itu.”


“Aku tidak tau,” cicit Sera pelan dan hampir tidak terdengar sambil menggelengkan kepalanya.


Daniel memutar tubuhnya dan menarik bahu Sera agar menghadapnya, “lihat aku sayang,” ucapnya karena


melihat Sera yang tertunduk, Karena Sera tak kunjung melakukannya Daniel menangkup kedua pipinya dengan telapak tangannya yang besar membuat Sera mengangkat wajahnya.


“Kau tidak percaya padaku Ehm.”


“Aku sangat mencintaimu Sera tak akan mungkin aku pernah melakukan itu, aku pria yang paling bodoh jika


aku sampai  melakukanya. Percayalah sayang jangan dengarkan apa yang orang lain katakan karena mereka tidak mengenalku.”


Sera menatap mata Daniel dalam dan ia tau tidak ada kebohongan dari sorot matanya, tapi ia masih ingin mendengar satu hal langsung dari mulut Daniel.


“Benarkah kau punya banyak mantan kekasih.” Daniel menarik sudut bibirnya saat mendengar pertanyaan


Sera yang terdengar geli di telingannya.


“Apakah jumlah jari tanganku tidak cukup untuk menghitungnyaa,” lanjut Sera mengangkat dan melebarkan kedua jari-jari tanganya.


Daniel semakin menipiskan senyum dibibirrnya ia menempelkan telapak tangannya ke telapak tangan Sera yang masih terangkat, ia pun menautkan jari-jari tangannya. Daniel mendekatkan bibirnya dan  mengecup singkat bibir Sera lalu menempelkan keningnya ke kening Sera.


“Jangan mengalihkan pembicaraan Daniel sekarang kita membahas tentangmu.”


“Sayang, untuk apa kau mau menghitung mantanku. Itu tidak penting sayang, sekarang yang perlu kita bahas hubungan kita berdua,” bisik Daniel mesra tepat didepan kuping Sera selesai bicara ia menggigit cuping telinga Sera sehingga membuat gadis itu terkejut dengan tubuh menegang seakan dirinya tersengat aliran listrik ribuan


volt, ia pun memundurkan tubuhnya tapi Daniel bergerak lebih cepat merengkuh pinggang Sera menariknya ke dalam pelukannya, Sera menahan kedua tangannya di dada bidang Daniel kemudian menolehkan wajahnya kesampingnya.


Daniel mendekatkan wajahnya menggesekan hidung mancungnya ke pipi Sera sehingga membuat semuanya


meremang,” berjanjilah padaku jangan pernah melontarkan pertanyaan bodoh itu lagi, kalau kau tidak ingin aku hukum sayang.” Bisik Daniel sensual.


Sera menatap bola mata Daniel yang sedang menatapnya intens,” aku hanya takut. A-ku…aku ingin kita mengakhiri


hubungan ini jika aku hanya persinggahanmu sementara sampai kau mendapatkan wanita yang kau inginkan lagi.”


Daniel mengeraskan rahangnya menahan marahnya saat mendengar ucapan Sera, ia mendorong tubuh Sera dengan kasar ke sofa sehingga membuatnya tersandar dengan kasar Daniel  mencium bibir Sera  meluapkan amarahnya, Sera berusaha mendorong tubuh Daniel karena ciuman itu menyakiti dirinya tapi Daniel sekan


tidak peduli, ia terus menciumi Sera dengan kasar sehingga membuat bibir Sera terluka. Sera yang tidak bisa melepaskan tubuhnya dari himpitan dan ciuman kasar Daniel mulai menangis, isakan Sera yang terdengar ditelinga Daniel membuatnya menghentikan ciuamnnya, ia pun seakan tersadar menjauhkan wajahnya

__ADS_1


dan menatap mata Sera yang sudah penuh dengan air mata, tatapannya berpindah pada bibir Sera yang terluka dan terlihat berdarah karena ulahnya, ia pun merengkuh tubuh Sera dan memelukanya dengan erat.


“Maafkan aku sayang,” ucap Daniel mengecup puncak kepala Sera sehingga membuat tangis Sera semakin keras didada Daniel.


“Aku sangat marah saat kau berniat mengakhiri hubungan kita, sampai mati pun aku tidak akan pernah melepasakanmu Sera, jangan pernah mengucapkan kata-kata seperti itu karena hatiku begitu sakit saat mendengarnya,” ucapnya lirih dan semakin mempererat pelukannya.


“Aku, aku benar-benar


mencintaimu ,sangat menciuntaimu Sera. Jangan pernah mengucapkan  kata-kata itu lagi padaku.”


Setelah tangis Sera mereda Daniel pun mengangkat wajah itu, ia mengusap lembut bibir Sera yang terluka sehingga membuat gadis itu meringis enahan sakit.


“Ini pasti sakit sekali sayang,” lirih Daniel terdenga sekali suaranya penuh penyesalan karena ia tidak dapat mengendalikan amarahnya sehingga ia membat wanita yang dicintainya itu terluka.


“Sebentar aku obati.” Daniel pun beranjak bangun ia melnagkah kelemari Sera lalu mengambik kota obat


didalamnya lau kembali duduk disamping Sera, ia mengambil Salep mengurang rasa nyeri disana.


“Tahanlah sebentar,” ucapnya lalu mengoleskan salep itu ke bibir Sera dengan hati-hati, ia meniupnya pelan saat meihat wajah Sera meringis menahan sakit.


“Maafkan aku,” ucap Sera menatap Daniel yang sedang menutup salepnya lalu menyimpannya kembali ke dalam kotak .


“A-Aku merasa cemburu saja  membayangkan kau dengan wanita lain membuat hatiku berdenyut sakit sekali,” cicit Sera pelan.


Daniel menangkupkan wajah Sera dengan tangan besarnya,” jika kita bertemu lebih cepat  mungkin aku tidak


akan memiliki banyak mantan diluar sana, walaupun tingkahku begitu buruk tapi aku tidak pernah merusak satu pun dari mereka.”


Daniel kembali merengku tubuh Sera ke dalam peluaknnya, ia sungguh sangat menyesal karena ia tidak dapat mengendalikan amarahnya sehingga ia sampai menyakiti wanita yang sangat ia cintai, ia mengecup lembut puncak kepala Sera lalu berbisik," i lave you Sera."


"I love you to Daniel."


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Selamat membaca 🙏🙏


__ADS_2