
Neal berlari begitu turun dari Helikopter yang mendarat di atap Gedung rumah sakit di ikuti oleh Mark di belakangnya, dengan cepat ia menuruni tangga ke lantai dibawahnya, begitu sampai di depan lift Neal segera menekan tombol angka tujuh, lantai dimana tempat ruangan istrinya menjalani perawatan. Neal merasakan lift berjalan begitu lambat membuatnya memukul dinding litf dengan kesal, Mark yang melihat kepanikan Neal tak berani mengeluarkan suara.
Ting…!
Begitu pintu lift terbuka dengan langkah cepat Neal menuju kamar perawatan istrinya yang hanya berjarak beberapa meter saja dari sana, dengan tangan gemetar Neal memutar knop pintu dan mendorongnya perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah kedua orang tuangnya dan orang tua Anara yang mengililingi tempat tidur, mereka dengan serentak mengalihkan pandangannya begitu mendengar langkah kaki mendekat.
Kedatangan Neal disambut oleh tatapan kedua orang tuanya dan orang tua Anara, ruangan begitu hening hanya terdengar bunyi dari alat monitoring laju detak jantung istrinya, wajah tegang mereka seakan memberi tahu keadaan istrinya saat ini, perlahan mereka menjauh dari tempat tidur Ara memberikan ruang bagi Neal untuk melihat istrinya. Neal menatap istrinya yang terbaring ia terus lebih mendekat sampai langkahnya tertahan oleh tempat tidur istrinya, ia menelan ludahnya dengan getir, begitu terpukul melihat kodisi istrinya wajahnya begitu pucat terlihat kain kasa membalut kepala istrinya.
Neal mencondongkan tubuhnya pada istrinya lalu menangkup pipi Ara dengan kedua tanganya yang besar perlahan mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir pucat istrinya lembut, lalu berpindah ke puncak hidung Ara kemudian berpindah ke keningnya, cukup lama baru Neal melepaskan ciumannya, ia tak dapat menahan lagi air matanya, mengusap lembut puncak kepala istrinya yang terbalut kain kasa terlihat kain itu memerah, Neal tak tau apakah itu obat merah atau darah yang merembes sehingga menembus kain itu. Perlahan tangannya berpindah pada pipi istrinya yang terdapat beberapa goresan disana.
“Maafkan aku sayang… seandainya aku membawamu ikut denganku tentu saja ini tak akan terjadi, kau tak akan terbaring disini,” bisik Neal lirih sambail menggengam tangan Ara erat lalu menciumnya lembut.
Semua yang ada disana hanya saling pandang melihat interaksi Neal pada Arabella memunculkan berbagai pertanyaan di benak mereka, melihat kesedihan Neal bahkan ia menagis, hal yang belum pernah dilihat Maria,
bahkan saat Anara sakit Neal tidak menangis walaupun ia terlihat begitu sedih dan terluka.
Perlahan Dimitri melangkah mendekati putranya, ia mengusap punggung Neal dengan lembut kemudian merangkul pundak putra sulungnya itu.
“Setelah ini temui kami…banyak hal yang mungkin perlu kau jelaskan pada kami,” ucap Dimitri pelan sambil melepaskan rangkulannya pada Neal. Tak ada jawaban dari Neal ia hanya mengangkat wajahnya menatap ayahnya.
****
Neal mendudukan tubuhnya di sofa, tepat di depan orang tuanya dan papa Anara, Neal mencoba menatap wajah mereka yang juga sedang memperhatikannya, Neal menarik napas panjang dan membuang napasnya kasar
__ADS_1
sungguh ia merasa tak suka berada di ruang ini, kalau bisa memilih lebih baik ia menemani istrinya yang sekarang harus di temani oleh Karen.
Dimintri menatap istrinya yang duduk disampingnya, lalu beralih pada Ivander yang duduk di sofa disampingnya, sedangkan Helena tak ikut hadir karena ia harus menjalani perawatan karena kondisinya yang lemah. Melihat mereka yang belum berani memulainya ia memutuskan untuk bicara terlebih dahulu.
“Nak, bagaimana hubunganmu dengan Arabella sekarang?” tanya Dimitri membuka suara, mencoba memecah kesunyian diantara mereka.
“Apa makdsud Daddy,” Tanya Neal mengernyitkan keningnya heran.
“Neal, kau sudah menikah dengan Arabella beberapa bulan ini, mungkin banyak hal yang telah terjadi tanpa kami tau, sekarang Daddy ingin bertanya apakah ia masih Arabella yang begitu kau benci?”
Membenci Arabella, mungkin ia memang pernah membencinya tapi itu dulu sekarang sungguh pertanyaan itu sangat menusuk hatinya, secuil pun rasa itu tak ada lagi dihatinya, mengingat ia pernah melakukan itu membuatnya begitu menyesalinya. Rasa sakit itu adalah hal yang dirasakannya sekarang saat melihat istrinya terluka dan tak berdaya. Neal menatap wajah orang-orang yang sangat dihormatinya yang ada didepannya itu bergantian.
“Tidak… mana mungkin aku aku bisa membencinya,” bantah Neal tegas.
“Kalau kau tidak membencinya lagi, apakah sekarang kau mencintainya?’ tanya Dimitri tanpa berbasa basi lagi, karena sikap yang ditunjukan putranya cukup memberikan penjelasan yang begitu jelas padanya.
Pertanyaan yang diajukan oleh Daddynya sungguh langsung mengenah tepat di jantungnya. Ia sudah jatuh cinta pada Ara, itu adalah pertanyaan yang selalu mengusik hatinya, apakah rasa nyaman saat berdekatan dengannya, rasa rindu yang selalu bergelayut bila tak melihat wajahnya, apakah itu perasaan cinta atau hanya rasa kasihannya saja pada Ara.
Tapi...saat mendengar kabar buruk darinya Neal merasakan ada sesuatu yang terlepas dari tubuhnya ia merasakan tubuhnya ringan seperti melayang tak berpijak di bumi, ketakutan menyelimuti dirinya, rasa takut kalau ia akan pergi meninggalkannya, membayangkannya saja membuat jantung Neal berdenyut sakit. Dan rasa ini tak sesakit waktu ia melihat Anara yang juga terbaring tak berdaya di depannya, walaupun ia sedih dan terpukul tapi rasanya tak sama dengan apa yang dirasakannya sekarang.
Sepertinya ia tak bisa memungkiri hati dan perasaannya lagi, mungkin sekarang dalah saat yang paling tepat baginya untuk mengakui kalau perasaan yang selama ini ia rasakan bukan karena rasa kasihan tapi ia memang sudah jatuh cinta pada Arabella, wanita yang membuatnya tak bisa mengendalikan perasaan dan pikirannya saat
bersamanya, hati dan prilaku yang selalu bertolak belakang, wajah yang selalu ingin ia cium saat dan bangun tidur walaupun sekalipun ia tak berani melakukannya, ia selalu mengingkari prilakunya dengan hatinya. Sudah waktunya ia jujur ia tak akan membohongi lagi, kalau sekarang Arabella wanita yang telah memiliki hatinya memiliki setiap denyut dalam tubuhnya, tak ada celah lagi untuk orang lain disana, sekalipun itu Anara wanita yang sudah dua tahun lebih mengisi hatinya, wanita yang hampir saja di nikahinya.
__ADS_1
Wanita yang dulu begitu ia tolak kehadirannya dan menganggapnya seperti wanita rendahan sungguh telah mencuri semua kehidupannya, semua yang terjadi padanya bukanlah sebuah kebetulan, Ara adalah jodoh yang di kirimkan Tuhan padanya dan ia datang dengan jalan seperti ini.
Melihat Neal hanya terdiam Ivander ikut berbicara,” tanya pada hati kecilmu jangan takut karena sebuah kejujuran walupun itu sangat menyakitkan lebih berharga dari sebuah kebohongan karena hanya ingin membuat orang lain senang dan bahagia,hal yang paling jujur adalahapa kata hati kecilmu jangan pernah kau mengingkarinya karena penyesalan selalu datang diakhir, dan saat kau menyadarinya tapi kau tidak punya kesempatan untuk memperbaikinya lagi.”
Keheningan kembali menyelimuti mereka, Neal mentap wajah orang di depannya yang sedang menanti jawabannya.
“Papa benar, sepahit apa pun kejujuran itu lebih baik dari sebuah kepura-puraan, dan disini aku tidak akan membohongi diriku lagi, dulu kalian mungkin sudah tau betapa aku sangat menolak pernikahan ini, saat itu
sungguh aku begitu marah pada kalian walaupun aku tak pernah mengatakannya, tapi sekarang semua itu terbalik aku sungguh berterima kasih padamu Mom karena telah menemukan Arabella untukku. Neal menghentikan ucapanya sambil menatap wajah mommynya yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca, Neal kembali melanjutkan bicaranya.
“Ini jawaban dari hatiku paling dalam, aku telah jatuh cinta pada Ara bella. Aku…aku mencintai Arabella, sangat mencintainya bahkan aku belum pernah merasakan cinta sebesar ini, hidupku begitu terasa sempurna saat bersamanya.” Neal berkata dengan suara bergetar tapi sungguh penuh penekanan disetiap kata-katanya.
Neal menatap Ivander yang juga sedang menatapnya,” papa maafkan aku, aku telah menghianati Anara, tapi itu adalah kejujuran hatiku dari hati kecilku, aku hanya ingin jujur dengan perasaanku, bagaimana mungkin saat Anara nanti bangun dan aku hidup bersamanya tapi hatiku dimiliki oleh wanita lain, itu hanya akan menyakiti Anara karena hidup dan hatiku telah dimiliki oleh Arabella sepenuhnya sekarang dan untuk selamanya,” lanjut
Neal tanpa ada keraguan sedikitpun dari wajahnya.
.
.
Bersambung
Jangan lupa jempol nya penyemangat bagi author ya😁😁😁
__ADS_1
Bab kedepan masih tepat mewek ya😭😭😭
Selamat membaca... 🙏