Arabella Secret

Arabella Secret
Mungkin sudah waktunya


__ADS_3

“Daniel lepaskan aku bagaiman kalau ada yang mengintip kita, aku tidak ingin orang-orang bergosip tentang ini,” bujuk Sera ketika sisi malaikat dalam hatinya berkata ini tidak benar, tapi bibir Daniel yang berada beberapa senti saja darinya membangkitkan sisi liarnya untuk dapat merasakan bibir mereh dan sedikit tebal itu. Ia pun menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotor itu.


Daniel semakin menyeringai mesuem melihat mata sayu Sera sekan mendambahkan sentuhan lebih darinya tapi melihat gadis itu berusaha melawan sisi lain dari dirinya semakin membuat Daniel ingin menggoda wanita ini lebih lama lagi, matanya terhenti pada bibir merah Sera walaupun tidak dipolesi lipstik, bibirnya yang sensual


sedikit terbuka membuat Daniel ingin merasakan benda kenyal didepannya itu,


pandangannya bertemu dengan Sera yang juga sedang menatapnya, perlahan Daniel


mendekatkan bibirnya pada bibir Sera, sedikit lagi kedua bibir itu akan bertemu


ketukan pintu ranuan Sera mengejutkan mereka sehingga melonggarkan pelukan


Daniel pada Sera kesempatan intu dogunakan Sera untuk mendorong tubuh Daniel


menjauh darinya.


Daniel mendengus kasar karena kesempatan untuk merasakan bibir Sera terganggu, ia menghempaskan tubuhnya dengan kasar sedangkan Sera berjalan membukan pintu sambil merapikan penampilannya, seorang perawat berdiri didepan pintu Sera memberi tahu ada  pasien yang sedang menunggunya di UGD Sera hanya membukan sedikit saja daun pintu agar perawat itu tidak melihat kehadiran Daniel disana karena ia tidak ingin ada gosip tentang dirinya.


“Aku harus pergi ada pasien yang sedang mengungguku,” ucap Sera dengan wajah masih merona dan bergegas mengambil jas putihnya yang tergantung diatas kursi kerjanya. Sera pun keluar dari ruangannya dengan langkah besar meninggalkan Daniel yang terus menatapnya sampai menghilang dibalik pintu.


Daniel tersenyum mengingat apa yang akan dilakukannya dengan Sera kalau saja perawat tidak datang mengganggu mereka, ia kembali mengingat-ingat perkataan Neal padanya,


apakah benar ia menyukai Sera, tapi melihat Sera begitu terlihat akrab dengan


Adam membuatnya jengkel dan tak rela melihat wanita itu tertawa dan tersenyum


lepas padanya tidak seperti saat bersamanya yang selalu bersikap ketus, kalau benar ia menyukai Sera tapi bagaimana kalau Sera tidak menyukainya tapi menyukai Adam, Daniel menarik napas kasar lalu menyugar rambutnya ke belakang.


****


Ini sudah seminggu sejak kejadian itu dengan Sera, gadis itu sepertinya selalu menghindar darinya, ia selalu mencari alasan setiap kali Daniel mengajaknya untuk bicara, Sera


melakukannya bukan tanpa alasan ia tidak mau terjatuh terlalu dalam jika Daniel

__ADS_1


selalu menggodanya seperti itu hanya akan menyakitinya, karena ia tau Daniel tidak perna menyukainya. Ia tidak mau berharap sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi.


Daniel mendatangi Kantor Neal setelah pulang dari rumah sakit, ia mengetuk pintu sebelum masuk tanpa menunggu jawaban dari Neal ia pun membuka pintu dan melihat pria itu sedang sibuk berkutat dengan setumpuk map didepannya, ia terus melangkah mendudukan tubuhnya disofa menyandarkan tubuhnya disana lalu tatapannya beralih pada Neal yang uga sedang menatapnya tapi ai kembali sibuk dengan pekerjaannya, Daniel yang tidak mau menggangu Neal memilih memainkan ponselnya.


Lebih setengah jam Daniel menunggu  ia menatap Neal yang sedang berjalan ke arahnya, ia mendudukan tubuhnya disofa didepannya lalu menyesap kopinya yang hampir dingin lalu beralih menatap pada Daniel yang menyimpan ponselnya.


“Tumben kau mampir,” sapa Neal sambil meletakkan kembali kopinya ditempat semula.


“Apa aku harus punya alasan dulu baru mampir ke kantormu, sudah lama sekali aku tidak berkunjung banyak yang berubah di ruangan ini,” ucap Daniel sambil mengedarkan pandangannya, ia melihat foto Neal bersama Ara di atas rak dan bukan hanya ada satu masih ada bebrapa foto lainnya.


“Bagaiamana kabar istrimu,” tanya Daniel sambil memperbaiki posisi duduknya.


“Dia susah sekali makan jika bukan aku yang menyuapinya, dia sensitif dan manja sekali, banyak sekali hal-hal aneh lainnya, aku benar-benar harus melatih kesabaranku,” sahut Neal menggaruk keningnya yang tidak gatal, Daniel bukanya kasihan malah tertawa mendengar penuturan Neal sehingga Neal melemparnya dengan majalah yang ada di atas meja, membuat Daniel menghentikan tawanya sambil mengusap lengannya yang tertimpa buku.


“Apa kau mau seperti temanku, saat istrinya hamil istrinya sedikit pun tidak boleh mendekat padanya mereka harus berjarak paling dekat tiga meter karena istrinya akan mual bila mencium baunya.”


“Apa, memang ada seperti itu, mengerikan sekali,” ucap Neal bergidik ngeri membayangkannya. “aku bisa mati jika Ara tidak mau berdekatan denganku, biarlah aku susah tidak masalah asal setiap malam bisa tidur memeluknya.”


“Makanya kau menikah jangan main solo terus kasihan bibit-bibit unggulmu yang calon dokter. Profesor, CEO terbuang sia-sia,” ucap Neal terkekeh diiringi lemparan majalah yang tadi dilempar Neal padanya.


“Fuck!”


“Apa kabar dokter wanita temanmu itu, apa dia sudah punya kekasih.”


“Sialan kamu Neal, aku akan membunuh kekasihnya kalau sampai itu terjadi,” timpa Daniel cepat sehingga kembali membuat Neal terkekeh ucapan Daniel barusan sudah jelas kalau ia benar-benar menyukai wanita itu.


“Aku ingin mengajaknya ke pesta pernikahan Denis minggu depan.”


“Baguslah… jangan terlalu lambat bergerak nanti keburuh disambar oleh dokter lain kau akan menyesal nantinya Daniel, dokter Sera sepertinya gadis baik-baik. dan kalian terlihat sangat serasi.


“Ya aku tau Sera wanita yang sangat baik,” guman  Daniel pelan seketika pikirannya beralih pada Sera dan kedekatannya dengan dokter Adam membuatnya sedikit kwatir, entah mengapa semenjak melihat Sera dekat dengan seorang lelaki hatinya tidak rela.


“Daniel kau tau hubungan kalau sekarang Nat adikmu tinggal bersama Mark,” tanya Neal memecah lamuan Daniel.

__ADS_1


‘Iya aku tau, Natasya sudah lama menyukai Mark, aku tidak mempermasalahkan hubungan mereka yang penting Natasya nyaman, Mark juga sosok pria yang baik sejauh aku mengenalnya. Aku rasa kau lebih tau karena kau hampir bersamanya tiap hari.”


“Walaupun Mark tidak pernah mengatakan langsung padaku tentang hubungannya dengan Nat, tapi istriku bercerita kalau ia tinggal disana untuk mendapatkan hati Mark karena kau tau dia sosok yang dingin tidak pernah melihat wanita sampai dua kali walaupun wanita itu secantik apa pun.”


“Karena aku pikir dia belajar dari bosnya,” timpal Daniel terkekeh karena sosok Mark yang dingin sunguh hampir sama dengan diri Neal.


“Memang kamu buaya,” ejek Neal membuat Daniel tergelak.


“Neal,” panggil Daniel dengan wajah terlihat sangat serius sedang menatap Neal yang mengernyitkankeningnya melihat Daniel yang tiba-tiba berubah serius.


“Apakah nanti kau akan membawa Ara untuk menghadiri pernikahan Denish.”


Wajah Neal pun seketika berubah ikut serius saat mendengar pertanyaan Daniel, sejenak ia terdiam dan akhirnya kembali bersuara,” aku ingin sekali mengajaknya karena aku tidak mau terlalu lama menyimpan ini, nanti aku kan berbicara dengannya karena aku juga


tidak tega membiarkannya tidak ikut semenatar semua anggota keluarga besar kita akan hadir disana.”


“Kalau menurutku ini saat yang tepat mengenalkan Ara walaupun nanti akan berkembang desas-desus yang tidak mengenakan hati karena mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Bicarakanlah dengan istrimu apakah ia sudah siap untuk semua hal yang akan terjadi.”


Neal hanya mengangguk tanpa bersuara sedikit pun, ia memang mengkwatirkan Ara ditambah keadaannya sekarang sedang hamil, ia tidak ingin istrinya tertekan dengan pemberitaan negatif yang akan muncul, bisa saja orang-orang diluar sana beranggapan ia


menikahi Ara kerna wajahnya yang sangat mirip dengan Anara.


.


.


.


Bersambung.


selamat membaca..


slow updet lagi 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2