Arabella Secret

Arabella Secret
Bertemu Sahabat Lama


__ADS_3

Mereka baru saja sampai di  Mansion, dan sudah harus bersiap untuk menghadiri acara launching produk oleh perusahaan yang  bekerja sama dengan Perusahaan Neal. Setelah selesai memakai jasnya Neal pun segera turun, menemui Mark yang sudah menunggunya. Sekitar lima belas menit menunggu Ara pun turun dengan memakai gaun hitam Panjang tanpa lengan yang sangat kontras dengan kulit putihnya, ia menggulung rambut panjangnya memperlihatkan leher jenjangnya. Gaun dengan model terbuka dibagian belakang sehingga mengekspos punggung putih dan mulus Arabela, mata Neal  sedikit pun lepas memandangi Ara. Merasa diperhatikan Ara berjalan sambil menundudukan wajahnya.


Mereka bertiga segera menuju mobil yang sudah menunggu di Mansion, masih sama tak ada suara yang keluar dari bibir Ara selama perjalanan. Ia bahkan terus menetap keluar jendela mobil, tak peduli dengan percakapan Neal dan Mark. Setiap mengingat perkataan Neal hatinya kembali terluka, Ara tak tahu berapa lama perjalanan yang mereka tempuh, ia tersendak setelah mendengar suara Neal sambil membukakan pintu mobil untuknya.


“Ayo turunlah kita sudah sampai.”


Tanpa menyahut Ara segera turun, tapi pandangannya teralih pada tangan Neal yang terjulur menyambutnya. Ara diam terpaku dan hanya menatap tangan Neal, karena tidak mendapat sambutan dari Ara dengan segera Neal meraih tangan Ara.


“Kau terlalu lama," seru Neal sambil menarik pelan tangan Ara agar keluar dari mobil. Tak ada pilihan lain Ara pun terpaksa menurut membiarkan tangannya dalam genggaman Neal dan menggiringnya masuk ke Hotel. Kedatangan mereka disambut oleh penyelenggara acara  dan mengantarkan mereka ke meja yang sudah disiapkan untk mereka bertiga, Neal bersalaman saat berpapasan dengan tamu lainnya yang dikenal Neal, dan tak lupa memperkenalkan Ara kepada mereka. Kedatangan mereka menarik perhatian beberapa tamu disana, sikap manis Neal sangat bertolak belakang dengan perkataan yang di lontarkan pada Ara saat mereka kembali dari Tyumen. Sikap manis Neal tentu kembali membuat kekacaun di hati Ara yang begitu mudah goyah akan cinta yang baru pertama kali mengusai hatinya.


****


Ara mulai merasa bosan dengan rangkaian acara di depannya, apalagi Ara tidak paham dengan dunis bisnis. Ia menatap kesembarangan Ara dari tamu yang datang Ara dapat menyimpulkan mereka semua dari kalangan atas. Ia pun memperhatikan ruangan yang begitu besar hampir penuh dengan tamu. Neal memperhatikan istrinya yang duduk sampingnya, kemudian menggenggam tangan Ara, sehingga Ara pun mengalihkan pandangannya.


“Apakah kau bosan?” bisik Neal pelan. Ara pun menganggukan kepalanya pelan. "Tunggulah sebentar lagi kita  pulang, kau terlihat sangat lelah," ucap Neal sambil membelai pipi Ara lembut.


“Ara menatap lekat wajah Neal yang terlihat menatap serius mengikuti acara itu. walaupun terkadang perkataan Neal membuat hatinya terluka tapi ia tetap sangat bahagia mendapat perlakuan manis dari Neal. "Apakah ini yang dinamakan cinta itu buta," guman Ara.


“Neal," ucap Ara pelan.


“Iya ..kenapa?" sahut Neal sambil menatap Ara.


‘Aku ingin ke toilet."


“Baiklah aku akan mengantarkanmu," sahut Neal cepat dan beranjak bangun dari duduknya tapi dengan cepat Ara menahannya.


“Tidak usah kau antar, aku bisa sendiri," tolak Ara halus.


‘Kau yakin?" Ara pun mengiyakan. "Baiklah...hati-hati," ucap Neal akhirnya. Ara pun segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan mejanya, sedangkan  Neal hanya menatap punggung Ara yang semakin menjauh darinya, kemudian kembali fokus pada acaranya.

__ADS_1


*****


Ara baru saja selesai dari toilet dan segera kembali pada Neal, tapi langkahnya  tertahan begitu mendengar seseorang yang sedang memanggil Anara. Ara pun segera menolehkan wajahnya pada sumber suara, dan seorang wanita berjalan menghampiri Ara dengan langkah cepat.


“ Anara...apa kabar sayang?" Ucap Natalie sambil memeluk erat tubuh Ara. “Kau sombong sekali sejak menikah tidak pernah mengabariku lagi," ucapnya  sambil melepaskan pelukannya.


“ Kau semakin cantik saja setelah menikah, apakan menikah sebegitu membahagiakan, sehingga melupakan sahabat sendiri." Natalie berkata tanpa memberi jeda untuk Ara menjawab.


"Kenapa kau diiam saja, apakah kau marah karena kau tak menghadiri pesta pernikahanmu?" Tanya Natalie lagi sambil memegang kedua bahu Ara dan menatap mata Ara bergantian.


“Bagaimana aku bisa menjawab, kau dari tadi bicara tanpa henti," ucap Ara terkekeh dan Natalie pun ikut tertawa.


“ Aku tidak marah padamu, aku tau kau sibuk apalagi model terkenal sepertimu pasti sangat sibuk dengan kegiatanmu...kapan kau pulang dari Amerika?" Tanya Ara menatap lekat wajah Natalie.


“Aku baru saja sampai semalam, aku sangat senang bisa bertemu denganmu disini, kau tahu aku sangat merindukanmu," ucapnya mengalihkan pegangannya pada kedua tangan Ara dan menggenggamnya erat.


****


Neal melirik jam tangannya sekilas, ia mulai gelisah karena ini sudah terlalu lama untuk Ara kalau hanya sekadar pergi ke toilet. Neal pun bangkit dari kursinya dan segera menyusul Ara, langkahnya terhenti saat melihat Ara sedang berbicara dengan seorang wanita yang tak asing baginya. Perlahan ia melanjutkan langkahnya kembali, kedatangan Neal tak sengaja terlihat oleh Ara.


“Kenapa menyusulku? " Tanya Ara begitu Neal berdiri di depannya, Natalie pun menolehkan wajahnya melihat Ara menegur seseorang.


“Hai Neal..."sapa  Natalie sambil mengulurkan tangannya. Neal pun membalas sapaan Natalie dan juga jabat tangannya. Kemudian Kembali mengalihkan tatapannya pada istrinya


“Kau terlalu lama pergi, tentu saja aku mencemaskanmu," ucap Neal  tersenyum dan berjalan lebih dekat pada Ara lalu melingkarkan tangan nya dipinggang istrinya.


“Suasana pengantin barunya masih terasa sepertinya, tidak bisa berpisah  walau sebentar saja," ledek Natalie tertawa. Neal dan Ara hanya tersenyum mendengar perkataan Natalie.


“Selamat ya untuk pernikahan kalian, maaf aku tidak bisa datang," imbuh Natalie dengan wajah memelas.

__ADS_1


“Tidak masalah yang penting kau mengirimkan doakan untuk kita berdua," ucap Neal sambil mengeratkan pelukannya pada Ara dan memandang wajah Ara dengan lekat lalu menghadiahkan kecupan di puncak kepala Ara.


“Kalian membuatku iri saja," sungut Natalie pura-pura kesal. "Aku jadi pengen cepat menikah juga saat melihat kalian, " ucap Natalie sambil menatap lekat wajah Neal dan Ara. "Segeralah menikah apalagi yang kau tunggu, " ucap Ara tersenyum lebar.


"Aku sedang menunggu calon suami, " sahut Natalie ikut tersenyum lebar.


"Wanita cantik sepertimu  tidak akan sulit menemukan seorang suami, tapi kau itu terlalu pemilih kalau soal pria."


"Tidak juga," bantah Natalie cepat.


“Apakah sudah ada Neal junior disini?"  Tanya Natalie sambil meletakkan tangannya di perut Ara yang rata. Ditanya seperti itu  tentu saja membuat Ara tergagap, sedangkan Natalie tertawa melihat ekspresi lucu Ara.


“Kenapa wajahmu seperti itu, tidak usah sungkan denganku, kau seperti baru saja kenal denganku, kita itu sudah berteman lama. Ara pun tertawa canggung mendengar ucapan Natalie. "


Aku memang baru kenal denganmu, belum satu jam.


“Kami sedang mengusahakannya doakan semoga cepat berhasil, bukan begitu sayang," jawab Neal santai. Jawaban Neal membuat Ara menatap lekat wajah suaminya itu, embel - embel kata  sayang dari bibir Neal membuat jantung Ara berdesir dan  berpacu  kuat. Setelah mengobrol beberapa saat  Neal dan Ara pun pamit pada Natalie, sebelum pamitan mereka saling menukar nomor ponsel mereka. Neal pun segera mengajak Ara pulang. Natalie hanya menatap punggung kedua sahabatnya itu sampai menghilang dari pandangannya


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2