
Arabela yang mulai terbiasa tidak merasa cemas lagi, hari yang mulai gelap menambah pemandangn cantik sepajang sungai karena lampu yang menyala dari gedung – gedung terlihat begitu menyenangkan mata, udara yang mulai dingin membuat Arabela mendekap erat tubuhnya dengan kedua tanganya, rambut panjangnya melambai-lambai di tiup angin, Neal yang sedari tadi menatap Ara pun mendekat, mata tak lepas menatap Ara yang terlihat begitu memukai dibawah temaram lampu,
“Udara sudah dingin, sebaiknya masuk kedalam,"ucap Neal sambil memasangkan mantel ke bahu Ara. Tentu saja kedatangan Neal yang tak terduga membuat Ara kaget, ia pun memegang dadanya dengan satu tangannya.
“Kau membuatku kaget," ucap Ara sambil menatap Neal yang sudah berdiri disampingnya, Ara pun membalutkan dengan segera mantel yang di pasangakan Neal tadi ke tubuhnya
“Dari mana kau mendapatkan mantel ini?" Tanya Ara penasaran karena ia tak melihat Neal membawa barang apapun saat mereka pergi, tak ada jawaban dari Neal ia hanya menatap Ara dengan seksama, sehingga membuat Ara menjadi salah tingkah,
“Kenapa kau menatap ku seperti itu," ketus Ara sambil mengerucutkan bibirnya. Belum terdengar jawaban Neal Maxim dan Jessy datang menghampiri.
Kedatangan Jessy dan Maxim pun segera membuat heboh disana, mereka mengobrol sambil menikati malam yang mulai datang menyapa, bulan yang mengantung di langit membuat suasana malam semakin teduh, bintang yang
berkilauan tak mau kalah dengan sinaran lampu yang berkilauan dianatara gedung-gedung. Setelah puas mengobrol mereka pun segera masuk untuk makan malam yang sudah disediakan di kapal yang mereka sewa.
****
Sebelum tengah malam mereka telah kembali ke rumah. Mereka pun masuk ke kamar masing-masing, Ara pun segera ke kamar mandi sebelumnya ia mengambil baju gantinya, Neal duduk disofa terlihat sibuk dengan ponselnya, Neal menautkan kedua alisnya sambil mengamati layer ponselnya dengan seksama,
“Bocah ini memang keterlaluan, berani sekali ia mengambil gambarku dengan Ara secara diam-diam," umpat Neal kesal. Tapi matanya tak lepas dari gambar itu, tangannya menggeser beberapa foto yang dikirim oleh Maxim di akun instragamnya. Sedikit demi sedikit terlihat bibir Neal melepaskan senyumnya , semua foto yang dikirim Maxim adalah saat ia memeluk Ara , matanya terpaku pada satu gambar saat ia meletakkan dagunya di puncak kepala Ara dengan posisi Ara yang memeluknya sambil memejamkan matanya.
“Neal apa kau ingai mandi," teriak Ara saat keluar dari kamar mandi. Teriakan Ara membuat Neal mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
“Iya, badanku terasa lengket karena bersepeda tadi," sahut Neal sambil bangkit dari duduknya meletakakan ponselnya di meja dan berjalan mendekat pada Arabela.
“Tunggulah sebentar aku akan mengambilkan baju ganti untukmu, sahut Ara sambil berjalan ke walk in closet tanpa menunggu jawaban Neal, ia segera kembali dekat Neal dengan handuk dan baju santai Neal ditanganya kemudian menyerahkannya pada Neal, dan Neal pun segera meraihnya dari tangan Arabela, lalu melangkah ke kamar mandi. Arabela pun segera merebahkan tubuhnya di ranjang karena merasakan tubuhnya yang sangat letih.
Tak lama Neal pun keluar dari kamar mandi ia pun melangkahkan kakinya menuju tempat tidur , ia menatap Ara yang sudah tertidur, ia pun segera mematikan lampu kamar dan segera berbaring di samping Ara. Ia menatap kosong ke langit-langit kamarnya, karena sudah keletihan akhirnya Neal pun tertidur.
****
Ara pun segera masuk mobil begitu sampai diluar dan mendudukan tubuhnya di bangku belakang. Peter pun segera melajukan mobilnya , Peter yang beberapa kali mengamati Ara lewat kaca teng mobil, Ara yang sadar diamati Peter pun melontarkan pertanyaan heran,
“Kenapa menatapku seperti itu Peter, apakah aku terlihat aneh dengan make up seperti ini?". Kalau begitu aku akan menghapusnya!
“Jangan dihapus Nona, Nona terlihat sangan cantik, Tuan Neal pasti akan senang melihat Nona," imbuh Peter cepat.
“Neal sudah sering melihatku berdandan, tapi ia biasa saja," sahut Ara mengalihkan tatapannya keluar.
__ADS_1
“Tapi Nona sekarang terlihat berbeda, apakah ini Nona lakuakan sendiri?" Tanya Peter penasaran.
“Iya," jwab Ara singkat.
“Selamat Nona, sekarang sudah pintar berias sendiri, tidak sia-sia aku mengantar Nona," puji Peter sambil menatap Ara dari kaca mobil dengan senyum membalut wajahnya.
“Terima kasih Peter." Ara sangat senang mendengar pujian dari Peter.
*****
Begitu sampai di kantor Neal, Arabela pun segera turun, ia menolak tawaran Peter yang ingin mengantarnya ke ruangan Neal, Ara pun melangkah masuk. Repsisionis pun segera memberi hormat melihat kedatangan Ara, tak lupa Ara membalas dengan senyuman ramah. Ia pun melanjutkan langkahnya beberapa karyawan yang berpapasan dengannya pun menyapa Ara dengan hormat, Ara pun membalas setia sapaan dengan ramah. Ia segera menuju lift untuk naik ke lantai tempat ruangan Neal berada, setelah lift berhenti ia pun segera keluar
dan melangkah ke ruangan Neal. Ara mengetuk pintu setelah sampai di depan ruangan suaminya, saat mendengar sahutan ia pun memutar hendel pintu dan segera mendorong daun pintu sehingg terbuka cukup lebar, tapi Ara sangat kaget saat melihat ke dalam ruangan.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1