
Abigail berdiri di depan makam keluarganya. Ia tidak sendiri, Abigail datang bersama Keluarganya dan Keluarga Zee.
Mereka yang menyiapkan karangan bunga tertegun karena halaman makam keluarga itu penuh dengan bunga berwarna warni yang indah.
"Aku baru melihat makam seindah ini." Ujar Dokter Troy sambil tersenyum masam. Ia memandangi buket bunga yang ia bawa.
Darren yang pertama kali datang pun tersenyum canggung. "Kenapa tidak bilang sih sayang? Kalau disini sudah banyak bunga."
"Hubby tidak bilang juga kan mau bawa bunga. Kalau dari awal bilang, kan aku bisa memberi tahu kalau aku sering menanam bunga di halaman makam." Abigail menahan senyum.
Namun ia tetap mengambil bunga dari tangan Darren dan meletakkannya di tengah-tengah area makam.
"Kakek, Papa, Mama." Ucap Abigail setelah kembali berdiri di sisi Darren.
"Hari ini Kakek Zico dan Papa Rayn tidak datang sebagai sahabat kalian. Tapi sebagai mertuaku. Hari ini aku juga datang bersama suamiku."
Abigail menatap Darren dengan penuh perasaan. "Aku sangat mencintainya."
Darren mendaratkan kecupan di kening Abigail setelah mendengar ucapan istrinya.
Abigail kembali menatap makam. "Kalian pasti bisa melihat dari atas sana. Kini, aku bahagia. Sangat bahagia." Butiran kristal meluncur dari sudut mata Abigail. Namun bibirnya masih menyunggingkan senyum.
Darren mengusap lengan Abigail, sesekali ia mengecup kepala Sang istri.
Di belakang Abigail, Mikha berdiri bersama Dokter Troy.
"Dia sudah bahagia bersama keluarganya yang baru. Dan saat ini, aku juga siap membahagiakanmu, Miss Mikha." Dokter Troy sengaja memperbesar volume suaranya.
Abigail dan Darren terlonjak kaget, yang berada di barisan depan refleks memutar tubuh menatap mereka berdua.
Merasa mendapat perhatian dari semua yang hadir. Troy tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia bahkan berlutut di depan Mikha yang masih tercengang.
"Mikha, maukah kau mengakhiri masa lajang mu bersamaku?"
Mikha begitu terkejut, ia menatap ke sekeliling dan mendapati semua orang sedang tersenyum ke arahnya. Bahkan ada yang diselingi dengan anggukan.
__ADS_1
Mikha menggigit bibirnya menahan perasaan yang membuncah di dada. Ia mengangguk pelan sambil membalas tatapan Troy.
"Ya, aku mau."
Jawaban Mikha disambut tepuk tangan oleh seluruh keluarga. Liam menggeleng-gelengkan kepala dengan keberanian Troy.
"Lamaran yang anti mainstream. Di pemakaman."
Troy terkekeh mendengar itu. "Aku anggap itu sebagai pujian."
Liam menjabat tangan Troy dengan erat. "Selamat, penantianmu tidak sia-sia."
"Ya, dan kau harus secepatnya mencari pendamping." Ujar Troy sambil mengerlingkan matanya.
Liam mendengus kesal mendengar ucapan Troy.
Mikha yang sedang menerima ucapan selamat tertawa kecil mendengar bagaimana Troy menggoda Liam.
Di dekat pagar, Morgan segera merengkuh pinggang ramping Venus setelah melihat aksi manis dari Troy. Sayangnya si pemilik pinggang menolak.
Venus menipiskan bibir, tangannya terulur berusaha melayangkan cubitan di perut Morgan. Dan hasilnya nihil. Otot perut pemuda itu tidak memungkinkan untuk Venus melancarkan aksinya. Morgan terkekeh dan Venus semakin mencebik.
"Tertawa sepuasmu, tidak akan ada jatah malam ini."
Ekspresi wajah Morgan berubah drastis. "Apa? Tidak tidak, tidak boleh."
Venus tidak peduli dan melenggang pergi. Meninggalkan Morgan yang menatapnya dengan wajah memelas.
"Ada apa?" Seorang rekannya menghampiri.
"Nanti malam dia tidak akan memberiku jatah." Jawab Morgan tanpa melihat siapa yang bertanya.
Wajah si penanya begitu terkejut. "Kalian berdua sudah….????"
Morgan menarik nafas dengan berat. "Padahal aku sudah mulai terbiasa minum coklat hangat berempah yang ia racik sebelum tidur." Morgan mendesah lagi, memikirkan apa yang bisa ia nikmati untuk menghangatkan perut sekaligus membuatnya terasa segar saat bangun pagi.
__ADS_1
Rekan Morgan tadi mengangkat kedua alisnya. Ia kemudian tersenyum kikuk karena sempat memiliki pemikiran yang lain. Lagi pula, siapapun yang mendengar ucapan tadi, pasti akan berpikiran macam-macam.
Di sudut lain, tak jauh dari Darren dan Abigail, Trias dan Runa saling merangkul. Melihat adegan Dokter Troy membuat Trias beberapa kali mengambil kesempatan mengecup bibir Runa.
Trias sudah melamar gadis yang menjadi pujaan hatinya itu saat resepsi pernikahan Darren dan Abigail. Meski belum secara resmi di depan keluarga Runa. Setidaknya Trias sudah membuktikan keseriusannya dalam menjalin hubungan dengan mengajak Runa memasuki hubungan yang lebih serius.
Pemakaman Keluarga Luo Li tidak diselimuti duka. Kebahagiaan, hangatnya kasih sayang keluarga, begitu terasa di area tersebut. Meski tidak terdengar gelak tawa, siapa pun yang melihat mereka, pasti akan ikut merasakan sukacita saat melihat wajah bahagia mereka.
Abigail memalingkan wajahnya sejenak menatap makam keluarganya. Kemudian menatap satu per satu ke semua orang yang datang dan memberi hormat di depan makam. Ketulusan yang terpancar dari mata keluarganya membuat dada Abigail terasa hangat.
Kakek Zico dan Papa Rayn menjadi orang terakhir yang memberi penghormatan.
"Sahabatku, maaf. Sudah lama aku tidak mengunjungimu." Kakek Zico menatap nisan Kakek Luo dengan senyum tulus. "Ai sudah resmi menjadi cucu menantuku, seperti impian kita dulu. Aku sangat bahagia. Aku dan Rayn akan selalu menjaganya. Bahkan jika bocah tengil Darren yang bertingkah, kami akan menendangnya dan mempertahankan Ai kita."
Darren menggaruk tengkuknya mengusir hawa dingin yang memancar dari mata Sang Kakek saat menyebut namanya.
"Benar, aku tidak akan segan jika dia berbuat macam-macam pada Ai." Timpal Rayn. "Paman Luo, Jonas, Bella, kalian bisa percaya padaku."
Darren menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya Abigail yang bermarga Zee, bukan dirinya. Namun itu hanya perasaan tertindas sesaat. Karena detik berikutnya Darren merasa semakin bahagia sebab Abigail menerima begitu banyak cinta dari keluarganya.
Darren menarik Abigail masuk ke dalam pelukannya. Ia mengecup kepala istrinya itu berkali-kali.
"I love you."
"I love you more, hubby."
...****************...
Terima Kasih sudah mengikuti cerita ini sampai selesai. Terima Kasih untuk semua dukungan yang sudah diberikan❤️❤️❤️
Mampir di Karya Baru Author yuk.
Judul Sepertinya, Aku Jatuh Cinta
__ADS_1