
orang tua kami sudah saling merestui. dan bahkan karna kedekatan kami sejak kecil.
yang membuat kedua orang tua kami sempat ingin menjodohkan kami di kala dewasa.
namun rasa cinta kami. yang membuat rencana ke dua orang tua kami terwujud sebelum mereka mengutarakan rencana mereka.
kedua orang tua kami memutuskan. untuk menikahkan kami sehabis Roni lulus sekolah SMA.
karna menurut orang tua Roni. agar anak nya bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus setelah menikah.
aku pun menyetujuinya. kami bertunangan di hadapan keluarga kami.
kala itu aku baru lulus SMP. dan Roni masuk ke SMA.
kami tak pernah hilang komunikasi. selalu saling menghubungi. walau sekedar bertanya kabar atau makan.
kami selalu bicara layak nya teman seperti dulu. bukan seperti kekasih pada umum nya. yang di penuhi rayuan dan buaian.
aku memutuskan untuk bekerja. walau sempat tidak mendapat ijin dari Roni dan keluarganya. karna menurut mereka aku sudah menjadi tanggung jawab mereka setelah pertunangan.
namun ku yakin kan. bahwa aku juga ingin punya pengalaman. dan dengan bekerja bisa membantu mengumpulkan uang untuk biaya kita nanti.
.akhir nya setelah beberapa lama berbincang dan meyakinkan.
ijin dan restu pun di dapat.
namun Roni tak pernah melupakan untuk mengirim uang walau aku sedang bekerja.
bahkan terkadang uang yang dia kirim pun tak habis ku pergunakan. karna memang kebutuhan ku disini tidak begitu banyak.
karna makan minum pun sudah di sediakan.
hanya sesekali jika ingin jajan di luar. itu pun tak sering. karna restoran yang selalu ramai membuat ku lelah jika selesai jam kerja.
mendapat kan sebuah hubungan jarak jauh. tidak lah membuat kami saling risau satu sam lain.
rasa percaya kami satu sama lain. yang membuat kami tak pernah bertengkar.
pernah di satu masa. disaat aku masih duduk di bangku kelas 9
aku lupa mengerjakan tugas rumah.
karna kebetulan hari ini adalah hari di mana guru yang terkenal galak dan sangat tegas. bahkan ia tak segan memarahi murid di depan umum jika salah.
aku memang satu kelas dengan Roni kala itu. hanya Roni duduk di bangku belakang. bersama 2 teman nya yang saat ini berwirausaha dengan nya.
saat tugas harus di kumpulkan. aku tak bisa berkutik. karna tugas itu tidak ku kerjakan.
Al hasil membuat guru tersebut marah padaku.
dan menghukum ku. berdiri di tengah lapangan saat jam pelajaran di mulai.
panas yang terik. rasanya menembus pucuk kepala sampai kaki ku.
namun tiba tiba Roni pun datang dan ikut berdiri di samping ku?
"Kamu ngapain?"
"Nemenin kamu apa lagi"
__ADS_1
"kamu di hukum juga?"
"Iya"
"Karna apa? "
"Aku juga lupa ngerjain tugas"
aku menatap mata nya lekat. dan sudah jelas ku lihat kebohongan di situ.
dia tak mungkin tak mengerjakan tugas. Roni terbilang siswa yang sangat pandai.
dia selalu mendapatkan peringkat pertama.
bahkan dalam beberapa perlombaan di sekolah pun selalu mendapat rangking.
bahkan dia selalu mengatakan. bahwa kita harus pintar dalam segala hal. agar tidak mudah di per daya oleh orang lain.
dan jika kita pintar. maka orang lain akan menghargai kita.
jadi tidak mungkin dia lalai mengerjakan tugas.
kami terus berdiri sampai bel istirahat berbunyi.
anak anak semua keluar kelas untuk beristirahat atau makan siang. kami masih tetap berdiri menatap berdera di depan kami.
hingga satu Genk anak anak yang sering membuly dan mengejek ku datang.
yaa itu Desi dan kawan kawan.
mereka menghampiri kami dan mengejek kami.
"Yaa ampun. sosweet banget ya kalian" ucap nya sambil tertawa puas.
kami tak menghiraukan ucapan nya. bagi ku dan Roni ini cuma Bulian kecil. bahkan Desi pernah mengunci ku di kamar mandi.
setelah mereka puas dengan bulian nya. mereka pun meninggalkan kami dengan ejekan dan mentertawakan kami.
tak lama kedua teman Roni pun datang.
"kami iri deh sama kalian, sepertinya kalian bener bener jodoh"
aku menanggapinya hanya dengan senyum.
"mau kami belikan minum?"
"Tar, Roni bener bener sayang banget ke kamu. bahkan dia rela tak memberikan tugas rumah nya. hanya demi nemenin kamu disini" ucap yang lain.
sudah ku duga. Roni berbohong dengan ucapan nya tadi.
ku lirik ke arah nya. dan dia hanya bergidik menandakan tak tahu.
dasar pria satu ini.
kemudian dia mengeluarkan uang. dan meminta teman nya membeli minuman dingin.
****
sekitar 5 menit kedua teman nya datang membawa minuman dingin.
__ADS_1
dan Roni memberikan nya padaku.
sempat ku tolak. tapi dia memaksa dengan alasan haus ingin cepat minum. takut nya dia pingsan.
padahal aku sempat menyuruhnya minum.
tapi dia menolak. sebelum aku minum dia tidak akan minum.
itulah yang membuat ku luluh dan Ter amat mencintainya.
ia selalu mengutamakan ku sebelum dirinya.
aku pun mengambil dan meminum nya. dan setelah aku meminum. dia pun meminumnya.
aku sangat beruntung memiliki lelaki yang sangat menyayangiku. seperti ayah ku.
dia adalah lelaki yang ku cintai setelah ayah ku.
kebersamaan kami tak luluh membuat teman kami iri.
mereka selalu mengejek kami..
mereka mengatakan bahwa cinta kami seperti kisah Habibi dan Ainun.
namun aku enggan menanggapinya.
bahkan 1 waktu. saat aku ulang tahun dia menyempatkan pergi bersama teman nya menemui ku di tempat kerja.
memberi kejutan dan hadiah boneka. yang masih ku simpan hingga sekarang.
2 tahun bekerja di restoran ini. membuat ku memiliki banyak pengalaman.
bukan hanya pengalaman namun juga teman teman baru. dan ilmu yang baru juga.
tepat di tahun yang di nanti seluruh orang.
tahun yang di tunggu tunggu tiap tahun nya.
malam itu. aku tengah bekerja karna ada acara nikahan yang di langsungkan di restoran tempat ku bekerja.
tepat pukul 09,00 malam.
aku berjalan ke mes ku karna kebetulan jam kerjaku telah usai.
dan alangkah terkejutnya aku kala mendapat telpon bahwa Roni kecelakaan.
tanpa pikir panjang. aku meminta ayah menjemput ku.
kala itu rasanya jiwa ku benar benar hancur. tibanya di rumah sakit. tak kuasa ku melihat Roni yang tengah di tangani dokter dan suster.
tepat pukul.11,30 malam. dokter mengumumkan bahwa Roni telah tiada.
remuk sudah jelas ku rasakan kala itu. bahkan kaki ini pun rasanya tidak bisa berpijak dengan sempurna.
kedua orang tua Roni menangis begitupun dengan orang tua ku.
dada ini terasa sesak hingga mata ini mulai terasa gelap..
************
__ADS_1
kini kami sudah berada di kediaman Roni.
kursi kursi berjejer di luar, para tetangga berdatangan untuk melayat. tak luput guru dan teman teman kami pun hadir.