Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"PAKET MISTERIUS"


__ADS_3

Semenjak lamaran hari itu, banyak sekali paket Misterius yang datang ke Toko, Desi mengabarkan ada 7 buah paket yang tak tahu siapa pengirimnya.


Cincin mahal yang di berikan lelaki aneh hari itu, ku lepaskan dan ku simpan di rumah. rasanya jariku merasa aneh memakai barang semahal itu? apalagi orang yang memberinya orang asing. kalau orang itu orang jahat gimana? dan cincin itu hasil curian!


bisa bisa aku terseret masuk Bui,


Setelah mengantar Dinda ke rumah Bapak, aku akan pergi ke toko untuk melihat paket apa yang di maksud oleh Desi.


Dinda saat ini sudah sekolah, Walau sering mengalami kesulitan saat mendaftar karna berkas wali murid nya berbeda dengan yang ada di akte lahirnya.


Namun berkat kesabaran dan keyakinan semua berjalan lancar, Dinda tumbuh menjadi anak yang baik, Dia tinggal bersama ku kala berusia 4 tahun, dan kini Usianya sudah genap 6 tahun.


Tidak ada satupun dari kami yang menyembunyikan jati diri orang tuanya. Hingga dia tahu mana ayah dan ibunya.


Aku sudah mengantar Dinda ke rumah Bapak, karna bapak ingin bersama cucunya.


aku pun kembali pergi ke toko untuk melihat paket yang di maksud Desi.


Namun saat dalam perjalanan salah satu karyawan di toko kosmetik mengabari ku bahwa ada paket yang datang.


Aku semakin bingung saja di buatnya.


"Assalamualaikum" ucapku kala menginjakan kaki di toko.


"Waalaikumusallam" jawab Desi seraya menghampiri ku.


"Paket apa Des? perasaan. aku gak pesan apa apa?" tanyaku langsung pada Desi.


"Entah lah? Aku belum buka karna tak tahu siapa pengirimnya?" jawabnya.


"Dimana paket itu?" tanyaku seraya berjalan ke arah meja kasir.


"Ada!" jawabnya yang berjalan ke arah belakang.


Tak lama Desi kembali dengan membawa banyak barang ada yang kecil dan ada yang berukuran besar.


"Kira kira ini apa ya? dan dari siapa?" ucapku


"Bagaimana kalau kita buka? biar tahu apa isi nya" jawabnya.


"Kalau ini berisi barang atau hewan yang berbahaya gimana? Atau BOM gitu?" ucapku


"Terus gimana?" jawabnya.


Beberapa lama kami berpikir,


"Aku tahu!" ucapku.


"Apa?" jawabnya.


Aku pun pergi berjalan ke depan, dan memanggil dua bapak bapak tukang ojek, aku meminta bantuan pada mereka, karna mendapat paket misterius?


"Bismillah dulu pak" ucapku pada bapak bapak yang memegang sebuah paket dari dus itu.


Dengan cekatan bapak tersebut membuka tiap Selotip yang menempel pada dus tersebut. dan berhasil membukanya.


Namun bukan nya BOM atau hewan berbahaya. Dus tersebut hanya berisi kan Tumpukan bunga mawar merah.


Karna merasa penasaran dengan isi semua paket itu, akhirnya aku dan Desi pun ikut membuka tiap paket itu. dan semua nya berisikan Bunga yang berbeda jenis dan warna.


"Pak Terima kasih banyak ya atas bantuan nya. dan maaf sudah merepotkan" ucapku pada dua bapak bapak yang tadi membantuku.

__ADS_1


"Iya neng, gak apa apa" jawab nya seraya berjalan kembali ke pangkalan


"Gila, ku kira isinya emas berlian tahu nya bunga semua" celetus Desi sambil memutar dus besar yang berisikan tumpukan bunga mawar itu.


"Malah aku kira isi nya BOM, bikin geger saja!" jawabku.


"Siapa sih yang ngirim beginian? di kira kita mau jual Bunga kali!" ucapnya


"Mana aku tahu?" jawabku.


Hari semakin hari usaha ku semakin maju dan berjalan lancar, Ayah tidak lagi menjadi buruh tani dari sawah orang, karna Alhamdulilah aku sudah mampu membelikan nya sawah, walau tidak banyak. namun cukup untuk memenuhi semua kebutuhan beliau.


Dan bapak, aku membiayai tambak nya dengan berbagai bibit ikan. karna kebetulan Bapak memiliki tambak yang kosong. dari pada di biarkan tanpa terurus aku pun memutuskan untuk memelihara ikan konsumsi. selain untuk menjadi ladang penghasilan untuk bapak dan Umaya.


Aku merasa bahagia dengan hidupmu yang sekarang, selain kondisi ekonomi yang membaik, semua sudah ku miliki.


sahabat, keluarga, dan anak asuh.


aku bisa menjadi sahabat seseorang, menjadi anak dan putra seseorang dan menjadi ibu dari seorang gadis.


Aku tidak menginginkan apapun lagi,


"Kita apakan ya bunga ini?" tanya Desi padaku yang tengah asik memandangi semua bunga di depan ku.


"Aku sendiri tak tahu Des?" jawabku.


(Bu, ada paket lagi jadi totalnya ada 5 paket. namun tak tahu siapa pengirimnya?) sebuah pesan masuk dari pegawai ku di toko kosmetik.


( Coba kamu buka isinya apa? soalnya saya merasa tak beli apa apa?) balasku pada pegawai ku.


Belum juga selesai dengan semua bunga yang menumpuk di halaman toko, sekarang apa lagi.


"Kenapa kok malah musam gitu tuh muka, gak enak banget di pandang!" ucap Desi.


"Kesana juga ada?" ucapnya


"Iya," jawabku.


"Isi nya bunga juga?" tanya Desi.


"Belum tahu, aku baru menyuruhnya untuk membuka semua paket itu, kira kira siapa ya yang ngirim beginian?" jawabku.


"Mungkin pengusaha bunga, dia ingin bekerja sama dengan kamu kali?" ucapnya ngasal


"Aneh, mana ada orang ngajak kerja sama ngirim beginian semua!" jawabku.


Desi pun hanya tertawa melihat wajahku yang mulai BT.


(Bu, ini semua isinya coklat) pesan masuk dari pegawai ku membuatku semakin kebingungan.


(Semua isi nya sama?) balas ku.


(Semua sama Bu, hanya berbeda merk dan rasa ) jawabnya.


( Ya sudah, kamu simpan saja dulu nanti saya kesana) jawabku.


(Baik Bu) balasnya.


Semakin bingung saja aku di buat oleh semua paket ini?


yang satu tumpukan bunga. dan yang satu tumpukan coklat.

__ADS_1


Belum dapat jawaban siapa pengirim semua paket ini. tiba tiba ada sebuah mobil bak terbuka masuk ke halaman toko ku?


" Permisi Bu, apa ibu Tari nya ada?" tanya tukang paket saat menghampiri aku dan Desi.


"Saya Tari, ada apa ya pak?" jawabku


"Oh ini Bu, ada kiriman paket untuk Ibu!" ucapnya seraya menunjuk mobil di belakang nya dengan jari jempol


"Paket? tapi saya tidak pesan apa apa? kalau boleh tahu siapa ya pengirimnya?" jawabku.


"Kalau untuk pengirimnya kami kurang tahu Bu, karna tugas kami hanya mengirim sesuai alamat dan nama penerima" ucapnya.


Desi melihat ku keheranan,


Kira kira siapa yang mengirim paket lagi?


"Baik pak, silahkan turunkan saja" jawabku karna kasihan pada pegawai paket tersebut.


Beberapa lama paket pun berhasil di turun kan. sebuah dus yang berukuran sangat besar berdiri di hadapan ku dan Desi. entah apa lagi ini isinya.


Pegawai paket itu pun pergi setelah mendapat tanda tangan dan foto tanda barang telah di terima.


"Kita buka lagi atau gimana?" ucap Desi


"Entahlah, kira kira dus gede gini isinya apaan?" jawabku.


"Mungkin bunga lagi? " ucapnya seraya tetap melihat dus dengan heran.


"Atau coklat, seperti yang di kirim ke toko kosmetik!" jawabku.


beberapa saat kami diam,


"Kita buka saja yuk, penasaran juga?" ucapnya kemudian.


"Kalau isinya bukan bunga atau coklat gimana? kalau isinya hewan buas gimana?" jawabku.


"Dari tadi hewan buas terus, buktinya bunga" ucapnya kesal


"Habis dus gede gini isinya apaan, kamu gak liat tadi pegawai paket sampai keberatan buat nurunin nya?" jawabku masih dengan kebingungan


"Ya jadi gimana? Atau kita panggil lagi bapak bapak tadi?" ucapnya tak sabar. .


"Malu, kalau harus minta bantuan yang gak penting" jawabku.


"Lalu, ini gimana?" ucapnya.


"Kita biarin aja lah," jawabku.


"Kalau isinya kulkas, atau mesin cuci atau malah benda elektronik gimana? hancur donk kehujanan?" ucapnya.


Aku pun diam, Ada benar nya juga yang Desi katakan, tapi siapa juga yang mengirimkan benda elektronik kesini,


akhirnya aku pun memberanikan diri membuka dus besar tersebut dengan memegang sebuah kayu sebesar rotan di tangan ku, ini jaga jaga jika isinya membahayakan akan ku pukul.


Desi membantu ku membuka dus ini, dan dua pegawai ku tengah sibuk membereskan toko serta melayani pelanggan. jadi aku tak bisa meminta mereka membantuku disini.


Jantung ku rasanya berdebat hebat, hampir mau lepas dari tempatnya. keringat bercucuran tak karuan. bahkan nafasku mulai tersengal.


detik demi detik. kotak itu pun kami buka secara perlahan,


dan.....

__ADS_1


SURPRISE........


__ADS_2