Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"KEBENARAN AYAHKU"


__ADS_3

setelah semua pegawai melihat foto Adit yang di tunjukan bos mereka,


ada satu pegawai yang nampak mengingat dan mengenal wajah Adit.


"Oh ini mah saya inget dulu pernah servis disini, dan kalau gak salah dia sering tuh kumpul di warung remang remang disana"


ucapan pegawai ini sontak membuat ku kaget, apa yang dia bilang dengan warung remang remang?


apa benar yang di katakan ibu ibu waktu itu?


bahwa suamiku sering minum?


"Kalau boleh tahu? dia servis apa ya A?"


"Oh cuma ganti oli aja"


"Berapa kira kira biaya ganti oli A?"


"Kenapa teteh nanya gitu, ada apa teh?"


"Oh gak apa apa, dia hanya meminjam pada saya waktu itu"


"Cuma 50 ribu teh"


"Apa 50 ribu?"


"Iya "


kali ini aku benar benar tidak percaya dengan apa yang aku dengar.


satu lagi kebohongan Adit yang mulai ku ketahui, entah kejutan apa lagi yang akan menghampiri ku di depan nanti.


aku pun pamit pergi pada si Abang itu dan berjalan menghampiri ojek yang sedari tadi menunggu ku.


perjalanan menuju toko kali ini membuat ku lemas. pasalnya masih pagi pagi Adit memfitnahku pada orang tuaku. hingga ayah dan ibu sampai marah padaku. dan kali ini ku ketahui bahwa dia berbohong.


entah di pakai apa uang 3 juta kala itu.


tunggu, pegawai bengkel tadi bilang bahwa warung itu warung remang remang.


apa yang di maksud dengan remang remang itu?


jangan sampai Adit benar benar melakukan itu, sesampai nya aku di toko Desi sedang sibuk melayani beberapa pengunjung. dan ku lihat beberapa reseller ku juga tengah memilih barang,


lekas aku duduk di kursi kasir. rasanya lelah sekali pagi ini. masalah datang bertubi tubi. dan yang lebih mengganggu pikiran ku adalah Adit. apakah benar jika suamiku melakukan hal menjijikan itu?


apa aku harus mencari tahu tentang suamiku sendiri? jika itu jalan terbaik maka aku akan melakukan nya.

__ADS_1


saat tengah berbincang dengan salah satu reseller ku. ku lihat ibu mertua sedang berjalan ke arah toko.


gegas aku bangun dari duduk dan menyibukkan diri dengan membereskan pakaian.


"Ada promo apa mbak?"


tanya nya pada Desi yang tengah berdiri di samping nya.


"Oh ini Bu. kami sedang ada promo beli dua dapat 3 daster"


"Ada gamis keluaran terbaru gak? yang jarang orang punya" tanya nya lagi. nampak nya beliau tidak menyadari kehadiran ku.


"Ada Bu. ini gamis keluaran terbaru dan baru di kirim dari konveksi nya"


"Oh iya bagus"


beruntung nya beliau tak menyadari kehadiran ku. jika sampai dia tahu bahwa toko ini milik ku. entah apa yang akan terjadi.


namun sial nya tangan ku malah menjatuhkan tumpukan baju yang tadi ku susun rapih.


"Tari" ucap mertuaku.


"Eh ibu. sedang apa disini?" aku pun berpura pura.


"Kamu sedang apa?"


"Oh jadi kamu kerja disini"


"Iya Bu"


"Kamu gak rugi dek, kok memperkerjakan orang yang teledor kaya gitu" ucap mertuaku pada Desi.


ku lirik sekilas sebelum ku lanjutkan aktifitas ku.


"Engga Bu. Tari anak nya baik dan rajin kok" Desi nampak gugup saat berbicara dengan mertuaku itu.


kejadian ini membuat beberapa reseller ku ikut kebingungan dengan kebohongan yang ku ciptakan.


namun mungkin mereka sungkan untuk bertanya. pasalnya masih ada mertuaku. akhir nya mereka pun melanjutkan aktivitas nya masing masing.


"Rajin dari mana? kerjaan nya cuma buat berantakan semua,"


"Kok ibu bicara begitu? ibu kenal dengan Tari?" nampak Desi sudah mulai dengan sikap detektif nya.


"Kenal Tapi gak penting, saran saya lebih baik pecat saja. biar dia tahu diri agar bisa mengurus suaminya dengan benar. biar cepat punya anak. kecuali kalau dia memang mandul"


kali ini ucapan ibu mertua ku membuat ku sesak. ingin rasanya ku sumpal mulut nya dengan kain.

__ADS_1


"Maksud nya gimana Bu?" Desi masih saja bertanya.


"Udah lah, jangan bahas dia terus gak penting. Ini semua berapa?"


Desi pun mengambil pakaian yang di beli mertuaku. dan menghitung semuanya.


setelah selesai membayar mertuaku malah menghampiriku. yang membuat semua mata melihat ke arah kami.


"Kerja tuh yang benar, jangan buat kerusuhan di mana mana. udah mandul gak berguna lagi" ucapan ibu mertuaku kali ini membuat ku hilang kendali.


"Tentu saja saya akan bekerja dengan benar dan maksimal, karna saya tahu uang suami saya habis hanya untuk dirinya sendiri"


kali ini ucapan ku membuat nya melotot dengan tatapan yang membuat siapapun akan takut. tapi tidak dengan ku.


"Jaga bicara kamu ya"


"Memang benar adanya. Oh iya bukan nya tadi pagi Ibu ke rumah orang tua saya dan meminta untuk di pinjamkan uang ya. kok sekarang malah belanja"


ku lihat wajah nya mulai merah padam. nampak nya dia ingin memaki ku. jika itu terjadi maka akan ku lawan saja.


bukan nya tadi pagi dia dan anak nya sudah memfitnahku sampai aku di benci oleh orang tuaku sendiri.


"Itu urusan saya bukan urusan kamu. kamu urus saja rahim kamu yang mandul itu"


"Tentu itu urusan saya. karna Ibu dan anak ibu telah memfitnah saya hanya untuk mendapat simpati dan uang dari orang tua saya"


kali ini dia nampak pucat. mungkin dia tidak berpikir bahwa Ayah ku tidak akan bicara yang sebenarnya.


"Jangan asal bicara kamu, Dasar wanita gak tahu diri. sudah di pungut oleh anak saya bukan nya berterima kasih malah bersikap begini"


ucapan mertuaku kali ini membuat semua orang disini tahu bahwa. kehidupan pernikahan ku tidak baik baik saja.


"Untuk apa berterima kasih. toh saya makan dengan uang saya sendiri. dan harus nya ibu yang berkaca. bukan nya anak ibu hanya menumpang makan saja, apa selama ini dia memberikan saya nafkah dengan benar?. semua uang nya habis untuk bersenang senang di warung remang remang"


"Jaga bicara mu Tari, anak saya tidak seburuk itu. kamu yang tidak tahu di untung. kamu pikir apa ada laki laki yang mau dengan wanita depresi seperti kamu?"


"Kenapa tidak ada? memang nya saya cacat?"


"Oh iya. kalau begitu mengapa Ayah kamu sampai datang ke rumah kami untuk meminta Adit menjadi menantunya, bukan kah itu sudah jelas bahwa kamu itu wanita pembawa sial"


kini mertua ku pergi meninggalkan ku. dengan ucapan nya yang menusuk hatiku.


apa benar Ayah yang meminta agar Adit menikahi ku?


Desi dan beberapa reseller ku menghampiriku


Desi mengelus pundak ku. mungkin dia mengerti bahwa hubungan ku dengan mertuaku tidak baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2