
PERSI BIMA....
Namaku Bima Atmadja. Aku terlahir dari keluarga yang memang sudah berkecukupan. walau tidak sekaya para pejabat Negara, atau para Artis Artis yang selalu berjajar di acara TV yang selalu di tonton Mamah.
Mamah ku berprofesi sebagai pengusaha Textile peninggalan Papah dulu. Ya papah ku telah tiada saat aku menduduki bangku sekolah dasar kelas enam.
Kehilangan Sosok papah yang begitu gagah dan tegar membuat ku beberapa kali bersedih bukan main, apalagi kala melihat teman teman ku yang tengah asik bermain dan mengobrol dengan Papah mereka. Membuat ku sempat terpuruk dan enggan berangkat sekolah. Namun Mamah selalu menguatkan dan berhasil membujuk ku. Hingga aku bisa melanjutkan sekolah dan berhasil lulus menjadi seorang anggota kepolisian.
Sebenarnya cita cita ku adalah menjadi seorang pengusaha makanan, karna sebenarnya aku sangat gemar sekali makan dan jajan beraneka ragam jajanan yang banyak di jajakan di jalanan.
Menjadi seorang polisi adalah cita cita papah dulu. Papah bercerita sangat ingin menjadi seorang polisi. namun entah karna apa? papah tidak lulus Seleksi menjadi polisi,
Yang membuatku memutuskan untuk ikut akademi kepolisian setelah lulus sekolah dulu. dan tanpa terduga Aku terpilih menjadi anggota kepolisian.
Papah meninggal karna sakit. dan dia meninggalkan rumah dan satu mobil untuk ku dan Mamah, papah tidak meninggalkan hutang sepeserpun untuk kami berdua. yang membuat kehidupan kami tidak berubah kala dirinya telah tiada.
**********
Saat di masa Sekolah Menengah Atas(SMA)
Aku pernah mengagumi seorang gadis, yang selalu mendapat peringkat pertama dalam segala Hal.
Gadis itu bernama Sinta, dia satu kelas dengan Kum kecantikan yang terpancar dari wajah nya membuat tidak sedikit lelaki di sekolah ku Naksir dan menginginkan Sinta menjadi pasangan mereka.
Tak bisa ku pungkiri, aku pun sangat mengidamkan Sinta menjadi pacarku,
Wajah yang sangat Ayu, dengan senyum yang semakin manis karna adanya lesung pipi disana, dan rambut yang tertutup akan kerudung yang sangat membuat Sinta semakin cantik.
Satu tahun aku mengagumi nya, tapi aku sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk mengutarakan isi hatiku pada Sinta, Kesibukan Sinta sebagai ketua OSIS membuat ku tidak memiliki waktu untuk bicara padanya.
Aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan, bahkan aku selalu mengikuti dan mencari tahu apa yang dia suka dan tidak, bahkan aku sampai tahu warna favorit dan makanan kesukaan nya.
Mengetahui apa yang Sinta suka membuatku sangat bahagia, Bahkan saat ada acara Camping di adakan, aku tak pernah sekalipun mengalihkan pandangan pada Sinta.
Aku sangat mengagumi Gadis ini,
Dia begitu Ayu, dan sangat sopan santun.
Bahkan aku sangat bercita cita bisa menikahi Gadis ini, .
"Bim, ngapain duduk sendiri di sini?" tanya salah satu teman ku.
"Ah tidak kok" jawabku.
__ADS_1
Karna aku memang bukan sekedar duduk di koridor sekolah, melainkan aku tengah menunggu Sinta lewat. karna biasanya dia akan lewat sini kala beristirahat dengan teman teman nya,
Sinta adalah kutu buku, kemanapun dia pergi, dia selalu membawa buku di tangan nya. itu adalah salah satu yang membuatku kagum pada Sinta, bukan hanya cantik dan santun, sinta juga sangat pandai,
Dari kelas 10 sampai sekarang kelas 12 dia selalu mendapat peringkat pertama di Sekolah, bahkan aku pernah mendengar dia di anjurkan oleh beberapa guru untuk mendaftar beasiswa masuk ke Universitas Ternama di kota kami.
Kekaguman ku pada Sinta benar benar membuatku Gila, aku sampai membeli beberapa warna pakaian yang di sukai oleh Sinta, dan aku mulai belajar menyukai Buku. padahal Aku sangat malas membaca buku.
Mamah sampai beberapa kali memarahiku karna aku sangat malas kalau di suruh belajar. aku lebih menyukai membantu usaha yang di jalan kan Mamah dari pada membaca buku.
"Hey Bim, sedang apa kamu?" tanya Angga teman sebangku Ku.
"Lagi Makan" jawabku asal. padahal sudah jekas kau tengah membaca buku yang tebal nya luar biasa.
"Sampai sebegini nya mau pintar sampai buku pun kau baca Bim Bim" ucapnya seraya tersenyum.
"Lagian sudah tahu aku sedang baca buku, pake nanya segala" jawabku.
"Tumben kamu jadi rajin baca buku, perasaan sampai mamah mu berteriak pun kamu tidak juga membuka buku" ucapnya.
"Biasa saja" jawabku tetap menatap lembaran demi lembaran buku tanpa gambar ini.
Ya, aku memang berencana setelah lulus sekolah nanti akan melanjutkan usaha yang Mamah jalani, Mamah pun tidak Memaksaku menjadi apa di kemudian hari, yang terpenting aku menjadi anak baik. bagi Mamah itu sudah cukup.
***********
Hari itu......
Beberapa bulan lagi acara kelulusan kami akan segera di adakan.
"Sinta, kamu mau gak jadi pacar ku?" ucapku pada Gadis yang ku kagumi hampir tiga tahun yang lalu.
Ku beranikan diri menyatakan cinta pada Sinta di lapangan sekolah, yang sudah jelas di saksikan puluhan siswa dan siswi lainnya.
Mengapa aku melakukan ini?
karna Sinta sangat menyukai drama Korea yang bergenre romantis itu.
Dan aku juga pernah mendengar dia akan sangat bahagia jika ada yang melamar nya dengan cara berlutut di hadapan banyak orang.
Itu sebab nya ku lakukan hal sedemikian, walau sejujurnya aku bukan orang yang romantis. karna aku terbilang lelaki yang kaku. tapi demi mendapatkan Gadis seperti Sinta, aku akan melakukan Apapun.
Tidak sedikit mata memperhatikan ku, bahkan Sinta pun tidak juga memberikan jawaban atas pertanyaan ku.
__ADS_1
"Kamu Nembak aku Bima?" jawabnya.
"Iya, kamu mau kan jadi pacar aku?" ucapku masih berlutut di hadapan nya.
"Kamu Sadar gak, yang kamu tembak itu siapa?" jawabnya
"Memang nya kenapa? Apa ada yang salah" ucapku.
"Huuhh, Kamu gak lihat. aku itu ketua OSIS yang di kagumi banyak orang. masa aku harus pacaran sama kamu!". jawabnya
Sejujurnya aku merasa seperti ada belati yang menghujam jantungku.
"Memang nya kenapa?" ucapku penasaran.
"Kamu lihat dong, aku itu Cantik modis, berprestasi. masa aku Mau pacaran sama Lelaki Hitam dekil dan gemuk kaya kamu!" jawabnya yang menaikan nada suaranya. yang sudah pasti dapat di dengar semua orang yang menyaksikan kebodohan ku.
Ya, Aku memang memiliki kulit yang berwarna Sawo terlebih matang. badanku juga sedikit gemuk. karna Hobi ku yang jajan dan makan. membuat bobot tubuhku membesar dengan sendirinya.
"Jadi kamu menolak ku?" ucapku yang mulai merasakan sakit di dada. karna aku mengaguminya sejak tiga tahun yang lalu.
"Iya lah, masih saja kamu nanya? mana mungkin aku mau pacaran sama kamu, kecuali kalau kamu memiliki badan yang bagus, kulit yang putih dan wajah yang ganteng. baru aku mau!" jawabnya seraya tertawa puas bersama teman teman nya.
"Kalau aku sudah tampan dan badan ku bagus. apa kamu mau jadi pacarku?" ucapku
"Iya, tapi sebelum itu terjadi. janan pernah menampakan diri kamu di hadapan ku. karna aku sangat jijik melihatmu!" jawabnya
Aku pun bangkit dari duduk ku, dan menatap Gadis impian ku dengan seksama. aku akan melakukan apapun demi bisa memiliki Sinta,
Aku pun berjalan ke arah kelas. dan mengabaikan setiap cibiran dari para penonton.
"Ya ampun Bima, aku gak nyangka kamu sampai mempermalukan diri begitu?" tanya Angga padaku.
"habis bagaimana, Aku begitu mengagumi Sinta" jawabku.
Setelah hari itu, aku menjadi pusat ledekan para siswa dan siswi di sekolah. aku di Cap sebagai lelaki tak tahu malu, sebab berani menembak ketua OSIS yang cantik dan pandai.
Sedangkan aku hanya lelaki hitam dan gendut yang terlalu banyak berkhayal.
Bulian demi Bulian ku dapatkan beberapa bulan ini. sampai membuatku merasa malu dan tak ingin pergi lagi ke sekolah. namun dorongan Mamah yang selalu membuatku kembali menginjakan kaki di lingkungan sekolah yang sekarang benar benar membuatku tak nyaman.
Aku lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. aku mempelajari tentang dasar undang undang, tentang hukum karna aku telah memutuskan untuk mendaftar menjadi anggota kepolisian.
..............
__ADS_1