
Hari semakin Hari aku semakin penasaran dengan wanita yang bernama Tari tersebut.
Pasal nya dia selalu mengunjungi kantor polisi setiap dua Minggu sekali dan yang membuatku geleng geleng kepala. dia sampai membawa banyak sekali barang dan makanan.
Jangan di tanya? berapa banyak makanan yang dia bawa, dia membawa makanan seperti orang yang mau jualan disini. tidak hanya itu. dia juga membawa beberapa jenis buah dan pakaian baru untuk mantan ibu mertuanya.
Sikap bodoh yang wanita itu buat, Kian hari kian membuatku penasaran. hingga aku memutuskan untuk mencari tahu tentang kehidupan nya.
Satu bulan mencari tahu tentang Tari, akhirnya aku tahu. dia adalah gadis desa yang terlahir dari keluarga kalangan biasa, dan dia memiliki hubungan asmara dengan teman semasa kecilnya, namun dia di tinggal mati oleh tunangan nya tersebut saat hendak menikah, dan akhirnya terpuruk hingga satu tahun lamanya?
Dan itu pula yang membuat nya masuk ke dalam derita panjang. yaitu kala di paksa menikah dengan mantan suaminya itu? dan mendapat banyak perlakuan buruk dari suami serta mertuanya.
Aku terus mencari informasi tentang Tari, mendengar dia di paksa menikahi suami dan mendapat perlakuan yang kasar dari suami serta mertuanya. membuat ku sedikit kasihan, mengapa dia masih mau bertahan. jika memang suaminya tidak bersikap baik padanya?
Hingga aku terus mencari tahu tentang Tari, satu bulan kemudian. aku berhasil mendapat informasi nya kembali. bahwa orang tua Tari lebih mempercayai suami dan mertuanya bahkan Tari juga sempat di usir dan tidak di akui sebagai putri. jika tidak meminta maaf pada suami dan mertuanya. Selama beberapa bulan Tari hanya sendiri. terpuruk karna ucapan orang tuanya itu.
Yang membuatku kagum pada wanita itu adalah. dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri,
walau tidak mendapat nafkah dari suami. dia masih bisa mengisi perut nya sendiri. dan tidak bergantung pada suaminya itu.
Hari demi hari aku semakin kagum pada wanita itu, hingga aku tahu. bahwa dia adalah pemilik salah satu toko pakaian. yang memiliki banyak sekali pelanggan.
dan dia dengan mudah nya mau mengurus serta membesarkan anak yang tak lain adalah anak dari hasil hubungan antara teman serta suaminya itu, itu tidak mudah. hanya orang orang tertentu yang bisa melakukan itu.
Desi, dia terus menceritakan tentang Tari padaku. tidak satu cerita pun dia merahasiakan dariku. bahkan kebaikan Tari pada nya. yang dengan mudah nya memberi sebagian keuntungan toko pada Desi.
Tidak sengaja aku bertemu dengan ibu Tari, itu bukan pertemuan yang di sengaja. saat itu aku tengah duduk usai bertemu dengan Desi. dan tak sengaja melihat seorang ibu hendak tertabrak sebuah mobil. karna sibuk dengan belanjaan yang dia pegang.
Setelah menyelamatkan dan mengantar nya pulang, rupanya dia adalah ibu dari Tari,
Hubungan kami pun semakin akrab, sengaja aku tidak bertanya tentang Tari pada mereka, mendengar cerita dari Desi, aku yakin tidak banyak informasi yang mereka tahu?
Ya, walau mereka adalah orang tua Tari, tapi ku rasa Desi lebih mengetahui seluk beluk Tari dari pada yang lain.
Karna sering nya bertemu, hubungan ku dengan keluarga Tari pun semakin dekat, bahkan gadis kecil yang di rawat dan di besarkan oleh Tari pun dekat dengan ku.
__ADS_1
Hingga tepat satu tahun aku mencari tahu tentang Tari, tak kusadari aku mulai menyukai Wanita itu, wanita yang baik Hati. dan tidak pernah memandang kesalahan orang lain.
karna sering nya bertemu, dan mendapat cerita positif dari sahabatnya itu. membuat ku semakin penasaran akan wanita itu.
"Mah, Disini ada wanita namanya Tari, awalnya Bima menganggap dia itu bodoh banget, karna mau mengurus anak dari perselingkuhan suami dan teman nya, yang dengan tega nya mau membunuhnya. dan berhasil melenyapkan bayi nya. yang belum sempat lahir" ucapku pada mamah dari sambungan telpon.
"Lalu?" jawab mamah.
"Iya, karna penasaran, dia setiap dua Minggu sekali menemui mantan mertuanya yang ikut juga dalam upaya pembunuhan berencana tersebut, dia memperlakukan mantan mertuanya dengan begitu baik. bahkan membawa banyak makanan serta buah ke sini" ucapku lagi.
"Itu, berarti bukan bodoh Nak, tapi wanita itu wanita yang memiliki jiwa yang besar, tidak semua orang bisa merawat anak dari perselingkuhan suami dan teman nya" jawab mamah.
"Iya mah, akhirnya Bima mencari tahu tentang dia. dan......" ucapku menggantung ucapan ku.
"Dan apa Nak?" jawab mamah. nampak penasaran.
"Bima tidak tahu, sejak kapan Bima memiliki perasaan pada wanita itu mah. mungkin karna sering melihat dan terlalu jauh mencari tahu tentang dia" ucapku berharap mamah tidak menolak nya seperti Sinta dulu.
"Alhamdulilah, akhirnya kamu menemukan pelabuhan hati juga Nak, mamah sampai takut karna sudah hampir 4 tahun ini kamu tidak pernah bercerita tentang wanita pada mamah" jawab mamah tanpa terpikirkan oleh ku.
"Nak, bukan nya selama ini mamah selalu mendukung keputusan mu. hanya bijak lah dalam memilih satu keputusan, kapan kamu memperkenalkan dia ke mamah?" jawab mamah.
Dasar mamah, langsung minta di kenalkan Saja. aku saja belum bertemu secara langsung dengan Tari, aku hanya memperhatikan dia dari kejauhan.
"Mamah, Bima saja belum bertemu secara langsung dengan dia. dan tidak tahu dia menyukai bima atau tidak?" ucapku.
"Loh, jadi kamu belum pernah bertemu secara langsung dengan dia Nak?" jawab mamah.
"Belum mah" ucapku.
"Ya sudah, lamar saja dia langsung Nak? wanita biasanya akan sangat menyukai lelaki yang langsung melamar nya" jawab mamah.
"Masa sih mah? masa Bima harus langsung melamar nya?" ucapku tak yakin.
"Iya, papah mu saja dulu langsung melamar mamah. padahal mamah tidak mengenalnya" jawab mamah yakin.
__ADS_1
"Jadi menurut mamah, Bima harus melamar Tari secara langsung?" ucap ku.
"Iya" jawab nya.
Sambungan telpon pun berakhir. aku memikirkan apa yang mamah ucapkan. hingga aku memencet nomor Desi di ponsel ku.
Lama menunggu hingga sambungan telpon pun tersambung...
"Hallo" ucap Desi dari sebrang telpon.
"Ya," jawabku.
"Ada apa pak?" ucapnya
"Des, saya mau bertanya? kamu kan wanita Ya? Mamah saya menyuruh saya melamar seseorang, sebaiknya saya melamar nya dengan seperti apa?" jawabku.
Desi memang tidak tahu aku menyimpan rasa pada sahabat nya? dia hanya tahu aku mencari tahu tentang sahabat nya karna keperluan pekerjaan.
"Eemm, bapak minta saran saya?" ucapnya
"Iya" jawabku kaku.
"Ya, kalau bapak mau melamar ya lamar saja pak, cuma kalau saya sih suka nya yang romantis gitu. jadi kaya acara di Drakor gitu. pokonya sweet banget" ucap Desi.
"Drakor?" jawabku.
"Iya, kebanyakan wanita kan suka tuh di prioritaskan? apalagi mendapat perlakuan yang romantis" ucapnya lagi.
"Bisa di contohkan?" jawabku.
"Begini saja pak, bapak lihat saja di YouTube, cara melamar wanita dengan gaya Korea" ucapnya sembari tertawa
"Begitu?" jawabku.
"Iya pak, ya sudah ya pak saya tutup dulu. soalnya ada pelanggan" ucapnya seraya menutup telpon dariku.
__ADS_1