Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"MARAHNYA BAPAK MERTUA"


__ADS_3

Pagi ini aku bersama Adinda pergi ke toko. ada yang ingin ku ambil di sana. beberapa catatan barang yang akan ku beli.


Sesampainya di toko aku pun masuk.


"Dinda, kamu main disini ya, Tante mau cari catatan dulu"


"Iya,"


dengan kata yang masih terbata bata. namun aku mengerti apa yang gadis kecil ini ucapkan.


Adinda terbilang anak yang baik. dia tidak rewel sama sekali. itu membuatku tidak kerepotan Kala dia masih ikut bersama ku.


"Akhirnya saya ketemu juga dengan kamu, Heh berani berani nya kamu penjarakan anak saya"


Suara yang sangat ku kenal.


"Anak ibu pantas mendapatkan itu, dia telah berusaha membunuh saya dan membunuh anak saya"


"Saya tidak mau tahu, kamu bebaskan dia atau saya adukan pada keluargamu"


"Jangan harap, perbuatannya sangat fatal. harusnya ibu beruntung. saya tidak ikut melaporkan perbuatan ibu"


"Apa maksud kamu? berani kamu sekarang pada saya"


"Kenapa tidak, saya akan hancurkan siapapun. yang sudah terlibat membunuh anak saya, jadi berdoa lah semoga anda bukan termasuk orang yang saya cari"


"Keterlaluan kamu"


Mertuaku pergi tanpa berkata apa apa lagi. jika dia juga terlibat. maka aku tidak akan segan memasukan dirinya ke penjara. menyusul anak nya itu.


Aku sengaja tidak memberi tahu beliau bahwa Adinda adalah cucunya dari Anita dan Adit. aku sangat paham sikap beliau. bisa saja dia meninggalkan adinda di jalan.


jika anak ku saja yang sah dia tidak menerima nya. apakah dia bisa menerima Adinda?


aku akan mengantarkan Adinda langsung ke rumah dan bertemu bapak mertua. hanya dia satu satunya yang ku harapkan.


Setelah mendapat apa yang aku cari aku pun keluar dan menutup toko kembali.


ku tuntun adinda pulang kembali ke rumah. namun sebelum itu aku bertanya pada gadis kecil ini.


"Dinda ada yang mau di beli gak?"


dia hanya menggeleng kepala namun dari bahasa tubuhnya aku menangkap bahwa dia menginginkan buah"


"Dinda mau buah buahan gak?"


Dia hanya menunduk,


" Jawab sayang kalau mau Tante belikan?"


Tanpa mendapat jawaban. aku pun membeli beberapa buah buahan untuk adinda. tak lupa aku membeli beberapa mainan anak perempuan. dan sendal.


karna sendal yang dia kenakan sudah sangat tidak layak.


Sesampainya aku di rumah. adinda langsung duduk seperti biasa. aku langsung mengupas buah untuk nya. dan menyerahkan mainan yang tadi ku beli.


dia menyambutnya dengan senyum yang mengembang.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumusallam " jawabku dari dalam.

__ADS_1


"Tar, bagaimana apa adinda merepotkan mu?"


"Tidak Des, dia anak baik"


"Oh iya, ini baju baju bekas anak saudaraku, masih sangat bagus. lumayan buat ganti adinda"


"Oh iya, terimakasih banyak Des, ini sangat berguna"


"Dulu aku pernah memberi Anita pakaian ini, tapi ku lihat dia malah membuangnya, jadi aku tidak memberinya lagi"


*****


hari ini aku dan Desi akan mengantarkan Adinda pada bapak mertuaku. dia berhak tahu bahwa dia punya cucu dari anak nya.


"Assalamualaikum " ucap kami dari luar.


"Waalaikumusallam" jawab bapak mertua.


"Tari? Kenapa kamu kesini?"


Aku menghampiri bapak mertua. dan mencium tangan nya. namun bapak mertua malah menepisnya.


perlakuan yang tidak biasa. biasanya beliau sangat menyayangiku. namun kali ini. ku lihat ada kebencian di matanya padaku.


"pak, maksud Tari kesini. Tari mau memberi tahu..."


"Memberi tahu apa? bahwa kamu sudah memenjarakan Adit anak saya?"


Seketika aku kaget mendengar ucapan bapak mertuaku. apa dia marah jika anak nya ku polisikan?


"Maaf soal itu pak, tapi Adit dia berusaha membunuh Tari sampai Tari harus kehilangan bayi Tari"


"Cukup, bapak sangat menyayangi kamu. tapi apa? kamu malah mencoreng kehormatan bapak. bapak tahu semuanya. kamu sengaja memfitnah Adit agar kamu bisa bebas kan?"


"Maaf, karna bapak sudah menjodohkan kamu dengan Adit. bapak kira kamu wanita baik. tapi ternyata kamu pembawa sial. kamu sudah membuat bapak malu Tari"


"Pak"


"Cukup, Bapak tidak ingin lagi mendengar apapun darimu. lebih baik kamu pergi"


"Pak, Tari kesini ingin mengantarkan Adinda"


Beberapa tetangga telah berkumpul karna melihat kehadiran ku. aku tak tahu apa saja yang sudah ibu mertua katakan. namun rasanya kata kata itu sangat kejam. sampai membuat bapak mertua. dan bahkan beberapa orang disini mencemooh ku.


"Siapa dia?"


"Dia anak Adit pak"


"Apa, Kebohongan apa lagi ini Tari, bisa bisanya kamu memfitnah suami mu seperti ini?"


"Tapi ini kenyataan nya pak"


"Cukup kak, Umaya minta kakak pergi. kami sudah sangat tersiksa atas tertangkap nya Adit. sekarang saya mohon pergi"


"Tapi Umaya"


Tidak ada kata yang keluar lagi. bapak mertua dan Umaya masuk ke rumah dan menutup pintu dengan rapat. itu sudah menjadi pengusiran untuk ku.


aku pun menghampiri adinda dan Desi. kami pun berjalan kembali ke rumah.


sesampainya di rumah. adinda telah tertidur. aku menidurkan nya di samping ku.

__ADS_1


.


"Bagaimana Tar?"


"Entahlah. sepertinya aku yang harus menjaga adinda"


"Apa kamu yakin? sedangkan dia adalah anak.."


"Dia tidak bersalah Des, yang salah adalah orang tuanya"


"Baik lah. jika butuh apapun kabari aku"


"Iya,"


sudah satu Minggu toko kembali di buka. namun hanya Desi yang menjaganya. aku belum ke toko dan sejujurnya badan ku belum fit sepenuhnya.


kadang aku merasa sakit di bagian perut. dan kadang di bagian kepala. walau dokter mengatakan tidak akan berdampak apa apa. namun rasa sakit itu sedikit mengganggu ku.


************


PERSI AUTOR.


hari itu Desi tengah menjaga toko seperti biasa.


dan kedua orang Tari datang menghampiri toko dan bertemu dengan Desi.


"Dimana Tari"


tanpa salam kedua orang tua Tari mengejutkan Desi yang tengah membereskan beberapa pakaian.


"Maaf siapa ya?"


"Saya orang tuanya. Dimana anak itu?"


"Untuk apa anda mencari Tari?"


"Apa maksud kamu?"


"Bukan nya. Anda sudah membuang Tari. demi mempercayai ucapan Adit dan ibunya?"


"Jaga bicaramu, dan jangan ikut campur"


"Saya tidak mengerti, ternyata di dunia ini masih ada orang tua seperti kalian. apa anda tahu apa saja yang sudah di lakukan adit pada Tari? saya rasa tidak"


"Apa maksud kamu?"


"Lihat,"


Desi menyerahkan foto di ponselnya.dan jelas terlihat Tari tengah terbaring bercucuran darah seusai di tabrak oleh suaminya.


"Apa yang terjadi pada Tari?" ucap ibu nya Tari.


"Tanyakan pada menantu kalian? dia yang melakukan nya"


"Jangan bohong kamu"


"Baik, jika saya berbohong saya memiliki banyak bukti"


Desi memperlihatkan beberapa foto Tari dengan muka lebam. bahkan beberapa video saat tari tengah di tampar di toko oleh ibu mertuanya. dan cacian bahkan makian yang di lontarkan wanita tua itu.


mata kedua orang tua Tari membulat melihat semuanya. bahkan Desi menyerahkan rekaman suara kala Adit dan ibunya mengatakan tujuan pernikahan ini.

__ADS_1


rekaman ini sengaja di kirim Tari pada Desi, karna Tari takut Adit mencuri ponselnya...


__ADS_2