
Beberapa bulan di awal usaha ku mengalami sepi pengunjung, hingga aku mengadakan promo besar besaran. dan berhasil mengundang beberapa pengunjung. dan setelah merasakan menu yang kami sajikan di Cafe ku. aku mendapat beberapa pengunjung tetap.
Hingga satu hari. penghasilan yang ku dapat dari Cafe dan pekerjaan ku yang menjabat menjadi anggota polri. membuat ku memutuskan untuk mengembangkan usaha Mamah, dan membuka. usaha baru. yaitu perhiasan. Ya, walaupun modal untuk membuka usaha perhiasan sangat lah tidak sedikit. namun dengan keyakinan dan dorongan yang kuat dari mamah. aku pun membulat kan tekat ku.
Dua Tahun Kemudian......
Usaha yang ku kembangkan terus meningkat. bahkan aku bisa membuka usaha di beberapa pelosok daerah. dan berhasil berjalan lancar seperti yang sudah sudah.
Sinta sudah tidak lagi menggangguku. mungkin dia sudah lelah dengan sendiri nya.
Hari Itu......
Aku mendapat sebuah perintah untuk pergi ke salah satu daerah oleh atasan ku. aku mendapat tugas untuk menjabat selama dua Minggu. Saat aku tiba menjabat, rupanya hari itu ada sebuah persidangan dari kasus pembunuhan berencana. aku tidak begitu tertarik dengan kasus ini. Namun tiba tiba ada yang mengusik ketenangan ku.
Saat aku mengetahui. bahwa korban yang telah kehilangan bayinya. menangisi keputusan hakim yang menjatuhi hukuman mati dan seumur hidup untuk para terdakwa pembunuhan tersebut.
Dia sampai menangis begitu terisak.
"Dia menangis karna bahagia, atau karna sedih?" tanya ku dalam hati.
Satu Minggu setelah hakim memutuskan hukuman untuk mereka. aku melihat wanita yang sebelumnya menangisi para penjahat nya. kini datang kembali dengan seorang wanita dan gadis kecil. dan aku mengetahui bahwa gadis kecil itu adalah putri wanita itu. karna aku sempat mendengar bahwa gadis kecil itu menyebutnya dengan sebutan Mamah ...
Wanita itu bertemu dengan salah satu terdakwa wanita muda. Mereka berpelukan. membuat ku semakin bingung di buat oleh wanita itu?
jika dia memang tidak rela hakim menjatuhkan hukuman mati pada para pembunuh bayinya. mengapa dia repot repot lapor polisi.
"Pak Bambang, siapa wanita itu?" tanya ku pada bawahan ku.
"Oh itu, Namanya Tari pak, dia adalah korban pembunuhan berencana. dan yang di peluknya adalah tersangka nya" jawab pak Bambang.
"Lalu, mengapa wanita muda itu memeluk dan mencium gadis kecil itu? apa mereka memiliki hubungan?" tanyaku lagi.
__ADS_1
"Itu anak dari tersangka nya pak, dia di asuh dan di rawat oleh korban" jawabnya.
Apa? wanita bodoh macam apa dia? dia hendak di bunuh dan telah kehilangan bayinya. tapi dia malah mengurus anak pembunuhnya?
"Bodoh, kenapa dia mau merawat anak dari pembunuhnya?" ucapku
"Saya juga sempat berpikir begitu pak, Lucu saja ada korban yang dengan suka rela mau mengurus anak dari pembunuh bayinya. Namun rupanya wanita yang hendak membunuhnya itu adalah Teman dekat nya pak, dan istri kedua dari suaminya. yang tak lain pelaku pembunuhan tersebut" jawab pak Bambang
Kali ini aku tercengang, rupanya pelaku pembunuhan tersebut tidak lain adalah kerabat dengan wanita itu? Rupanya mereka adalah suami dan teman nya. yang tak lain adalah istri simpanan suaminya.
"Lalu, wanita tua yang mendapat hukuman penjara seumur hidup itu siapa?" ucapku
"Dia adalah mertuanya wanita itu, dia juga ikut andil dalam upaya pembunuhan wanita itu" jawab pak Bambang
"Saya heran, dia terlihat begitu terluka dengan hukuman yang di dapat oleh para pelaku. jika dia tidak rela mereka mendapat hukuman itu. kenapa dia melaporkan mereka ke kantor polisi?" ucapku.
"Sebenarnya dia beberapa kali hendak membebaskan mereka bertiga, namun sikap mereka bertiga malah semakin menjadi. dan hendak menuntut balas. yang akhirnya membuat bapak mertua dari wanita itu. meminta dia untuk terus meneruskan hukuman bagi mereka bertiga" jawab pak Bambang.
Aku bisa memperkirakan bahwa di dunia ini hanya dia wanita terbodoh yang baru ku temui.
aku sampai tertawa dan memukul jidatku melihat kebodohan wanita itu.
**********
Satu Bulan Kemudian.....
Setelah mengajukan permohonan untuk di tugas kan disini. akhirnya aku mendapat kan ijin tersebut dan menjabat di daerah sini.
Dua terdakwa telah mendapat hukuman mati mereka. dan aku ikut mengantar jenazah keduanya. Ibu dari lelaki yang telah tiada juga ikut menghadiri prosesi pemakaman putra dan menantu keduanya itu. Namun yang mengganggu perhatianku adalah. wanita yang bernama Tari tersebut
Dia menangisi Mantan suami dan Mantan teman nya. yang telah membunuh bayi nya itu, bahkan dia juga berulang kali memeluk wanita tua yang tak lain adalah mantan mertuanya dan juga ikut andil dalam upaya pembunuhan berencana nya itu. ..
__ADS_1
Setelah upacara pemakaman telah usai, terdakwa yang mendapat hukuman penjara seumur hidup itu ikut lagi dengan kami ke kantor polisi. namun tiba tiba ..
"Pak, saya mohon perlakukan dan Jaga ibu mertua saya dengan baik dan Ramah," ucapnya pada kami saat kami hendak membawa lagi wanita tua ini.
"Bu, ibu yang kuat ya, Tari akan sering sering mengunjungi ibu disana" Ucapnya lagi sembari menyentuh pipi mantan mertuanya dengan begitu lembut.
Pemandangan ini membuatku semakin penasaran dengan kebodohan wanita ini?
dia itu bodoh atau memang tidak memiliki pikiran?
"Beruntung nya anda, bisa memiliki menantu sebaik itu" ucapku pada wanita tua yang duduk di bangku belakang mobil kepolisian.
"Iya, saya sangat beruntung, namun saya begitu bodoh. menyianyiakan kebaikan dia.dan jahatnya. kami sampai berupaya membunuhnya" jawab nya di sela Isak tangisnya.
"Kenapa kamu mau membunuhnya? padahal saya lihat dia begitu baik dan tulus menyayangi kamu?" ucapku.
"Semua karna rasa sayang saya pada putra saya. saya tidak rela dia menikahi Tari, yang sering di Cap warga sebagai gadis depresi" jawabnya.
"Depresi?" ucapku.
"Iya, Tari sempat terpuruk selama satu tahun karna kehilangan tunangan nya. dan hingga akhirnya menikah dengan putra saya. karna di jodohkan. merasa tidak ikhlas dengan pernikahan mereka. saya tidak pernah menyukai Tari menantu saya. dan selalu memfitnah. dan karna saya begitu sayang pada putra saya. saya tidak melihat mana yang benar dan salah. saya mendukung setiap perbuatan kasar putra saya. dan ikut menikmati penyiksaan Tari. hingga kami merencanakan pembunuhan Tari," jawabnya. panjang lebar
"Oh, semua karna rasa sayang pada putra mu? harusnya jika kamu tidak mengijinkan mereka menikah. cukup katakan saja. jangan malah menyiksa wanita itu" ucapku.
"Iya, saya salah. dan saya telah menyadari semua nya" jawabnya.
"Penyesalan tetap lah penyesalan. kamu harus tetap menjalani hukuman mu itu. beruntung lah karna kamu tidak mendapat hukuman mati. jadi kamu masih bisa memperbaiki diri" ucapku.
Sebegitu rasa sayang seorang ibu pada anak nya. sampai di buta kan oleh kejahatan anak nya. dan lebih miris nya lagi. dia lupa bahwa seorang ibu akan sangat terluka jika kehilangan anak nya. sedangkan dia, dia dengan teganya membunuh cucunya yang belum lahir.
benar benar kasus yang rumit.
__ADS_1
dan yang lebih merumitkan lagi adalah. pemikiran wanita itu?