
PERSI AUTHOR
Hari ini bapak mertua Tari dan Adik ipar nya akan Pergi ke kantor polisi untuk menjenguk dan mencari tahu apa penyebab mereka melakukan hal yang sangat memalukan.
Ya, beberapa hari saat semua terungkap dan tertangkap nya Ibunda Adit.
Bukan hanya terkejut Atas alasan tertangkap nya mereka, melainkan rasa malu yang teramat sangat. semua tetangga membicarakan keluarga mereka.
Sampai Umaya pergi dari rumah suaminya, karna perbuatan Ibu dan Kakak nya yang membuat dirinya di asingkan.
Rasa kecewa yang mereka Goreskan, bukan hanya meninggalkan cacian dan hinaan dari orang banyak, melainkan Rasa sakit yang teramat dalam.
terlebih kala mereka tahu, bukan hanya berusaha berbuat keji pada Tari, melainkan berhasil membunuh bayi dalam kandungannya, .
yang berarti adalah anak dan cucu mereka.
umpatan demi umpatan bapak mertua Tari layangkan demi sedikit meredam amarah yang bergejolak dalam dada.
namun tetap saja perbuatan mereka tidak patut di maafkan.
Sesampainya mereka di kantor polisi. ada rasa marah dan kecewa yang mulai menguasai jiwa mereka.
"Permisi pak, kami ingin mengunjungi tahanan yang bernama Adit" ucap Umaya,
"Baik silahkan"
Polisi itupun menuntun mereka ke tempat ruang jenguk.
beberapa lama mereka menunggu akhirnya polisi itupun membawa Adit dan ibu serta Anita.
Mereka Menatap ke tiga tahanan yang di gandeng polisi itu. ada rasa jijik kala mengingat perbuatan mereka.
"Bapak, Ibu mau keluar dari sini, ibu gak betah pak" rengek ibu mertua Tari,
"Bapak, bapak kesini mau bebaskan Adit dan Ibu kan ya? Adit gak betah disini makanan disini gak enak pak" sela Adit.
Masih belum ada jawaban dari bapak dan Umaya, bahkan menatap manik mereka pun mereka berdua enggan.
"Bapak, ayo kita pulang sekarang!" ajak istrinya.
"Iya pak, Ayo kita pulang sekarang" jawab Adit.
"Ayo Umaya, Kita pulang Nak" ajak ibunya.
Mereka masih tak menjawab ucapan dari kedua orang di depan nya.
Umaya hanya menatap tajam pada Anita,
Rupanya ini wanita yang telah mengkhianati sahabat nya dan membuatnya kehilangan calon keponakan bahkan sampai membuat keluarganya hancur begini.
"Kenapa kamu melakukan itu pada Tari?" tanya bapak.
"Apa maksud bapak, apa si Tari berbicara yang tidak tidak pada bapak?" jawab istrinya.
__ADS_1
"Bapak ulangi, mengapa Ibu berbuat begini?"
Dari raut wajah nya. bapak mertua Tari sangat berusaha menahan amarah nya kala melihat mereka bertiga.
"Ibu gak melakukan apapun, ini hanya fitnah yang di buat Tari pak" elaknya.
"Iya pak, Adit dan ibu tidak berbuat apa apa, Tari bukan wanita yang baik. ayo kita pulang pak" jawab Adit membela diri.
"Saya kira, dengan beberapa hari berada disini kalian akan menyadari perbuatan kalian, rupanya tidak"
"Pak, Bapak sudah termakan ucapan si Tari. ibu dan Adit tidak berbuat apa apa?"
"Iya pak, benar yang di katakan Ibu, kami hanya di fitnah"
"Cukup!"
Bapak mertua Tari menggebrak meja sampai mereka semua terkejut,
"Ibu, Ibu sudah tua. apa ibu tidak sadar apa yang ibu lakukan. bapak malu bu,!" ucap suaminya.
"Pak, Ibu tidak melakukan apapun pak"
"Ibu masih saja tidak mengakui kesalahan yang Ibu lakukan? Bapak tidak menyangka ibu sejahat ini"
"Dan Kamu Adit, kamu sadar apa yang sudah kamu perbuat?"
"Pak, kenapa bapak lebih percaya pada si Tari, aku ini anak bapak. Aku minta sekarang bapak bebasin aku dan Ibu. aku mau pulang"
Plak..
"Bapak? kenapa bapak menamparku?"
"Kamu sadar apa yang kamu perbuat pada istrimu? kalian menyiksa dia dan bahkan sampai merencanakan pembunuhan nya!"
Suara bapak mulai meninggi, Amarah nya mulai tak terkendali. terlebih saat mereka tidak menyadari kesalahan dan malah menyalahkan Tari yang jelas adalah korban.
Umaya hanya diam, ia tidak ingin membela Ibu atau pun kakak nya.
"Adit, Tidak melakukan itu pak, Ibu yang nyuruh" bela Adit.
"apa, kenapa kamu malah menyalahkan Ibu? ini kan rencana kamu?"
"Ya, Tapi ibu juga mendukung nya kan?"
"Ya, ibu kan hanya mendukung. tidak ikut merencanakan!"
"Tapi Ibu juga ingin Tari mati kan?"
"Kenapa ini? kenapa kamu malah menyalahkan ibu, kamu kan yang menabrak dia"
"Tapi ibu yang memberi aba aba pada Adit"
"Cukup, kalian benar benar memalukan, perbuatan kalian seperti manusia tidak terpuji,"
__ADS_1
"Umaya, kamu jelasin pada bapak mu supaya membebaskan ibu"
dengan memohon pada Umaya, seraya memegang tangan Umaya berharap anak nya bisa membujuk suami nya yang tengah marah.
"Apa yang harus Umaya katakan Bu? Apa Umaya harus membujuk bapak untuk membebaskan kalian? lalu setelah itu, apa kalian akan berubah, atau malah berbuat hal yang lebih memalukan!"
"Umaya!" sentak ibunya.
"Kenapa? Ibu tidak berpikir kah. bagaimana kami menahan malu dan hinaan dari orang banyak selama ini? karna perbuatan kalian, Bukan hanya bapak yang kena imbasnya. tapi aku, aku juga ikut menanggung semuanya. Aku di usir dari rumah suamiku. bahkan mereka tidak menerima penjelasan ku? sampai memisahkan ku dari anak ku!"
Tidak ada jawaban lagi dari mereka, Umaya berusaha menahan amarah yang dari kemarin ingin dia ungkapkan.
"Dan Umaya masih tidak percaya, setelah semua bukti dan saksi kalian masih saja tidak mengakui kesalahan kalian, dan masih saja menyalahkan kak Tari, yang kalian hancurkan jiwa dan mentalnya"
Plak..
Satu tamparan mendarat di pipi Umaya, ibu nya tak terima di salahkan oleh anak nya. bahkan sang anak lebih berpihak pada Tari, yang jelas jelas memasukan nya ke dalam penjara,
"Kenapa? Ibu tidak terima aku bicara begitu? Aku malah merasa malu, karna terlahir dari rahim ibu, Ibu adalah seorang ibu. harusnya ibu merasakan kehilangan anak bagaimana?
Ibu merenggut anak dan cucu ibu demi ambisi busuk kalian"
Tangis pun tumpah, Umaya dan bapak tidak dapat menahan sedih kala mengingat penderitaan yang Tari alami.
sampai mereka harus kehilangan bayi yang belum sempat lahir.
"Dan kamu, apa kamu Anita. teman nya kak Tari?"
Anita diam sebentar sebelum dia menjawab ucapan Umaya.
"Bukan, aku tidak Sudi berteman dengan wanita jahat itu!"
"Mengapa?"
"Kamu tidak lihat, dia memasukan ku ke dalam sini. dan memisahkan ku dengan putriku, apa aku pantas memanggilnya teman, karna teman tidak akan berbuat begini!"
Umaya hanya tertawa, dia tidak menyangka wanita ini sempat menjadi teman kakak iparnya,
"Benar, kamu benar, kamu memang tidak layak menjadi teman kak Tari, karna apa? dia begitu baik sedangkan kamu.."
Cuih...
Satu ludahan yang Umaya keluarkan tepat di depan Anita. membuat wanita dengan tubuh kurus itu membulatkan matanya.
"Kamu bilang apa tadi, kak Tari jahat karna dia memasukan mu ke dalam sini dan memisahkan kamu dari anak mu.
Yang jahat itu kamu, teman tidak akan merencanakan pembunuhan teman nya, yang bahkan telah banyak membantu sampai menyambung hidup anaknya yang hampir mati, dan kamu mengatakan kak Tari memisahkan kamu dari putrimu? kamu tidak sadar telah melakukan apa? Kamu membuat seorang ibu terpisah dari anaknya yang bahkan belum lahir!"
Anita hanya diam, dia tidak suka Umaya membela Tari, yang jelas jelas menurutnya tidak pantas di jadikan teman. karna kekejaman Tari dia sampai terpisah dari putrinya.
"Wanita jahat seperti kamu, tidak pantas menjadi teman, ibu atau sahabat siapapun, karna kamu hanya manusia tidak memiliki rasa malu. kamu tidak malu. berhubungan dengan lelaki yang bukan suamimu? sampai melahirkan anak di luar nikah?"
Anita mulai tersulut emosi. Umaya sangat membuatnya marah dengan merendahkan dia.
__ADS_1